Sunday, November 6, 2016

The New Traveler's Journal of A Certain Sorcerer: Part 5

0 comments
Previously on The New Traveler's Journal of A Certain Sorcerer
“So this is comiket.”
“Holy shiit, look at all those queue.”
“IT’S HOOOT. THE SUUN. I’M BURNIIINGGGGG”

Shin To Aru Mahoutsukai no Tabi Nikki: Part 5

DAY 4
Glass House - Minami Senju, Arakawa, Tokyo
Hari ketiga Comiket. THIS IS IT. FINALLY. THE TIME HAS COME. Ini hari yang akan menentukan apakah perjalanan saya ke Jepang kali ini sukses atau tidak. The entire trip plan revolves on this. Alrite, let’s get on with it!
Karena bekal dan persiapan lain sudah dipersiapkan malam sebelumnya (termasuk beristirahat setelah day 2, sesuatu yang sebenarnya agak sayang karena ini berarti saya hanya menghabiskan waktu di tempat nginep sepulang comiket, which means kind of time wasting) jadi pagi harinya saya langsung bisa berangkat setelah mandi dan sarapan. Beda dengan day 2, hari ini saya sengaja berangkat lebih siang 1 jam daripada kemarin (crazy plan, I know). Pertimbangan saya adalah saya tidak mau energi dan stamina terbuang sia-sia hanya karena harus dipanggang di bawah matahari selama 3 jam. Jika saya berangkat lebih siang 1 jam, berarti saya hanya perlu mengantri selama 2 jam. Apakah strategi ini lebih efektif? Nanti anda akan tau sendiri. Now let’s change the map BGM dengan salah satu memorable thing dari masa kecil saya yang berperan dalam membuat saya menjadi vviboe sedjati.

Sounds so catchy and heroic, right? Dulu saat esde saya sering menyanyikan iramanya sambil berlari membawa pedang (baca: kayu lapis) saat pergi ke sekolah sambil menebas-nebas monster (imajiner). And you thought running like naruto was cool? GET ON MY LEVEL, KIDS :v
Belajar dari kesalahan kemarin, sekarang saya pakai rute yang efektif. Tidak perlu turun di Nakaokachimachi lalu jalan 400 meter ke Okachimachi, melainkan baru turun di Ginza dan langsung pindah ke line Ginza menuju Shimbashi.
Di Shimbashi jelas tingkat kepadatan otaku lebih tinggi daripada kemarin. Dan semuanya berjalan ke platform Yurikamome, tentunya. Untungnya di dalam Yurikamome, saya masih bisa dapat tempat. Isi kereta jauh lebih penuh daripada kemarin, dan saya melihat ada member circle yang bawa troli berisi 2 atau 3 kardus besar yang tebakan saya berisi doujin. I was like, emang boleh ya bawa barang segede kaya gitu di kereta.
Setibanya di Big Sight, semuanya sama seperti kemarin, kecuali jumlah orangnya yang JAUH LEBIH BANYAK, dan tidak seperti kemarin yang pada langsung jalan ke satu arah, di sini mereka tersebar kemana-mana. Ada yang sudah antri dan duduk-duduk dalam deretan besar, ntah antrian buat yang apa atau ke mana, tapi ada juga yang roaming around, jalan-jalan, atau malah berdiri dan ngobrol sama temannya. Saya jadi bingung mau ngikut yang mana. Akhirnya saya mencoba berjalan ke arah yang sama dengan kemarin dan sampailah di papan yang bertuliskan percabangan pilihan. Hanya saja KALI INI TULISANNYA BEDA DENGAN YANG KEMARIN. Tidak hanya tulisannya bukan West dan East yang kanjinya gampang dikenali dan tulisan Hall dengan katakana, tapi kali ini KEDUA PILIHAN DI PAPAN, DUA-DUANYA ISINYA CUMA KANJI. I WAS LIKE OOOH SHIIIITTTTT. Yang mana yang harus dipilih? Apa sama dengan kemarin? Yang satu untuk antri hall timur dan satunya barat? Sepertinya tidak. Kalau itu tulisannya pasti sama kaya kemarin. Hanya 1 kata yang bisa saya baca, itupun karena dalam katakana, yaitu sakuru (circle). Tapi apa maksudnya? Apa itu buat antri yang mau masuk ke bagian circle? Hari ini memang saya cuma berencana ke hall timur untuk berburu doujin karya circle favorit. Tapi tunggu sebentar, hari 3 kan sudah tidak ada company booth lagi. Dengan kata lain baik hall barat maupun timur, semuanya akan terisi dengan circle booth. Tapi bagaimana kalau itu maksudnya satu jalan ke circle booth, satunya lagi ke booth technical atau administrative related. Ugh I didn’t expect day 3, the most important day could turn out like this. Saya mencoba gambling dan ambil jalan yang sama dengan yang ditempuh kemarin, yang kebetulan tulisannya yang ada kata circle nya itu, and amazingly, saya langsung tiba di gerbang depan Big Sight, gak perlu pakai antri dan jalan muter kaya kemarin. Dan saya juga melihat orang-orang bisa masuk langsung saja ke dalam. I WAS LIKE WAIT WAIT WHAT’S REALLY GOING ON HERE. Akhirnya saya coba ikuti orang-orang yang bergegas ke dalam daaan wait a second, mereka sepertinya menunjukkan semacam kartu. Apa itu? Free pass kah? Seperti di event vvibu lokal atau toys fair? Saya pun berbalik arah, berjalan melawan arus masuk. Jadi yang bisa masuk dari depan hanya yang pegang kartu kah? Alrite, kalau begitu coba jalan di pilihan yang satunya. Akhirnya saya balik arah, dan lumayan jauh. Saat itu saya benar-benar bingung dan cukup panik karena selama saya muter-muter, tentu saja waktu terus berjalan. Time waits for no one aterall. Setelah cukup lama akhirnya saya tiba di lantai bawah yang menuju ke jalur penghubung hall barat dengan hall timur. Di sini kah tempatnya? Saya melihat orang-orang berjalan masuk dengan leluasa sama seperti tadi. WITH THAT SAME FREAKING CARD. JUST WHAT THE HELL IS GOING ON? Akhirnya saya nanya staff yang berada di situ. Saya mau ke east hall, lewat mana? Amazingly ternyata dia bawa peta Big Sight versi mini (sasuga persiapannya) dan ditunjukin kita sekarang di sini, jadi lewat sini dan seterusnya. Saya tanya lagi itu stamp (karena saya sempat denger petugas deket gerbang bilang sutampu misete kudasai or something like that) apa yang dibawa orang masuk? Dan wajah petugasnya kayaknya baru nyadar sesuatu. Ippanjin desu ka? Katanya. Huh? Ippanjin artinya warga sipil kan, pikir saya. Apa hubungannya. Tapi saya jawab aja iya. Dan dia langsung jelasin kalau yang bisa masuk itu anggota circle (ini maksudnya kata circle di papan pilihan tadi orz harusnya saya nyadar sejak awal), tandanya ya stamp itu. Untungnya dia jelasin lebih lanjut lagi, kalau ippanjin antrinya di sana, lalu ngasih direction, lurus terus ntar belok dst and I was thinking like untung saya vvibu yang suka nonton animu jadi mudeng yang dia jelasin. Setelah mengucapkan terima kasih, sayapun menuju ke arah yang dijelaskan sama mas-mas random staff comiket tadi dan TAA-DAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA ternyata memang di situ antrian buat pengunjung biasa tapi WHAT THE HEEEEEEEEEEEEEEEEEELLLLL ANTRIAN MACAM APA INIII???
Jika membandingkan antrian AFAID dengan Comiket day 2, niscaya AFAID hanyalah seperti antrian di kasir indoma*** belaka. Namun jika membandingkan antrian Comiket (saya) di day 2 dengan day 3 maka day 2 lah yang akan tampak seperti antrian di kasir minimarket (dan antrian AFAID akan tampak seperti antrian beli gorengan di burjo deket rumah). Saya mencoba mencari ujung antrian tapi lah kok sampai bagian luar Big Sight belum juga kelihatan ujungnya. Untungnya di sini juga banyak orang yang sepertinya sama seperti saya juga, mencari ujung antrian, jadi saya sudah tidak sepanik tadi dan mengikuti mereka. Antrian masih lanjut sampai keluar Big Sight. Dan sayapun berjalan. Berjalan. Dan berjalan. Dan antrian masih memenuhi jalur pejalan kaki, sesekali terpisahkan oleh jalan raya. Dan ujung antrian masih belum kelihatan juga. GILA. Sudah hampir 20 menit berjalan, sampai jalan tanjakan yang entah ini di mana, tapi ujung antrian masih belum terlihat. WTF. Untungnya akhirnya mulai terlihat juga antrian yang lenggang dan baru terbentuk, menandakan ujung antrian sudah dekat. Dan beberapa meter dari situ antrian pun berakhir. DI TEMPAT YANG BAHKAN BIG SIGHT NYA AJA UDAH GAK KELIHATAN.
But its alrite, yang penting akhirnya saya bisa mendapat tempat untuk lesehan menunggu jam 10. Tentu saja di bawah sinar matahari yang panasnya tidak lebih bersahabat dari kemarin.
And so, here we go again, the waiting game. Untungnya karena saya datang lebih telat dan pake acara muter-muter nyasar lebih dulu, instead of 3 jam seperti kemarin, sekarang saya cuma perlu menunggu sekitar 1,5 jam. Dan persiapan saya kali ini juga lebih bagus.
Item list:
- Onigiri [x5]
Recover small amount of HP (instant use)
- Water container [x2]
Recover from fatigue status effect (instant use)
- Frozen Water in a Bottle (durability: 100)
Recover from overheat status effect
- War Map version 2.0 [x1]
Map showing targets and route
- Manga Innocent volume 1 [x1]
Reduce boredom status effect
But that’s not all, I’ll show you more amazing loltrick I learn from the local.
Combine item:
- Traveling hat [x1]
Reduce heat damage from front by 30%
- Small towel [x1] (durability: 100)
Reduce heat damage to area applied
RESULT:
Soldier’s cap [x1]
Reduce heat damage from all direction by 30%
Side effect: it made you looks like tentara nippon pas jaman penjajahan.
Dengan persiapan yang lebih matang, proses menunggu di hari ketiga tidak menghabiskan banyak stamina. Selain lebih santai, menunggu di trotoar versi day 3 memberikan beberapa pemandangan baru dibandingkan dengan menunggu di area terbuka versi day 2. Misalnya orang-orang non pengunjung comiket yang kadang berjalan melintas (sayangnya tidak ada anak kecil bareng mamanya yang nunjuk-nunjuk sambil nanya kaya di animu/mango). Atau yang lebih wtf, ojiisan random yang jualan es lilin dengan some kind of mini gerobak (saya pengen beli tapi takut bakal ngefek ke metabolisme perut dan mengganggu saat perang). Ngomong-ngomong, apakah anda ingat soal “ippanjin” yang dibilang oleh mas-mas random staff comiket ke saya tadi? Ternyata SEMBILAN TAHUN YANG LALU saya pernah membaca penjelasannya di sebuah blog yang dulu aktif ngikutin dan komen di sana (holy shit). Anda bisa membacanya di sini. Intinya ternyata di dunia otaku juga ada istilah ippanjin, yang ditulis dengan kanji yang berbeda, yang artinya juga berlawanan dengan kata ippanjin sendiri.
Menjelang pukul 10 barisan mulai bergerak. Inilah SAAT YANG TEPAT untuk mendengarkan lagu ini sambil bergerak maju.
(klik kanan di videonya lalu pilih loop jika anda ingin mendengarkan BGM ini sepanjang pertempuran, karena isi post ini sangat panjang).
GO FORTH! FOR THE GLORY OF DOUJIN SHOPPING SPREE!!
CHAAARGEEEE!!!!
INSERT DRAMATIC BELL TOLL OF WAR HERE
NOW WE HAVE PENETRATE, I MEAN, INFILTRATE THE BASE.
OPEN THE MAP!
Seperti yang bisa anda lihat, peta day 3 jauh berbeda jika dibandingkan dengan day 2. Ini karena semua doujinka favorite saya adalah ero doujinka yang sudah saya ikuti sepak terjangnya sejak dulu kala, saat internet kecepatan 30kBps adalah speed dewa dan mendownload doujin berarti membuka satu per satu halamannya, menunggu gambar ter load sepenuhnya, lalu menyimpannya ke dalam DISKET-DISKET yang hanya bisa memuat beberapa gambar lalu memindahnya ke dalam komputer pribadi, bagaikan menimba air di sebuah sumur di puncak bukit lalu memasukkannya ke dalam jerigen-jerigen, kemudian membawanya dengan gerobak dorong untuk dituang ke dalam bak di rumah. This isn’t a travel of simply shopping, it’s a journey to visit part of what makes me becomes what I am today, and even if I loathe some of that parts, but I also grateful because at some points in my life, that part is what gives me a little peace of mind. If not because of those doujinshis, I probably would have fallen to something even darker. But enough of that, let’s go!
You may want to save as the picture above biar gak perlu scroll bolak-balik saat membaca. Kenapa petanya terbolak balik seperti itu? Itu supaya saat dibawa petanya bisa dilipat tanpa membuat navigasi jadi membingungkan saat pindah hall. Due to this being my virgin comiket, saya akhirnya memutuskan untuk hanya mengambil 1 kabe circle/circle yang mepet dinding (padahal bisa anda lihat sendiri banyak artist-artist dewa di sana) karena antriannya so hardcoore. Meskipun terlihat cukup lengang setelah dipotong wall circle tapi teman saya yang pernah ke comiket tetap saja ketawa pas saya perlihatkan peta ini. This is too much for beginner, he said, dulu waktu ke comiket pertama saya cuma bisa dapet 4 atau 5 circle aja. I was like WHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA but it’s no use to get all pessimist before the battle even begin so I try to keep my spirit high. Back to map. Let’s see. Hall 1-3 punya rute irreversible, which means it’s better to save it for the last sebagai perhentian terakhir. Rute hall 4-6 bisa ditempuh dari starting point yang mana saja karena reversible. But for efficiency lebih baik masuk dari arah booth Ozawa Reido/Miray Ozaki karena finish line nya dekat dengan rute masuk hall 1-3. Ok, let’s do this! ...aand I made mistake. Ternyata pintu yang saya masuki adalah yang deket dengan booth Yami ni Ugomeku. Oh well, bukan kesalahan fatal, masih bisa masuk dengan rute kebalikannya.. Let’s go to block レ and find booth number 47a!
Tidak seperti hari kemarin di mana anda masih bisa berjalan santai di beberapa blok tertentu, di hari ketiga, jika anda sudah memasuki zona deket booth maka anda akan disambut dengan arus lautan manusia, yang semakin ke tengah semakin hardcore. Dan jika anda tidak berinisiatif atau menggunakan kekuatan untuk “berenang” maka anda akan hanyut terbawa kenangan masa lalu, eh maksud saya arus manusia. Karena boothnya Dokuro-san (Yami ni Ugomeku) masih relatif di pinggir jadi kekuatan arus di dekatnya belum begitu terasa. Meskipun begitu bukan berarti perjuangan bakal berjalan lancar, karena sesampainya di sana saya melihat antrian di boothnya sungguh amat begitu mengerikan. Padahal itu kan bukan circle dinding, batin saya. GILA. Kalau yang di dalem aja antrinya kaya gini gimana yang di dinding? For some second I felt a drop of despair. Muri da. Ini baru booth pertama. Kalau ngantri di sini ntah kapan bakal sampai ke booth berikutnya. With a bitter taste of defeat I silently retreat from the crowds and moved to the next target.
Target 01: Dokuro-san (Yami ni Ugomeku)
Target kedua adalah Yanagawa Rio di blok ヨ nomer 42b. This is easier than I thought. Jalan menuju boothnya memang cukup rame tapi crowdnya tidak sehorror target pertama tadi. Namun sesampainya di sana, aa sayang sekali ternyata yang jaga bukan beliau nya sendiri. Doujin yang dirilis juga di luar ekspektasi saya baik dari series yang diangkat maupun genrenya. Juga tidak ada item lain di sana selain rilisan terbarunya itu. Jadi meskipun akhirnya target acquired tapi saya tidak merasa complete satisfaction.
Target 02: Yanagawa Rio (Guruguru Honpo)
SUCCESS
Moving to the next, target selanjutnya adalah Itaba Hiroshi. Sama seperti Yanagawa sensei, beliau adalah mangaka sekaligus doujinka veteran yang ntah kenapa akhir-akhir ini lebih senang menggambar heroine berkacamata (bahkan ada yang sudah diadaptasi jadi anime, judulnya Higurashi Fudou san apaa gitu), which I don’t mind at all, of course. Sayangnya pas saya sampai ke boothnya beliau… aree? Kenapa kosongan? Saya coba lihat booth samping-sampingnya dan tidak ada art yang familiar (inilah salah satu sebab yang baru saya sadari belakangan kenapa day 3 saya bisa sukses mendapatkan banyak target yang diincar daripada day 2, karena 95% barang yang saya beli bukan titipan, melainkan benar-benar inceran sendiri. Jadi kalaupun yang jaga bukan orangnya atau boothnya tidak ada nomernya, atau bahkan tidak ada info cover rilisan yg baru, saya tetap bisa mengenali gaya gambarnya dan yakin kalau itu booth yang dicari). Back to post, entah saya yang salah ngecek stand atau memang standnya kosong, yang jelas:
Target 03: Itaba Hiroshi
Another failure. But its ok #denial. Lets go to the next target! Tidak jauh dari situ adalah target ke empat, Amano Ameno sensei. Sesampainya di boothnya saya langsung mengenali karya barunya padahal belum pernah lihat sama sekali dan OMG ITS AYAME SAMA KYAAAAAA! Fuk Mumei Ayame best grill langsung ambil gpl. And that’s not even the most awesome thing. Setelah membayar, saya masih menyempatkan diri untuk menyapa sang suhu dewa doujin yang sudah saya ikuti sejak tankoubon pertamanya yang judulnya cuma 1 huruf. Rupanya yang melayani transaksi saya bukan Amano sensei, mungkin temennya. Tapi dia langsung menyikut orang sebelahnya, yang ternyata Amano sensei (beliau pake kemeja putih kaya orang kantoran) waktu saya bilang saya fansnya dari Indonesia. Setelah sama-sama terkagum-kagum, saya karena bertemu idola dan dia karena ketemu fans dari seberang lautan, sayapun masih sempat ngomong kalo Ayame is mai waifu lol nggaklah, saya bilang kalo saya suka Ayame dan ini comiket pertama tapi pas banget rilisannya character favorit. Beliau sepertinya seneng banget mendengar hal tersebut.
Target 04: Amano Ameno (Circle M)
GREAT SUCCESS!
Target selanjutnya cukup berat dan membuat saya menimbang-nimbang berulang kali. Sasamori Tomoe dari Circle Nanimoshinai adalah nama yang saya baru belakangan ini kenal, tapi karya-karyanya SUNGGUH TIADA TANDING TIADA BANDING. Cek saja di panda sedih kalau tidak percaya. But there’s one thing. Beliau termasuk circle dinding. Apakah waktu saya cukup untuk mengantri? Sementara saya baru mengunjungi 3 booth. Tapi kalau saya balik lagi mungkin bakal sold out. Lagipula mungkin lebih baik sekarang saja karena ini masih jam-jam awal comiket. Tapi- arghhhh whatever. Akhirnya saya memutuskan untuk nekat aja deh dan mendatangi booth circle yang terkenal dengan karakter gadis seksi berkacamatanya itu.
Untuk mengantri di kabe circle ada caranya sendiri. Pertama saya harus ke antrian pertama yang ada di depan meja booth. Di sana orang yang berada di antrian paling belakang, yang membawa kertas bergambar “profile picture” dan nama circle akan memberitahu lokasi antrian berikutnya.
Setelah menemukan antrian kedua, dan memastikan kalau itu benar antrian circle yang anda cari dari gambar yang dibawa oleh orang yang paling belakang, saya diberitahu lokasi antrian berikutnya. Begitu seterusnya sampai tiba di antrian terakhir. Di kasus saya, saya “cuma” harus antri sampai antrian 3. Tergantung popularitas circle katanya ada yang combo antriannya sampai luar gedung. Begitu sampai di antrian ketiga, saya “meneruskan tugas” orang di antrian paling belakang dengan membawa gambar penunjuk nama circle, yang lalu diberikan pada orang berikutnya yang datang untuk antri di belakang saya (sampai kuota antrian full). Setelah menunggu beberapa lama, maka akan ada staff yang menyuruh semua orang yang ikut antrian untuk mengangkat tangan ke atas seperti anak tk saat piknik dan “kereta” antrian 3 pun berjalan, menerobos arus manusia. Sebuah pengalaman yang EPIC kalo boleh saya bilang. Kereta antrian 3 berhenti di tempat kereta antrian 2 dan berubah jadi antrian 2. Di sini seperti halnya antrian 2 sebelumnya, yang paling belakang harus siap ditanya-tanya kalo ini antriannya circle ini bukan, dan punya kewajiban nunjukin lokasi antrian ke-3 buat yang mau antri. Yang berbeda dari antrian 3, di sini akan ada “papan berjalan” lagi yang harus diteruskan ke belakang, isinya daftar barang yang dijual dan harganya serta keterangan kalo barangnya masih ada atau sudah sold out. Setelah menunggu lagi sekian lama, akhirnya datang aba-aba “ayo adek-adek tangannya diangkat ke atas” dan keretapun berjalan lagi menembus manusia yang berlalu lalang kaya partikel-partikel atom dalam gas, sampai ke posisi antrian pertama. Oh iya, selain di depan, ada juga staff yang berjaga di belakang jadi jangan coba-coba main curang langsung masuk ke tengah-tengah antrian. Di antrian 1 ini anda diharapkan untuk mempersiapkan uang buat bayar. Inilah gunanya papan penunjuk harga di antrian 2 tadi, supaya anda bisa mengkalkulasi berapa duit yang harus dibayar berdasar barang yang bakal anda beli (oh japan, your robot-like system and procedure is always impressing and frightening me at the same time). Satu persatu orang maju dan membeli, dan giliran saya akhirnyapun tiba. Di meja booth, yang melayani sepertinya adalah staffnya, entah Sasamori sensei ada di kursi sebelah (antrian dibagi 2 baris) atau gak jaga, yang jelas proses beli dan bayar lewat staff ini sedikit mengurangi hype karena rasanya seperti beli barang di kasir. But oh well, saatnya limit break.
[[SULTAN MODE]] ACTIVATED.
“ZENBU.” Kata saya yang berarti membeli keempat jilid “Buku Harian Gadis Succubus” ditambah bonus omake doujinshi yang hanya bisa anda dapatkan jika anda membeli di comiket. Meskipun tidak bisa bertemu doujinkanya langsung (lagipula dengan antrian sehardcore itu saya juga bakal tidak enak kalau pakai acara ngobrol) tapi saya puas bisa membeli doujin idaman yang termasuk dalam salah satu MOST PRECIOUS di folder downloadan doujin saya.
Target 05: Sasamori Tomoe (Nanimoshinai)
GREAT SUCCESS!
The number is fictional, I swear!
Dengan euphoria yang masih meluap-luap, saya melanjutkan pertempuran ke target selanjutnya. Klotski-sensei dari circle Matsukasa adalah nama yang cukup asing di telinga. Bahkan saya baru tau namanya belakangan. Kenapa circle ini bisa menjadi target saya tidak lain karena saat saya browsing-browsing circle list, secara tidak sengaja saya melihat ada circle yang profile fotonya Hanekawa Tsubasa yang AESTHETHIC. Setelah browsing sebentar di profile pagenya saya menemukan info kalau dia punya blog. Dari blognya itu saya baru tau kalau gambar Hanekawa tadi adalah cover dari doujin terbarunya yang bakal dirilis di comiket. Tanpa pikir dua kali saya langsung mendatangi booth misterius tersebut dan SAYAPUN TERPERANJAT (ZOMG *INSERT SFX SINETRON HERE). Ternyata beliau adalah doujinka yang membuat doujin SeoXWaka yang so cute yet so hot it makes me melt. Dan doujin tersebut di sad panda cuma ada versi chinese nya. Akhirnya sekarang saya bisa membaca versi jp nya TT^TT *menangis terharu*
Doujinkanya sendiri ternyata bukan orang Jepang, melainkan Taiwan. Menjelaskan kenapa style gambarnya cukup berbeda. Karena sama-sama gaijin jadi akhirnya saya bisa ngobrol cukup lama (soalnya dia bisa bahasa Inggris). Dia tanya darimana saya bisa tau circlenya, yang saya jawab dari blog. Which caught him surprised soalnya kebanyakan taunya dari pixiv. Selain itu dia juga punya deviantart. Lucunya dia jualan sama kanban musume yang cosplay jadi shinobu, tapi kayaknya gak bisa bahasa Inggris karena sepanjang kami ngobrol dia cuma bengong aja lol.
Target 06: Klotski (Matsukasa)
GREAT SUCCESS!
Beda dengan doujin Seo yang koplak, cute and romantic (and hot), doujin Hanekawanya kayak bumi dan langit, benar-benar bikin nyesek karena NIKMATNYA NTR (saya pernah baca doujin ini pas radio kebetulan nyetel lagu mellow tembang kenangan versi jp, rasanya jadi kacau :v….). Here’s the synopsis, read at your own risk. I wrote in ROT-13 to keep the blog text friendly (you know how to decode R-13, don’t you?)
Unarxnjn jnf nybar va gur pynffebbz. Fur erzrzore ure pnfr jvgu Nenentv qhevat tbyqra jrrx (Arxbzbabtngnev) naq fgnegf znfgheongvat ol ehoovat ure pebgpu gb Nenentv'f qrfx juvyr guvaxvat nobhg Nenentv xvffvat Frawbhtnunen. Guerr fghqragf crrcvat ure naq ragre gur pynffebbz naq pnhtug ure cbfg betnfz. Srryvat nyernql ybfg rirelguvat, fur jrypbzrq gubfr fghqragf gb rkcrevrapr shegure. Juvyr fur trg tnatonatrq ol gubfr fghqrag, Nenentv jnf znxvat bhg jvgu Frawbhtnunen ng ure ubhfr. Nf gur guerr fghqragf pnzr vafvqr Unarxnjn'f guerr ubyrf, Nenentv pnzr vafvqr Frawbhtnunen'f jbzo. Unarxnjn'f pbafpvbhfarff fgnegf fcyvggvat. Nenentv phqqyrf Frawbhtnunen naq gnyx nobhg fjrrg guvatf juvyr Oynpx Unarxnjn njnxra naq oehgnyyl zheqref gur guerr fghqragf.
So yeah, kind of dark but that’s what I like from this kind of story. Furthermore the heroine still has power to keep her from falling so the ending is not that tragic either. This is one of my best and proud haul of C90. I wasn’t even expecting to find such gem.
Next is another veteran dari circle favorit yang sudah saya ikuti sejak dahulu kala. Ozawa Reido sensei dari circle Sekai Kakumei Club. Saya masih inget pertama kali tau karyanya dari doujin Mizusawa Mao (Kimikiss) dan itu berarti sudah bertahun-tahun yang lampau waktu blog saya masih bernama Tabikarasu. Dengan sedikit deg-degan sayapun mengunjungi booth beliau. Below is the sample from one of his work.
Thanks, TOEI #precureundercover
Ozawa sensei ternyata sudah tua orangnya. Doujinka yang saya temui kebanyakan memang sudah bapak-bapak, not surprising karena mereka sudah berkarya sejak jaman saya masih mahasiswa baru. Tapi Ozawa sensei levelnya beda. Beliau kaya dosen di kampus yang sudah lulus S3 dengan rambut dan kumis yang sudah memutih I was like, whooaaaa, such high level wizard. Boothnya cukup sepi, entah karena penikmat doujinnya memang cukup niche atau kebetulan sedang sepi pengunjung saja. Tentu saja saya memperkenalkan diri dan sedikit berbasa-basi. Namun reaksinya sungguh di luar dugaan. Ketika dia bertanya apakah saya datang jauh-jauh buat ke comiket dan saya jawab ya, karena pengen ketemu langsung dengan doujinka favorit, tiba-tiba beliau menggebrak meja dan membungkukkan badan sambil mengucapkan terima kasih banyak atas dukungannya. Booth sebelah sampai kaget, apalagi saya. Benar-benar sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan seumur hidup. Di sini saya kepikiran betapa hebatnya sebuah karya, bisa memberikan sebuah hubungan personal. Meskipun saya tidak tau dia dan belum pernah ketemu, tapi karena menyukai karya yang dia buat, seakan merasa seperti ada beberapa hal yang nyambung. Apalagi jika kita bicara soal karya yang niche atau fetish related, yang tidak semua orang bisa selaras. Saya sebenarnya ingin bicara lebih banyak, tapi berkat adegan tadi, saya malah jadi overwhelmed dan gak bisa ngomong atau kepikiran yang lain (bahkan untuk meminta tanda tangan, padahal saya juga punya tankoubon (H manga) karyanya! Arghh, jika suatu saat saya bisa ke comiket lagi saya PASTI akan menemui beliau lagi). Akhirnya saya membeli beberapa doujin lama yang jadi favorit karena rilisan barunya doujin kumamiko dan saya tidak tertarik dengan loli yang bercinta dengan beruang.
Target 07: Ozawa Reido (Sekai Kakumei Club)
GREAT SUCCESS!
Saatnya melanjutkan pertempuran. Target selanjutnya adalah mangaka wanita yang tidak kalah veterannya. Beliau terkenal dengan serial Ai-chan yang fenomenal. Yep, siapa lagi kalau bukan Miray Ozaki. Beliau sudah lama terjun di jagad per ero doujin an sampai memiliki berbagai macam nama pena dan circle. Redrum dan Sailor Q misalnya. Circlenya yang sekarang adalah Beat Pop.
Waktu saya sampai boothnya, ternyata beliau tidak jaga sendirian tetapi bersama seorang pria yang berpenampilan cukup funky (mungkinkah dia suaminya?). Ozaki sensei sendiri terlihat seperti tante-tante istri PNS (maafkan saya sensei #plak). Jika anda bertemu beliau di jalan, niscaya anda tidak akan pernah menduga jika beliau adalah pencipta salah satu karakter nymphomania legendaris di jagad perdoujinan.
Karena sudah malang melintang bertahun-tahun, tentunya doujin yang dihasilkan sensei juga amat banyak menghias angkasa. Asiknya di comiket ini beliau membawa buanyaaak banget (ntah dari mana itu stoknya) doujin-doujin lamanya yang ditaruh dalam tempat seperti rak majalah yang bisa dibrowsing. Selain itu beliau juga mendisplay doujin yang populer dan yang baru di meja. Saya baru tau kalo beliau ternyata juga membuat doujin dari serial seperti idol master. Karena saya tidak into imas maupun LL jadi saya membeli doujin-doujin Ai-chan yang lama serta yang paling baru. Tentu saja seperti halnya di booth lainnya, di sinipun saya tidak lupa sksd dengan ibu Miray. Beliau sepertinya senang sekali ketika tahu Ai-chan punya fans gaijin.
Target 08: Miray Ozaki (Beat Pop)
GREAT SUCCESS
Selanjutnya adalah bonus stage intermezzo antar hall. Ini berarti saya bisa memilih mau langsung pindah ke hall seberang, atau nyoba balik lagi ke boothnya Yami ni Ugomeku, atau mencoba ke booth yang letaknya paling ujung milik Yokohama Junky yang masih berada di hall yang sama.
Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya memutuskan untuk langsung ganti hall saja. Di comiket, waktu adalah doujin, dimana tiap detik yang berlalu berarti kemungkinan sold out semakin besar. Ditambah navigasinya yang benar-benar so hardcooore. Anda mungkin pernah merasakan bagaimana rasanya berdesak-desakan sampai tidak ada space untuk bergerak, misalnya ketika di dalam bus. Atau ada space tapi gerakannya masih satu arah, misalnya di dalam antrian. Sekarang bayangkan kondisi seperti itu tapi arahnya tidak bisa ditebak. Karena tidak ada aturan seperti jalur ini untuk yang ke sini jalur itu untuk yang ke sana dan seterusnya jadi anda harus pintar -pintar membaca arus manusia supaya tidak menghabiskan energi karena terlalu sering melawan arus. Belum lagi kadang ada jalur yang tiba-tiba tidak bisa dilewati (ini yang paling menjengkelkan) karena dipakai untuk arus keluar pengunjung yang tidak jelas kapan mulai dan kapan berakhir. Arus ini dilindungi oleh staff comiket (barikade) jadi percuma saja kalau anda berniat memotongnya, yang bisa anda lakukan hanya mencoba memutar dan berharap menemukan celah lain yang jaraknya tidak begitu jauh.
HALL CHANGE - INTERMISSION -
Keluar dari hall, ternyata ada banyak yang beristorahat di dekat pintu masuk, jadi terlihat seperti MMORPG, ada yang solo ada yang party, semuanya sibuk dengan loot masing-masing dan merecover HP/MP/gold. Saya sendiri langsung mengosongkan dua buah tas tangan yang sudah penuh dengan doujin untuk dipindah ke dalam tas punggung supaya tas tangan bisa dipakai dengan kapasitas maximum lagi. Tidak lupa minum dan refill HP supaya tidak collapse. Alrite! As the atmosphere and the crowds getting heated so does my spirit. Time for BGM change!
(Jangan lupa anda bisa mengklik kanan dan pilih loop jika ingin memakai untuk BGM).
Hall berikutnya. Di sini rutenya linear dan tidak reversible, jadi hanya ada satu arah. Selain itu lokasi boothnya lebih gampang dihapal karena memakai romaji A-Z. Let’s go! Perhentian pertama, boothnya Jingrock-sensei dari circle 666 protect.
Saya tau Jingrock sudah sejak lama. Karya-karyanya yang dulu saya baca bukan doujin, melainkan original short story. Yang menarik dari karya-karya beliau, selain vanilla nya yang cukup aman, skenarionya juga tidak aneh-aneh dan karakternya juga down to earth involving funny couple (setidaknya dulu, entah kalau sekarang) sehingga saat saya iseng coba tunjukin ke temen cewek, reaksi mereka masih sebatas “ceritanya lucu” atau “cowoknya mesum”. Respon yang tidak mungkin anda dapatkan jika yang anda tunjukkan adalah karya-karya nya Erect Touch atau Fatalpulse :v That was back then in 2007. Yes, it’s FREAKING NINE YEARS AGO. Sayangnya saat saya sampai ke booth beliau, Pak Jingrock nya sedang keluar, jadi saya cuma ketemu sama temennya yang jaga stand. Sayang sekali. Jadi meskipun akhirnya saya bisa membeli doujin beliau tapi rasanya masih kurang puas.
Target 09: Jingrock (666 Protect)
SUCCESS
Target selanjutnya adalah Tohzai. Sebenarnya saya belum begitu kenal dengan doujinka ini kecuali dari tankoubon yang saya baca (baca: download) dan cara dia menggambar wajah heroinenya cukup AESTHETIC dengan genre kalau nggak oneesan ya hitozuma (I actually own one of his manga, yang dibeli saat ke jp 3 tahun lalu) . Jadi pas sampai di boothnya saya juga tidak tau yang mana rilisan yang baru karena belum pernah baca doujinnya. I end up buying one of his doujin but it's more like a half doujin karena separo doujinnya bikinan doujinka lain.
Target 10: Tohzai
SUCCESS
Next is- WAINI the bestest of bestest, mangaka sekaligus doujinka veteran favorit saya dari dulu yang cukup susah ditemui scannya, Izayoi Seishin. Cukup dengan melihat stylenya saja anda akan langsung tau kalau dia dari generasi oldskool yang hanya dikenali oleh para vvizard berusia ratusan tahun seperti saya. Dan stylenya memang distinctive, gabungan dari aesthetic  and sexy. Misalnya animu favorit yang baru saja tayang kemarin.
Ketika di IZAYOI SEISHINIFIED! Maka akan menjadi 200% lebih hot!
What about mai waifu?
Let’s IZAYOI SEISHINIFIED!
Even kyuubey is SHOCKED!!
That’s why I was SO HYPE waktu tau kalau beliau buka booth di comiket. But too bad, so very unfortunate, regrettable, woeful! Yang jaga stand nya bukan beliau sendiri. The kanban musume is of course, pretty hot (as expected dari selera sensei!) but this is probably one of the very rare moment in my life where instead of meeting with a pretty sexy girl, I’d rather want to meet an old man instead.
The doujin is, of course, excellent. Meskipun cuma beberapa lembar dan covernya hitam putih, tipikal doujin rilisan beliau, kadang malah bisa lebih parah isinya cuma sketsa doang.
Yes, this is for sale. Probably one of the very few artist yang cuma bikin sketsa gak kelar kaya gini doang dan tetep bisa kejual. Bahkan sold out! I learn the hard way later bahkan di Jepang pun (nanti akan ada cerita sendiri dimana saya nyari karya beliau sampai muter-muter di Akiba hingga balik ke Nakano lagi) nyari doujin bikinan beliau sama langkanya dengan scan-scanan di internet. This man is A LEGEND.
Target 11: Izayoi Seishin (Dennou Yamasakigumi)
SUCCESS
Moving on, we have the next target, (mbak?) Linda yang tidak kalah femesnya dikalangan para pencari doujin. Banyak rumor yang mengatakan jika beliau adalah seorang wanita. Unfortunately, saya tidak bisa mengkonfirmasi karena meskipun saat saya datang ke boothnya, yang jaga adalah perempuan but I did stupid thing, which is not asking whether she’s the doujinka or not. Too bad. Dan sebenarnya saya tidak begitu ngefans banget dengan beliau sih. I do like the work but not at the same level of my other favorite doujinka. Anyway, di boothnya, beliau juga majang doujinnya Amano Ameno dan tadi pas di boothnya Amano saya juga lihat doujinnya Linda so I guess those two are really good friends with each other. Three, with Maruta. Karena di doujin2nya Amano dulu isinya sering 3 orang itu kolaborasi.
Target 12: LINDA (Vitamin L)
SUCCESS
The next target is the full color doujin master with godly painting skill, Ohigetan. Letak boothnya masih satu deretan dengan Linda. In fact, blok M adalah blok yang paling penuh dengan artist yang jadi target. Boothnya Ohigetan hampir mirip gayanya dengan punya ibu Miray. Selain yang jaga juga pasangan (istrinya kah?), doujinnya juga diletakkan dalam rak (there are SOOOOOOOOOOOOO MANY) dan tiap rak sudah ada label judulnya dengan color coding yang membedakan mana yang extreme dan mana yang biasa (I was like, wow this guys is so prepared). Karena kualitasnya yang imba dan semua doujinnya always full color jadi yang antripun banyak. Plus, jika beli doujinnya (ntah ada minimalnya nggak, yang jelas saya beli tiga) sebagaimana kebanyakan booth lain, anda akan mendapat omake hon, YANG JUGA FULL COLOR, I WAS LIKE WAAOOOWWW BONUS DOUJIN GRATIS! FULL COLOR LAGI. Too bad karena kondisi boothnya yang RAME_BGT saya jadi gak bisa pake acara ngobrol-ngobrol, cuma sempat bilang kalo dari indonesia, datang buat comiket (standar default saying hi template di comiket lmao).
Target 13: Ohigetan (Circle Ohigetan)
GREAT SUCCESS
The hunt continue. Target berikutnya dari rute ini adalah salah satu doujinka yang saya belakangan baru tau kalo dia adalah dewa legendaris, Flieger. Awalnya saya cuma iseng mampir karena di katalog gambarnya aesthetic. Lagipula boothnya dia sebelahan dengan Animal Machine yang rencananya juga bakal saya datangi. Setelah saya beli doujinnya Animal Machine, saya bergeser ke boothnya yang saat itu cukup sepi. Dan yang bikin saya terkesima waktu itu selain gambar di doujinnya adalah yang jaga booth. Seorang oneesan yang kalem dengan busana feminim_banget. Udah bener-benar kaya typical heroine di animenya Shinkai. And the way she dresses, uwaagh, critical hits 9999 damage lah pokoknya. Memancarkan aura of kindness and benevolence. Beda 180 derajat sama doujin yang dijual yang isinya elf di gang bang orcs. Awkward maksimal pas belinya. Belakangan saya baru tau kalo eeeh ternyata si mbak itulah DOUJINKANYA AND I WAS LIKE HOOLEEESHEEET. Dan setelah blusukan sebentar di sad panda saya baru tau kalo dia adalah dewa yang doujin second nya bisa laku sampai 10 ribu yen (HOOLEEESHEEET) dan terkenal suka ngambek kalo nemu ada yang ngupload doujinnya di internet, sampai ada yang mati-matian request buat expunge gallery karena takut si mbak nggak mau bikin doujin lagi kalo gallery nya gak di hapus. Saya juga baru tau kalau selain bikin doujin h yang levelnya kadang extreme sampai bestiality, ternyata dia juga bikin ilustrasi yang waras. Dan ntah bener nggak tapi ada info yang bilang kalau beliau sudah melakukannya since NINETEEN NINETY SIX alias tahun 1996, satu era dengan Miray Ozaki, padahal dari penampilannya kaya mbak-mbak umur 20 tahunan (WTF IS GOING ON /:v) Satu hal yang pasti kalau suatu saat saya bisa ke comiket lagi saya harus ketemu sama mbaknya ini lagi!
Target 14: Flieger (Ten)
SUCCESS
Moving on from M block, target berikutnya ternyata masih tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Doujinka yang bikin orang-orang penasaran dengan penampakannya, Yuzuki N Dash. Sebenarnya saya tidak begitu ngefans tapi tetep aja pengen datang buat lihat kaya gimana orangnya. Karena udah sampai boothnya dan pengen lihat close up, tentu saja saya harus beli doujinnya juga dong. Dan ternyata memang above average score. Dengan proporsi slim dan rambut pendek, kalau tidak tau bisa dikira OL kesasar. By the way selain jualan doujin beliau juga jualan casing hp. Oh dan beliau jualan sama seorang pria yang ntah siapanya (banyak hal yang saya baru kepikiran setelah selesai comiket yang cukup bikin nyesel, salah satunya soal kenapa saya gak make gaijin privilege buat nekat nanya hal yang privacy kaya gini :v soal mau jawab atau nggak itu urusan nanti).
Target 15: Yuzuki N Dash (Lv.X+)
SUCCESS
Next target is Volvox yang terkenal dengan doujin milfnya. Tepat di sampingnya ada boothnya Toluene Ittoukan yang juga satu genre. In fact, satu blok ini isinya doujinka spesialis milf dan hitozuma semua. IMBA. But that’s not the only great things. Comiket kali ini pas rilisan terbarunya MILF BERMEGANE (F YEAH). Beliau terlihat senang ketika saya bilang soal megane dan hitozuma dan bahkan sempat jawab ganbarimasu di akhir perbincangan. Tapi saya juga sempat kepikiran sih apa mereka beneran tulus atau cuma basa basi karena bukan rahasia lagi kalau doujinka pun tau soal doujinshi yang diupload ke situs-situs dan bisa saja mereka kepikiran kalau gaijin yang tau soal doujin mereka berarti pengakses situs itu yang otomatis juga berarti downloader doujin ilegal. Ah tapi kan setidaknya saya beli satu doujin asli dan langsung dari mereka (biarpun yang di hardisk ada puluhan) #pembenarandiri.
Target 16: VOLVOX (O.p/ com)
GREAT SUCCESS
And now toward the last booth yang akan mengakhiri putaran pertama day ketiga. Piroshki Zero, namanya mungkin tidak akan terdengar familiar di telinga anda, tapi jika saya menulis artisnya pasti anda akan langsung kenal. Piroshki Zero adalah nama circlenya Ilya Kuvshinov. Ketika saya menemukan nama beliau di katalog, tanpa pikir dua kali langsung menandai posisi boothnya dan kebetulan letaknya yang di sisi pinggir memang pas buat finishing strike. Sayangnya, hasilnya berbeda dengan ekspektasi. Tidak cuma yang jaga bukan Ilya sendiri, tapi item yang dijual juga tidak pas dengan selera. Mungkin karena ini comiket yang dekat dengan pasar otaku jadi Ilya sensei ngeluarin artbook Danganronpa dan juga poster dengan style yang cenderung lebih ke arah moe daripada aestheticnya yang khas. Too bad. Dan saya juga melakukan kesalahan yang sama dengan tidak tanya-tanya soal Ilya sama mbak-mbak yang jaga, padahal saat itu booth nya pas sepi. Pada akhirnya saya cuma membawa pulang printed card gratisan yang bagi saya value nya justru lebih tinggi daripada artbook dang it ronpaul tadi. Tapi kalau dipikir-pikir lagi memang aneh karena Ilya tidak mengumumkan soal comiket ini baik di fb maupun twitternya. Apa mungkin karena sejak awal dia tidak bisa datang untuk jaga booth?
Target 17: Ilya Kuvshinov (Piroshki Zero)
FAILED WITH CONSOLATION PRIZE
This wrap up the FIRST ROUND of day 3. Tentunya pertempuran masih belum berakhir. Saya masih harus balik lagi ke booth yang tadi di skip dan booth-booth yang bukan jadi high priority. Selain itu saya juga masih harus beliin titipan, meskipun jumlahnya tidak sebanyak kemarin. Alrite! First, let’s go back to the first booth, Yami ni Ugomeku!
REENACT MODE
Target 01: Dokuro-san (Yami ni Ugomeku)
Dengan tenaga yang masih tersisa saya kembali ke hall pertama. Persis seperti waktu pertama kali masuk. Tentu saja sekarang saya sudah hapal letaknya. But wait a second, kenapa sekarang jadi sepi ya, apakah.. Jangan-jangan.. MASAKA SONNA BANANA?!! yep , everything has SOLD OUT. Hanya tinggal Pak Dokuro yang pake rompi corak militer dan temannya di meja booth yang sudah bersih. Memang sudah bisa ditebak seharusnya saya tidak menunggu satu putaran dulu untuk kembali ke sini. Meskipun demikian, saya tetep nyoba maju karena melihat ada beberapa orang juga yang maju dan tanya2 apakah masih ada atau nggak dan sejenisnya. Minimal say hi lah pikir saya. Dan begitulah sebagaimana pengunjung yang lain yang kehabisan, beliau menyarankan juga saya untuk beli di tora no ana. Alrite, at least tujuan utama sudah tercapai, yang penting ketemu sensei. Soal doujin karena circle populer dan karena kemarin pas ke Akiba sebelum comiket sudah lihat di tora no ana jadi harusnya tidak masalah. Let’s head to the next destination yang ada di hall ini; Yokohama Junky.
Booth Makari Tohru sensei letaknya jauh di ujung hall. Untungnya semua urusan saya di hall ini sudah kelar jadi saya tinggal jalan di bagian tepi supaya bisa bergerak lebih cepat tanpa terkena efek arus manusia. Tapi ternyata rencana tidak berjalan semulus yang diharapkan. Saat saya hampir sampai di booth beliau, ternyata jalan yang bertepatan dengan arah pintu keluar masuk hall sedang berubah menjadi “rute arus pengunjung keluar mode”. This is the most annoying thing. Analoginya seperti anda sudah hampir sampai di tujuan, tinggal melewati jembatan, ternyata jembatannya putus dan anda hanya punya pilihan mencari jembatan lain yang entah dimana karena melawan arus hanya berujung sia-sia saja. Akhirnya setelah memutar, saya sampai juga ke booth circle yang karyanya tidak waras ini. Tentu saja dengan segala keterlambatan dan proses yang berliku, hanya keajaiban yang bisa membuat saya bisa tidak kehabisan rilisan yang paling baru. Dan keajaiban memang tidak ada. Apa yang bisa anda harapkan dari mengunjungi sebuah booth yang, walaupun genrenya sangat niche, tapi begitu terkenal di kalangan penikmatnya, selain nikmatnya sold out? Seakan kurang salty, ternyata di comiket ini Tohru sensei merilis special doujin yang tebalnya FRICKING TWO HUNDRED AND FIFTY PAGES, sama kaya Tachibana compilationnya MTSP. Saat saya sampai ke sana tentu saja benda tersebut sudah habis, yang tersisa hanya rilisan comiket sebelumnya, yang biarpun akhirnya saya beli tapi akhirnya dijual ke temen karena “level alcoholnya kurang tinggi”. Dengan demikian berakhirlah kunjungan ke circle main target yang ada di bucket list saya. Moral of this story: mengantri 1 buah wall circle dapat mengakibatkan sold out pada 2 circle populer (bayangkan apa yang terjadi jika saya mengantri lebih dari 1 wall circle). Setelah ini saya melanjutkan berkeliling ke secondary target dan titipan orang-orang. Soal tripnya saya rasa tidak begitu penting untuk ditulis detail seperti circle-circle sebelumnya, kecuali 2 hal yang cukup bikin salty. Yang pertama saat saya ke booth Propolis, sebuah booth yang saya kunjungi cuma karena gambar di katalognya aesthetic tanpa ada sample atau sejenisnya. Di keterangannya kalau tidak salah tulisannya sesuatu yang berhubungan dengan anime. Waktu saya sampai ke situ, yang datang malah orang-orang kantoran semua. Begitu juga dengan yang jaga, bapak-bapak dengan pakaian salary man dan mbak-mbak OL. I was like, wtf with this booth? Barang yang dijual juga bukan doujin melainkan buku-buku yang isinya kaya gini
Selain itu juga banyak buku-buku referensi seperti macam-macam background yang sering dipakai dalam anime beserta pelbagai macam perspektif dan angle. I was like whoaa kok keren. Sayang harganya di atas rata-rata doujin pada umumnya di comiket. Wajar sih soalnya memang bukan doujin. Lebih seperti buku referensi. Akhirnya saya cuma kuat beli buku sakuga *coret*BIAR KELIHATAN HIPSTER GITU LOH*coret*. Baru setelah saya sampai Indonesia dan buka-buka barangnya, saya baru tau kalo itu booth punya Yoshinari Kou, key animator veteran yang sudah berkecimpung di dunia produksi anime sejak jaman 3x3 EYES! (buset dah, jaman kapan ini). Selain itu beliau juga terkenal sebagai ILUSTRATORNYA VALKYRIE PROFILE. HO.LEE.SHEET. Dan anda tau yang paling salty? Saya sempat ngomong sama dia, tapi cuma sebatas pas transaksi karena tak kira just another om om random yang punya booth :v… orz kenapa dewa-dewa di comiket pada terlihat seperti orang biasa. Pantesan yang datang di boothnya kaya orang-orang kantoran gitu.
Ke-salty-an yang kedua adalah, saya tidak tau kalau Yoshitoshi Abe (SE Lain, Haibane Renmei, Texhnolyze) juga BUKA BOOTH DI COMIKET orz surem dah. Meskipun secara overall pertempuran saya di medan perang ini bisa dibilang sukses tapi ada banyak hal-hal kecil yang membuatnya jadi tidak perfect score. Semoga suatu saat nanti ada kesempatan bagi saya untuk datang kembali atau ada yang nyeponsorin buat datang #ngarep.
Hari ketiga memang beda, sampai yang level kaya ginipun ada.
Setelah berkeliling sebentar, waktu sudah menunjukkan jam setengah 2, bukan waktu yang efektif lagi untuk berkeliling-keliling (padahal saya cuma di east hall tapi waktu yang terpakai jika full concentration ternyata sampai segini), jadi sayapun rendezvous dengan S-san dan kami keluar dari hall untuk jalan-jalan sebentar ke area cosplay. Namun entah karena saya sudah terlalu hype dengan taste of glory di dalam hall, atau karena pada dasarnya saya tidak sampai seneng banget dengan dunia percosplayan, atau kata-kata S-san yang bilang untuk cintailah ploduk-ploduk dalam negli karena barusan menang WCS, dan at some point saya setuju kalau soal crafting dan kreativitas memang cosplayer dalam negeri sekarang tidak kalah, yang beda level ya di faktor tampang dan buka-bukaannya, tapi kalo soal ini kan ya mau gimana lagi. Jadi sayapun memutuskan untuk pulang (sebuah kesalahan minor seharusnya karena ada sesi penutupan comiket yang cukup rekomended untuk diikuti) tapi tunggu sebentar, kenapa harus buru-buru pulang kalau kita sudah ada di Odaiba dan belum menyempatkan diri untuk melihat patung gendum skala real size yang terkenal itu biarpun saya bukan penggemar gendum tapi setidaknya bisa buat memento? Ya, biarpun jaraknya hampir 2,5 kilo dan kami memilih untuk jalan kaki ke sana dengan energi yang sudah terkuras dan beban belanjaan comiket yang cukup berat. #YOLOBIARPUNLOYO right? Akhirnya setelah beristirahan dan minum sebentar perjalanan after comiket pun berlanjut.
AND YOU DON’T SEEM TO UNDERSTAAANDDDDD
Setelah cukup lama berjalan melewati banyak hal-hal menarik seperti ferris wheel, padang bunga, padang mobil dan burung gagak di atas, akhirnya kami sampai di Diver City, tempat patung gendum yang tersohor itu.
But daad, I don’t want to pilot gendum, I WANT TO PILOT EVA AND TURN EVERYONE INTO ORANGE JUICE AND WATCH GIANT BOOBIEESS.
Yang menarik, ternyata di sini juga sedang ada event, dan tentu saja beda dengan comiket (yang masih berlangsung beberapa km dari sini), di sini yang datang riajuu semua (meledaklaah). Saya dan S-san akhirnya malah cuma muter-muter di depan saja sebelum memutuskan untuk pulang. Mau masuk tapi antriannya panjang banget entah antrian apa itu jadi males juga. Akhirnya kami memutuskan untuk menuju stasiun terdekat sambil diiringi BGM kemenangan yang MANLY TEAAAARSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS.
So long, Big Sight, I’m gonna miss the comiket with all the crazy crowds, the scorching hot sun, the odor of otaku sweats, the insanely long queue, the doujinka, the “fuck how can I get out from this wave” frustation, the line of booth selling extreme p0rn, everything.. *menyeka air mata dan ingus*
.
.
.
.
.
.
.
.
Did you think the post is going to end here? NO, of course not. There’s still a story to tell, albeit only a short one, anggap saja sebuah prolog untuk postingan berikutnya. Apakah anda kenal dengan Toshio Maeda? Beliau adalah salah satu mangaka legendaris yang membuat La Blue Girl, Urotsukidouji dan Demon Beast Invasion. Jika anda adalah salah satu oldfags yang mendalami dunia hentai old skool, mustahil jika anda tidak familiar dengan judul-judul tadi. Jika anda tau, pasti anda bisa menebak apa kesamaannya?
I’ve read enough Toshio Maeda manga to know where this is going.
Tepat sekali. Beliau adalah mangaka yang mendapat julukan Tentacle Master karena beliaulah pelopor dari genre tersebut. Jika tidak ada beliau, mungkin kita tidak akan pernah melihat ini
Atau ini
Dan ribuan judul lainnya dari genre yang sama. Jika anda satu generasi vvibu dengan saya, saya berani taruhan salah satu anime H yang pertama kali anda kenal adalah La Blue Girl, kisah Kunoichi legendaris Mido Miko bersama teman-temannya melawan demon dan jurus-jurusnya yang “spesial”. Karya-karya beliau mempunyai tempat yang spesial karena adaptasi animenya menjadi salah satu tontonan rutin pada hari-hari permulaan saya menjadi vvibu.
EDITOR'S NOTE:
Dikarenakan ternyata blog ini punya keterbatasan karakter, jadi lanjutan post ini akan digabung dengan update berikutnya.
つづく
Next on The New Traveler's Journal of A Certain Sorcerer
Another long day with multiple destination! Meeting with The Tentacle Master!
Read more...
 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2017. Template by DheTemplate.com. Supported by Saudagar Waifu