Monday, December 30, 2013

Closing Curtain Fall Anime 2013: End of Year Post

7 comments
Sebenarnya saya tidak punya banyak waktu untuk menulis ini karena ada beberapa kerjaan yang harus diselesaikan sebelum tahun berganti, tapi melihat banyak anime yang saya ikuti baru saja berakhir dan hampir semuanya tamat dengan begitu indah, rasanya ada yang mengganjal jika perasaan ini tidak dicurahkan lewat kata-kata #halah

Ok, langsung saja. Di list berdasarkan urutan di post ini.

(1) Golden Time

Golden Time minggu ini tidak tayang dikarenakan Kaga Kouko harus syuting untuk iklan SOSIS.


Tinggal LHEB!

Maaf salah gambar. Maksud kami stick kentang.


 Kenapa kentang? Because all men are potatoes.

 FEEL THE SPLASH!

COMBO!

Meskipun sempat mendapat caci maki karena ekspektasi saya terhadap JC Staff cukup tinggi untuk anime ini, tapi tidak bisa dipungkiri jika semakin ke belakang kualitasnya makin membaik. Terutama di bagian pengambilan adegan yang di beberapa episode awal terlihat seperti panel komik bikinan komikus pemula. Anime ini juga sudah mampu memecah belah fans nya ke dalam dua kubu dan mengadu domba mereka, yang berarti dari segi drama, anime ini sudah sukses (y).


TAK SOBEK-SOBEK!! #BUKANEMPATMATA

GOOD JOB, JC STAFF

Mengutip salah satu post di newsfeed saya yang ditulis oleh seorang teman:

Kaga tidak tau cara menjadi pacar yang baik, tapi dia berusaha.
Linda tau cara menjadi pacar yang baik, tapi dia tidak berusaha.

Manakah yang kalian dukung? Saya sih Kaga. Ketik GT spasi KAGA kirim ke XOXO sekarang juga! 10 pemenang yang beruntung akan mendapat jimat anti NTR dari Kaiki.


(2) White Album 2

Secara visual dan atmosfer, White Album bisa dibilang anime yang paling kalem dan sendu dibanding 2 anime drama lainnya, Golden Time yang ceria dan gaoel, serta Nagi no Asukara yang pedih dan tajam. Tapi di balik kelembutan cahaya senja dan petikan gitar yang mendominasi scene di anime ini, WA 2 menyembunyikan intrik dan kegelapan yang tidak kalah intense. Dari segi cerita, formula yang dipakai cukup simple, cinta segitiga antara 3 orang teman. Tapi justru karena itulah jadi cukup relate-able. Sejak dari awal saya sudah menduga di balik kisah manis ini nanti ke belakangnya PASTI akan terjadi sesuatu yang imba. Dan sesuatu itu pasti akan melibatkan kehancuran. Karena harus ada harga yang harus dibayar. Pertanyaannya adalah, apa yang akan hancur? cinta kah? persahabatan kah? Menonton anime ini seperti menunggu bom waktu. Hanya saja bomnya disembunyikan dengan cukup apik sehingga tidak mengganggu kenikmatan anda memandangi grafis dan musik anime ini yang memukau. Hingga episode terakhir tayang. Dan.. BAM!



Aku ra popo

Jadi, apa yang akhirnya hancur? SEMUANYA. EVERYTHING. ZENBU.

DAN SAYA PUAS. Puas karena (di mata saya) inilah ke-ending-an yang adil dan beradab. And here's the result of the war of romance of the three friendom.

Haruki:
gained: 
-Kazusa's virginity 
losing: 
-love
-friendship

Setsuna
gained:
-friendship
losing:
-love

Kazusa
gained:
-love
losing:
-virginity
-friendship

JUSTICE HAS PREVAIL. NOW EVERYTHING IS IN RUIN.
























 THE REAL HAPPY TREE FRIENDS!


I like how this anime ended in open ending, so you can just made your own version of how things will turn out from there. But one thing I'm sure, everything will not be the same after the bomb #trustmeImanexpertonthis. They better go their own separate ways, before Kazusa return with Haruki's child. Or worse, Kazusa return with Haruki's child during Setsuna's marriage with Haruki. Or not. Too bad the anime didn't show us whether Haruki used condom or not.

BUT ANYWAY GREAT ENDING, GENTLEMEN! WOOHOOO! SUBARASHII!


(3) Nagi no Asukara

Nagi is stil halfway from over, but we can also see the latest eps as the ending of the half part. Which mean, if you still haven't watch this EXCELLENT show, ITS STILL NOT TOO LATE! Tontonlah sekarang juga!


Pesan layanan masyarakat ini dipersembahkan oleh Yayasan Peduli Korban Bencana NTR

Dan NTR bukan satu-satunya konflik di anime ini. Masih ada sengketa antar agama dan ras, kisah cinta berbeda keyakinan, dll. IT'S #GREGET! Satu-satunya hal yang bikin saya kuatir adalah kalau endingnya melempem seperti kerupuk yang lupa dimakan setelah dibuka bungkusnya. Lets hope it won't turn that way.


(4) Fuyukai Des: The Animation

Jika dari awal anda berharap banyak pada anime ini dan sekarang menyesal karena endingnya sucks, well, itu salah anda :v 

Sejak dari pertengahan series sudah mulai terasa jika anime milik kyonani season ini bakal tidak begitu menjual something special. Plot standar boy meets girl, dengan tokoh utama cowok yang special (I'm half demon! my existence bring miserable to everyone) bertemu dengan gadis yang special (my blood is cursed! my existence bring miserable to everyone too) is not enough to give a satisfying amount of twist (omg! we are the existence-that-bring-miserable-to-everyone couple!). 

Meskipun demikian, saya tidak bilang kalau Kyoukai no Kanata jelek (despite endingnya yang memang sucks! I mean, come on, whats the point of "ok, lets make a dramatic separation death scene FULL OF FEELSSS then raise the dead again in the epilogue because we want to be the next Disney!), karena overall dari segi flow animenya asik buat ditonton, tidak ada bagian yang boring (sasuga kyonani, tau cara bikin penonton seneng), actionnya bagus, porsi komedi dan seriusnya berimbang, dan personality serta interaksi antar tokoh-tokohnya cukup koplak untuk menghibur anda. Plus, jika anda maniaks cewek berkacamata, anda bisa mendengarkan kuliah umum dari prof Akihito pakar kacamata hampir di setiap episode. Lagipula, season depan Kyonani bakal memanjakan saya dengan season kedua CHUUNIIBYOOOU aka Romansa Pendekar Dunia Delusi.

(5) Gingitsune 


Gingitsune adalah anime yang adem ayem. Meskipun anime ini bercerita tentang mahluk gaib dan hubungannya dengan manusia, tapi anda tidak akan mendapatkan battle action flashy lebay melawan mahluk gaib ala Kyoukai no Kanata atau kisah mellow super dramatic story ala Natsume atau Mushishi. Everything is normal here, just a slice of life about people living in town with shrines and temples. Karakternya juga biasa, tidak ada super moe high school girl dsb. Ada yang urakan, ada yang serius, ada yang naif, down to earth lah. Gingitsune adalah tipe anime yang cocok kalau dijadikan dorama (selama tim pembuatnya tidak memaksakan diri membuat deity nya semirip mungkin dan berakhir dengan sesuatu yang terlihat seperti cosplay). Anime ini mungkin susah jika ditonton secara marathon, karena pace nya yang datar dan tidak ada sesuatu yang heboh. Tapi jika anda menontonnya secara teratur tiap tayang (hari senin), efeknya cukup terasa. Sayang sekali anime ini cuma tayang satu season, dan berakhir dengan biasa pula (meskipun untuk ukuran Gingitsune, endingnya sudah cukup rame). I need moar Hiwako. Now my weekly supply of the vice president who loves older men is gone. Mungkin karena anime seperti ini bakal susah mendapatkan angka penjualan tinggi, jadi studionya tidak mau ambil resiko(?). Anyway this anime is worth to watch kalo anda nyari tontonan yang bisa dinikmati sambil istirahat tanpa harus banyak mikir (tapi bukan comedy).


(6) Gadis-Gadis Galileo


Apakah anda suka loli di atas? 

Jika jawabannya ya, maka Galilei Donna saya rekomendasikan untuk anda tonton. Tapi jika anda menjawab tidak, sebaiknya urungkan saja niat anda.

Galilei Donna diawali dengan premis yang menjanjikan dan line up character yang berimbang. Sebuah anime petualangan 3 gadis muda mencari harta karun misterius, berlomba dengan organisasi jahat dan bajak angkasa, mereka adalah Hazuki, kakak pertama yang paling cakep, mahasiswi pemalas yang mengambil jurusan hukum, Kazuki, kakak kedua yang tomboy dan bisa bertarung, tapi sering galau karena #gagalMOVEON, dan Hozuki, si loli genius yang.. genius meskipun masih loli. Karakter lainnya pun menarik, mulai dari bajak laut playboy sok keren namun baik hati, mbak-mbak random misterius yang akhirnya bergabung dengan team, hingga bawahan final boss seorang assassin ikemen brutal dengan masa lalu yang oh so daark and edgy. Mix all of that ingredient and you get this anime. But does it turn out good? unfortunately, not. Galilei Donna seperti tidak sadar kalau mereka cuma punya 13, ralat 11 episode, dan kebanyakan terpakai untuk hal-hal yang tidak relevan dengan plot, hingga akhirnya masalah selesai dengan singkat, dan mulai dari situ, premis-premis yang menjanjikan anime ini satu-persatu selesai dengan tidak memuaskan. Skill pengacara Hazuki baru terpakai di eps terakhir, itupun tidak banyak membantu, dan skill martial arts Kazuki malah tidak pernah terpakai.

Pada akhirnya Galilei Donna adalah anime tentang petualangan gadis ketiga, Hocchibi, hingga akhirnya bertemu dengan nenek moyangnya Galileo, dan membuat Galileo jatuh cinta lalu lahirlah Galileo PEDORO, yang akhirnya menjadi harta karun yang dicari-cari.


(7) Samurai Flamenco


Samumenco mungkin terlihat aneh di list ini karena satu-satunya anime yang genrenya (lebih mendekati) komedi (daripada action). Or not. Susah sekali menebak apakah anime ini serius atau tidak, dengan banyaknya twist dan genre bending yang terjadi berkali-kali. Saat ini Samumenco memasuki babak baru dengan musuh yang berbeda, dan masih tidak jelas mau dibawa ke mana arahnya. Jika anda menyukai serial tokusatsu, bisa dipastikan anda akan menikmati anime ini, karena banyak parodi dan referensi yang bertebaran di dalamnya. Dan jika tidak, anda tetap masih bisa menikmati sebagai tontonan yang lucu. Selama anda tidak berharap banyak, samumenco akan menghibur anda dengan perkembangan-perkembangan yang membuat anda berkata 'dafuq did I watch?'.


(8) Lalvrave the Viberator

Karena paranoid kena spoiler, saya menonton episode terakhir anime sableng ini di himado, situs dimana anda bisa streaming raw episode terbaru dengan fitur komen yang muncul di layar ala niconico. Hasilnya? perut saya sakit karena kebanyakan ketawa. 


HOMO JA NAI HOMO JA NAI HOMO JAA NAAAIIII 

Sebagai tontonan serius, ending Valvrave tidak bisa saya bilang memuaskan. Konklusi yang terburu-buru, tidak jelas dan kurang punya IMPACT. Tapi valvrave memang terkenal karena kegajeannya, dan karena itu sebagai tontonan komedi, valvrave saya bilang TOP (y) Mulai dari awal hingga akhir, anime ini penuh dengan hal-hal koplak, plot error dsb tapi justru ini yang bikin saya tetap nonton. Kelebayan dan kedafuqan apa lagi yang akan terjadi di episode mendatang? Tentu saja ketika adegan dramatis, scene nya cukup CAUSE I FEEELSS, meskipun sebelum air mata anda kering, anda pasti sudah ngakak kembali. Overall Valvrave is satisfying, eventhough the CLIMAX is not very SATISFYING, but THE RIDE is VERY ENJOYABLE.

(9) Freezing Vibrat.. ion

Season kedua dari serial yang penuh dengan PLOT. Jika anda mengikuti manganya, anda tidak akan terkejut dengan yang terjadi di season keduanya. Tapi bagi saya yang cuma nonton anime season pertamanya, saya sama sekali tidak mengantisipasi kalau arah ceritanya berubah menjadi gelap dan depresif.

 LAST EPISODE: FINAL BATTLE AT THE LOVE DOLL FACTORY!




 I THOUGHT I'M WATCHING THIS ANIME FOR THE BOOBIES!


 AH BOOBIES, FINALLY. NOW I FEEL BETTER.






Crap, I can't see any boobies! I guess this is what you get for being the luckiest limiter of the pandora with the biggest boobs! ..uh, by the way, this is only temporary, right?

Many things happen during the second season, and most of them are not happy things. Tapi justru itulah yang membuat saya makin respect sama serial ini. Sama seperti Monogatari series, eps terakhir ditutup dengan pengorbanan salah satu tokoh yang sangat respectable (KAKKOI YOO, CHIFFON-NEECHAN!). In a sense, dengan perkembangan cerita sekarang, Freezing mengingatkan saya dengan Gunslinger Girls, but with BIGGER BOOBS and pantyshots.

(10) Miss Monochrome



Anime singkat yang dibuat berdasar karakter ciptaan salah satu seiyuu fave saya, Horie Yui. Its a fun to watch and its short, so basically its just like those other short anime that created to make you laugh, some humor are clever and some other aren't. Only with Yui Horie voice. Correction, Yui Horie vocaloid-ish voice. Ditambah jika anda menonton Miss Monochrome, anda bakal bisa nangkep cameonya waktu dia muncul di Golden Time, anime lain dengan bintang utama yang diisi oleh Horie juga. The ending is nice, but not very special, except the dancing part that you can see in (kinda scary) 3D model is being animated in 2D animation, quite lovely I said, tapi kalau anda sudah biasa nonton anime idol, mungkin yang seperti itu sudah biasa. 


(11) Monogatari series

NOW THIS!! THISSSSSSSSS!! THIS IS THE MOST IMPRESSIVE ENDING OF THE SEASON. Monogatari series has so many to talk about that I dont know where to begin. But let me start with this:

KAIKI IS AWESOME!!!!!!!!

Nishioshin benar-benar seorang novelis genius. Tidak hanya dia bisa membuat cerita dengan alur yang hebat, tapi juga karakter yang berubah-ubah seiring waktu. Seperti halnya manusia. 

- GOHOUBI DES
- ARIGATOU GOZAIMAS

 Cahaya cinta perlahan menyilaukan. Itulah mimpi kehidupan NTR.

SHAFT: 1
KYONANI: 0

Ketika pertamakali, atau lebih tepatnya bagian pertama, Monogatari keluar, saat itu musim panas tahun 2009, saya benar-benar hype to the max dengan serial ini. Bahkan ketika episode terakhirnya tayang, saya sempat membuat shortfic tentang OTP saya.

Lalu Nisemono keluar, dan satu demi satu volume dalam LN teradaptasi menjadi anime. Dengan style yang sama. Style otaku hipster itu. Style yang menjadi bahan trolling diantara teman-teman saya setiap kali ketemu dan ada yang mengungkit soal monogatari. Namun di balik all those over the top pretentious looking visuals, tidak bisa dibantah jika content dari serial ini penuh dengan INSIGHT dan THOUGHT PROVOKING materials. Dan di sinilah saya baru nyadar salah satu kelemahan anime yang diadaptasi dari light novel yang benar-benar novel, dalam artian sadar dan bisa memakai kekuatan media yang dipakai sebagai power sourcenya, dalam hal ini TULISAN. Begitu banyak quote dan kalimat-kalimat berharga yang ada di serial ini tapi akhirnya cuma terlewatkan atau terlupakan karena tidak sempat tercatat, tenggelam oleh frame dan saat ingin mengingatnya sudah keburu males buat nyari episode dan adegannya. Ternyata untuk urusan ini anime kalah dengan buku.

DEVELOPMENT? THIS! IS DEVELOPMENT.






Character development. Kembali ke paragraf sebelumnya, apakah sekarang saya masih menyukai pasangan fave saya dulu, gahara dan arararagi? tidak. Cerita di serial ini bergerak dengan dinamis. Karakter berubah seiring perkembangan alur. Latar belakang tokoh yang sebelumnya kita tidak kenal juga mulai diungkap. Setiap aksi yang dilakukan satu karakter menimbulkan reaksi pada karakter lain dan mempengaruhi kejadian selanjutnya. Terdengar obvious, tapi jarang ada yang benar-benar melakukan hal ini. Apalagi drama anime senang mengagung-agungkan status quo atau revert ending. Akhirnya semuanya kembali seperti semula, blabla bla, tamat. Ini kan bukan kisah superhero yang menyelamatkan bumi dan keadaan kembali aman seperti semula.

Plot. And by plot I'm talking about a well designed plot here. Awalnya Monogatari series terlihat seperti kisah-kisah potongan dimana dalam tiap cerita Arararagi menyelamatkan seorang gadis dari kesurupan. Ganti cerita, ganti kasus, ganti cewek. Rinse and repeat. Mungkin banyak yang mendrop anime ini setelah "sekilas seperti bisa melihat formulanya". Tapi di season kedua ini terjadi sesuatu yang mengagumkan. Potongan-potongan kisah tadi bukan cuma seperti cerita lepasan dalam satu tankoubon shoujo manga, melainkan kepingan-kepingan puzzle, yang semuanya saling berkaitan. Ada hukum sebab-akibat bergerak di belakangnya, yang ketika anda menyadarinya, you'll go "ooh, this is a pretty clever designed story". 

Hal lain yang membuat saya menyukai anime ini adalah bagaimana anime ini dengan tegas membuat batas "khusus konsumsi otaku" biarpun banyak content yang so deep and philosophical yang menarik untuk dicermati oleh kalangan mana saja. Jika anime ini disajikan dengan cara yang normal, tanpa  visual yang nyentrik and adegan sikat gigi yang kontroversial, monogatari bisa menjadi serial yang menarik perhatian orang awam. Itu yang saya pikir. Dulu. Karena sekarang saya sadar, justru itulah kekuatan lain dari monogatari. Exclusiveness. Sesuatu yang hanya bisa dipahami oleh selective audience. Untuk apa mencoba menarik riajuu kepada sesuatu seperti ini? Once in a while kadang saya mencoba membaca apa yang riajuu baca. Tapi akhirnya saya nyerah karena tidak nyambung. Terlalu sosial. Unrelate-able. Perbedaan life style, dsb. Kenapa tidak ada cerita dengan karakter yang lebih dekat. Antisosial underdog hikkikomori atau semacamnya. Tapi dengan pemikiran yang valuable, bukan another boy meets girl, atau delusi harem dan sejenisnya. Jadi ketika akhirnya saya menemukan yang mendekati definise tersebut, saya merasa kalau hal itu terlalu exclusive untuk diketahui khalayak umum. Kalaupun dicoba, mereka pasti juga tidak akan nyambung dengan jalan pikiran cerita ini. Jadi meskipun ini adalah show yang bagus untuk food for thought, tapi maaf ya, ini bukan tontonan untuk kalian! Seperti itu kesan yang saya dapat dari anime terbaik tahun ini, Monogatari the series.

OP of The Year



Anime of The Year


Last year was Zetsuen no Tempest btw
Next year is probably Nagi no Asukara

BONUS:

(12) Super Seishun Brothers





Super Seishun Brothers adalah anime pendek yang bercerita tentang dua kakak beradik yang berteman dengan dua kakak beradik lainnya. Ok, that doesn't sound so convincing, let me add more:
-  Anime ini memiliki style shoujo, which means, if youre more into fashionable chic gurls that change her dress once every episode rather than cherubic, loli looking moe that never change her identity-outfit, this show is a must watch .
- Plot twist: salah satu kakaknya ternyata hardcore fujoshi. So if you think this is just another shoujo story, think again.
- Surprisingly, di anime ini ada dramanya, and its quite sting, biarpun baru muncul di episode-episode menjelang akhir.
- Ending song yang super catchy. Dengan lirik yang SO DEEP dibalik iramanya yang moemoe.
Kalau 4 point di atas masih tidak bisa membuat anda ingin mencobanya, oh well, berarti memang bukan anime tipe anda.


(13) Hal

Saya menskip review film satu lagi yang juga baru-baru ini rilis: Gerbang;Ternoda: The Movie aka Steins;Gate Fuka Ryouiki no Deja vu dan memutuskan untuk membahas ini karena rasanya lebih butuh coverage daripada S;G yang kebanyakan orang pasti sudah pada tahu.

Ketika pertama kali tau tentang movie ini, sebagai dramafag jelas saya langsung hype banget. Dengan artwork shoujo dan premis yang kena di hati, film ini jelas worth untuk ditonton. Sampai-sampai waktu saya ke Jepang saya hendak menonton film ini tapi jadwal tayangnya di bioskop ternyata cuma sampai Juli (saya ke sana pertengahan Agustus). Untungnya penantian panjang bagi yang ingin nonton berakhir dengan dirilisnya DVD film ini di penghujung Desember. 

Dan tebakan saya tidak meleset. If you are a drama fans, Hal is a must watch. Apalagi kalau anda suka dengan gaya gambar shoujo. Visualnya juga stabil, dan BGMnya menyentuh #tsaah. Dari segi ceritanya sendiri, twistnya cukup bagus, saya sama sekali tidak menyangka (resulting in tear jerking durung the movie credit). Surprisingly one of my female friend can guess the plot twist even before watching the movie when I gave her the synopsis (entah dia cenayang atau saya melakukan blunder pas nyeritain soal plot film ini. Anyway, Hal is a good movie, biarpun durasinya cuma 1 jam. Do yourself a favor, or at least recommend this movie to one of your friend (protip: for the best impact, recommend this movie to one of your friend yang #gagalMOVEON)

And that's all folks! Jika ada yang bertanya kenapa saya tidak mereview Kill La Kill, itu karena saya tidak menonton :v (not quite my taste). Dan saya masih stuck di DATABASE DATABASE WOWOW WOW episode 5, maybe I'll catch up later. And since this also will be the last post in this year, let me say thank you for reading this blog, or even following it. 2013 is a pretty hectic year with shitty starts, as much as I hate this year's beginning, but some good things really happenned in between and I'm thankful of it. I'd like to end this year with a relatively serene parting, here's hoping the next year will be better. Cheers!


7 comments:

conitation said...

Yaampun review Golden Time-nya #dies Sasuga sekali quote yang "Kaga tidak tau cara menjadi pacar yang baik, tapi dia berusaha. Linda tau cara menjadi pacar yang baik, tapi dia tidak berusaha". oAo
Nagi no Asukara; semoga ending-nya nggak melempem deh, sayang banget soalnya (<-- masih mengejar ketiggalan, jadwal nonton kejar tayang =_=)
Semacam merasa beruntung karena nggak ngelanjutin nonton Galilei Donna, ternyata nggak semenjanjikan episode awalnya.
Dan, YA AMPUN ITU ANDA NULIS HAL DI SITU YA AMPUN. Maaf keps tapi saya putus asa banget nungguin torrent-nya keluar setelah BD-nya rilis tanggal 18 kemarin karena pingin buru-buru nonton. ^^; Temen Anda hebat banget bisa nebak ending-nya hehehe.

Neohybrid_kai said...

Whoaaa ternyata ada juga yang nunggu Hal
saya bener2 puas sama movienya, sampai mungkin bakal bikin pemutaran di event berikutnya

Ayo lanjut nonton Nagi, lol

Quote Golden Time yang itu memang imba sih makanya sampai saya kutip di sini. Anda sendiri di blok Kaga atau Linda :v?

conitation said...

Iya, saya udah tertarik sama Hal sejak pertama kali tahu, tapi selama ini cuma puas baca scanlation manga-nya sama liat-liat video-nya di internet. =_= Ahaa, bagus deh, this movie deserves moar attention, deep banget soalnya. ><

Ohoo, saya di blog Kaga dong. /o/ Hidup Kaga Kouko~

Neohybrid_kai said...

ahahahaha, toss dulu :3/

saya malah gak tau kalo Hal ada manga nya, berarti udah kena spoiler ceritanya ya?

conitation said...

*blok Kaga maksudnya (itu typo =_=)
Udah, tapi tetep aja nggak puas lol, karena kalau baca manga nggak ada bgm-nya. :v

Kevin said...

No Non Non Biyori? :v

Btw... kenapa saya malah unmoved ya pas nonton HAL...

Anonymous said...

sasuga ikemasen,
ga tahan gw pengen ngakak cant see any paipai.

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime