Tuesday, September 17, 2013

The traveler's journal of a certain sorcerer (PART 2)

5 comments
Previously on The traveler's journal of a certain sorcerer

APA? Tasnya hilang?

Ikuti mobil yang di depan!


..actually, it’s not that epic :v

This post is brought to you by

Minuman pria-pria kesepian. Mengandung 0% alcohol, 80% wedang jahe aseli, 10% cinta dan 10% kegalauan. Menghangatkan badan, hati dan jiwa.




Menjelang sore, senpai saya datang dan menjelang malam, teman saya pulang dari kantornya. Setelah bercengkerama dan makan malam, menjelang tengah malam, kami menelepon taxi yang membawa ke bandara. Disana kami harus menunggu sampai jam keberangkatan pesawat, which is 06:25 AM. Saya tidak keberatan dengan menunggu, karena ada buku yang bisa dibaca, atau jika stamina habis, tidur di kursi pun OK. Tapi senpai saya menggunakan ougon no mahou nya dan jadilah kami menunggu, atau lebih tepatnya tidur, di lounge VIP.

Tidak banyak yang bisa diceritakan tentang trip dalam airplane nya, kecuali beberapa hal. Perjalanan yang memakan waktu nyaris satu hari (kami tiba di Haneda pukul 11 malam), transit yang terasa lama dan menjemukan di LCTT Kuala Lumpur (basically nothing to do, tidak bisa keluar terminal, ditambah saya melakukan blunder lupa tidak mengambil buku bacaan setebal 5cm yang sudah dipersiapkan dari traveling bag yang masuk ke baggage pesawat dan baru bisa diambil saat tiba di Tokyo nanti), dan luck point saya sudah tidak sebagus saat naik bus jurusan jogja-jakarta. Sebelah kanan saya bapak-bapak (kayak saya sendiri bukan :v), sebelah kiri anak-anak dan wanita india, sebelah depan pasangan riajuu yang sepertinya baru pulang dari tamasya. Namun antusiasme seorang otaku yang mengunjungi negeri asal animu dan mango untuk pertama kalinya, ditambah, berbeda dengan saat naik pesawat dari jkt ke kuala lumpur, ketika masuk pesawat dari kuala lumpur ke haneda, tracklist lagu yang diputer akan langsung membuat anda merasa tanoshimi ni. Mulai dari Kaede nya Spitz (yang pernah discover oleh Aimer) hingga Tokyo nya Jun Shibata (atau mungkin penyanyi aslinya karena ini adalah lagu tahun 70an). Yang jelas lagu-lagu yang diputer bener-bener masuk selera, alias lagu pop jadoel.

UWOOOO OMOIDE GA MAWARUU CAUSE I FEEL ETC 

Di dalam plane sendiri sudah mulai terasa atmosphere Japannya. Dan saya menyadari satu hal, (tolong jangan sebut saya weeaboo :v) tapi potongan rambut wanita di sana benar-benar MIRIP DENGAN ANIME. Model poni, belahan, ikatannya, bahkan yang dipotong pendekpun bisa mirip dengan anime (desain anime yang realis tentunya, bukan rambut di ladies versus butler atau Shiki). Dan kebetulan majalah 3sixty nya Airasia sedang membahas cheap traveling di Tokyo, talk about nice timing. Saya mencatat beberapa hal yang kemungkinan bisa membantu dalam perjalanan. Ketika pesawat mendarat, hari sudah malam.

DAY 1 – THURSDAY 15 AUGUST

Karena ketika sampai di Haneda, hari sudah menjelang tengah malam, maka tidak ada yang bisa dinikmati karena semua toko di sana tutup. Selain itu stamina juga sudah mulai drop, jadi setelah singgah sebentar di Lawson di lantai bawah yang mentrigger weeaboo soul dalam diri (karena mie cup gundam dan majalah madoka magica yang sebisa mungkin berusaha tidak membelinya –the journey hasn’t even begun yet) kami mencari tempat duduk yang bisa dipakai untuk istirahat, sambil menunggu kereta pertama berangkat..

Menjelang pagi, kami pindah menunggu di lantai atas dan malah dihampiri mbak-mbak random dari Indonesia (ternyata memang benar kata orang, kalau anda sedang di luar negeri, bertemu orang satu negara itu seperti special encounter) yang bekerja di Frankfurt dan meminta petunjuk soal alamat di Jepang yang sedang dicarinya. Setelah masalah selesai (dengan bantuin internet tentu saja), akhirnya kami berbincang soal eropa dan trip ke sana (entah kapan saya bisa ke sana ya? Europe adalah sumber chuunibyou saya selain Takamagahara dan Jianghu jadi saya pengen sekali aja ke sana sebelum meninggalkan dunia  –literally or metaphorically). Anyway waktu kedatangan kereta pertama sudah dekat sehingga saya dan senpai saya pun menuju ke stasiun di bawah dan untuk pertama kalinya melihat the legendary complex railway tablet beserta mesin penjual tiketnya. Karena kami terlihat seperti n00bs, penjaga stasiun datang dan membantu membeli tiket. Saat menunggu kereta datang, kami juga bertemu mas-mas random yang bisa berbahasa inggris. He seems like a carefree and funny guy so we talked a lot. Bahkan sampai saat di dalam kereta kami masih ngobrol. Dia bercerita soal pekerjaannya dan menanyakan kalau di Indonesia tidak boleh minum alcohol, bagaimana cara bersosialisasi dengan rekan kerja atau klien (good question!). Saya jawab kalau biasanya bisa lewat makan-makan, hanya saja tanpa ada alcohol (tapi Wedang Jahe Kalengan :v). Then we talked about Japanese girls; they’re cute aren’t they? (sasuga mas-mas random). Dia juga menyuruh kami menebak usianya. Dari penampilannya sepertinya 20an akhir atau 30an awal, but he’s ASIANS so who knows. Dan ternyata tebakan saya memang salah, umur beliau adalah 41 tahun! I’m not married, he said (I was, like :O oooooo ) but I have girlfriend, he said, she’s 23 years old (I was, like :O oooooo ), but we have no plan to get married, he said, and I was, like, yooooooooooooooo


One of the memorable moment is when the first time I get out from the Asakusa station, there was a torii gate outside the exit, dan waktu itu tepat pas matahari terbit, so it felt like a proper welcome (kalau mau dibikin sok DEEP, it might have somekind of symbolism :v). Anyway, here’s some view from the exit to the guesthouse we use to stay.


Sumida river


Its GOLDEN YAMI NI UGOMEKU!

Tokyo Sky Tree. Lebih tinggi daripada Tokyo Tower. Tapi karena cuma bisa memilih untuk pergi ke salah satu, saya pilih Tokyo Tower, karena lebih murah lebih terasa landmark classicnya .

Bohong ding :v Alasan saya ke tokyo tower adalah karena Kurahashi Eiri di anime Le Portrait de Petit Cossette pernah ke sana dan membuat quote yang sangat IMBA waktu di atasnya. Dan alasan kedua saya.. saya simpan buat nanti aja deh ditulisnya :v


Inventor shop! Benernya penasaran pengen masuk tapi sampai pulang gak jadi-jadi orz

Dan di sinilah tempat menginap yang biarpun kamarnya kecil tapi fasilitasnya imba (not to mention its quite cheap compared to other inn in Tokyo)

Ketika sampai di sana, jam masih menunjukkan pukul 6 (atau 7, lupa). Tempatnya masih tutupan, but lucky for us, ada yang bukain pintu dan bilang kalau receptionist baru buka jam 8, but we can stay at the lounge/guest room while waiting sambil menaruh barang-barang. Kamipun masuk dan menunggu sambil ngobrol-ngobrol. He said he’s from  Colorado and visits Japan every year (this is his sixth time! Damn imba guy, sorry I forget your name, dude). He’s got a Japanese GF but broke up two years ago because her parent didn’t like him (kenapa tiba-tiba topicnya galau jikan :v). Anyway tentu saja selama ngobrol saya gak pernah ngomong kalo tujuan utama tamasya ini adalah akiba dan animu pilgrimage lol :v

At 8 o’clock the receptionist opened. Yang jaga benar-benar sangat kawaii dan hyper (why can’t we have a cheerful person in public related service here, it’s really lift up the mood). We get some brief and helpful info and also a map covering the surrounding area! (kalau ini RPG pasti sudah ada SFX nya). The check in time is quite noon (12 AM, or was it 3 PM, I forgot) tapi barang bisa ditaruh di tempat penyimpanan. So there we go. No more heavy thing to carry around and now we only have to wait till we can use our room.

Just kidding :v There’s no way we will wait. Not after we arrived onto the land of vveeaboo dream. Meskipun stamina sudah broken, but resting is not an option. Saatnya jalan-jalan \:v/ Akiba here we come!
Di tempat kami menginap ada wi-fi gratis dan 8 PC yang terkoneksi dengan internet (you can also rent a smartphone for tethering for 500 yen per day IIRC). Setelah browsing sebentar di google map (which in the end showed that it didn’t really help. Another tip: jangan percaya rute kereta google map, percayalah hanya pada petanya) kamipun dengan pede menuju akiba, oh tapi sebelum itu, isi HP dulu dan beli tools di Lawson 100 yen shop.

The hyakuen shop IS YOUR BEST FRIEND (selain GPS, penemuan terhebat kedua manusia setelah eroge dan doujin). Dua item itu akan sangat membantu anda. Terutama jika anda tidak berencana melakukan wisata kuliner seperti saya. Basically here’s some of my japan trip rule of thumb

-Eat to survive. Eat only when need to. Save money for something else

-This is my default ration.

Jika beruntung, kadang malah bisa nemu 100 yen onigiri isi double. It has less nori but 2x rice!


-Think about your plan today, kalau butuh refill tamina low, stock some 100Y onigiri or 100Y sandwich into your inventory, kalau butuh refill stamina medium, buy one of these (bisa dihangatkan by request, lol. In fact, kata-kata bahasa jepang (half-broken) pertama yang saya ucapkan di sana adalah minta tolong untuk menghangatkan makanan yang barusan dibeli).

Kalau anda butuh refill stamina high, shikata ga nai, sebaiknya anda mampir makan di matsu-ya atau yoshinoya di tengah jalan nanti.

-For drink, I recommended you to buy this two item: first, this 2 liter of water buat ditaruh di kamar anda. This is your aqua galon. It cost only 88Y!! the other one is 1.5 liter of any kind of drink. Biasanya kalau nggak teh, minuman bersoda. Be warned, kalau ada minuman yang tulisan teh, pasti rasanya tidak manis, or malah pahit sekalian. So if you want some sweet drink, aim for the soda or tea with honey or some fruit picture on it.


-Tapi di separo perjalanan saya baru nyadar kalau cara ini tidak begitu efektif, the 1.5 liter of drink I mean. Karena butuh tas punggung buat membawanya (atau anda bisa menenteng plastiknya) dan itu cukup mengganggu pergerakan. Sementara anda bisa menemukan vending machine dengan sangat mudah dengan range harga 100Y-150Y dengan minuman ber-quantity sekitar 600ml. Jadi kalau anda tidak mau bawa2 botol minum 1.5 liter mending beli 2-3x minum di vending machne sepanjang perjalanan.


-This is the legendary travel purse. I recommend you to equip this item kalau gaya traveling anda adalah light weight dan always on the move. Bagian depan bisa dipakai untuk menyimpan koin dan peta print2an google map dan jalur kereta, bagian belakang bisa untuk menyimpan passport, dompet, hp dan kamera. Atau, anda bisa memakai mode kedua, dimana dompet, kamera dan hp ditaruh di saku, dan bagian belakang dipakai buat menyimpan onigiri dan sandwich.

Kembang api Precure! KALAU INI BENAR-BENAR MOE(RU)!

That’s for the tips. Now back to travelogue. Selama perjalanan saya mengamati dan belajar banyak hal (well, you don’t say, duh). Tadinya saya berencana hendak merangkumnya ke dalam poin-poin dalam paragraph tersendiri sama seperti tips di atas tapi sepertinya bakal terlalu ribet, jadi akan saya tulis sambil lalu, overlapping dengan cerita perjalanan, because its easier to write.

One of them is the typical housing. Karena tanah di sana terbatas, jadi rumah dibangun dengan extensi area ke atas, jika anda sudah terlalu banyak nonton anime pasti ingat tipikal adegan karakter masuk copot sepatu lalu naik ke atas. That is a quite common knowledge. Tapi yang baru saya sadari adalah, kenapa bagian depan ruang masuknya bisa sempit sekali, cuma tangga dan lorong, itu karena sebelahnya dipakai buat garasi. That was interesting thing to noted for me, karena jika suatu saat nanti saya harus bikin rumah dan tanahnya kecil, having a car with internal garage is still an option.

Back to trip, setelah berhasil mempelajari cara membaca rute kereta api (which we’ll realize later that we are still n00bs, karena setiap harinya ada cara dan pengetahuan baru soal ini, dan semakin tahu bakal terasa semakin bodoh –kenapa kemarin gak pake cara kaya gini :v…), akhirnya kami sampai juga di kota impian para vveeaboo, Akihabara.

Tapi salah keluar exitnya :v

As you might have already know, Akiba is ‘splitted’ into two area, the electronics city, dimana anda bisa belanja gadget dan barang-barang eletronik, dan the otaku heaven, dimana anda bakal merasa seperti anak TK waktu pertama kali diajak masuk toko mainan. And we entered from the electric city. It was a quite awesome sight alright, but the otaku soul inside just kept screaming WHERES THE ANIMUUUU. Eventually, before we finally find the otaku part of the city, we arrived at this imba sugiru book tower store: Shosen.


It has, I forgot, ten? eleven? floors. Each floor has its own theme. Ketika pertama kali masuk tidak terasa kalau lantainya bakal sebanyak itu. We just keep roaming and take the escalator everytime we see one, up and up and up. Karena sudah lama tidak pernah memakai kemampuan maksimal kaki, kaki saya langsung kram begitu naik beberapa lantai (note that we haven’t take rest properly since boarding from Jakarta TWO DAYS ago), tapi karena sedang euphoria (tidak ada hubungannya bukan judul eroge yang penuh dengan adegan guro), jadi saya paksa untuk tetap jalan dengan satu kaki diseret seperti pendekar Jianghu. Lantai paling dasar berisi buku dan novel umum, lalu naik ke lantai software dan IT, diatasnya ada lantai untuk fotografi dan kamera, shounen mainstream, shoujo, light novel, artbooks from anime and game, BL floor for the fujoshi ladies (or man, probably :v), trains, army and military, saya tidak hapal urutannya, dan tentu saja the floor for erohon! Tapi apakah barang-barang 18kin itu menduduki lantai paling atas? Ternyata masih ada 1 lantai lagi di atasnya. I was curious what kind of floor who can reign even above the otaku? Setelah naik escalator paling atas, sayapun menemukan jawabannya: THE IDOL FLOOR. SASUGA MANIAKS! Dan bukan cuma itu saja, di lantai itu ada space terbuka yang disisakan khusus untuk lesehan para vvota bercengkerama dan mungkin saling bertukar SWAG dan berbagi #indahnyaduniadelusi (dan saya harus melewati mereka karena harus memutar untuk ke escalator turun yang ada di seberang). Maka untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya mengakui bahwa keimbaan para vvota memang ada di atas para vveaboo, sampai dapat lantai dengan prioritas dan fasilitas special *beri hormat*

Tapi karena ini adalah kunjungan pertama, maka saya menahan diri untuk tidak memulai shopping spree (a principle that I will regret it later, kids, don’t try this at Akiba!! If you see something cheap and awesoem in Akiba, BUY EETT!! BUY EET WITHOUT GIVING ANY SECOND THOUGHT). Setelah keluar dari tower of imba books itu, kami melanjutkan perjalanan ke akiba dan akhirnya sampai to that otaku no tengoku area. Saya sudah tidak ingat sampai berapa kali kaki mengalami kram. Pokoknya asal dipaksa jalan, lama-lama kramnya akan hilang, dan nanti muncul lagi, paksa seret lagi, hilang lagi, muncul lagi dst (hidup masochist!). But the joy of roaming around and visiting each store, curious of what kind of item that store has? What about that one? Or that one? Or that one? OMG SO MANY ANIMU STORE, made you gave zero fuck to the pain on your leg.

Ini tembok di sebuah arcade center. Harus diakui yang bikin punya sense artistik yang bagus, this is probably what you need if you want to looks like an elegant weeaboo :v

Tidak terasa, time up (bahkan sudah melewati waktu check in lol), kamipun balik ke penginapan, check in, menaruh barang, mandi istirahat etc.

The exit from station. Blending with the nearby environment. Kadang pintu masuk/keluar stasiun malah terletak diantara pintu masuk toko-toko.

IT'S THAT GOLDEN YAMI NI UGOMEKU AGAIN!

The inventor shop is now open! The robot can make a cute welcoming gesture.

Sebelum tidur, we visited the local supermarket to buy the famous discounted food that only exist near the closing time of the store.


Dan ternyata memang ada. Senpai saya bilang some reference from Bento tapi karena saya gak ngikutin animenya jadi gak begitu mudeng. Another interesting bit to note, di sana di tiap rak ada semacam tape yang memutar suara orang menawarkan barang yang dijual di rak tersebut. Clever thing. Jadi biarpun sepi orang tapi feelnya bisa mirip pasar.

Ah btw saya lupa menambahkan hal yang harus anda persiapkan untuk trip to Japan: international adapter. Karena di sini colokan listriknya jelas beda.

Day 1 Complete.

COMING UP NEXT: DAY 2: The Garden of Foot Fetishist Words, The Legendary Crossing and The House of One Winged Eagle.


5 comments:

Zetsudou Sougi said...

lebih tepatnya golden unko :v

Neohybrid_kai said...

anda pasti belum pernah baca doujinnya yami ni ugomeku :v
http://www.mangaupdates.com/series.html?id=69464

PrashT said...

pertanyaan simple....
habis berapa juta ???

Mide said...

yang paling bikin saya ketawa adalah wide age gap tadi, ah fetish saya keluar x_x

Neohybrid_kai said...

Prasht:
lets see
tiket PP 5 juta (tapi dalam kasus saya, free)
saya berangkat dengan uang saku 70,000 Y
itu sudah termasuk biaya penginapan -10% (dilunasi di sana)
dan di sana saya withdraw uang dari atm di kantor pos (bisa lho! kalo anda pake kartu atm bca) 7,000 Y
jadi total habis 77,000 Y
silahkan dikurs ke dalam rupiah saat ini (saya beruntung pas ke sana yen masih di 105 rupiah)

Mide:
lol coba di dunia ini banyak yang seperti anda *merasa tua*

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime