Sunday, September 22, 2013

The traveler's journal of a certain sorcerer (PART 4)

3 comments
Previously on The Traveler's Journal of A Certain Sorcerer

SO DEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEPPPP

BEYATORICHEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE

YAMI WO KIRASAKUUUUUU OHHH DESIREEEEEEEEEEEEEEEE



DAY 3 – SATURDAY 17 AUGUST


Tebak, hal apa yang bikin saya ngambil foto di atas ini? (hint: MIAAAAAAKAAAAAAAAAAAAAAA!)

Another day, another plan for #YOLO trip. Masih melanjutkan medley pilgrimage kemarin, kali ini tujuan saya adalah Kyuu Furukawa Teien, mansion yang dipakai sebagai model guest house punya Mbahe, lalu sejalur dengan itu mampir di otome road di ikebukuro dan diakhiri dengan menonton jingu gaien hanabi taikai di gaienmae (ternyata pas tanggal 17 sedang ada acara kembang api musim panas, talk about nice timing).

Seperti yang saya tulis sebelumnya, there’s always something you can learn everyday about japan trainway. Dan hari itupun saya kembali melakukan blunder tentang kereta (setelah kemarin blunder tiket dikeluarin lagi dan tiket masuk tapi gak bisa masuk gate) yaitu membeli tiket di mesin dekat pintu keluar gate (selalu beli tiket di dekat gate yang akan anda masuki, karena stamp nya beda). Tapi imbanya, setelah ngomong sama penjaganya, duitnya dibalikin! (lolwaw) dan akhirnya saya beli tiket yang bener.

Back to journal, Kyuu Furukawa Teien, bangunan ini terletak di Komagome dan sangat mudah dicapai dari stasiun, karena ada petunjuk jalannya, bahkan karena anda bisa melihat lokasinya sendiri di peta yang ada di pinggir jalan, beda dengan Kyuu Maeda house yang letaknya cukup “misterius”. Karena petunjuk arahnya yang jelas, sepertinya rumah ini adalah object wisata yang cukup populer.



When passing this, I was tempted to try just for the sake of it (inb4 zawaa zawaa).



Tipikal display jualan toko di sana, mungkin karena sempit dan gak ada ruang buat majang lagi, jadi akhirnya ditaruh di luar. Tentu saja, gak ada yang bakal maling (atau mungkin ada? -saat di sebuah toko anime saya pernah lihat ada pengunjung yang kabur setelah mengambil barang, yang jelas kalau di sini bakal lenyap dalam sekejap mata). Oh, another interesting bit yang berhubungan dengan ini di sana, di depan rumah kadang ada barang-barang seperti pakaian, sepatu dan asesoris yang ditata, awalnya saya kira jemuran tapi setelah dilihat lagi ada label harganya. Ternyata itu adalah barang-barang bekas yang dijual oleh si pemilik rumah. Di bawahnya ada mangkok untuk menaruh uang. Pernah dengar soal kantin kejujuran? Ini adalah versi hardcorenya, second hand fashion shop kejujuran. I was sooo tempted to buy some (I mean, screw pride! Some of those jacket and glasses were cool, dan cuma dikasih label 500Y) tapi akhirnya gak jadi (arghhh, padahal kalau dipakai di sini juga gak bakal ada yang nyadar kalo itu barang bekas :v)



As I've written above, tempatnya relatif casual karena ada di pinggir jalan 
dan lingkungannya juga cukup rame.



Another es de. Kenapa di sebelah lokasi yang dipakai buat umineko selalu ada SD? Mungkinkah pak guru kalau lagi capek cari gambar BG lalu refreshing sebentar di sana? R-07 you pedo :v


Dan inilah dia, rumah tamunya Mbahe!!


MUSIK PLISSSSS!!!


Beda dengan bangunan kemarin yang masuknya gratis, di sini kita harus bayar, tapi cuma 150Y kok :v (kalau anda ke tempat-tempat yang hipster, entrance fee nya gak akan membuat damage berarti bagi dompet anda, so rest assured, tapi kalau anda jalan-jalan ke tempat wisata yang populer, itu lain perkara). 


PLUS! Anda dapat booklet berisi informasi tentang rumah tamunya mbahe. Termasuk teka-teki domba dan serigala, serta dimanakah emas 10 ton tersebut disimpan.


Belajar dari pengalaman kemarin, kali ini saya tidak lupa membawa baju kebangsaan USHIROMIYAH MERIAH.


USHIROMIYA BATTLER HAS ARRIVED!

Sayang karena saat itu musim panas, jadi basically tidak banyak yang bisa dilihat di taman (WHERE IS MARIA NO BARA?!! MARIA NO BARA  UUU UUUUUU UUUUUUU). 


Another disappointment kedua, menurut blog yang saya baca, anda bisa mendapatkan semacam tour jika datang jam 10:30, 13:00 atau 14:30. Saya sudah mentiming supaya pas sampai sana jam 10 kurang.


Dan memang setengah jam berikutnya resepsionisnya buka, tapi ternyata feature tersebut bisa didapat jika sudah membuat surat request 1 bulan sebelumnya dengan postcard (:v….). And now, for the BIGGEST BLUNDER, yang sampai sekarang saya masih menyesalinya. Waktu saya datang ke receptionistnya, yang jaga saat itu sangat moe level 999 (DIA PASTI SALAH SATU DARI SEVEN STAKES OF PURGATORIO!!!1) dan ekspresinya so priceless, karena mungkin tidak pernah menduga tempat kuno sesepi itu didatangi mas-mas random out of nowhere, yet she’s still trying to explain in so cute engrish with so cute manner soal tour guidenya. (HOW MAJIME SUGIRU! SHE MUST BE BELPHEGOR THE 4TH SISTER!!) Sampai akhirnya akhirnya senpainya datang (dan juga moe! TIDAK SALAH LAGI! DIA PASTI ADALAH LUCIFER THE ELDEST!! UWOO *ditembak jadi abu dengan shoulder tower karena delusi*). Parahnya, karena mereka grogi, saya jadi ikut-ikutan gugup dan waktu dia nawarin kalau mau ke café saya menolaknya. AAAAAAAAA WHAT HAVE I DOOOONNEEEE /:v\ AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA. Harusnya karena sudah tidak bisa dapat interiornya ya minimal bisa nongrong di café nya lah orz nyesel to the max. Akhirnya saya langsung melanjutkan ke target berikutnya (karena sudah puas muter-muter di tamannya selama hampir satu jam).

Tamannya memang luas sih, beda sama Maeda House yang besar dan dua bangunan, Kyuu Furukawa Teien lebih kecil tapi pesonanya memang lebih ke ke gardennya –namanya juga teien. Dengan taman model jepang lengkap dengan kolam, dan jalan seperti maze –sampai ada jalan yang tidak bisa dilewati, karena sudah tertutup dengan sarang laba-laba (IMBA), ngomong-ngomong topi saya ilang di sini, jatuh di jalan somewhere di taman itu karena setelah foto-foto topinya tidak saya pakai lagi (GAAP! IS THAT YOUR DOING??). Anyway here are some photos.




Tempat ini tidak bisa dilewati karena jalannya tertutup sarang laba-laba yang so hardcore. Jelas sekali kalau kekuatan ougon no majou beyatoricheee tidak bisa bekerja di sini. Seperti yang anda ketahui, jaring laba-laba bisa melemahkan kekuatan Witch of Rokkenjima.


Kalau anda ingin mencoba jadi witch, coba saja lompat dari sini, maka.. 


JANGAN KHAWATIR! Habis ini pasti anda akan DIBANGKITKAN KEMBALI.

 LOOK! SHOULDER TOWER!

Kalau dari angle ini cukup terasa feelnya. Tapi tetap saja rumah tamu ini tidak bisa menyaingi keimbaan angkernya omahe Mbahe!

Second destination: Ikebukuro. Awalnya saya kira difficultynya akan cukup easy, karena ikebukuro dan otome road (di internet) sering disebut bersamaan. Tapi ternyata saya salah, ikebukuro terbagi dua(!!), east dan west, dan saya tiba di tempat yang salah, dan itu baru disadari setelah cukup puyeng membaca GPS. Di perjalanan senpai saya membeli sepatu di salah satu toko di Ikebukuro. Ketika masuk toko, terdengar lagu Koukiatsu Girl nya Yamashita Tatsuro (yang nyanyi endingnya Summer Wars itu loh).


Di tengah-tengah udara musim panas, lagu jadul ini benar-benar masuk dengan atmosfer. Sambil melihat orang-orang berlalu lalang di depan toko di bawah langit biru musim panas, entah kenapa rasanya sangat nge FEEEL sekali. Oh man, I'm so so glad I came to Japan on summer. Seperti yang saya pernah tulis dalam postingan tentang siklus plot anime drama, biasanya musim semi adalah saat ketika heroine dan protagonist berjumpa. Di musim panas mereka jadian dan menikmati saat-saat paling memorable (namanya juga barusan jadian). Musim gugur intensitas masih ada tapi sudah tidak sehype musim panas. Baru di musim dingin naik dengan drastis (karena ada xmas dan tahun baru), tapi secepat itu naik, secepat itu pula turunnya. Musim semi tahun berikutnya mereka putus (dengan adegan dramatis biar terasa ironic karena saat itu bunga sakura sedang mekar). Dan musim panas tahun berikutnya adalah masa-masa untuk nostalgia bagi yang #gagalMOVEON karena saat-saat memorable terjadi di musim panas tahun lalu. Jadi kesimpulannya, musim yang paling CAUSE I FEEEEEL adalah musim panas #apaseehh. Anyway back to Ikebukuro.


Akhirnya setelah melewati jembatan penyeberangan yang sangat imba, sayapun sampai di surga dunia para fujoshi.

Tempat ini masih sepi waktu saya datang karena mungkin belum buka, yang jelas waktu saya balik lagi antrian fujoshinya gilaaaaaaaaaaaaaaaaa.


Temen saya langsung pasang pose hantai waktu saya ajak masuk toko-toko di area ini lol, obviously. Kalo saya sih karena sudah jauh-jauh sampai sini, saya harus lihat kaya gimana sih the ultimate kaihouku nya fujoshi itu (bukan karena saya suka PEDANG lho ya!) so I went inside.

Dan isinya benar-benar penuh dengan BL PEDANG YOAI IKEMEN BISHIE YOAI PEDANG BL IKEMEN BISHIE and nothing else. Mulai dari barang-barang yang official sampai doujinshi. Seperti halnya di Akiba, di sinipun rak untuk doujin sudah dikasih sekat dan label berdasarkan serialnya. Saya coba lihat-lihat doujin Psycho Pass dan :v…………………………………. Toko di sana kecil-kecil tapi semuanya ramai penuh pengunjung (dan –waktu itu- semuanya cewek, kecuali saya :v….). Tapi fujoshi di sana cakep-cakep loh (mostly) dan fashionablenya juga, sampai ada pepatah; secakep-cakepnya riajuu di indo, masih lebih cakep fujoshi di ikebukuro (emangnya ada pepatah kaya gini :v).

Setelah puas, atau lebih tepatnya tidak tahan lagi, melihat barang-barang yoai, kami melanjutkan perjalanan ke Animate, yang mengaku sebagai toko anime terbesar di dunia, yang baru saja pindah beberapa blok. Ada truk bergambar Hanekawa Tsubasa melintas, tapi terlalu cepat buat dipotret (TIDAAAKK, HANEKAWAA KENAPA KAU TEGA MENINGGALKANKUUU??) and instead, sebuah truk lain datang dan parkir, dan langsung mengundang kerumunan orang untuk memotretnya.



NOOO KENAPA MALAH BENDA INI YANG MUNCUL??? WHY HANEKAWAA WHYYY




Aura tempat ini memang penuh dengan hawa PEDANG.

Akhirnya kami sampai di Animate, yang memang cukup besar dan lengkap isinya (brace your wallet). Setiap lantai memiliki category sendiri-sendiri, sama seperti mall, cuma bedanya semuanya berhubungan dengan anime (you don’t say). Dan disinilah saya mendapat loot pertama yang SO DEEP.

Di beberapa lantai ada bagian yang disekat dengan pembatas seperti ruangan terpisah. Karena penasaran, saya selalu mengecek apa isinya. Ada ruangan display tapi dengan kursi dan meja untuk menggambar, ada juga yang ternyata isinya doujin-doujin YOAI BL PEDANG (lagi), dan.. ini yang IMBA, ternyata salah satunya ada exhibition… HOSHINO LILY!! Saya lupa kalau dia juga seorang YOAI BL PEDANG mangaka, jadi tidak heran kalau ada di situ, tapi dia juga adalah character desainer dari anime cewek siluman mirip clarisse albeit aka Otome Youkai Zakuro, dan anime NIKMATNYA NTR SO DEEP KALAJENGKING BERAPI aka Mawaru Penguindrum. MUSIK PLS!!


OH THE JOY! Semua karya dan artbooknya dia ada di situ. Ditambah lagi, ada beberapa mangaka lain yang karyanya berkumpul di situ, dan salah satunya adalah… KEI TOUMEI!! Jika anda adalah hipster oldfag yang mengikuti skanlasi Kotonoha, anda pasti tahu apa beliau, yang mengarang banyak manga drama SO DEEEP, beberapa diantaranya adalah The Hour of Mice, Fugurumakan Raihouki (Fuguruma Memories), Hitsuji no Uta (Lament of The Lamb), dan the memorable Siren no Sumu Umi (The Sea Where the Siren Lives) dan Yesterday wo Utatte (Sing Yesterday For Me), dua buah manga lawas yang sampai sekarang masih membekas. CAUSE I FEEEEL!!

Tapi dari semua yang ada di situ, saya cuma mampu beli satu orz. Pilihan saya jatuh pada artbook The Art of Nikmatnya NTR aka Art of Penguindrum.




BENAR-BENAR NIKMAT.. SAYATANNYA TERASA HINGGA MENGGORES LUBUK HATI YANG PALING DALAM. AAAAHHHHHHH

Beda dengan artbook penguindrum lain yang fokus pada animenya (saya sempat pengen beli artbook penguindrum saat AFA MY tahun kemarin di Kinokuniya Kuala Lumpur, tapi gak kuat karena sudah beli Nostalgila nya Tsukiji Nao, jadi mungkin ini adalah DESTINY) artbook ini memfokuskan pada groundworknya, atau ilustrasi-ilustrasi awal animenya. Saya lebih suka artbook type ini karena anda bisa melihat PROSES dari sebuah ide, yang dituangkan ke dalam konsep, lalu menjadi sketsa dan akhirnya hasil akhirnya. Seperti misalnya sketsa awal kamar Himari, gaya rambutnya, desain-desain awal karakter, dan desain boneka beruang yang dipakai untuk bom bunuh diri (oops spoiler). And that’s not all. Waktu saya membayar itu ke kasir di area itu (beda dengan kasir di luar ruangan bersekat), ternyata kalau beli di situ ADA BONUSNYA (mungkin karena sedang event). Di meja kasir ada sebuah gambar yang isinya bonus -bonus yang bisa dipilih salah satu. Dan salah satunya adalah stiker bergambar ilustrasi Kei Toume!! KORE DES!! Kata saya sambil menujuk gambarnya. Dan sayapun keluar dari Animate membawa artbook Lily Hoshino dengan bonus stiker Toume Kei. Belum lagi kepuasan waktu anda mendapati artbook yang sama di Kinokuniya lokal. PRICELESS!!!!!!!!!!!

Harganya 2x lipat lol

Hari sudah menjelang sore, saatnya menuju Gaienmae untuk menonton fireworks. Not a really hard thing to do, karena di stasiun sudah mulai tampak gadis-gadis yang memakai yukata. Ketika turun di stasiun gaienmae, GILAAAAAAAAAAAAAAAA, seperti lautan manusia, jalan raya ditutup, orang-orang ternyata sudah mempersiapkan semacam alas untuk digelar (is this a legit Indonesian word?) dan makanan dan bir serta minuman lain. Saya pengen ngambil foto tapi tidak enak karena taking stangers’ picture in public place is kind of impolite, I think. Saya akhirnya memilih spot dekat dengan stadion, memakai kertas print-printan peta google map yang udah kepakai (umineko pilgrimage) buat alas duduk. Dan harusnya ini second attempt buat ketemuan sama lucky bastard #1 aka Kiravelyn Aya, tapi lagi-lagi dia bikin plan yang susah diikuti, jadi akhirnya nggak ketemuan lagi. Di stadion ada J-pop performance, yang tiketnya cukup ngefek ke dompet, tapi suaranya masih bisa kedengeran di luar, dengan lagu yang salah satunya adalah Kore ga watashi no ikiru michi nya Puffy AmiYumi (aaaaa ini lagu yang sangat natsukashii jaman saya SMA. NOSTALGILAAAAAAAAAAAAAAAAA). AND THEN CAME THE FIREWORKS.




Afureru hito de, nigiwau hachigatsumatsu no omatsuri
Kimi no koto kirai ni naretara ii noni..


And then, I was, like, doing this for about 5 minutes or so.


Good thing waktu saya nonton hanabi, senpai saya ada di tempat lain. The lingering air of summer, the fireworks, the overflowing memories, the crowds, the sharp and familiar pain in my chest, such supreme sensation.

CAUSE I FEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEL.

This post is brought to you by:

Minuman pria-pria kesepian. Mengandung 0% alcohol, 80% wedang jahe aseli, 10% cinta dan 10% kegalauan. Menghangatkan badan, hati dan jiwa.




20 menit sebelum kembang api selesai, kami pulang (supaya tidak kena macet orang-orang yang pulang pas acara selesai). Otak saya masih berusaha merender realita dan separo jiwa saya sedang dalam perjalanan kembali dari masa lalu yang terlalu manis untuk dilupakan #lebae #WJKpls #kenapasayaharusnulisinipasmalemminggu.

Here’s some photo taken on the way back to inn (the bridge looks beautiful at night).




(to be continued)

COMING UP NEXT: Harajuku, Meiji Jingu and finally, getting lost! the REAL #YOLO Akiba trip (PREPARE for some NSFW content! untuk menghilangkan kegalauan di post ini :v).

3 comments:

Mide said...

AKU BARU NGERTI KALO MAWARU Penguindrum CHARA DESIGNNYA HOSHINO LILY?! (ya kamu gak nonton). UWOWOWOWO padahal ya dia kan salah satu doujinka fav-ku buat OTP saya (coughnarusasucough) karena gak banyak yang paham OTP yang precious itu. uaaaaa pruiiiise buat doujin lagi TAT

dan daripada saya merasa ngomongin orang di belakang, saya copy paste dari twitter:

"Baca blognya si Kai dan aku tak mengerti Uminekooooooo lalalala"

tapi foto mansion (rumahnya?) bagus kok m(_ _)m

Rmat2004 said...

150 yen buat tour ke objek sebagus itu ;w;

must be the best 150 yen you ever spent

Neohybrid_kai said...

@Mide: ternyata anda fans hoshino lily juga :v
tapi beda aliran yang diikuti

@rmat: you bet! :v/

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime