Sunday, October 9, 2016

The New Traveler's Journal of A Certain Sorcerer: Part 4

0 comments
Previously on The New Traveler's Journal of A Certain Sorcerer
“To pray at the day before shopping for porn gives a mixed feeling, don’t you think?”
“...M-magnificent. Such high class art.”
“Whoa! So there’s this kind of book too here.”

Shin To Aru Mahoutsukai no Tabi Nikki: Part 4

DAY 3

Glass House - Minami Senju, Arakawa, Tokyo
Comiket hari kedua. Kali ini jelas tidak akan saya skip. Setelah mempersiapkan diri semaksimal mungkin, termasuk tidur seawal mungkin, akhirnya jam 5 pagi saya berangkat. Sendirian. Karena S-san tidak berniat untuk menunggu dan antri lama-lama. With that said, let’s get the map BGM playing!

Untuk menuju Big Sight, ternyata rutenya tidak seruwet yang saya perkirakan. Kuncinya cuma  satu, rute manapun yang anda ambil, turunnya di Shimbashi, karena stasiun pertama dari kereta line Yurikamome letaknya di situ.
Karena saya berangkat cukup awal, tentu saja saya bisa naik kereta pertama.
[ACHIEVEMENT UNLOCKED: EARLY BIRD GETS THE WORM] (Desc: ride the first train in the morning).
Tapi di sini saya melakukan kesalahan minor; saya terlalu mempercayai app Tokyo Metro tanpa melakukan crosscheck. Pada gambar peta di atas, anda bisa melihat rute yang disarankan oleh app adalah sebagai berikut: turun di Naka Okachimachi, jalan sekitar 400 meter (jalan di sini berarti anda berjalan lewat lorong-lorong subway, bukan keluar lalu jalan di trotoar) ke Okachimachi, ambil Ginza line, turun di Shimbashi.  Padahal jika anda amati lebih cermat, ada 2 stasiun yang bisa jadi transit Hibiya line dengan Ginza line yang tidak memerlukan jalan kaki antar stasiun; Ueno dan Ginza. Dengan kata lain, di day 2 Comiket ini saya praktis telah membuang waktu untuk berjalan kaki dan harusnya bisa sampai Big Sight lebih awal.
But it’s not that bad, actually. Karena saat di perjalanan, di kereta yang masih sepi, naik dua orang gadis dengan atribut idol ikemen yang cukup mencolok di pakaiannya. But that’s not the point. Salah satu dari mereka biasa saja, tapi yang satunya choo kawaii. AND SHE WORE GLASSES. AND TWIN BRAIDS. Not too mention karena musim panas, they wore short skirt and thin white clothes. I kind of want to punch myself for not give in to temptation and take picture with my phone back then. But, would they go to Big Sight? Mengingat dari outfit yang dipakai sudah jelas-jelas kalau mereka idol otaku, bisa jadi. Dan ternyata mereka juga turun di Naka Okachimachi. And of course there were stairs on the subway. And of course I walk behind them. And of course.. I feel like a creepy stalker. Though there’s no pantyshot involved but the scene still worth to make heart flutter. TOO BAD ternyata mereka tidak transit melainkan memang keluar dari stasiun (whyyyyyy). Jadi separo perjalanan ke Okachimachi saya literally walking alone.
Sesampainya di Okachimachi, saya naik kereta menuju Shimbashi dan benar kata teman saya, semakin mendekati Shimbashi akan semakin kuat aura NAKAMA-TACHI karena banyak otaku yang join in. Sesampainya di Shimbashi, makin banyak otaku yang tiba dari kereta-kereta line lain dan bersama-sama menuju stasiun Yurikamome. Meskipun beberapa dari mereka berpenampilan casual, tapi sebagai sesama youkai yang hidup di tengah-tengah manusia, aromanya bisa tercium. AND THE EXPERIENCE WAS AMAZING. It’s like you’ve become part of the stream, the lifestream #halah. It might not feel that powerful if you haven’t live as otaku for long. But that’s perhaps because YOU MERELY ADOPTED THE VVIBU PHASE. I WAS BORN IN IT, MOLDED BY IT. I DIDN’T SEE THE FANDOM UNTIL I WAS ALREADY A MAN. #lebay+1
But lebayness aside, I’m not lying when I said the experience was amazing. Because unlike local events, this time you go along with the stream of strangers but somehow you can feel that they share the same interest with you.
Untuk menuju Big Sight, anda cukup turun di stasiun ke 11 Yurikamome line; Kokusai Tenjijou Seimon Eki. Nama yang cukup susah untuk dihafal. Ini karena nama official dari Tokyo Big Sight adalah Tokyo International Exhibition Center, yang dalam bahasa jepangnya adalah Tokyo Kokusai Tenjijou. Seimon artinya main gate. Jadi Kokusai Tenjijou Seimon Eki artinya Stasiun Gerbang Utama Pusat Eksibisi Internasional Tokyo. Atau anda bisa turun di stasiun berikutnya kalo mau ndengerin suaranya Nakahara Mai :v Karena masih terhitung awal jadi saya masih bisa dapat tempat duduk sepanjang perjalanan.
Sesampainya di Kokusai Tenjijou, para gerombolan otaku pun melesat turun, saya diantaranya, dan langsung jalan. Entah ke arah mana saya tidak tau yang jelas ini adalah arus utama ke Comiket jadi tidak mungkin bisa salah jalan. Selain itu, di sepanjang perjalanan banyak panitia yang sudah berjaga di sepanjang jalan, senantiasa memberikan pengumuman supaya arus berjalan dengan tertib, bahkan di beberapa section mereka mengumumkan kalau ada anak tangga supaya tidak kejlungup...okay what’s the indonesian/english for kejlungup? Ah right, kesandung/tripping (no drugs involved).
Begitu memasuki Big Sight anda akan dihadapkan dengan papan besar yang berisi pilihan yang akan mengubah hidup anda.
Eh salah bukan itu maksud saya, tentu saja pilihan yang tertera pada papan yang dipegang oleh staff di lorong dari stasiun menuju Big Sight adalah EAST HALL dan WEST HALL. Pilihan yang sangat crucial dan menentukan ending mana yang akan anda dapat, maksud saya, target mana yang anda incar. Detailnya akan saya jelaskan nanti tapi basically kalo anda mengambil timur, anda akan berada di rute doujin minus Touhou. Jika anda mengambil barat maka anda akan berada di rute company booth dan 2HU. Karena saya mengincar doujin jadi saya mengambil yang rute ke hall timur.
Tentu saja mengambil rute east hall bukan berarti langsung bisa ke east hall. Seperti yang bisa anda tebak, pengunjung harus mengantri sampai open gate jam sepuluh nanti. Saat itu jam masih menunjukkan pukul 6:30, yang berarti saya harus mengantri selama 3 setengah jam.
Awalnya memang anda harus berdiri saat masih adjusting the line, tapi setelah barisan tertata anda boleh duduk, lesehan style. Beberapa orang ada yang membawa kursi lipat. Anda juga bebas makan dan minum dari bekal yang anda bawa, jadi rasanya malah seperti piknik. Di bawah langit yang melukis pemandangan matahari terbit dan sejuknya udara pagi yang segar, menikmati bekal sambil menunggu gerbang surga dunia terbuka. Sungguh sebuah kenikmatan yang menyenangkan bukan? Well if that’s what you think then YOU’RE.FCKING.WRONG.
Entah bagaimana tapi sekitar jam 7 tiba-tiba SINAR MENTARI BERUBAH MEMBARA MENYILAUKAN BAGAIKAN MERASUK HINGGA JIWA DAN RAGA. I was like, what in the flying fuck? Padahal setengah jam lalu cuacanya masih seperti di puncak pegunungan, sekarang tiba-tiba seperti lirik lagunya Iwan Fals. PANASNYA MATAHARI MEMBAKAR TAPAK KAKI ..dst. AND NOW, THE TRUE 3 HOURS BATTLE OF ENDURANCE BEGIN.
Meskipun saya sudah mengantisipasi dengan memakai topi, tapi tetap saja panasnya tidak bisa dianggap remeh. Tiap beberapa saat sekali, akan ada staff yang berkeliling memberi pengumuman jika ada yang merasa tidak enak badan untuk keluar dari barisan. Dan memang sungguh-sungguh terjadi, ada yang collapse sampai harus dibawa dengan tandu. I was like, whoaa the heat really does taking physical damage. Selain itu akan ada satu kali pemeriksaan isi tas, tapi tidak sampai level ribet. Anda hanya diminta membuka tas dan akan ada staff yang berjalan melihat isinya. Beberapa orang menghabiskan waktu sambil membaca atau membuka-buka katalog, ada juga yang main game, makan, dll. Untuk mengurangi damage dari panas matahari, ada yang membekukan minuman dalam botol lalu dibalut handuk dan dipakai untuk kompres. Taktik yang bagus dan ternyata cukup umum dipakai di sini. Karena saya harus hemat batere, jadi wifi dan hp saya matikan. Akibatnya waktu terasa berjalan sangat lambat dan tidak ada yang bisa dilakukan kecuali merefill health point dengan onigiri dan minum untuk mengatasi dehidrasi, serta mengecek peta medan pertempuran.
Meskipun ini adalah comiket, tapi hari kedua bisa dibilang cukup santai buat saya. Anda bisa lihat di peta, hari kedua di hall timur 1-3 ada the femes game of kapal perang, Kancolee, lalu cosplay, game (galge), game (rpg), game (history) dan square enix (rpg); bukan booth nya SE tentu saja maksudnya, tapi booth circle yang jualannya bertema/doujin dari rpg nya SE. Di hall timur 4-6 ada the femes game of pedang-pedangan, Token Ranbu (did you know that Token Ranbu kalo diplesetin jadi Toket Ranbou artinya berubah jadi WILD TITS?), idol cowok, game (etc), sports, TV series, dll. Sementara di hall barat 1-2 (lantai 1) full terpakai untuk company booth dimana anda akan menemukan booth perusahaan besar dan studio eroge yang sudah punya nama seperti Nitro+, Aquaplus, Typemoon, dan booth studio animu seperti SHAFT dan P.A Works. Sedangkan di hall barat 3-4 (lantai 2) dipakai untuk doujin dari serial yang populer tapi semua berubah ketika negara mobage menyerang; the great Touhou, dan online gaems. Jika jadwal anda di hari kedua cukup #selo, mungkin anda bukan admiral atau 2hufag, atau tidak tertarik cuci mata dengan melihat-lihat cosplayer, saya sarankan untuk berpetualang di hall timur 4-6 dan melihat-lihat doujin yang jarang terekpos di internet seperti doujin MGS, Battlefield, Skyrim, bahkan Overwatch yang beberapa bakal bikin anda WTF. Ada juga doujin klub olahraga lokal (I’m not really sure tho, I mean kalo di equivalent kan berarti itu sama kaya doujin PSSI atau PSS?).
Oh japan, how can we live without your moe obsession? Anyway let’s take a look at my plan for Comiket day 2.
Still relatively ez moodo, bahkan saya sampai tidak perlu membuat rute karena booth yang jadi target hanya di east hall, itupun cuma yang 1-3. Target saya di day 2 bisa dikelompokkan sebagai berikut, in order of priorities:
- Doujin yoai soremiku (tales of zestiria) titipan Shoujo A
- Doujin kancolle titipan para pelanggan
- Photobook/DVD cosplay
- CD music salah satu doujin artist jazz favorite; Baguette Ensemble
- Official merchandise Hikayat Halilintar/Pendekar Hina Celana
- Official merchandise Tragedi Pemulung dan Robot Waifu
Menjelang pukul 10 rombongan diminta berdiri dan antrian pun mulai bergerak.
IT BEGINS
Karena masih belum hardcore level jadi BGMnya diambil dari salah satu boss battle yang susahnya minta ampun tapi lagunya masih so catchy.
Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk sampai ke dalam hall, karena saat datang tadi masih terbilang awal jadi lokasi antriannya masih relatif dekat. Sampai di dalam, saya tiba di hallway luas dengan penunjuk bertuliskan EAST 1-2-3 di satu sisi dan 4-5-6 di sisi seberangnya. Tanpa pikir dua kali saya langsung melesat ke blok 1-3 (lupa nomer berapa, tapi tidak penting karena nomer di sini hanya menunjukkan posisi, tidak ada penyekat atau pembatas di pergantian nomer).
[[[FIRST TARGET]]]
Karena pembagian booth di comiket sangat imba sugiru to the max, mencari doujin dari sebuah title, bahkan karakter yang spesifik, menjadi sangat mudah. Misal anda berada di deretan booth doujin monogatari series, maka anda akan melihat bahwa dideretan itupun masih terbagi lagi berdasarkan heroinenya, jadi meja sini sampai sini doujin senjougahara, sini sampai sini hanekawa, lalu nadeko dst. Begitu juga dengan pairing. Doujin MadokaXHomura akan berderet dalam satu barisan, tidak akan kecampur dengan doujin HomuraXSayaka atau pasangan lain. I was like WTF JAPAN, proses sortingnya pasti so hardcore mengingat ada ratusan judul dan tiap judul punya character dan pairing sendiri-sendiri. Tapi karena ini maka proses berburu menjadi sangat gampang karena anda gak perlu muter-muter sampai kemana-mana kalau anda sudah berada di aera tempat fandom yang anda anut berada. Jadi seharusnya target pertama, mencari doujin titipan shoujo A juga gampang kan? SAYANGNYA TIDAK DEMIKIAN. Saya melupakan satu hal, jika kita tidak familiar dengan artisnya atau gaya gambarnya, maka mencari target yang merupakan titipan orang lain menjadi cukup susah. Karena sederetan itu karakternya SAMA dan pairingnya juga SAMA, jadi susah membedakan yang mana artist yang diincar. Belum lagi jika sang artis merilis lebih dari 1 karya atau juga merilis ulang karya sebelumnya. Dan tidak semua artis menaruh banner atau poster atau minimal kertas yang bertuliskan nama circle dan NOMER BOOTHnya. Jadi saya kadang harus menebak misal booth X52a berarti diantara X51b dan X52b, booth X52b berarti diantara X52a dan X53a dst. Untungnya beberapa diantara titipan ada previewnya, biasanya doujinka sudah menaruh cover atau sample page di pixiv atau twitter mereka, jadi gampang dicari. Bagaimana dengan ‘membeli doujin BL sebagai cowok?’ like that even a problem, orang di sana kan cuek-cuek. I also saw several men shopping in the yoai area, ntah mereka beliin barang titipan seperti saya atau.. well, I don’t want to know. Anyway saat saya browsing-browsing doujin soremiku, saya melihat ada satu doujin yang covernya cukup.. interesting.
Is that…?
Karena penasaran akhirnya saya iseng buka-buka. Di bawah adalah preview sample dari tora no ana
Errr..
Demi sanity kita semua sebaiknya tidak saya upload sample yang lain. But dafuq aside, saya tertarik dengan doujin ini untuk oleh-oleh sekaligus ngetroll shoujo A. I’m curious with her opinion too. Jadi akhirnya saya beli.
[[[SECOND TARGET]]]
Doujin kancolee pesenan orang-orang yang nitip ke saya. Untuk ini saya harus jalan lumayan ke blok I - N (dari blok X). Sebenarnya lebih deket jika pergi ke target ketiga dulu tapi sebagai seller yang baik saya harus mementingkan kepentingan konsumer (bohong ding, aslinya saya pengen nyimpen blok cosplay untuk yang terakhir biar bisa puas cuci mata). Blok kancolee, seperti yang sudah bisa ditebak jauh lebih rame daripada blok tempat saya beli doujin soremiku. Unfortunately nothing much can be written about this, karena saya cuma ke tempat yang jual dan beli. I don’t even know the artist. Satu hal yang pasti saya agak nyesel karena ternyata salah satu barang titipan ternyata populer. Tau gitu harusnya beli lebih dari satu :v
[[[FOURTH TARGET]]]
Skipping 3, saya menuju target nomer 4, Baguette Ensemble yang ada di blok C23b. Circle ini adalah salah satu musisi jazz yang aransemennya bisa dibilang sangat oke punya. Dia juga sering posting video di nico nico dan pas jaga tampilannya emang udah kaya pemain jazz. Eh bukan kaya lagi ding, emang beneran pemain jazz kalo ini mah lmao. Saya tanya ke dia kalau ada rilisan baru dan dia bilang yang baru kancolle jazz. Too bad saya bukan admiral, jadi akhirnya saya memutuskan untuk “menebus dosa” dengan membeli salah satu dari album lamanya yang udah pernah saya download orz Dari semua lagu yang pernah dia bikin, ada satu yang saya paling suka, Kimi no Taion dari album vocaloid jazz. Lagu ini aslinya temponya cepet dan catchy tapi sama dia bisa diaransemen ulang jadi jazz ballad yang sooo smmoooothhhh. Saking senengnya sama lagu ini dulu sampai pernah saya setel dan tanpa sadar udah ngeloop sampai sekian jam.
Lagu aslinya. Jika anda belum pernah mendengarnya, cermati LIRIKNYA baik-baik.
Selain Kimi no Taion, track no 9; Onaji You Ni juga tidak kalah syahdunya. The problem is, waktu itu saya nggak inget album vocaloid jazz yang nomer berapa yang ada dua lagu itu. Yang jelas saya inget kalau dua lagu itu ada dalam 1 album. Akhirnya saya tanya mas nya dan ternyata dia juga lupa lmao. Not surprising sih karena memang sudah lama. Untungnya beliau bawa print-print an yang berisi daftar lagu. Dari situ akhirnya tau kalau lagunya ada di album Vocaloid Jazz no. 2. Coba anda dengarkan sambil meresapi liriknya dan anda pasti akan setuju kalau aransemennya IMBA TO THE MAX.
Versi Baguette Ensemble (track 6)
GILA JADI KEREN BANGET GAK SEEEH?? Sekarang jadi kerasa betapa suremnya lagu ini lmao hello darkness my old friend. Waktu saya bilang kalo lagu ini yang paling saya suka dari semua aransemennya dia mungkin masnya langsung mikir ini orang mungkin galau banget kali ya. Selain vocaloid dan kancolee, beliau juga membuat 2hu jazz yang dijual di reitasai. Setelah sedikit berbasa-basi lagi (saya fans anda dari indo loch dsb  ..tapi download semua lol of course saya gak bakal bilang yg bagian itu) sayapun beranjak dari situ menuju target berikutnya
[[[THIRD TARGET]]]
WAINI!! Ini yang paling maoet. Di bagian booth cosplay, bukan hanya mereka menjual dvd berisi foto cosplay atau photobook, tapi tidak jarang mereka jualannya juga SAMBIL COSPLAY. Dan kalo masalah revealing, yang jualan di dalam juga gak kalah mantapnya sama yang cosplay di luar. Jadi kalo mau lihat cosplayer sexy anda juga bisa jalan-jalan muter-muter di booth cosplay. Ada beberapa target di sini, yang pertama Enako, tapi saya skip karena dia kabe/wall circle jadi tentu saja antriannya jauh lebih panjang daripada antrian bagi-bagi sembako. I’m not that into her anyway. Idola saya aslinya Lenfried karena saya pengen lihat kaya gimana wujud asli cosplayer kontroversial itu. Sayangnya nona Lenfried tidak hadir di C90 (sepertinya, karena saya tidak menemukan info dari googling web maupun blog fotografernya). Alrite so, who to visit first? Saya tidak begitu mengikuti cosplay jadi yang saya kenal juga tidak banyak. Pertama jalan dulu ke booth nya Nonsummer Jack dan OMG DIA JUALAN PAKAI BIKINI DAN OOOH SHIEET ANTRIAN MACAM APA INI? Meskipun dia bukan circle dinding tapi ternyata circle yang ada di sudut ATAU yang di deretan luar paling deket circle dinding ternyata biasanya juga circle yang cukup terkenal. Retreaat, retreeaaat. Sayapun berjalan ke boothnya Rococo.
tapi aaaa ternyata dia cuma jualan photobook, gak jual dvd. Tentu saja harga photobook jauh lebih mahal dari dvd (terpaut seribu yen). Out of budget. Retreaat, retreeaaat. Sayapun jalan sampai ke boothnya CKikaku yang a e s t h e t h i c.
Jika saya boleh beropini, style cosplay circle ini belum pernah saya temui diantara cosplay lokal. Dengan tone warna sepia, background classic dan outfit yang anggun, it’s quite a visual treat. Tapi mungkin bakal dikira foto model daripada cosplay ya? Meskipun kalau saya bilang jika bisa dikombinasikan dengan character yang elegan atau yang pakaiannya klasik hasilnya bakal keren. Bayangkan photoshoot Asseylum atau Latifa dengan tone warna seperti itu dan background di bangunan kuno atau ruangan dengan perabot dan style tempoe doeloe, atau perpustakaan yg sudah berdiri sejak berabad-abad jang lampaoe. Pasti hasilnya mantep_bgt! Habis dari CKikaku saya jalan sedikit daaan sampailah di booth cosplayer pujaan sejuta umat;
Nona Saku Ayaka. As expected dari yang sudah pro, boothnya sangat meriah dan yang jaga bukan cuma dia tapi ada juga staff dan seorang obaasan (ibunya kah?). Saku sendiri hanya cosplay biasa, tidak se-revealing yang biasanya ada di foto-fotonya. Yang hebat dari boothnya, selain rilisan baru, rilisannya yang lama-lama juga ada dan buanyak banget (beberapa bahkan belum pernah saya lihat di sad panda). Tapi harganya juga cukup damaging buat wallet (di atas harga rata-rata dvd rom cosplay yang dijual di sana). Akhirnya saya beli rilisan yang paling baru, Nyotengu dari DOA X3. Saya hendak melangkahkan kaki dari sana ketika pengunjung di sebelah saya terdengar semangat sekali ngobrolnya. Sayapun melihat ke booth sebelah dan aaaa..
Booth nya Yancoro. Saya sebelumnya tidak kenal bahkan belum pernah dengar soal cosplayer ini tapi MEGANE! NEKOMIMI! MAID OUTFIT! 9999 C R I T I C A L  D A M A G E (dia waktu itu jualan sambil pakai meido outfit dan photobook yang dijual juga separo isinya kostum meido). Fatal casualty. Tiba-tiba saja saya sudah beli photobook dengan tanda tangannya orz Jika anda ingin tau kekhilafan yang sesungguhnya, inilah contoh yang nyata dan sungguh-sungguh terjadi.
Setelah sanity mulai recover, saya balik ke booth nya Non
..yang ternyata panjang antriannya masih tidak beda jauh dengan yang tadi. Tapi memang kalau dari segi profesionalismenya, menurut saya, dia cukup mengagumkan. Pertama, dia jualan sendiri, jadi 100% bisa dipastikan anda pasti bakal ketemu langsung dan dilayani dia pas beli, bukan staffnya. Dia juga pakai bikini, dan dikombinasikan dengan cuaca di dalam ruangan yang panas, tentu saja akan menghasilkan keringat. Now, pale skin and sweat is not that interesting combination karena imagenya pale skin itu aesthetic  . Tapi beda jadinya kalau bikini + sweats + tanned skin, you get the formula right? Not to mention imagenya Non emang kaya Galko-chan yang memancarkan aura “experienced”, jadi bisa dipahami kenapa boothnya bisa rame banget.
Ngomong-ngomong di sampingnya dia, ada booth milik mbak-mbak ini.
And yeah, dia jaga boothnya juga dengan memakai pakaian yang sama. Sayangnya perbedaan pengunjung yang datang ke booth dia dan Non kaya bumi dan langit, bahkan hampir non existant. Mungkin memang terlalu niche penyuka yang model-model kaya gini.
Perhentian cosplayer terakhir agak jauh dari spot ini. Setelah ke utara beberapa blok, akhirnya saya sampai juga di booth cosplayer favorit saya;
Nona Atsuki. Dia jaga boothnya sama satu orang lagi, mungkin temennya. My first impression: she’s tall *A*!! And shoo prettteee. ULTIMATE ONEESAN CHARACTER.
TIDAK TERBANTAHKAN!
MOMUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
Saya tidak memotret boothnya tapi ternyata dia sendiri memajang fotonya di twitter
And of course, foto saat jaga stand
Okay, enough reaction image. But there’s one thing that I really forgot not to prepare. Kalau dengan doujinka, apalagi sesama cowok, saya bisa ngomong albeit pake broken moonspeak. Tapi kalau cosplayer, and this is Atsuki we’re talking about, yang rank nya di chart saya nomer dua, hanya bisa dikalahkan sama Yurisa, makaaaa…
SNAKE? WHAT HAPPEN, SNAAAKE? SNAKE? ARE YOU OKAY, SNAKE? SNAKEE? SNAAAAAAKEEEEEEEEEEEEEEEEEE????
JENG JENG JENGJENGJENG! TET TET TET
To be honest, its not that fail. Tapi tetep aja saya merasa masih ada yang kurang. I mean dibanding idol yang terlalu illusory (mau salaman aja susah, masih harus bayar pula), atau guest star sebuah event cosplay, bertemu cosplayer favorit secara langsung dan dalam konteks dimana posisinya hampir sama, tentu saja jauh lebih up close and personal. Dengan catatan boothnya nggak lagi rame dan antriannya panjang tentu saja. Tapi, yah begitulah, vocabulary saya rasanya berkurang hingga 50% seperti vvibu yang baru saja kenal anime. Seharusnya saya balik lagi ke booth dia sampai comiket selesai biar kaya stalker, er no I mean, bisa bilang otsukare atau sejenisnya. But there’s still hope, karena dia punya twitter. Let’s see apakah orangnya cukup baik hati seperti oneesan ideal untuk tidak meng ignore pesan dari fan overseas. Oh iya ngomong-ngomong soal booth cosplay, ada juga pengunjung yang datang sambil membawakan minum untuk cosplayer. Yang menarik, ada cosplayer yang malah histeris sama pengunjungnya gara-gara dia bawa paper bag GBF yang sepertinya rare, sampai bilang kok bisa dapet itu sih, aku gak dapet. Lalu pengunjungnya nanya besok pas TGS datang nggak. Datang kok, tasnya bawa lagi ya. I was like lolwut. Di comiket memang batasan antara dewa dan orang biasa memudar. Di day 3 nanti bakal lebih terasa lagi yang seperti ini karena saya mengalaminya personally.
And that wrap ups all the target in East Hall. Saatnya menuju hall barat. Let’s journey to the west!
Jarak antara hall timur dan barat tidak bisa dibilang dekat meskipun tidak sampai kategori jauh banget. Yang jelas mondar-mandir barat dan timur selain menghabiskan stamina juga akan memakan waktu yang signifikan (sekitar 10-15 menit, bisa lebih kalau pas arusnya padat). Jadi apa yang harus diselesaikan di timur, selesaikanlah sebelum ke barat. Dan juga sebaliknya. Setelah berjalan sambil menggendong tas berisi loot dari hall timur, akhirnya saya sampai di hall barat.
Tidak seperti hall timur, hall barat dibagi jadi dua lantai. Hall 1 dan 2, yang berisi company booth, ada di lantai dasar, dan hall 3-4 yang berisi TUHU dan gaems onlain ada di lantai di atasnya. Karena saya bukan tuhufag jadi saya langsung masuk Hall 1.
Di dalam, by some random encounter chance, saya ketemu Z-san dan S-san, temen deket yang sama-sama ke comiket (tapi rombongan mereka level sultan). Setelah bertukar informasi singkat, mereka tanya boothnya Enako di mana, dan saya bales tanya boothnya Nitro+ dimana, akhirnya kami berpisah. Saya langsung melesat ke booth Nitroplus untuk membeli merchandise Thunderbolt Fantasy yang tentu saja SUDAH SOLD OUT. Sudah bisa ditebak sih sebenarnya, company booth memang rawan sold out karena populer dan barangnya limited.
Setidaknya dapet foto tiang bergambar toewan poetri Dan Fei :v
Saya setengah gambling karena bagaimanapun juga east hall lebih penting dan target saya di sinipun hanya di 2 booth. Jadi sayapun melangkahkan kaki, melewati booth-booth studio eroge, mobage, dan ge ge lain, lalu boothnya Typemon yang masih ada saja barang yang belum soldout dan antriannya tentu saja RUUAAARRRRR BYASSAHHH, ada juga boothnya SHAFT dan P.A works yang letaknya berdampingan, menuju boothnya Hoshino Yumemi alias Planetarian.
PURANETARIUMU WA IKAGA DESSKAAAAAAAAAAAAAA
Tentu saja di sinipun situasinya kurang lebih sama. Banyak barang yang sudah sold out. Tinggal yang mahal-mahal seperti dakimakura, dan yang relatively murah tapi tidak begitu menarik kalo buat saya, seperti handuk mini. Di sini saya janjian sama S-san untuk ketemuan supaya bisa balik bareng. Kenapa yang dipilih booth ini, itu karena meskipun saya dan dia sering nggak nyambung di beberapa hal yang melibatkan taste in animu, tapi kami sama-sama penggemar Key Visual Arts dan dulu pernah dengan saking niatnya mendownload dan main VN AIR pake AGHT (di jaman dimana kecepatan internet kaya judul filmnya Makoto Shinkai. Bayangkan!). Untungnya S-san cukup bisa dipegang kalau soal menepati janji, jadi dia ternyata sudah di sana. Rupanya dia sudah selesai dengan kewajibannya sebagai tuhufag untuk menemui sang kreator tuhu di Hall 3-4 lantai 2. Tidak cuma itu, ternyata hanya dengan muter-muter di company booth, anda bisa mendapatkan bermacam-macam barang gratisan yang dibagi-bagi ke orang yang lewat, rangenya mulai dari selebaran biasa, kipas, poster yang GEDHE BANGET sampai kantong pendingin untuk kompres (lolwut).
Karena hari sudah mulai menjelang sore, akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri day 2 dan memutuskan untuk pulang dan me-regen energy untuk day 3 yang merupakan KLIMAKS dari perang suci ini. Di luar kami sempat muter-muter bentar untuk nonton cosplay tapi setelah ketemu langsung sama cosplayer favorit, YAPPARI ATSUKI-NEE IS INVINCIBLE! Jadi sayapun melangkahkan kaki meninggalkan Big Sight.
Di jalan, sebelum menuju stasiun Kokusai Tenjijouseimon, saya melewati van yang menjual kakigori dan berpikir, maybe it’s not a bad idea to take a rest and enjoying the afterglow of day 2 sambil menikmati minuman khas musim panas di musim panas. Dan saya meremehkan porsinya yang sekilas terlihat seperti sedikit tapi ternyata butuh waktu cukup lama untuk menghabiskannya.

つづく

Next: THE CLIMAX OF HOLY WAR!

0 comments:

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2017. Template by DheTemplate.com. Supported by Saudagar Waifu