Wednesday, March 19, 2014

Jakarta trip DAY 1: The Otaku Network gath, nonton bareng, Toys Fair and more

4 comments
Akhirnya update blog lagi :v
Sepertinya daripada terbengkalai saya berpikir untuk mengisi blog ini dengan catatan jurnal perjalanan saat ada event atau acara keluar kota. So here you go.

Jika anda membaca catatan perjalanan ke holy land of weeaboo saya kemarin, mungkin anda masih ingat dengan teman saya yang tinggal di sana, yang menjadi pemandu wisata selama Akiba's trip (yang sayangnya tidak melibatkan acara berburu vampir dengan cara menelanjangi wanita di tengah keramaian). Nah teman saya itu saat ini sedang balik ke Indonesia dengan membawa beberapa cinderamata otaku yang akan dibagikan pada teman-temannya, termasuk saya, dengan catatan oleh-olehnya harus diambil sendiri. Kenapa tidak bisa dikirim sebagai paket saja? saya tidak tau pasti alasannya, mungkin karena tidak mau ribet, atau barangnya susah dipackage, atau.. karena benda tersebut NSFW :v

Dan oleh karena itu otomatis postingan ini juga NSFW, jadi sebelum menscroll lebih lanjut, pastikan jika situasi di sekitar anda aman untuk mengkonsumsi barang-barang dengan rating R-18.

Anyway, dengan premis seperti di atas, saya harus memutar otak mencari alasan untuk pergi ke ibukota supaya terlihat meyakinkan. Untunglah beberapa saat kemudian muncul informasi yang bisa menjadi alibi #1; Blitz Megaplex memutar (salah satu) film Ghibli terbaru, Kaze Tachinu aka The Wind Rises yang totally worth it untuk ditonton di layar lebar. Timingnya cukup jauh dari jadwal pertama saya ke sana though. Awalnya rencana saya adalah weekend di awal Maret, karena pertengahan Maret kemungkinan teman saya sudah kembali ke Jepang. Untunglah setelah membahas ulang, teman saya masih ada di Indo tanggal segitu. Dengan tambahan alibi baru, rencanapun menjadi lebih well-shaped, hanya saja masih kurang terpoles, sampai muncul event kedua, yaitu Toys Fair yang menjadi alibi #2 dan membuat plan menjadi well done (ini bukan perjalanan bersenang-senang ya, saya harus melakukan studi banding/check pasar/kulakan barang di event toys jakarta ..or so I said to my parents :v). But the good stuff doesn't stop there, di minggu yang sama ada 2 acara lagi, pameran japan pop culture, dan acara minum teh bareng yang diadakan Presotea. Setelah mengatur kombinasi semua itu, ditambah mengkoordinasi tempat nginep, transit dan mencari apakah ada yang mau bareng ke sana dari jogja, barulah rencana yang matang tercipta.

Perjalanan dimulai dari hari Jumat sore, tepatnya jam 15:30 dari stasiun Lempuyangan, dengan tiket (ekonomi tentunya :v) yang sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Untuk trip kali ini saya tidak sendiri tapi bareng teman saya, yang memang lagi ingin pulang kampung ke jkt. Karena ada PSP milik teman saya, eh maksud saya karena ada teman ngobrol jadi perjalanan tidak terasa membosankan. Sesuai jadwal, jam 12 malam kami tiba di stasiun Senen. Dari sana saya langsung menghubungi Holong yang menjadi tempat transit untuk perjalanan ini, things went well and that's how akhirnya saya bisa istirahat sampai pagi tiba.

Paginya, sesuai rencana, kami langsung pergi ke Grand Indonesia untuk nonton karya (yang katanya sih) terakhir dari Hayao Miyazaki. ..ok, actually screw all those alibis above, sebenarnya alasan saya ke jakarta kemarin selain untuk mengambil oleh-oleh adalah nonton film ini dan menghabiskan waktu dengan seseorang. But suddenly, plot twist! ternyata ybs ada acara keluarga mendadak sehingga tidak bisa ikut nonton bareng *insert urobutcher vitim face here* Ya sudahlah, akhirnya tiket yang sudah dibeli dipakai oleh temen saya yang sudah menemani perjalanan dari jogja (yang sebenarnya tidak berniat ikut nonton karena tidak into Ghibli, tapi mungkin karena ybs adalah fan berat ayanami jadi sudah takdirnya untuk nonton film Ghibli yang disulih suara oleh Hideaki Anno :v)

BUT THE FILM IS AWESOME!!! Saya sama sekali tidak menyesal datang jauh-jauh untuk menontonnya. Kekuatan Ghibli dalam menganimasikan detail dan adegan yang melibatkan banyak orang terlihat di sini. Dari segi ceritanya sendiri, saya sama sekali tidak menyangka bakal mengangkat tema yang dewasa, instead of the usual petualangan anak-anak. Meskipun saya setuju dengan sebagian besar pendapat yang nonton kalau endingnya kurang GREGETT, tapi selama film berlangsung, climax dan moment yang imba yang silih berganti saya pikir cukup untuk membalance adegan terakhir yang less impactful (protip: BRING MOAR TISSUE). Jika memang film ini yang akan menjadi karya terakhir Miyazaki, saya rasa ini adalah film yang tepat. Pesan yang disampaikan terlihat jelas

Soal musiknya jangan ditanya lagi, Joe Hisaishi sudah jelas jaminan kualitasnya, beberapa adegan menjadi sangat ber-impact karena BGM yang pas. Setelah film selesai dan credit roll berjalan, saya masih terpaku speechless. Rasanya Kaze Tachinu sukses menggeser Howl's Moving Castle dari peringkat teratas daftar film Ghibli favorit saya (note: saya nonton Howl pas jaman-jaman chuunibyou jadi make sense kalo film tersebut menempati ranking teratas :v) memang tidak terasa seperti Ghibli pada umumnya, tapi film ini bisa menceritakan tentang "well, thats how life always goes" dengan takaran yang pas (agak lebay sih benernya, tapi standar pas bagi saya = agak lebay :v).


Setelah selesai menonton, kami memutuskan untuk mengisi energi terlebih dulu sebelum melanjutkan ke jadwal acara selanjutnya, which is Toys Fair. Ketika makan siang, ada SMS masuk yang isinya kemungkinan teman saya yang tidak jadi ikut nonton bareng itu bisa menyempatkan diri datang ke GI untuk ketemuan. And then basically this is what happened.


Cerita selanjutnya, yang kemarin ikut makan siang pasti sudah tau apa yang terjadi. Beruntunglah kalian yang tidak pulang duluan sehabis nonton bareng karena bisa melihat secret characternya /ton/ :v Maybe next time that person can join the gath again.

Next is Toy's Fair. Setelah perjalanan yang melibatkan terpisahnya rombongan dan kelewatan turun satu busway, akhirnya saya sampai juga di Balai Kartini. As expected dari event di capital city, HTMnya 30 ribu untuk 1 hari (kalo di jogja, 20 ribu untuk 2 haripun jangan harap banyak yang mau datang). Tapi isinya memang cukup worth untuk didatangi. Saya tidak akan memposting banyak foto di sini karena cuma pakai kamera HP.

Obligatory photo FIGURE PENJAGA "PERDAMAIAN"
(dalam hal ini terutama perdamaian antara kolektor figure ORI dan KW)

Beruntung figure Maou yang barusan saya beli cukup untuk membuat barrier yang bikin saya bisa menahan untuk tidak melakukan shopping spree. Di event ini selain melihat-lihat untuk komparasi, saya juga nemu info bagus seputar kontes yang diadakan Figmania. Too bad karena sudah menjelang malam dan kuatir tidak dapat bus, saya menskip rencana untuk melihat performnya Enji Night. Saat hendak melanjutkan perjalanan, teman saya yang mau jadi tempat menginap malah menawarkan diri untuk menjemput dengan mobil. A big help, many thanks m(_ _)m (ps: begitu masuk mobil dan seterusnya, topik pembicaraan langsung berubah menjadi high wizard material dalam bahasa dewa).

My friend's place is located at the Somerset Apartment. Tempat yang sangat imba :v 

This is how you should decorate your living room

Kamera hp saya sungguh imba karena bisa mengeluarkan sinar dewa di spot yang tepat

Setelah masuk dan beristirahat sebentar.. kamipun keluar lagi untuk mencari makan :v We're ended up having dinner di KFC di mall pas mau tutup (which is awesome, considering pas pagi harinya waktu masuk, mall GI pas mau buka). Setelah mampir di Carrefour untuk membeli snack kamipun pulang dan melanjutkan perbincangan yang seru seputar barang-barang yang menjadi oleh-oleh. Tidak berapa lama kemudian, Skull Commander-san aka babeh datang bertamu sampai jam 1. And that concludes day one's activity. Oh iya, ngomong-ngomong soal oleh-olehnya..

2 CD promo game, 1 doujin, 1 map, 2 shitajiki, 3 posters
(hint: actually, POSTERNYA lah yang penting :v)

Semuanya dimasukkan ke dalam kantong kertas ukuran raksasa bergambar karakter dari anime yang bisa memunculkan jati diri anda sesungguhnya (RIP Akinari Matsuno).

Tapi setidaknya masih mending bagi saya untuk memakai tasnya dengan gambar anime untuk pecinta S&M yang tidak terlihat seperti anime untuk pecinta S&M, daripada gambar yang bagian ini (note: see the A4 size calendar for comparation).

And now for the posters
or should I say the "there's no way I will put on this" posters

First, from the latest UDON-YA doujin



Actually, this one belong to my friend (yang menemani saya pergi ke jkt)
since I think taking all 3 of them would be too greedy :v

And if you think that's already too much, you gotta see this

FYI the Hanekawa poster is A3+ size so you can
make a comparison by yourself

Nope. Definitely won't put this on my wall.
Going to keep this so I can show it once in a while to a guest
(probably while saying "look! this is what makes Japanese people smart)

And now, for the most ultimate item

Compared to the one above, this one is pretty safe to be put on the wall
..but there's no way I'm gonna do it

 Did you see the small signature on it?
Btw kalau anda mencari rekomendasi doujin untuk dikenalkan pada pemula
I RECOMMEND THIS SERIES

Based Mitarashi Club. Perjuangan saya menjadi fan dan mengumpulkan serial ini
mulai dari pertama sampai yang paling baru tidak sia-sia.

Coming SOON: part 2

4 comments:

Anonymous said...

Ga sekalian ngasih link doujinnya ? :v

Neohybrid_kai said...

Pfft google aja udon ya profile zero :v
doujinnya bagus kok, ada twistnya di endingnya

Rosyiid Scoot Kennedy said...

WHADA FiretrUCK is this~..., i give you *thumb*...

Diky afrianto said...

jangan sampe budaya sekss jepang masuk ke indonesia :V
ga cocok yang begituan, terlalu gimana gitu, pokoknya ga cocok budaya seks bebas masuk ke indonesia yang dibawa oleh orang-orang jepang >_>

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime