Friday, September 27, 2013

The traveler's journal of a certain sorcerer (PART 6)

3 comments
WARNING: just like the previous part, this post will also have NSFW content (tapi itulah gunanya tombol spoiler :v).

Previously on  The Traveler's Journal of A Certain Sorcerer

So this is what a fashion street is

The shrine is so crowded, as expected from.. huh? where's senpai? oh crap

..What kind of tool is this? ..is it supposed to go inside "that"? ohwoow


This post is brought to you by

Minuman pria-pria kesepian. Mengandung 0% alcohol, 80% wedang jahe aseli, 10% cinta dan 10% kegalauan. Menghangatkan badan, hati dan jiwa.



DAY 5 – MONDAY 19 AUGUST

Di postingan sebelumnya, saya bercerita soal rencana ketemu Aya yang (selalu berakhir dengan) failed. Sebenarnya alasan dia hendak bertemu saya adalah hendak memberikan barang titipan milik saudara Riezka aka Black Saber aka BS aka Kakek, salah seorang teman lama saya. Barang tersebut adalah game (kalau tidak salah) Koi to Senkyo to Chocolate versi psp (or was it psvita? I forgot). Anyway, meskipun pada akhirnya saya tidak ketemu lucky bastard #1 Aya selama di Jepang, tapi benda tersebut bisa tiba di tangan pemiliknya yang sah. Kok bisa begitu? Apakah itu DESTINY? Begini ceritanya.

Ketika saya membuat post tentang perjalanan saya, Skull Commander-san aka babeh memberi tahu saya untuk menghubungi mencoba OO-san, salah satu otaku veteran yang dia kenal yang tinggal di sana. Sayapun mencoba menghubungi dia via PM FB dan karena sepertinya orangnya baik dan bisa dipercaya (dan ternyata memang iya) maka saya setuju untuk ketemuan. Lucunya, karena Aya teriak-teriak di FB mencari saya gak ketemu-ketemu di Akiba di hari sebelumnya, akhirnya malah OO-san yang datang ke sana dan bertemu dengan dia. Akhirnya barang titipan BS dititipkan dari Aya ke OO-san, yang akhirnya dititipkan ke saya waktu ketemuan pagi harinya di penginapan (gini lho cara yang dijamin efektif dan 100% berhasil untuk ketemuan dengan tamu yang datang dari jauh dan tidak mengerti medan; jemput langsung ke tempat menginapnya). Saya pikir barang titipan tersebut ukurannya kecil, karena cuma game, tapi diluar prediksi, ternyata yang dititipkan adalah versi collector’s edition or something yang satu pack besar karena berisi bonus-bonus seperti tapestry dll dsb. I was like, what thee, kalau nanti muatan saya overload saat pulang, saya gak mau tanggung jawab.

Setelah berkenalan dan ngobrol sambil jalan, kamipun mulai perjalanan ke Akiba. Lagi? Ya. Karena memang hari itu memang jadwal sedang kosong. Ini adalah hari yang sengaja dikosongkan untuk berjaga-jaga kalau ada plan tambahan. Alasan kedua adalah karena beda dengan kemarin, kali ini kami jalan-jalan dengan seorang expert, jadi hasilnya pasti beda. Dan memang begitulah kenyataannya. Karena ada masta, kamipun level up dengan cepat karena dapat experience point sangat banyak (inilah contoh GB ala MMORPG di dunia nyata :v). Misalnya, untuk pergi ke Akiba, ternyata anda tidak harus turun di stasiun Akiba.

Eeeeeeeeeeeeee?

Begitulah. Tapi ini berlaku kalau anda naik dari Asakusa. Anda cukup turun di Suehirocho dan jalan bentar maka langsung sampai. Dengan cara ini kami tidak perlu ganti jalur kereta. Jarak antar stasiun di sana sebenarnya relatif dekat, kalau anda tidak terburu waktu, jalan 15 menitan pun sampai (dengan kereta anda cuma butuh 1,5 menit). Ada banyak lagi #protip yang kami pelajari (telat lol). Misalnya jika di perjalanan dari stasiun A ke C anda harus turun di B dan ganti jalur kereta B-C, anda cukup beli tiket menuju ke C di stasiun A, bukan beli A-B lalu turun dan beli B-C (ada selisih harga sekitar 70Y an kalau tidak salah inget).

Eeeeeeeeeeeeeeeeeeee?

Ini juga pertama kalinya kami menggunakan ticket readjustment machine. Sebelumnya mesin ini memang sering kami lihat tapi karena takut salah make jadi gak pernah dicoba. Ternyata sangat efektif kalau anda salah beli tiket, atau berubah pikiran dan turun di stasiun yang berbeda dengan tujuan awal anda semula. Anda tidak perlu takut tidak bisa keluar dari pintu, tinggal masukin tiketnya dan membayar uang tambahan, maka akan keluar tiket baru yang harganya sudah sesuai dengan tempat anda keluar. Atau, jika anda turun di tempat yang ongkos perjalanannya lebih murah dari harga tiket yang anda beli (tiket anda kemahalan) mesin akan memberikan anda uang kembalian. Imba sugiru. Sasuga negara hi-tech (yang pervert :v).

Kami tiba di akiba pukul 10, yang mana jam segitu masih kepagian, karena kebanyakan toko baru buka jam 11 pagi (you wa shock? Yes, saya juga waktu pertama tahu). Toko-toko di sana bukanya memang agak siang, dan tutupnya juga relatif lebih awal, jam 9 malem, ada yang setengah sembilan malah, karena saya pernah di sebuah toko sampai jam segitu dan sudah mau tutup kasirnya :v Tapi mungkin bisa dipahami sih karena sepertinya di sana kerja yang berhubungan dengan “jaga” i.e di tempat makan, kasir, mengawasi antrian pengunjung, membutuhkan stamina dan konsentrasi extra –I don’t see any chair in vicinity, jadi mungkin bener kalau ada yang ngomong pas kerja gak boleh duduk, harus selalu ngomong/menawarkan ke pengunjung yang datang dsb (baru-baru ini ada yang share berita soal pekerja kantoran di jepang sebenarnya sama pemalasnya dengan kita, benar atau tidaknya saya gak tau, tapi yang jelas kalo kerjaan yang saya tulis di atas, bukan kerjaan kantoran, orangnya benar-benar kayak robot pekerja, remind me at the times I worked in a ramen shop, 6 jam dan cuma bisa duduk sesekali kalo pas sepi, itu saja stamina sudah terkuras).

Anyway sesampainya di sana, sebelum jalan-jalan dimulai kembali, senpai saya ingin meresuply amunisi alias mengambil duit terlebih dulu. Ternyata memang benar kalau di sana bisa mengambil uang di kantor pos terdekat, dengan memakai kartu ATM BCA (saya gak tau kalo bank lain bisa atau tidak), yang jelas hanya dengan memasukkan kartu ke dalam sebuah mesin ATM yang ukurannya lumayan besar, ketik PIN dan nominal yang ingin diambil maka uang akan langsung keluar (enak ya jadi #wongsugih). Another reason you shouldn’t afraid of “ntar disana kehabisan yen dan gak bisa pulang” scenario. Berapa biaya tambahan yang dikenakan? Nah kalau itu saya lupa tidak menghitungnya karena lupa tidak mengecek berapa kurs pada saat itu. Tapi masih bisa dikira-kira. Saya juga sempat mengambil uang di sana sebesar 7000Y, dan saat dicek di daftar transaksi klikbca, kenanya 825.659 rupiah (kalau misalnya kursnya pas itu 110, chargenya berarti sekitar 50rb, then again saya lupa kursnya berapa –yang jelas waktu saya berangkat, yen masih di 105, ohoho #gakpenting).

Actually, di belakang megaposter loli main basket kemarin adalah AKB48 :v
Tapi saya juga baru nyadar pas ngambil foto ini

Now onto the trip. Once again saya lewat di those back alley shops (senpai saya kan belum ke sini). Di sini setelah mengubek-ubek keranjang yang isinya barang diskonan, saya dapat seprei Maoyuu seharga 500Y (UYEAHH). Ada juga keranjang bertulisan junk 10Y, yang waktu saya coba ubek-ubek.. ada Umineko Tsubasa (yang labelnya 500Y, lalu di timpa dengan 200Y, dan akhirnya 10Y :v…….. Beato is going to cry, well barangnya emang udah lama banget sih). Sebagai seorang uminekofag tentu saja saya langsung membelinya. Kami juga masuk ke toko yang saya datangi kemarin. The one where I bought Rio figures. Saya beli handbag bergambar one piece buat oleh-oleh adik saya di sini. Ternyata yang jaga sudah beda. Bukan masta otaku lv 9999 yang gemuk kemarin. Kali ini orangnya tinggi kurus dan berkacamata dengan tangan yang penuh dengan luka-luka entah apa. Dia pasti juga masta lv 9999.

Kurang lebih seperti ini kotak-kotak isi barang 10 yen an
Harusnya saya memotret yang rak juga orz, lebih imba lagi soalnya isi dan potongan harganya

Selanjutnya kami diantar ke toko-toko lain yang (bisa-bisanya) terlewat kemarin. Seperti Kotobukiya. Brace yourself, incoming gallery berhala.

Kalau di toko besar seperti ini, meskipun harganya tetap lebih murah daripada di indo, tapi tetap saja damage ke dompet anda bakal cukup terasa, since the goods in there are up-to-date.

No blind fold and ball gag? aww

One of the most memorable MILF in anime history (terbantu oleh doujinnya 
juga sih). Quite pricey though.

Robot pembasmi kecoak. Musuh utama para pria. Untung masih belum ada versi nyatanya.
Kalau kecoak bisa dibasmi dengan ini, maka tidak ada lagi mahluk yang bisa
membuat takut wanita (they'll become fearless creature! and men will be useless :v)


Another species of tuyul

Sampai sekarang saya masih terpesona oleh desain figure Makise yang
tidak menggunakan penyangga sama sekali ini (pasti yang desain orang teknik sipil :v)

Hanya bisa memandang dari balik dinding kaca.. sedihnya

And now for a higher level of display

This loli is #SOLDOUT

Below here are from another shop, aslinya saya males motret figure karena after hundreds time of seeing them, jadi eneg juga but I remember that Risse seems to like these kind of figures, so here you go





Panah asmara #plak

Ohhh enaknya kursi pijet ini.. ahhh

Karena ini Leo, alias zodiac saya, jadi gak saya comment aneh2

Tetes air mataaa basahi pipikuu di saat kita kan berpisaaaah #lagujamanSMP

And then, there was Mandarake. 

Mandarake adalah toko yang sangat imba sugiru. Tempatnya tidak begitu luas, tapi itu mungkin karena barangnya banyak banget, saking overloadednya rak-raknya dan saking sempitnya jarak antar rak sampai anda merasa seperti berjalan diantara rak tempat penyimpanan dokumen di kantor atau perpustakaan daerah yang sumpek. Btw setelah beberapa kali berkeliaran di Akiba, saya menyadari kalau harga figure yang ukuran medium-large di beberapa toko kebanyakan hampir sama (kecuali di toko tertentu yang harganya cukup miring), tapi untuk figure yang kecil-kecil harganya bisa beda jauh, bahkan ada toko yang benar-benar terasa rip off, di tempat lain cuma 300Y di situ hampir 1000Y. 

Kembali ke Mandarake, the best thing about this place, is the ero section (y).
Alrite, I guess its time for the spoiler button again!
Langsung saja kita pasang foto yang paling tidak aman, biar yang cuma mau ngeklik karena penasaran kena surprise attack :v


HOLY SHIIIIIIIIIIIIIIIII---------- One of the best doujin from one of the best doujinka, sang pencakar langit Wolkenkratzer. Never thought I'd get to see the real thing. As expected harganya menggila, bahkan untuk beli yang level 4200Y saja saya tak mampu. SHIT WAS SO GOLD (you get the pun right?).

This one is a work by another of my fave artist, Kemokomoya, yang terkenal dengan the art of water nya (if you know what I mean). Harganya juga SO IMPOSSIBRU.

Di tempat lain, biasanya bagian ero manga tidak begitu mendapat porsi area yang luas, karena memang harus berbagi dengan material ero yang lain, doujin, anime, game. Kalau anda otaku penikmat benda-benda plat ungu, maka anda pasti tau kalau jumlah ero mangaka hampir sama dengan jumlah bintang-bintang di langit. Padahal di sana raknya terbatas. Jadi kalau anda mencari a certain favorite artis, kemungkinan dapatnya, apalagi kalau artisnya tidak populer, relatif kecil. Doujinshi sebenarnya lebih mengenaskan lagi sih, karena jumlah doujin circle hampir sama dengan jumlah pasir di pantai. Tapi intinya bukan itu, intinya adalah saya nyari ero manga karangan artist favorit saya, dan tidak ketemu-ketemu (padahal saya sampai susah payah bela-belain ngapalin kanji namanya). Tapi berkat bantuan OO-san yang expert, akhirnya ketemu juga. Di tempat ini.

Kalau anda bukan lolicon pedobear yang fapping pakai doujin loli, anda mungkin kenal dengan mangaka ini. Kuroki Hidehiko. You can sum up this guy’s work in two sentences; Cute wife. Hot kissing action. Well, other person’s wife to be exact :v But hey, this is eromanga, don’t think too much about that.



So, yeah, you get the point of the theme his manga about. In fact, kalau anda baca judul-judul manga atau chapternya pasti bakal ngakak karena seperti just randomly taken from some cheap adult story website. Tapi orang ini style gambarnya bener-bener sangat masuk dengan selera. A female friend of mine, an illustrator, also said that compared to unrealtistic moe style, gambarnya bagus dan proporsinya bener (well she's not into moe style sih). Anyway have some more of Kuroki awesomeness.




Kakaka, bagaimana :v? seperti judul cerita-cerita di situs 17 something kan :v? OO-san yang dengan mengamati sekilas langsung mudeng dengan fetish saya, langsung mengambil satu manga yang direkomendasikan. Suka fooling around with hitozuma tho? Nih!!


Its was Tohzai’s. Dan saya langsung ngakak pas baca judulnya. Hitozuma to isshou. Pffft luoool (Ternyata manga ini juga sudah ditranslate ke english oleh Tadanohito, scanlation yang juga mengerjakan manga-manga karya Kuroki Hidehiko). Nevertheless I was TOTALLY SATISFIED with the recommendation. Oh and did I have say that all those manga was a treat as in dibayarin sama dia? Apparently, kalau riajuu bertamu ke tempat riajuu lainnya maka yang dia katakan adalah: Eh gw tau tempat makan yang enak. Lo harus cobain deh. Ntar gw bayarin! Tapi kalau otaku maka yang dikatakan adalah: Eh gw tau eromanga yang bagus. Lo harus cobain deh. Ntar gw bayarin! :v

Mungkin suatu saat nanti nama blog ini bakal ganti jadi Ikemasen, Okusama :v

Imbanya lagi, di toko ini harganya lebih murah daripada tempat lain. Manga yang saya (di)beli(in) tadi harganya 1000Y tapi di sana diberi label dengan harga 780Y. And we still haven’t even talked about eroge.
Waktu saya dikasih tau soal barang-barang otaku second hand, saya iseng cerita soal studio favorite saya, Empress dengan Sei shoujonya, and wondering if the magnum opus, STARLESS, ada yang second dan harganya murah. OO-san langsung mencarikan dari toko ke toko, bahkan sampai tanya ke penjaganya. Dan penjaganya langsung tau di rak yang mana bendanya (padahal saya dan dia sudah nyari diantara rak-rak dan nggak ketemu, sasuga penjaga toko). Tapi bahkan harga 4500Y saja yang notabene 50% dari harga barunya (9000Y) di toko lain masih kalah dengan harga di mandarake yang only 3200Y(!). I don’t always buy eroge, but when I do, it’s THE ULTIMATE ONE.

SWEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEET

And now I don't only own one Sei products, but TWO! and in different form too!

BANZAIII!!

Selain dua hal itu, di sana juga ada dakimakura dengan berbagai range harga. Tapi untuk yang itu, no thanks deh. The doujin section is also tempting tapi saya sudah beli Monhan nya Udon-ya di toko sebelumnya (dan ternyata OO-san juga fans berat Udon-nya. CHEERS!). Oh dan di sini saya melihat juga tempat pembelian barang second. Jadi anda membawa semua barang yang ingin anda jual, lalu menatanya di meja, kemudian toko akan membelinya (tapi bagaimana pembayarannya saya nggak tau). Dan saya jadi inget dengan awul-awul alias pasar baju bekas di jogja. Indeed, this is the awul-awul for otaku.

Selain barang second, barang-barang lama juga harganya sangat murah, atau sangat mahal jika itu adalah benda yang populer . But most of the time, you’ll find the vintage items is SO CHEAP. Bagi veteran yang sampun sepuh segenerasi dengan saya, jika anda tipe orang yang lebih into nostalgila masa muda daripada berburu barang baru, you’ll love this fact. Not to mention kalau hal ini juga berlaku untuk barang-barang ero. Of course you can find the latest Umemaro works or PIXY stuff on the shelf, but far in the shelf in the lonely corner, how many of you will smile while letting a melancholic sigh when seeing stuff from the same era as the video below?


or this


or this


Those were the days, my friends..
Those were the days..

Setelah puas, kami melanjutkan ke toko lain. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli donyatsu yang standar karena gak nemu-nemu yang diminta Risse (daripada gak bawa pulang apa-apa?). 



Was about to buy this one, tapi ntah gimana ntar bawanya :v

Along the way, I learnt about another jargon: tenpo tokuten. Jika sebuah produk mempunyai bonus yang sudah disertakan bersamanya, its called tokuten. Tapi ada juga bonus yang diberikan oleh toko tempat anda membeli. Those are called tenpo tokuten. Jadi jika anda membeli sebuah barang di toko A, bonus yang anda dapat bisa berbeda dengan jika anda membeli di toko B. Otaku level fanatic biasanya akan membeli barang yang sama dari toko yang berbeda-beda karena mengincar bonusnya. Kemudian barangnya akan dijual lagi tanpa bonus (atau disimpan untuk backup).

Waktu lewat arcade center, penyakit GILAGASHAPON saya kumat lagi. Saya memang didiagnosis terkena penyakit ini sejak menginjakkan kaki di Animate Ikebukuro. Di sini gashapon benar-benar buanyak buanget macamnya, dan ada satu series yang bikin saya pengen dapetin lengkap.

Benda ini bikin saya gila. #TOLONGLAH


Set ini adalah musuh bebuyutan dompet saya. Nama serialnya adalah Biblia Koshodou no Jiken Techou, tapi waktu itu saya gak tau itu apa, pokoknya GASHAPON MBAK-MBAK RANDOM YANG BAJUNYA BAGUS LAGI BACA BUKU DENGAN POSE SO DEEP. Bahkan sampai saya pulang pun tetep gak bisa dapet empat-empatnya, untungnya yang kembar-kembar bisa saya jual lagi di toko anime. Sepertinya luck saya malah kebuang di gashapon soul gem madoka magica yang bisa nyala, dimana saya dapat soul gemnya Madoka (yang sekarang saya pegang) dan nyoba lagi dapet Homura (yang sekarang dipegang Risse). But what I want is GASHAPON MBAK-MBAK RANDOM YANG BAJUNYA BAGUS LAGI BACA BUKU DENGAN POSE SO DEEP :v/


Silau-Man the Movie! 
Yang ternyata gak bagus-bagus amat karena 95% cuma recap. BOOOOO!

Spoiler for Madoka movie 3: Homura now able to summon her persona.

Tadinya saya berencana mau beli figure JoJo satu, tapi sepertinya
harganya gak ada yang manusiawi (its over nine thousand!)

Semakin lama, toko yang kami kunjungi semakin obscure. Bahkan ada yang pintu masuknya gak jelas. Ada sebuah tangga menuju ke bawah diantara dua toko, tanpa ada papan nama atau apa. Baru setelah kami jalan ke bawah, dafuq, ternyata itu toko. Jadi sepertinya lantai underground dari toko yang di atas dipakai oleh toko lain. Dan mereka beda toko, karena itu dari toko yang di atas tidak ada tangga ke bawah/toko itu. Kalau bukan karena ditemani seorang pemandu, dijamin toko-toko ninja yang model kaya gini bakal terlewat.

Jalan-jalan continued, dan di tengah perjalanan OO-san bertanya: ngomong-ngomong, apa kalian into Touhou? And the answer is, nope lol :v (teryata senpai saya juga tidak ngikutin Touhou). But we visited the Touhou shop anyway. Kalau anda Touhoufag, dijamin toko tersebut bikin anda menggila. Karena saya bukan, jadi tidak begitu ngefek. Or more like, banyak barang yang berhubungan dengan in-joke Touhoufag, yang saya jelas nggak mudeng. Tapi anda bukan otaku kalau tidak punya character Touhou favorit. Char fave saya adalah Mokou, tapi saya tidak menemukan Mokou related item yang menarik perhatian. So I bought Houraisan Kaguya keychain instead for the Lunarian NEET Princess, Risse :v (dan setelah pulang saya baru inget kalau salah seorang teman dekat saya adalah penggila Marisa, tapi saya malah lupa gak beliin apa-apa buat dia :v.. sorrylol)

Tidak terasa hari sudah malam. Memang beda feelnya kalau jalan-jalan dengan expert, tidak pake acara bingung habis ini ke mana. Tapi hebatnya, biarpun sudah berjalan non stop dari pagi, sama sekali tidak terasa capek. OO-san juga sependapat. Baru kali ini jalan-jalan di Akiba seharian tapi nggak capek sama sekali. Mungkin intensitas excitement tiap orang saling berinterferensi dan menguatkan (mari kita namakan ini dengan Teori Gelombang #YOLO :v).

Lalu, dengan datangnya malam apakah berarti sudah saatnya untuk pulang? Oo tentu tidak, kan saya beri ..err, maksud saya, masih ada plan tambahan, yang sebenarnya sudah terpikirkan untuk mengisi hari itu, in case gak ada acara lain; yaitu antara pergi ke tokyo tower, atau naik passenger boat di sumida kawa. Dua-duanya adalah plan yang paling efektif jika di execute di malam hari. Dan akhirnya keputusannya adalah Tokyo Tower.

Orang ini pernah membuat quote yang SO DEEP saat adegan di menara Tokyo: “Jika kau berada di Tokyo Tower, kau tidak bisa melihat Tokyo Tower itu sendiri”. Dan melihat nature nya Petit Cossette (anime super edan kolaborasi Shinbo dan Kajiura, jauuuuuuuh sebelum Madoka Moegica) yang bertema tentang obsesi dan posesifme, I think the quote is referring that if you’re too deep inside your own love, you can not see what is love itself. Tapi alasan saya tidak cuma pengen delusi chuunibyou jadi Eiri Kurahasi di sana, alasan kedua saya adalah ini.


 AKAKAKAKA, lebih parah lagi desho :v 

Sebenarnya waktu kami ke sana, Tokyo Tower sudah diambang kehancuran karena dragon of earth dan dragon of heaven sedang bertaa.. #TOLONGLAH #chuunibyoakut, maksud saya tempat tersebut tutup jam 10 dan kami datangnya sudah mepet. Tapi untunglah berkat bantuan putri Hinoto kami masih dapat antrian masuk.

Ada dua observatory di Tokyo Tower, main dan special. Dan seperti yang saya bilang, kalau anda pergi ke tempat-tempat tujuan wisata mainstream, dijamin kena damage yang lumayan ngefek ke dompet anda. Untuk ke main observation, tiketnya sekitar 800Y. Tapi apalah artinya ke tokyo tower kalo cuma sampai di tengah-tengah. Untuk naik ke special observation anda harus bayar lagi 600Y. Jadi total sekitar 1400Y keluar buat naik ke menara legendaris ini.

Tapi tak apalah kalau untuk satu ini. SAATNYA CHUUNIBYOU LAGI! 
PLAY THAT NOSTALGIC AJEB-AJEB BGM!


UWOOOO I CAN SEE LOTS OF RANDOM FEATHERS FALLING FROM THE SKY!!! AI SUREBA AI SURU HODO TSURAKUUUU, BOKU NO OMOI WA IKIBA WO NAKUSHITEEE Somewhere above pasti lagi ada angsa-angsa terbang yang bulunya mbrodoli (apa ini bahasa Indonesianya :v?) karena shampoo dan conditioner nya gak cocok.




Entah kenapa saya malah inget Aimer kalo lihat kota pas malem dari atas kaya gini.




A mysterious BALL! BOLA siapakah itu? kenapa cuma ada satu :vc?!

Setelah puas muter-muter di atas, kamipun turun dan meluangkan waktu sebentar buat lihat-lihat toko merchandise di main observation deck. Nothing really interests me in particular. Kecuali keychain hello kitty in Tokyo tower, yang for some reason too irresistible untuk tidak dibeli buat oleh-oleh. Waktu kami sudah mau pulang, pas tempatnya mau tutup. And that concluded the Tokyo Tower field reportage. Sebelum pulang menuju penginapan, OO-san mengajak makan malam. Actually saya type orang yang kalau sudah kemaleman mending gak usah makan, dan di dobel besok paginya. Tapi karena basically bukan makannya yang saya incer tapi ngobrol selama makannya, jadi saya tidak menolak.

Dan memang benar kata pepatah, beberapa pembicaraan besar terjadi di meja makan. We talked a lot, covering a lot of things, both serious and mundane. Sasuga perjamuan makan malam para wizards. Meskipun beberapa hal diantaranya off the record buat ditulis di sini, but I can share some of  the stuff that passes the editor’s cut :v

First, regarding having trip with a partner. I recommend you to do so. Karena seperti yang sudah saya tulis di post sebelumnya, terasa sekali perbedaan tekanan mental saat nyasar sendirian dan nyasar bareng orang lain. Sedangkan kelemahannya adalah, 100% chance pasti akan terjadi clash dengan partner perjalanan anda. Biarpun anda sudah memilih rekan perjalanan yang paling enak, nyambung, bisa dipercaya, tidak troublesome dll, tetap saja, saya jamin pasti akan nada situasi dimana anda clash dengan orang tersebut, bahkan sampai memicu perdebatan yang cukup intense. Ini karena dari, katakanlah 10 prinsip hidup yang anda anut, tidak semuanya sejalan dengan partner anda. 6 atau 7 kesamaan prinsip itu sudah cukup bagus compatibility nya. Dan jika terjadi clash, jalan keluar terbaik menurut saya adalah dengan toleransi dan berusaha menseimbangkan prioritas dari kedua belah pihak. Be flexible.

Some other points, you may agree or disagree with these because its very subjective (dan saya tidak percaya dengan teori kebenaran mutlak; tidak ada hal yang benar-benar benar di dunia ini) but these are what I thought after and during the conversation:

Jangan boros dengan membuat pengeluaran-pengeluaran #YOLO kecil dalam frekuensi tinggi, tapi menabunglah untuk pengeluaran #YOLO besar yang mungkin hanya bisa terjadi sekali dalam hidup anda.
Jangan membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak membawa perubahan. Misalnya complain, hate post, trolling for the sake of lulz, or even philosophical discussion. Do things that give you benefit, kalaupun tidak secara langsung at least bisa berguna somewhere in the future.

Listen to other people. People like being heard. Meskipun mungkin sekilas terasa seperti bertentangan dengan poin di atas, because it seems like a time wasting activity, tapi ada efeknya nanti. Of course you must select the person carefully. If they are the kind of people who wasted their time by complaining/talking to others, better to ignore them.

Keep your profile low, except when the situation demand you to stand and show your fang. This is pretty explanatory.

No matter what you do, there will always be people who hate what you did. You can’t please everyone, that’s obvious. Try pleasing everyone and you’ll ended up with more people hating you than when you try to please only some groups of people. That’s because deep inside each person, everyone has their enemy. Or to be precise, a group/type of people that they don’t like. Let’s be nice to each other? What do you think this life is? A mahou shoujo tv show?

And to make life becomes more.. colorful, not only that there will always be people who hate you, but there will always be people who misunderstand you. Beberapa diantaranya bisa diatasi setelah komunikasi dua arah dengan penjelasan yang baik dan tepat sasaran. Some of them can’t be helped, karena meskipun anda sudah berusaha menjelaskan dengan berbagai cara, mereka tetap tidak paham. Tapi beberapa diantaranya bahkan tidak mau berusaha mendengarkan sama sekali. Well tapi ini sebenarnya tidak perlu terlalu dipermasalahkan. Everyone life with their own way. You just have to deal with it.

Take side in everything. Life wants you to do so. Dalam hidup, anda akan bertemu dengan pihak-pihak yang berseberangan. Kadang anda bisa menghindar, tapi ada juga kasus dimana anda tidak bisa lari dari itu, mungkin karena orang yang terlibat benar-benar dekat dengan anda, or you just simply have to choose, and sometimes, both of the choices aren’t a good one. Kalau anda berada di dalam serial fiksi animu, there’s always an epic-win resulting third option. The bad guy wants you to choose between A or B? Screw that, I go with C and I’m going to win! Too bad IRL it doesn’t always work like that. Sometimes, or most of the time, C’s result is worse than A or B. When you are in this kind of situation, you must choose a side. Doing nothing, or choosing both side, sometimes is a bad, bad idea. Think well, then make decision.

And last, eventually, no matter of everyone’s opinion, YOU are the one who make your choice. Jangan gunakan something like, soalnya dibilangin sama X, atau nanti dibilang [insert kata sifat] sama Z or etc. Stop that. You are responsible of your own action. Semua orang boleh berpendapat tentang anda dan apa yang sebaiknya anda lakukan, tapi apa yang akhirnya anda lakukan dan konsekuensi dari pilihan itu, itu tanggung jawab anda.

Pretty boring, headache inducing stuff huh :v? Lets back to animu talking instead.

Moe is abundance. You shouldn’t get into it too much. Once you go there, you will understand what I mean. Here we tend to spend the money fruequently each time an interesting item appears. That’s because it has a sense of exclusivity on it, even if the price is sometimes ridiculously illogical. I’m not saying that buying things is wrong, it’s that after seeing so much stores and shops, you’ll learn to think clearly before deciding to buy the item.

Eroge is serious bussiness (said OO-san). He said something like, the selling rate is healthy. That’s why even if there are people who pirate galge, it doesn’t do much effect to the maker (or more like, I don’t think overseas people who download galge is large in number, its not anime that you can get a translation (fansub) version fast, playing eroge (the heavy text one) need a dedicated player who either can deal with pseudo-gibberish translation, or can actually read japanese runes :v).

And there ather things too, but I’ll save it for the last part of this travelogue post as closing. Hari sudah menjelang tengah malam ketika jamuan makan malam para wizard berakhir. Kamipun kembali ke tempat peristirahatan masing-masing. From the road, the full moon was shining beautifully..


(to be continued)

Coming up next: The Ascend 

3 comments:

Mide said...

saya pernah baca doujin dengan artwork sama persis seperti yang Anda spoiler di simpenan HD orang :v

btw, baca post2 travel sampeyan saya jadi galau sendiri, jelas saya pingin ikutan ini dan saya udah janji udah ke sana bersama teman sesama fangirl, tapi...tapi ibu saya mendorong untuk ibadah dulu sebelum ziarah ke sini :v

....kenapa hobby saya mahal sih u_u

Neohybrid_kai said...

pfft mirip sama yang mana? kuroki hidehiko atau tohzai?

anda benar, pada dasarnya hobi seputar fandom ini memang kontradiksi sama ibadah, tapi kalau saya malah mentingin ini duluan, biar kalau sudah puas bisa fokus ke yang lain :v (disamping karena ada kesempatan juga sih), soal ini ntar kayaknya mau saya tulis di bagian final part. oh dan satu lagi, kalau anda ikutan style saya (yolo first ibadah later :v) wajib hukumnya untuk bisa tau kapan merasa puas, kalau anda tipe yang gampang ketagihan, hancur sudah :v

Anonymous said...

lol.. ane kebanyakan browsing tadanohito nih, udah baca semua yg di spoiler.. <(")

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime