Monday, September 23, 2013

The traveler's journal of a certain sorcerer (PART 5)

11 comments
Sebelumnya terima kasih banyak untuk respons yang cukup overwhelming, baik yang comment di fb maupun ngeshare postingan blog ini. Saya kira setelah cukup lama ditinggalkan, sudah tidak ada lagi yang mengikuti artikel di blog ini. Ternyata masih cukup banyak yang suka. Baiklah kita lanjutkan saja.

WARNING: postingan kali ini SO HARDCOORE. Jika anda tidak mesum, mungkin isinya tidak akan cocok bagi anda. Meskipun demikian, saya sudah (susah payah trial and error dan akhirnya bisa) memasang tombol spoiler untuk bagian yang NSFW jadi jika anda ingin melewati bagian ero (kali ini saya menulis cukup serius dan cukup panjang) maka anda tidak perlu mengklik tombol show spoiler (tapi saya yakin setelah dibilangin begini anda pasti jadi ingin mengkliknya).

Previously on  The Traveler's Journal of A Certain Sorcerer

PEDANG, PEDANG DIMANA-MANA..

Harusnya saya masuk ke cafe.. orz

KONNA KIIMOCHEEEEEEEE SHIRANAKYA YOKATTAAA MOU NIDO TO AERU KOTO MO NAI NO NIIIEEEEEEEEEEE

This post is brought to you by

Minuman pria-pria kesepian. Mengandung 0% alcohol, 80% wedang jahe aseli, 10% cinta dan 10% kegalauan. Menghangatkan badan, hati dan jiwa.




DAY 4 – SUNDAY AUGUST 18

Hari keempat. Semua tempat yang ada di list lokasi pilgrimage saya sudah dikunjungi (sebenarnya masih ada chapel yang dipakai sebagai model gereja mansion rokkenjima di Ueno, tapi salah saya sendiri tidak bikin plan ke sana, agak nyesel juga sih –siapa tau 10 ton emasnya Mbahe masih ada di sana). Karena the big list saya sudah banyak yang ter achieved, jadi sekarang gantian saya yang nemenin senpai saya ngikutin plan nya dia. Senpai saya bukan full fledged otaku, meskipun dia lebih suka moe daripada saya (nah lho, gimana logikanya coba), jadi list spot yang dia ingin datangi kebanyakan public place and art centered, seperti fashion street, taman kota dan kuil. And today’s plan is Harajuku street.

The “coming at Sunday” part is also part of the plan, karena yang namanya lokasi publik pasti ramai kalo pas hari Minggu. Setelah sarapan gyudon di Yoshinoya, we began entering the street famous for its fashion. Dan memang begitulah, Harajuku dipenuhi dengan banyak oshare girls dengan dandanan yang fashionable (once again I cant take the picture of crowds karena sungkan orz). Lots and lots clothing store with unique and various items that probably can make a decent girls goes wild.





Satu-satunya foto crowds yang terambil :v
(dan malah bukan pas di pertokoannya)

Finished with Harajuku, we moved onto the next location: Meiji Jingu, because its located near Harajuku (this is also part of the plan). Meskipun areanya dekat dari stasiun, tapi jalan masuk ke kuil utamanya dari gerbang masuknya sendiri cukup jauh (dan nantinya saya akan bolak-balik melewati jalan ini berulangkali :v) sehingga kami cuma berencana mengunjungi main shrine nya saja (bukan soal capeknya, tapi lebih karena waktu, soalnya kalau anda sudah 3 harian di sini, dan kalau dasarnya anda memang sering jalan kaki sebelum jadi hikki NEET atau pekerja kantoran, niscaya kaki anda sudah beradaptasi kembali menjadi mode pengembara :v). During the walk, there are several interesting things to see.


Entrance
 Here is where you start the long walk

 Anggur merah yang selalu memabukkan diriku kuanggap belum seberapaaa..




..dahsyatnya #plakk



Before entering the shrine, you must wash your hand and mouth, jadi ada semacam tempat wudhu dengan gayung di situ :v (not sure what its called). Di dekat gerbang masuk kuil utama ada toko souvenir (yang harganya muahal-muahal) yang dijaga oleh miko (yay mikoo \:v/ tapi sayang gak ada yang pake megane warna merah :v).



Karena gak boleh di foto mikonya jadi saya motret tokonya (er, yang gak boleh difoto miko nya kan ya :vc?)

Orang ini pergi ke kuil dengan apparel otaku. GASAK Y U NO LAGI TASNYA. 
THIS MAN IS SO BADASS.

Senpai saya membeli beberapa item buat oleh-oleh (IMBA), sementara saya yang gak punya budget buat itu hendak memasuki kuil, but wait a minute, whats that? Saya baca di bagian samping toko ternyata ada omikuji, dan biayanya cuma 100 yen!! So tempting! Tapi ramal-meramal adalah hal yang cukup sensitif dalam religion saya. Tapi saat saya baca lagi di sana tulisannya poem drawing, dan ada 2 versi, english dan japanese (imba juga), jadi mungkin sensenya bukan ke ramalan. Ah whatev :v coba aja deh. Setelah memasukkan koin 100 yen, miko yang jaga pun memberikan semacam tabung dan dan anda mengambil some stick with number on it setelah mengocoknya, lalu miko akan mengambil amplop sesuai dengan nomer yang diperoleh. Dan inilah isinya.


SO DEEP.
CAUSE I FEEEEEEEEEELLLL

Main shrine's entrance, it has two gates

Good things pas ke sana pas mendekati jam 12 siang, karena setelah sampai main shrine, beberapa saat kemudian ada semacam sembahyang yang diawali dengan bedug or something, quite an interesting sight. Hoo ternyata begitu toh ritualnya (but I don’t want to take photo because it’d be impolite).

Setelah itu saya muter-muter mengambil beberapa foto.

 Look! prayer tablet! lets see what's written in there

What the..

Lalu saya mengambil foto pohon yang sepertinya keramat ini.



Then trouble came :v

Saya terpisah dengan senpai saya. Memang aula depan main shrine ini sangat luas, ditambah waktu itu sangat ramai sekali (mungkin karena hari minggu juga). Dan hape saya cuma bisa nerima sms tapi tidak bisa mengirim sms dan menerima telpon (sepertinya karena pulsanya gak cukup buat biaya roaming lol :v). Out of desperation, saya jalan ke pintu masuk yang paling depan (entrance ke area kuil), dan pas sampai situ ada sms masuk, ternyata senpai saya masih di kuil. Jadilah saya jalan balik lagi ke main shrine, tapi pas sampai di sana (lagi), ada sms masuk dari senpai saya yang isinya ketemuan di Asakusa (penginapan) saja. Di sini terjadi EPIC misunderstanding. Saya mengira maksudnya adalah, karena sudah terpisah, lanjutkan sesuai plan masing-masing, nanti ketemunya langsung di inn aja malamnya. Alrite then. Aslinya rencananya setelah dari Meiji ke Akiba sebentar, karena ada janji dengan lucky bastard #1 aka Kiravelyn Aya, yang sekali lagi bikin rencana ketemuan di tempat yang belum pernah saya datangi (hence, it would be failed again later), lalu ke Yoyogi Park. Saya pikir karena cuma saya yang punya kepentingan di Akiba jadi mungkin senpai saya langsung ke Yoyogi.


Saw two lolis with bow on the way back. Perbedaan ukurannya yang kontras, small girl with big weapon image, is moe.

Jadi sayapun balik keluar, bingung dimana lokasi stasiun terdekat, nekat nanya pak polisi yang lagi jaga jalan deket situ, ditunjukin arah, ketemu elevator (lolwut! Saya tadi gak tau ada elevator yang langsung nyambung ke stasiun), lihat ada telpon umum dekat situ, nyoba hubungin Aya pakai telepon umum, gagal karena gak mudeng cara pakenya, masuk ke elevator, langsung sampai di dalam stasiun (ihwaw).


Oh noes, saya diikuti Golgo! Pasti karena ngambil foto loli tadi

Di depan mesin penjual tiket, saya cek jalur ke akiba, semua pakai kanji, lihat tablet daftar harga, semua nama stasiunnya pakai kanji juga.

:v…….

Welcome to “one day = one more knowledge about japan train railway” part, again. Di beberapa stasiun, terutama stasiun besar, peta jalur kereta api dan tabel harga ada 3 versi, romaji, kana, dan kanji. Easy moodo. Ada juga stasiun yang cuma ada peta dengan nama stasiun tertulis dalam kana. Ini cukup bikin panik kalau anda cuma bisa baca romaji, tapi masih belum begitu susah, kalau anda punya moekana nya Danny Choo pasti bisa (lho kenapa saya malah promosi :v). Dengan 2 fakta itu, sebelumnya saya tenang-tenang saja, karena sudah menguasai bepergian memakai kereta level basic (baru basic! Karena nanti saya dikasih tau versi advance nya), tapi setelah sampai di stasiun ini, ternyata ada juga stasiun yang CUMA ADA PETA DAN TABEL HARGA DALAM KANJI :v… oh shi-

The good news is, kalau anda menguasai kanji basic, bagian membaca peta jalur kereta akan terasa seperti memecahkan puzzle. Dengan melihat peta anda akan tahu stasiun mana kira-kira yang dituju. Lalu lihat kalau ada kanji yang bisa dikenali, biasanya seperti kawa, bashi, machi, ue, ki, kanji pengulangan/dobel. Di peta juga ada harga tiket di bawah tulisan stasiunnya. Lalu lihat ke tabel harga, disana memang cuma ada nama stasiun dan harga tiket, tapi nama-nama stasiun itu sudah diurutkan berdasarkan huruf depan; a i u e o, ka ki ku ke ko, dst. Jadi jika anda bisa membaca kanji di tengah atau belakang, tinggal cari di tabel, pasti ketemu huruf depannya. Dengan cara itulah akhirnya saya tahu tiket harga berapa yang harus dibeli.

Di dalam kereta, saya mengamati satu hal lagi. Di sana cewek pasti tidak mau pegangan di pegangan tangan yang menggelantung di kereta. Lebih milih nyender tiang dekat pintu, atau melipat tangan dengan so cool. Padahal berdiri di kereta tanpa pegangan membutuhkan keseimbangan ekstra, jadi setiap kereta membuat pergerakan yang cukup berasa, mereka akan mengatur ulang posisi kaki, *set*set* (are they secretly training kungfu or something?). Beberapa malah lebih hardcore lagi, karena mensinkronisasi keseimbangan kaki sambil mengoperasikan telepon genggam (di kereta, anda tidak boleh menelepon/menerima telepon, telepon harus di silent, tapi anda masih bisa menggunakan hp untuk browsing atau email, basically apapun selama tidak berisik. Btw jika anda duduk dekat priority seat, hp anda harus dimatikan –or so the sign said).

So here I am, arrived at Akiba once again, alone. Know what’s that mean?

#YOLOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO

Karena kali ini saya naik pakai kereta JR, sementara kemarin punya Hibiya, maka pintu keluarnyapun beda (atau mungkin saya accidentally milih pintu keluar yang berbeda). Begitu keluar, saya langsung disambut oleh loli-loli.

2D, I mean.
Kalau benda ini yang kemarin dibawa ke AFA instead of Love Live, 
kayaknya otaku lokal bakal makin menggila.

But Ikemasen, Ojou-sama! blog is not about loli! Its about boobs! Let’s look for boobies instead!


Granted, instantly

Not enough! Need bigger pic! Zoom in!


OHHH WHAT A CUTE RABBIT!
#BLATANTLIES

Karena langsung keluar di tempat yang diharapkan, the anime area I mean, jadi saya bisa langsung ber#YOLO. Belum apa-apa di depan sudah ada 3 toko yang berjejer; the infamous Tora no Ana, Animate Akibahara dan 1 lainnya saya lupa. Animate berisi barang-barang dan merchandise official seperti halnya di Ikebukuro kemarin, sementara tora no ana, well, if you’re veteran enough, anda pasti tahu apa isi toko ini. Lantai demi lantai terlewati dan akhirnya sampai juga ke tempat ERO DOUJIN \:v/!! Dan beruntung saya ke sana habis comiket selesai, karena banyak benda-benda comiket menghiasi rak, or more like, hampir semua yang ada di rak di lantai doujin SFW dan doujin NSFW (di lantai atasnya) isinya benda-benda comiket cummer kemarin. Doujin-doujin bertumpuk di atas meja display seperti obralan baju di supermarket akhir tahun. Otaku-otaku memadati ruangan yang sempit berdesakan seperti riajuu di mall-mall saat ada diskonan menjelang hari raya. Karena saya datang ke situ sendirian, perasaan yang terjadi benar-benar epic. You can’t run from your fate. Your otaku soul hear The Calling! Saya muter-muter entah berapa lama di situ sebelum akhirnya keluar dengan puas setelah membeli beberapa doujin, termasuk satu dari Circle Yang Namanya Tak Boleh Disebut.
:v

Keluar dari lubang harimau, saya baru nyadar kalau tingkat kehausan saya sudah hampir limit break. Udara saat itu memang sangat panas dan saya belum minum lagi sejak terjadi insiden di kuil Meiji tadi. Saatnya merefill cairan. ..Tapi saya tidak melihat ada vending machine in vicinity. Oh shit. Akhirnya saya berjalan ke arah random sesuai insting dan setelah 2 blok akhirnya ketemu juga. Ahhh akhirnya nyawa saya terisi kembali.

Perjalanan berlanjut, dan karena saya adalah orang yang buta arah kalau di tempat-tempat baru, maka sayapun nyasar lagi. Pertama, ke sebuah toko dimana di dalamnya terdapat figure Belldandy-cwaan dan saudari-saudarinya dalam skala 1:1.




UWWOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOHHHHHHHHHHHHHH!!!

Beginilah harusnya figure yang dibuat 1:1 itu. Bukan Meguca or Menma. Its still has enough anime influence to rub your vveaboo pride, but its also has statue feel jadi riajuu yang melihat bakal bisa anda tipu dengan bilang kalau itu itu patung yang punya nilai seni, sebelum mereka sempat ngomong: itu sailor moon yach?

Di tempat lain, saya (akhirnya!), bisa melihat salah satu benda yang selama ini cuma bisa lihat di internet, makaizou. Kalau anda tau apa itu makaizou (devil modification), pasti saat baca ini anda senyum-senyum sendiri. Kalau tidak tahu apa itu, silahkan google image makaizou, tapi pastikan anda tidak sedang berada di tempat ramai, atau ada orang lain di belakang anda ya.

Harus diakui memang kalau makaizou memang imba, seimba harganya yang sampai 40,000Y. Sasuga pervert no kuni, kreativitas tiada batas. Foto? Sayang sekali, di bagian itu tidak boleh taking picture. Jadi yang bisa saya lakukan hanyalah memandanginya dengan tatapan mesum (kalau anda tidak melihat makaizou dengan kemesuman, berarti ada yang salah dengan diri anda) dan bersyukur karena saya cukup miskin untuk tidak kuat membeli benda yang tingkat racunnya terlalu hardcore tersebut.

Have yourself some PEDANG instead

Ke-nyasar-an pun berlanjut. Kali ini ke sebuah toko bernama Asobit City. Di sana saya cuma mau lihat-lihat bagian figure, tapi saya salah turun lantai. Pintu elevatorpun terbuka, dan, loh kok, mecha semua? Rupanya itu adalah lantai untuk plastic model. Sayapun mencari tangga untuk naik 1 lantai lagi, tapi, wait a minute, whats that? Diantara box-box mecha dari Valvrape The Viberator (yang di sebelahnya ada monitor yang memutar klip ERU ERUFUUUUUUUUUUU, ada benda ini.


UWOOOOGH!!!!!!111 Salah satu target saya memang membeli item yang berhubungan dengan FSS (tapi karena figure punya Volks harganya impossibru, jadi mungkin saya bakal beli artbook) tapi diluar dugaan, saya sama sekali tidak menyangka bakal nemu ini. Plamo nya Five Star Stories bikinan Wave Corporation. ZOMG THIS IS SO VINTAGE!! Mungkin keluaran tahun 90an karena animenya keluar tahun ’89. Screw gendum, kalau saya pengen nyoba ngerakit robot-robotan, this is definitely what I must pick. Dan harganya cuma 2000-3000Y! Great! Tapi ada satu masalah first world problem: pilihannya ada banyak, saya harus beli yang mana :v

Saya tidak bercanda, mungkin selama 10 menit saya terdiam berdiri di depan raknya sambil pegang box seperti anak SD yang bingung saat diberitahu ortu mau dibeliin mainan tapi cuma bisa milih satu. Boxnya memang boleh dibuka sehingga saya bisa melihat isinya, tapi itu malah bikin saya tambah mayoi mai mai lagi /:v\ Mortar Headd (istilah untuk mecha di serial FSS) untuk level prajurit jelas out of question kalo saya (saya mau yang FABULOUS MAX!). Jadi pilihan saya tinggal K.O.G aka Knight of Gold, robot setinggi 15 meter dengan berat 100 ton, yang diberikan oleh Amaterasu dis Gran Grees Eidas IV kepada Gibih Lachesis Fanatic B Amaterasu Guiress sebagai mas kawin (LITERALLY, karena terbuat dari emas :v) sebelum mereka terpisah dan akhirnya bertemu kembali lima ribu enam ratus tujuh puluh milyar tahun kemudian (OOOOOOOOOHHHHH MENGHARUKAAAAAAAAAAANNNNNN *nangis). Tapi masalahnya, Knight of Goldnya ada 3 versi. Nah lho.

Knight of Gold I: Lachesis adalah yang paling iconic di sepanjang sejarah FSS, dilengkapi dengan buster launcher, ini KOG yang terlihat paling mantap jika dipandang dari image siap-perang nya, tapi secara visual dan estetika K.O.G I di bawah K.O.G II dan III. K.O.G II: Patraqushe Mirage punya desain mahkota yang so hipster, tapi buster launchernya hilang. K.O.G III secara teknis adalah yang paling imba, tapi pedangnya ilang dan senjatanya sudah berubah jadi busur (atau mungkin lebih tepatnya Kyuudo) dan sekarang saya taruhan anda pasti sudah bosan dengan penjelasan fanboy saya dan isu first world problem yang saya hadapi :v 

Setelah menimbang-nimbang sangat lama, akhirnya saya putuskan buat beli K.O.G Lachesis. Keluar dari situ, saya nyoba jalan ke arah yang berlawanan dan ternyata itu adalah daerah yang kemarin sudah saya lewati. Berarti saatnya backtracking ke tempat-tempat yang kemarin dikunjungi. Pertama, ke Liberty dimana ada figure Kuroyuki Hime dan Tokiomi Tohsaka yang ingin saya beli. Saya bukan fans Accel World, in fact saya malah gak ngikutin animenya, tapi figure yang kemarin saya lihat cukup bagus, elegant yet badass at the same time. Not to mention ukurannya lumayan besar dan harganya MURAH (cuma 1000Y). Maka masuklah saya ke lantai dua toko tersebut dan OOOOH SHEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEET. 

Figurenya HILANG.

APPAAAAAAAAAAAAAAAAAA??

Dan bukan cuma itu saja! Tapi figure Tohsaka Tokiomi dan loli Tohsaka Rin yang cuma 900Y juga ikut hilang!!

OH TIDDAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKK
AKKK
AKK
AK
*bergema*

Demi menghibur penulis, saya akan mengupload foto ayah dan anak yang heart warming (no there's no sexual connotation in this pic, if you want some ero, bersabar sampai paragraf bawah :v)


Di rak yang kemarin terpajang kuroyuki hime, sekarang diganti dengan deretan figure dari serial Photokano, yang, meskipun ada satu yang menarik perhatian (the meganeko one, saya gak nonton animenya thou, jadi gak tau itu siapa :v) dan sama murahnya tapi saya sudah terlanjur iritasisasi emosi statusisasi labil etc jadi sayapun langsung out (mungkin ini perasaan mbak-mbak riajuu kalo ada baju yang bagus di toko pakaian dan pas ke sana lagi ternyata barang yang diincernya sudah gak ada). Sayapun cabut ke toko kedua dimana disana ada figure Hanekawa Tsubasa mai waifu yang harganya juga murah.

Figure yang saya maksud sebenarnya adalah figure dari arcade crane machine/UFO catcher  yang bisa anda menangkan hanya dengan 200Y (KALAU anda bisa mainnya –disana banyak UFO catcher dengan cost antara 200-400Y dengan prize yang IMBA SUGIRU, mulai dari figure sampai bantal dan dakimakura), tapi kalau anda have no confidence dengan skill anda, anda bisa membelinya dengan harga sekitar 5-6x lipat dari nominal coin per play. Tapi, tidak semua figure dijual terpisah atau satuan. Kadang ada versi dimana harus membeli 1 set dari figure yang ada di UFO catcher tadi. Yang dalam kasus saya, Hanekawa Tsubasa dan Shinobu Heart Under Blade dst. Karena Hanekawa yang satuan sudah tidak ada, jadi saya terpaksa beli yang sepaket sama Shinobu (ntar dijual juga pasti ada yang mau, pikir saya –dan memang begitulah, karena sekarang figure itu sudah terbeli :v).

Di toko tersebut juga ada figure donyatsu, anime aneh bin gaje senengannya Risse tentang kucing tapi donat, donat tapi kucing, ntahlah. Yang jelas karena Risse nitip dibelikan, jadi saya harus membelinya. Tapi, kenapa yang ada cuma donyatsu yang standar? Padahal dia mintanya yang hitam dengan glazed sugar warna pink (aihh ribetnya) jadi akhirnya saya hold dulu. Dan itulah pengalaman saya selama berapa jam saya muter-muter di toko-toko berhala.

Tujuan selanjutnya adalah Shosen. Ya, tower of book yang imba itu. Saya langsung naik ke atas ke bagian artbook and grab the art of Kotonoha no Niwa yang penuh dengan SO MUCH FEELS (interesting bit: senpai saya akhirnya juga tertarik beli buku ini, tapi setelah mencari-cari di tempat lain, hanya di Shosen lah kami bisa menemukan buku ini, entah kenapa, mungkin karena buku ini hanya ada di tempat yang tinggi #halah). Dan karena salah satu target saya adalah beli JoJo related, akhirnya saya juga membeli artbook JoJo (yang karena isinya ternyata arc 1-4, sementara saya lebih menyukai yang lebih modern, akhirnya saya jual ke seorang fans JoJo di Bandung). The last artbook I bought, kalau anda ikut gathering pas AFA ID kemarin pasti tahu, *brace yourself, fanboy mode: ON, is this.

Sei shoujo’s artbook: LEWDNESS ~Vita Sexualis~

Karena mungkin saya bakal jarang punya kesempatan buat mengupdate blog dengan post panjang seperti ini, jadi sekalian saja saya tulis tentang Sei Shoujo.

Silahkan klik untuk bergabung membaca artikel gemerlapnya dunia fana.

Okay. karena anda sudah mengklik, jadi saya asumsikan aman untuk menampilkan gambar ini sebagai pembuka.

What is your first poison, gentlemen? I’m talking about the first gate you opened, that bring you into the lustful world of hentai, ero, adult only, plat ungu, whatever you call it. Some people, or maybe most of the people went trhrough the escalated way, starting from ecchi or borderline hentai, making their way closer and closer to the limit, and eventually arrived at vanilla level, before (some of them decide) that its not enough and search for more thrill, craving for the more and perverted materials, and finally reach the point of no return.

There’s another way. A friend of mine has a special case. He’s already getting into porn since he was a kid (not sure how, or why, I never asked him), by the time he reached teenage years, he already bored and fed up with real porn, and see the 2D porn as the more exquisite material. So he became otaku.

Mine is different from both of the above. The first eroge ever I played, was this.


Can you hear the sound of the invitation? Of its temptation? The hidden thrill and ecstasy, yet at the same time you can feel the dark atmosphere behind. Something you feel not quite right. But its so alluring. You tried to fight but eventually you gave up. Because you need something that you know that darkness can give you. A catharsis. A release from all the emotional tension this fucked world has lay upon. So you gave up. To your desire. OH DESIREEE, YAMI WO KIRISAKUUUU. Now, listen to this one.


Pretty melody, isn’t it? It sounds sweet and calming yet sad at the same time. If you played this song in front of everyone, a normal crowd, I bet they’d enjoy listening despite they wouldn’t know that it’s a BGM from an erotic game circa 1995.

Ketika awal-awal main Nocturnal Illusion, saya tidak tahu kalau itu eroge (I happen to stumble upon the shortcut in my uncle’s PC at time I was a first year high school kid). Dimulai dari main menu dengan musik yang so haunting tadi, lalu diberikan narasi tentang main character yang pergi mendaki gunung seorang diri saat liburan musim semi untuk melepaskan diri dari semuanya (kalau saya muak saya menggila, probably something like that :v). Naas, badai besar datang dan diapun pingsan.

Ketika siuman, dia menemukan dirinya terbaring di sebuah tempat tidur setelah bermimpi merasakan kenikmatan yang superior. Turns out the misstress of the mansion is really having sex with him while he’s unconscious to keep the protagonist body warm and regain his consciousness. Waktu sampai bagian ini baru saya nyadar, ooops, just what in the world I just read? Tapi setelah adegan ero tersebut, game kembali pada naturenya, point and click mystery text adventure. Anda menjelajah area mansion misterius tersebut, memilih command seperti look, hear, examine, talk dsb, menganalisa object, berinteraksi dengan karakter lain, trying to figure out just what the hell the place you’re actually at now.

Banyak hal yang terasa janggal. Yang paling terasa adalah penghuni mansion yang masih menggunakan perabot dari jaman dahulu, dan bukan itu saja, tapi pakaian yang mereka pakai juga baju-baju jaman dulu (apa mereka tidak pernah keluar dan melihat perkembangan jaman?) mansion itu juga terletak di tengah hutan yang sangat lebat, sejauh mata memandang, hanya ada pohon dan pohon, padahal terakhir kali anda (tokoh utama) ingat, anda pingsan di tengah badai di puncak gunung. Gerbang depan mansion tertutup rapat. The mistress said, it will open when the right time has come. Tapi setiap hari suplai makanan dan kebutuhan mansion terjamin (darimana datangnya barang-barang itu?). Mansion tersebut hanya memiliki seorang maid, tapi setiap pagi, semuanya sudah tertata rapi dan kondisi mansion sudah bersih kembali (bagaimana dia melakukannya? Mansionnya sangat luas!).

And we still haven't even talk about the character. Hampir semua karakter di game ini memorable. Mereka bukan tipikal heroine yang ada dalam cerita galge dengan setting sekolahan (osananajimi, imouto, tsundere class rep etc), they are people who, for various reason, also happen to exist inside the mansion. Seorang pelayan yang sangat formal, seorang gadis yang terlalu pendiam, seorang jurnalis wanita yang mengalami nasib yang sama dengan protagonist (pingsan dan terbangun di dalam mansion), seorang gadis serba putih yang hanya muncul di taman saat malam hari (saat siang anda tidak bisa menemukan dia, tapi di tempat dia biasa menghabiskan waktu memandangi bulan, ada sekuntum bunga warna putih, seputih baju, kulit dan rambutnya) dan seorang mistress of the mansion yang gemar sekali mengutip kata-kata dari penyair dan filsuf terkenal (Setiap ganti chapter di game ini selalu ada quote yang SO DEEP).

As the plot gets thicken, the ero scene also getting more extreme and kinkier. But you just can't stop playing. Both the mystery and erotic part of the game keeps tempting you. The normal love making scenes are quickly replaced by S&M and bondage, including torture and even enema. A girl is having incestuous sex with her brother, who already turned into demon. And there’s a literally-bloody sex scene where the protagonist makes love to a girl who’s under the lunatic spell of moonlight turned into a blood lust demon (maybe she’s in her period :v lol). The game also famous for a scene where you can have sex with a mermaid (monmusu before it was cool). There’s even a scene with loli if you’re into that kind of thing. In a way, those are story about love, albeit a twisted one. A twisted kind of love story. Those will be the basic premise which will build my insight about eroge in the following years.

So, its like this. Before I play the game, I’m an avid drama fan (I still am) who read shoujo manga and watch drama anime more than reading shounen and watching action. My view toward love is some kind of sacred and pure thing that should not be corrupted. While in reality it doesn’t work that way. Love is something malicious that demand you to manipulate. Sometimes it asks you so many, only to give you nothing in return. So to fill those nothingness, desire is created. It comforts the way love can’t do. Sex is violent but actually it gives birth to pleasure, while love, despite it looks so gentle, is actually destructive.

Aaand what the hell did I just write. Well, many things has happened and I can’t say that my view back then are completely right (but not completely wrong either). Mungkin ada yang mau bikin jadi bahan riset piskologi or something? Its also an interesting to note, kalau yang berpikiran mirip seperti ini bukan cuma saya. Salah seorang fujoshi yang saya kenal also happen to have a similar view (not the same, but close enough). Love is something that should be something tender and fluffy. Sex is disgusting. Therefore, sex should be reserved for yoai. I was, like, hoooh, I see.

But back to the game itself, it reminds me to the famous song by The Eagles; Hotel California. It has puzzling words on its lyric, make you wonder what its all about, right? There’s also some kind of supernatural things going on. Ada yang mengkaitkan Hotel California dengan satanism, but the song itself is actually about the faded loss of innocence, and decadence. Mirip dengan insight yang saya dapat setelah memainkan Nocturnal Illusion.

And I still havent even talked about Sei Shoujo. Sasuga saya kalau sudah ngomong soal eroge favorit. Lalu apa hubungan Sei Shoujo dengan ini semua? Setelah selesai dengan Nocturnal Illusion, saya jarang memainkan eroge lagi, mostly because its all boring and felt half hearted. Waktu itu saya lebih banyak memainkan VN yang berfokus pada FEELS tanpa campur tangan nafsu seksual (anyone remember insani dot org and haeleth gemot? I was quite active on that site back then). That is, until I found something that I can call the spiritual successor, yang memberikan thrill yang mendekati dengan saat pertama memainkan Nocturnal Illusion. It's BIBLE BLACK.


When people talked about that title back then, waktu saya masih SMA, usually they’d use something like lol this hentai is so weird lol, in a casual joking way. Not sure if they’re actually joking or trying to hide their true opinion. But for some people who are able to see piercing through the curtain of just mere hentai, Bible Black actually has many interesting elements, ranging from questioning the nature of individual human to society (dan ini dibuktikan dengan saat saya membahas soal karya-karya Sei bersama pakar dan pengamat alias fanboy saat AFA ID kemarin, ternyata frekuensi gelombang pikiran kita memang sama :v). There’s something deep in every sei shoujo’s work more than just sex feast and orgy (of course you can also enjoy that part, I’d be a hypocrite if I say I played sei shoujo works because it makes me think about the nature of mankind and their relation to God :v). After Bible Black, Sei made Discipline: Record of A Crusade, yang juga sensasional, meskipun masih jauh lebih berkesan BB. Setelah Active Software tutup (kayaknya), game ketiga, Cleavage, dirilis dibawah bendera Empress. Tapi its just so plain, tidak terasa (mengkutip istilah di trailer Petit Cossette) the art of decadence nya. Baru setelah game kedua empress (atau keempat secara kronologis): STARLESS, fans went into massive euphoria. STARLESS: 21st Century Nymphomaniacs bisa dibilang magnum opusnya Sei Shoujo (saat ini sedang di dalam proses translasi oleh peach princess untuk versi US, namun entah kapan selesainya). Nama STARLESS sendiri, jika disandingkan dengan Bible Black, adalah judul album dari band rock jadul, King Crimson, an album about satires and commentaries on the sleaziness and materialism of society. Fits to the T with Sei’s image, right?


After Starless (2011), Sei’s new eroge is called LEWDNESS ~Vita Sexualis~ (2012). Penamaan judul inipun seperti biasanya, selalu ada referensinya. Kali ini dari sebuah novel erotic vintage 1909 karangan Mori Ogai. Tahun ini Sei merilis DominancE (2013) yang saat saya ke sana sedang baru saja out, dipajang di rak-rak utama bagian adult game.

In case anda masih belum bisa nangkep FEEL nya Sei Shoujo, silahkan langsung saja rasakan sensasi (minimal opening movie) nya dari PV ini. (Btw kalau ada yang bilang STARLESS jelek karena nonton animenya, itu karena tidak seperti Bible Black yang adaptasi animenya EXCELLENT (y), STARLESS memang tidak begitu bagus adaptasinya, jadi saya tidak merekomedasikan untuk ditonton).


Berikut adalah beberapa quote yang keluar di opening movie game-game buatan Sei Shoujo, yang mungkin dapat memberi anda pencerahan :v

Trans: Thou shalt not suffer a witch to live. Whosoever lieth with a beast shall surely be put to death. He that sacrificeth unto any god, save unto the Lord only, he shall be utterly destroyed.
- BIBLE BLACK







- STARLESS






- LEWDNESS ~Vita Sexualis~


An enjoyment of woman is to tickle men's pride
Common sense is the collection of prejudice acquired by age 18 (Einstein)
- DOMINANCE
(text gak bisa dicapture karena dalam bentuk animated typography)

My fave two are from STARLESS; “Do you understand moth and butterfly's differences?” This is quite a puzzle. My guessing is its related to their wing (when butterfly sucks nectar, their wing are closed, while moth’s are opened), or maybe moth is attracted to the fire and die while butterfly aren't? There’s some symbolism in play here, definitely.

The second is “God is faithful, who will not suffer you to be tempted above that ye are able“. This quote shows that you are responsible of your own act, that you should not blame nor questioning God. If you rape someone, its because your own fault for giving into temptation. Not the devil. Not the miniskirt. Or anything else. Seperti kata teman saya yang juga Sei Shoujo fanboy saat pertemuan akbar Sei Shoujo fans di AFA ID kemarin :v, their game is a story without salvation. That is why in the beginning you have been warned. You could walk away from this. You are able to. Yet you gave in. You play the game, and you became one of us. Its quite common to find warning like: adult only/18+ material. Are you 18 years old or above? Y/N. But its rare and intriguing to be asked something like: adult only/18+ material. Are you going to give in to your lust lust and forget morality? Y/N. Perbedaan beban mental saat mengklik yes nya terasa. That is why I like Sei Shoujo.

And that ends my fanboying paragraph. Salah satu target belanja saya saat ke sana adalah membawa pulang artbooknya Sei Shoujo. Dan hanya di tower imba Shosen inilah saya menemukannya. Cuma ada dua, lineart artbook (yang isinya cuma gambar lineart), dan artbooknya LEWDNESS ~Vita Sexualis~ which make me a bit disappointed, karena yang saya cari aslinya adalah artbooknya Starless. Tapi daripada nggak dapet sama sekali akhirnya saya ambil juga LEWDNESS nya (the good thing is ternyata setelah saya cek di perpus besar hentai, buku ini belum ada yang ngescans, YAAY~).

Dengan tas belanja berisi artbooks, figure dan ero doujins, ditambah kaos anime yang saya pakai, aura otaku saya langsung terboost-up. Kalau saya tampil dengan kondisi seperti saat itu di event lokal, pasti saya sudah tampak so vveaboo sekali. Tapi perjalanan belum berakhir. Saatnya menuju ke, oh wait, itu toko yang kemarin tidak bisa dimasuki karena jaim and awkward kalau masuk sama senpai saya.

The sex toys shop.

Ha! Anda pasti mengira kalau setelah bahasan soal sei shoujo, material NSFW di post ini sudah selesai? tsk tsk, how naive. Apa jadinya kalau blogger dari sebuah anime blog yang populer karena double entendrenya tidak mencoba masuk ke toko semacam itu? apa kata dunia :v?

Actually, screw with kata dunia. The reason is I’m curious what kind of stuff they sell inside. So lets walk in! (sorry readers, di dalam gak boleh foto-foto so no pic for ya).

Lantai pertama dipenuhi dengan pembeli, karena ternyata barang yang dipajang adalah benda yang cukup populer, anda mungkin bisa menebaknya. Yes, its onahole. Ada banyak dan bermacam-macam type benda tersebut di sini. Dan yang mengejutkan, ternyata harganyapun bervariasi. Mulai dari yang ribuan sampai yang cuma 500 yen(!). Jadi kalau anda pengen beli just for the sake of curiosity pengen lihat kaya gimana sih rupanya, just buy the cheap one so you won’t feel like wasting your money. Imbanya lagi, beberapa ada yang memakai pendekatan anime. Jadi, instead of gambar cewek di bungkusnya, it has a popular anime character, yang diplesetkan nama dan juga warna rambut dan warna pakaiannya (semacam suzumiya hahiru gitu lah). Ada satu yang gambarnya Inoreeeeh dengan rambut biru dan harganya 500Y, sempat bikin pengen beli juga tapi gak deh. Di situ juga saya malah lihat ada onahole STARLESS, yang rupanya memang official merchandise (what thee). Harganya 2000Y (hampir sama dengan harga artbooknya, lol). Saya sempat lihat (lebih tepatnya melirik) juga pas ada orang yang beli dua (maybe it would feels like switching wife?) along with a pack of lotions (its written "virgin lotion" on the box, lolol), dan ternyata kalau anda beli, sama kasirnya barangnya dibungkus seperti kado.

Anyway saya tidak beli apa-apa dari sini tapi memuaskan mata semaksimal mungkin untuk  melihat-lihat barang yang dijual (mungkin bakal epic kalau instead of beliin donyatsu titipan risse, I give her something from this shop instead :v). In the end, I’ve seen a lot of things \:v/ the so many kind of vibrators, speculum, butt plug, anal vibrator, anal beads even enema \:v/. Semakin tinggi lantainya, semakin hardcore juga dagangannya. Setelah lantai yang berisi tools, diatasnya adalah lantai untuk costume dan roleplay, lalu benda-benda ikemasen, ojou-sama! Seperti cambuk cinta, lilin dan borgol. Ada juga lantai DVD JAV. Dan seperti halnya kalau rak DVD anime maka di sebelah rak ada monitor yang memutar anime yang bersangkutan, di sinipun sama jadi bisa dibayangkan suaranya cukup mantap. 

Pengunjung di toko ini bukan cuma om-om mesum (seperti saya :v) lho. Memang sebagian besar memang pekerja kantoran yang masih pakai kemeja kerja, atau cowok seumuran anak kuliahan. Tapi tidak sedikit juga cewek dan some random couple. Tentu saja saya menghormati privasi mereka jadi cuma melirik sekilas, tidak sampai mendelik atau mengamati apa yang sedang mereka lihat-lihat. Setelah puas, sayapun KELUAR. Oops, caps lock #sengaja.

Untung saya kepisah sama senpai di Meiji tadi! Kalau tidak, bahkan saat saya bareng dengan teman yang sama-sama otaku level atas besoknya, saya masih akan mikir dua kali buat masuk toko seperti ini.


Seperti halnya apapun di dunia ini yang punya plus dan minus, berjalan-jalan seorang diripun ternyata ada pros dan cons nya. Pros nya, you get all the freedom you want, tidak perlu sungkan membuat rekan perjalanan anda menunggu kalau anda butuh extra time di suatu tempat, atau jika anda merasa tidak enak dragging that person to the place he/she doesn’t interested. Sementara minusnya, bakal terasa kalau anda tipe orang yang sering bingung jalan di tempat yang baru seperti saya.

Setelah keluar dari tempat tadi, hari sudah menjelang sore (sekitar jam 6, tapi jam segitu pas musim panas di sana masih seperti jam 4an intensitas mataharinya) dan saya merasa sudah waktunya pulang, but.. where the hell am I? FYI yang bisa mengakses GPS adalah HP milik senpai saya. Oh well, tapi sebagai gantinya saya bisa nanya kalau kepepet. But walking around in confusion really gives you mental attack. Saya baru merasakannya ketika euphoria jalan-jalan sendiri sudah mulai reda. Ketika jalan bersama orang lain, karena ada sense of safety, minimal kalau nyasar, nyasar berdua, maka pikiran tenang, dan jalan jadi tidak gampang capek. Tapi ketika seorang diri dan anda nyasar, maka tiba-tiba tiredness yang terasa bisa sampai dua kali lipat. Mungkin saya memang bukan type lone traveller kali ya.

As I was walking randomly, tiba-tiba saya sampai di tempat yang belum pernah dilewati lagi. W-whaa? It seems like in every nook and corner of Akiba, there’s always something worth to pay visit. Di bagian back alley Akiba, berjejer toko-toko kecil yang menjual barang-barang SUPER murah. Seperti biasa, karena tokonya sangat kecil, maka banyak barang-barang yang ditaruh di rak di luar toko.

Kebanyakan barang-barang yang sudah jadul, mungkin karena gak laku akhirnya diobral. Figure dan berbagai macam merchandise, tas, seprai, handuk, sapu tangan, bahkan bantal (kalau saja membawa pulangnya gampang, pasti saya sudah beli). Ada semacam a sudden pang of melancholy ketika melihat benda-benda moe yang disini dipuja-puja tergeletak dimana-mana bagaikan sampah seharga tidak sampai seribu yen di situ. Mungkin jika usia mereka sudah eratus tahun, mereka akan moksa lalu tiba di sebuah kota spiritual  Truly, one man’s trash is another man’s treasure. Dan di salah satu toko-toko kecil itu, saya melihat figure ini.




Saya tidak tahu ini siapa dari serial apa, but one thing for sure, it attractive. These figures are really attractive. It has a sense of fashion, sesuatu yang jarang anda dapat dari figure anime yang kebanyakan menonjolkan poin moe dan pakaian fetish otaku, i.e seragam, maid, sukumizu. These figures are SO CHIC. Its more on the hot level than cute and it glimpses a hint of badassery on it. Awalnya saya cuma mau beli salah satu, tapi melihat mereka yang dipajang berjejer sepertinya they are part of a set, maybe twins or sisters. Jadi akhirnya saya beli dua-duanya.

Dan ternyata asesorisnya bisa di swap \:v/ Untung saya beli dua-duanya. 

Later, Risse saw the photo and went hysteric. She told me that they are the same person, Rio, a character from Hello Kitty to Issho! Block Crash game.


That explains kenapa dia bawa-bawa gitar dan topi hello kitty. Risse seems to have an interest with them, too bad hon these ones are not for ya :v ahaha.wav)

Setelah mengambil dua benda itu dari pajangan di luar, saya membawanya masuk untuk dibawa ke kasir (kalau anda amoral, bisa langsung lari setelah mengambil, tapi saya cukup jadi amoral saat main gamenya Sei Shoujo saja). Penjaga tokonya adalah seorang otaku level 9999. He’s big. Wearing bandana, holding fan, dan pakai saya lupa istilahnya, semacam yukata yang longgar, duduk di kasir yang sempit dengan banyak barang-barang berada di sekitarnya. Tiba-tiba saya merasa.. atmosfer ini.. dagangan murah dan barang second, dan penjual yang penampilannya merakyat, semua terasa familiar.. oh, I get it! Tempat ini adalah pasar klithikan!! A pasar klithikan for the otaku and wizards!! uwooo, orang ini adalah mastaaaaa! Dari speaker toko yang diputer dengan volume sayup-sayup, terdengar silih berganti lagu yang up to date seperti halnya lagu-lagu dangdut up to date yang terdengar di pasar klithikan.

OP ED Guilty Cro**, Cause I FEEEL nya Psycho Pass, No I can’t lose nya Zetsuen no Tempe. Beda dengan toko-toko anime besar yang muter OP nya Kyojin setiap saat (entah untuk boosting penjuaan atau karena soal lisensi, yang jelas setiap kali masuk toko maka reaksi saya adalah: oh god not this I WANNA HAVE SEX WITH BEES AND EAGLES song again…). Sungguh toko warung anime yang merakyat _/\_ Saya bersyukur sempat tau dan singgah di toko kecil seperti ini, melihat sisi lain yang dibalik glamour nya deretan toko-toko besar di Akiba (pas mau pulang saya sempat ngomong ke senpai: if there are things I’m going to miss from this trip beside the vending machine, that’d be those little anime shops in the back alley of Akiba). SO MUCH FEELS!!!

Omake:

Pada akhirnya saya sampai juga di stasiun. Tapi tetap saja pake acara muter-muter nyasar (lagi). Bahkan sampai keluar dari daerah Akiba :v termasuk sampai ke bagian jalan yang ada rambu dilarang masuk, akhirnya saya muter dan pas lihat ke jalan yang forbidden tadi, ada bule kekar dengan tampang sangar sedang menjaga jalan –dafuq! Tempat apa itu sebenarnya? Untung saya tadi gak nekat melanggar masuk. Dan waktu perjalanan dari stasiun ke penginapan, saya masih sempat nyasar lagi, meskipun cuma sebatas muter-muter di blok area (padahal saya sudah bikin peta! Tapi di sini, jalan di antara rumah-rumah memang terlihat identikal semua sih).

Ketika sampai di penginapan, penampilan saya sudah benar-benar seperti full fledged otaku (ZOMG I hath reach the enlightenment!) dengan tas belanjaan yang penuh dengan bermacam-macam loot.


Senpai saya menunjukkan foto-foto dan video yang dia rekam selama berjalan-jalan di Yoyogi park, mulai dari dancer sampai band indie. Sepertinya dia juga sangat puas dengan perjalanannya hari itu (untung dia tidak menunggu saya sampai balik ke penginapan). Everybody happy, so I guess all is well then.

(to be continued)

COMING UP NEXT: Akiba trip (AGAIN!), Tower where the end of the world take place, and a long and deep midnight talk between the wizards. Don’t miss it!

11 comments:

Rmat2004 said...

Pasar klitthikan for otaku and wizards lol

btw itu eroge nya yg anda sebutin di awal2 itu apa ? kok sepertinya menarik sekali story nya

Anonymous said...

uhuhuk uhuhuhuk rkb nya @_@
MAUUUUUU

Neohybrid_kai said...

Nocturnal Illusion
game lama tapi, kalau anda mau main sekarang harus instal patchnya biar bisa jalan di windows 7
saya ada sih

Neohybrid_kai said...

@anon: rkb apa sih :v?

Mide said...

"Di sana cewek pasti tidak mau pegangan di pegangan tangan yang menggelantung di kereta" kebersihan aside, saya juga, karena klo saya pegangan saya bisa jinjit atau sekalian aja gelantungan, intinya....gak nyampe. orz

meskipun saya gak ngikuti separuh dari series (and what not) yang Anda bicarakan di sini, saya selalu suka dengan cara Anda menulis. Post kali ini jujurnya bikin saya ketawa terus :)) *buka spoiler dan tutup lagi dalam setengah detik* *kaget*

Neohybrid_kai said...

Ahahaha, pasti reaksi anda pas buka spoiler kaya saya kalo pas gak sengaja lihat yoai.

Pfft bener juga, saya gak kepikiran ada alasan kalo gak nyampe :3c
Well sejak dulu saya nulis blog ini buat catharsis aja (alasan kedua adalah saya seneng sharing thought and experiences), jadi gak pernah mikir apa artikelnya bagus/enak dibaca sama orang lain. I just write what I want to write, this is my territory after all. Kebetulan saja yang suka/nyambung dengan blog ini banyak, termasuk anda sebagai pembaca setia blog ini *bows

Mide said...

Dua penulis fanfic yang saya suka juga punya pemikiran gitu, tapi ya yang secara loyal aku ikuti ya cuman dua itu. Most of the time saya gak peduli konten asal cara menyampaikannya cocok dengan saya >_<

eh kok ngomongin fanfic :v

Anonymous said...

baca2 jurnal ini beneran bikin pengen ke Jepang Y_Y

and.. ohok.. copy that eroge :uhuk

Neohybrid_kai said...

Mide:
Hoo, sankyu anyway

Anon:
Kalau anda sudah masuk dunia kerja, its quite possible kok, Bahkan kalaupun anda cuma kerja level rendahan, intinya udah ada yang bisa ditabung
Copy? coba google dulu siapa tau dapet, saya lagi males upload2 :v

Zetsudou Sougi said...

dan kebetulan sekali nocturnal illusion juga VN/eroge pertama saya :v

Neohybrid_kai said...

toss dulu kk :v/

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime