Sunday, September 15, 2013

The traveler's journal of a certain sorcerer (PART 1)

6 comments
Selamat datang di blog yang sudah semakin tidak jelas updatenya ini. Saat ini newsfeed facebook saya dipenuhi dengan postingan orang-orang yang #gagalMOVEON dari AFA ID 13 yang berlangsung sekitar seminggu yang lalu (termasuk saya). Tidak bisa dipungkiri, AFA ID tahun ini, meskipun dimulai dengan kesan yang tidak menyenangkan (ANTRIANNNYAAAAAA) namun content acaranya sendiri sangat sangat memuaskan. Mulai dari konser dan talkshow Aya Hirano yang superb (alasan utama saya langsung membeli tiket VIP early bird), yang sukses mentrigger nostalgia fever (those were the days..), aksi panggungnya, interaksinya dengan penonton, list lagu-lagunya, terutama openingnya dengan dentang lonceng Bouken Deshou Deshou yang khas dan ditutup dengan medley Haruhiisme God Knows, Lost My music, bahkan Super Driver dan First Goodbye yang SOO DEEP, character song dari Suzumiya Haruhi yang mungkin hanya fans fanaticnya saja yang tahu (suara saya habis due to overscream di day 1). Lalu Kalafina yang tampil dengan elegan dan sangat chuunibooster, Babymetal yang di luar ekspektasi tampil dengan so badass, bahkan anti moe filter saya sempat non aktif saat melihat Denpagumi perform.


Itu baru dari segi konser, masih ada booth-booth penguras dompet yang penuh dengan “harta karun berbayar”, DJ Kazu yang berhasil menyatukan para oldfag dan newfag dibawah naungan Mikudayo, lalu Dai Gathering kedua The Otaku Network yang penuh dengan priceless moments, dan tentu saja, Pre-Culture Japan Night dimana acara jalan-jalan himatsubushi saya ke senayan berubah jadi lucky encounter karena bertemu Hidetaka-san dan Danny Choo di foodcourt, yang berlanjut di Culture Japan Night dimana project the ominous, love is war board game, yang waktu itu masih memakai nama tentative ketiga, LIBERA, dan saat ini kemungkinan akan diganti menjadi LIEBERAVE (stay tune for this codename for more update and development news) menarik minat Danny. Overall, AFA tahun ini benar-benar sangat awesome. Semoga tahun ke depan akan ada semakin banyak perbaikan sehingga tercapai keadilan sosial bagi seluruh otaku Indonesia :v

Tapi bukan itu yang akan dibahas di postingan ini. Jika anda mengikuti sepak terjang saya di situs nomer satu sumber prokrastinasi alias fesbuk, anda pasti tahu jika bulan kemarin, tepatnya tanggal 14-22 Agustus, saya melakukan #YOLO trip mengunjungi negeri impian para weeaboo. Postingan ini akan membahas tentang apa saja yang terjadi selama perjalanan tersebut. Sebelumnya sedikit catatan, saya mendapat masukan dari beberapa individu berkaitan dengan niat saya untuk menulis travel log ini. Ada yang berpendapat ini akan menjadi lebih ke postingan bragging yang membuat orang jelly dan sakit hati. Ada pula yang berpendapat bahwa pengalaman adalah ilmu yang berharga, sehingga tidak pantas jika disebar secara gratis ke publik, tetapi cukup hanya ke sahabat-sahabat terdekat saja. Tapi saya adalah orang yang suka bercerita dan berbagi pengalaman, dengan harapan dapat menginspirasi dan membantu orang lain, karena selama hidup sayapun sering dibantu oleh orang lain. In fact, the pilgrimage trip for Makoto Shinkai and Umineko wouldn’t be possible if I didn’t use help from some anime blogs. So I think its time to return the favor. Lagipula, saya tidak yakin dengan kesibukan sekarang dan possibility ke depan apakah saya bakal mengalami trip seimba ini dan bisa menulis log nya di sini lagi. Jadi saya putuskan untuk go all out dan membagi kisah perjalanan ini kepada anda semua, termasuk tips dan shortcut yang bisa anda tiru jika anda hendak melakukan perjalanan yang sama (tapi jangan memakai post ini sebagai satu-satunya acuan, karena masih banyak situs dan forum tempat anda bisa bertanya dan mengumpulkan informasi di luar sana).

Apakah anda sudah siap? Baiklah, pertama-tama, mari kita mundur melintasi waktu.. sampai ke awal tahun 2013.

Alkisah, seorang teman saya, atau lebih tepatnya senpai saya menawarkan rencana liburan ke Jepang di awal penghujung tahun. Beliau kebetulan dapat tiket murah untuk bulan Agustus dan mencari teman seperjalanan dengan premis biaya transport PP sepenuhnya akan ditanggung beliau, namun biaya lainnya dibayar sendiri-sendiri. Kemudian saya teringat dengan trip tahun 2012 ke AFA MY yang berawal dengan indah namun menyisakan after taste kenangan yang pahit. Lalu saya berpikir mungkin sebaiknya memang perlu menciptakan sebuah long lasted memories yang lebih powerful yang mampu meng-overwrite kenangan di tahun sebelumnya. Meskipun itu berarti saya harus menghancurkan nominal saldo di rekening yang konon menurut mitos akan berguna untuk persiapan masa depan (masa depan? Jangan bercanda. The time is out of joint! How can you expect a future to exist? O cursed spite. That ever I was born to set it right!).

And with that, the decision has been made.

Time passed and suddenly its almost the time for the journey. Jika anda merencanakan trip yang serupa, urusan crucial pertama yang harus anda tangani adalah benda ini; VISA. Dan passport jika anda belum punya, tapi mengurus passport sangat mudah, birokrasinya tidak sampai bikin anda zetsubou jadi bisa anda urus sendiri, jadi sebaiknya jangan memakai jasa orang lain/agen untuk urusan ini karena hanya akan membuang dana. Tapi urusan visa? Itu soal lain lagi.

Jika perjalanan anda adalah murni plesiran aka tamasya, anda harus menyiapkan banyak hal saat mengurus visa. Yang paling penting adalah rencana perjalanan anda atau itinerary. Tanggal berapa anda sampai sana, berapa hari anda akan tinggal, dimana saja anda akan menginap, tempat apa saja yang akan anda kunjungi. Ini akan berhubungan dengan rekening koran yang juga harus anda sertakan, karena anda juga harus menyiapkan data saldo dan transaksi 3 bulan terakhir. Intinya jika anda bukan #wongsugih jangan membuat rencana untuk tinggal lama (visa saya 15 hari tapi saya di sana cuma 8 hari), jangan pergi ke tempat yang jauh dari tempat menginap, dan sejenisnya. Tentu saja itu yang tertulis di kertas, prakteknya nanti bisa saja anda merubah rencana, tapi intinya play safe saja dalam menulis itinerary. Jika anda menggunakan opsi menginap di hotel, anda harus menyertakan bukti booking (tidak perlu bukti lunas, saya menginap di guest house yang ratenya cukup murah dan hanya perlu membayar DP 10% dari harga total untuk membooking). Jika anda memakai opsi menginap di tempat saudara atau teman yang tinggal di sana, maka anda harus meminta orang tersebut untuk membuat surat juminho (semacam surat keterangan jika ybs benar-benar tinggal di sana) sebagai ganti kuitansi booking hotel. Gabungan dari berbagai macam dokumen tersebut, serta ditambah faktor luck dan kerandoman lain akan menentukan apakah visa anda bakal keluar atau tidak (visa saya relatif cepat dan mudah ter granted, tapi saya baru tau kalau ada kasus visa tidak bisa keluar karena sering ganti nomer hp, wajah mirip teroris, dsb yang lolwut).

Once the visa out, yang lainnya akan bisa menyesuaikan smoothly. Saya sarankan anda mengecek ulang itinerary anda sedetail-detailnya. Jangan sungkan untuk nge-cheat dengan browsing info tempat-tempat yang ingin anda datangi, berapa jarak dan waktu yang dibutuhkan dari lokasi A ke B, mana saja yang akan dikunjungi di day 1, day 2 dst. Sure, there will be change of plan pada prakteknya nanti, but a good preparation is a halfway done. It’s a good idea to print all the information to paper also, termasuk google map result, karena anda tidak bisa tergantung dengan koneksi internet dan baterei gadget anda terus-menerus. Lebih baik anda menyesal ada tempat yang belum sempat dikunjungi daripada menyesal menghabiskan waktu sia-sia karena bingung harus ngapain/ke mana.


With the preparation done, it’s time to finally execute the plan. Pertama, saya harus menyiapkan trip ke Jakarta dulu. Sialnya, saya lupa kalau timing keberangkatan saya masih berdekatan dengan suasana lebaran, jadi saat saya hendak membeli tiket kereta, they’d all gone. Opsi pesawat tidak mungkin karena harganya menggila. Akhirnya saya mengambil opsi bus, yang berarti saya harus mencari tempat transit sampai malam karena saya harus berangkat sehari sebelumnya (pesawat depart tanggal 14 jam 06:30, jika memakai kereta saya bisa sampai sana jam 12:00 di hari yang sama, tapi bus tidak mungkin bisa sampai sana jam segitu, which mean saya harus berangkat tanggal 12 malam dan sampai Jakarta tanggal 13 siang). Untungnya ada save point di jkt yang sudah terpercaya sehingga hal itu bukan masalah. Senpai saya sendiri memutuskan untuk berangkat dengan pesawat tanggal 13 paginya, sehingga sampai jkt siangnya. Di sana, opsi terbagi dua: either saya tidak jadi pakai save point dan langsung ke bandara menunggu senpai saya, atau beliau akan rendezvous di tempat temen saya hingga tengah malam (karena di sana tidak bisa menginap jika tamu lebih dari 2 orang), lalu memakai taxi ke bandara dan menunggu hingga pagi.

Seems like a quite good plan. Unfortunately, there was a blunder.

My blunder, to be exact. Selama perjalanan dari jogja ke jakarta dengan bus, yang duduk di kursi di samping saya adalah seorang cewek. Dan dia cakep. Dengan menggunakan premis “basa-basi adalah sesuatu yang disarankan” dan menonaktifkan persona “saya adalah admin group yang isinya para maniak”, maka perjalanan satu malampun menjadi event sampingan yang menyenangkan. Mulai dari obrolan ringan, berbagi snack, nonton film random yang diputer di bus, which turns out hilariously deep (its title is Preman in Love –tidak ada hubungannya dengan Fuwa Mahiro) sampai akhirnya ybs accidentally tertidur bersandar di bahu saya. And thus, the bus went tru the night onto the capital city. Menjelang subuh, bus berhenti untuk member kesempatan bagi yang mau sholat. Di sini saya turun sambil mengingat plat nomer busnya (something that turns out will be A BIG HELP) supaya tidak salah masuk bus waktu balik. Sekitar pukul 9, bus sampai di Rawamangun. Saya melihat travel log untuk memastikan kalau saya harus turun di Pulogadung, lalu ambil bus PPD patas ke Lebakbulus, dan dari sana ambil DAMRI dengan tujuan bandara, jika saya jadi ambil opsi A. Sepertinya lebih baik begitu. Toh saya punya buku untuk dibaca sambil menunggu di bandara. Oh wait! Whats that? Ternyata di Rawamangun juga ada bus DAMRI tujuan bandara. Jadi saya tidak perlu ke Lebakbulus, cukup turun di sini saja. Change of plan! Setelah turun dari bis, saya langsung naik ke atas DAMRI. Good. Sekarang tinggal ke bandara dan tunggu senpai datang, setelah itu baru mikir plan selanjutnya untuk menghabiskan waktu sampai besok dan, wait a minute, where’s my travel purse?

…oh craaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaap


Calm down. Let’s try remember whether the items inside are important. Wallet. And Passport.


OH. SHIT.

This post is brought to you by

Wedang Jahe Kalengan
Minuman pria-pria kesepian. Mengandung 0% alcohol, 80% wedang jahe aseli, 10% cinta dan 10% kegalauan. Menghangatkan badan, hati dan jiwa.

Saya langsung turun dari DAMRI. Mas-mas random yang ada di situ dan melihat wajah kebingungan saya bertanya. Setelah saya menjelaskan, dia langsung memanggil tukang ojek. Opsi pertama, susul busnya ke tempat perhentian akhir dimana saya seharusnya turun, Pulogadung.

Sesampai disana, ternyata busnya juga sudah tidak ada. Berdasar saran tukang ojek saya, seharusnya di situ ada agen bus yang saya pakai, P.O Handoyo. Saya akhirnya ke agennya dan mendapat info kalau tidak jauh dari situ ada pool milik P.O Handoyo tempat bus biasa berhenti. Kamipun menuju ke sana. Di sana kami bertemu dengan pegawainya dan menjelaskan yang terjadi. Ada 2 hal yang cukup membantu. Pertama, HP saya yang biasanya saya taruh di tas yang ketinggalan saat itu ada di saku celana, dan kedua, saya masih hapal plat nomer busnya. Pegawai di situ member saya nomer supir busnya dan sayapun langsung meneleponnya. Supir bus bilang tunggu sebentar dan setelah dicek, ternyata travel purse saya tidak ada di bus itu.

JENG JENG!

Bohong ding :v kalau itu yang terjadi, sudah lunatic mode difficulty nya. Travel bag saya masih di kursi karena tampaknya salah satu hal yang membuat saya lupa dan tidak ter-check adalah karena saya meletakkannya mepet pinggir belakang kursi. Supir bis memberi dua opsi; menunggu di situ sampai jam 5 sore karena bus bakal ke situ lagi jam segitu, atau datang mengambil ke sini, namun tempatnya cukup jauh, Pinangranti or something. Like hell Im going to wait, selain kelamaan, ada faktor ragu juga. Jadilah ojeknya mendapat extended trip ke Pinangranti or something yang ternyata memang jauh (dari Pulogadung).

Pada akhirnya, travel purse yang sekarang punya cerita itupun kembali ke tangan saya (di sana busnya sedang dicuci). Saya mempertimbangkan apakah masih perlu ke bandara menunggu kedatangan senpai saya dan akhirnya memutuskan, setelah event chaotic yang barusan terjadi, sebaiknya saya mampir ke save point kost-an teman saya di sunrise house setiabudi. Sesampainya di sana, teman saya masih ngantor tapi seperti biasanya, tapi karena penjaganya sudah diberi tahu (dan saya sudah pernah ke situ), saya bisa masuk ke kamar dan memanfaatkan fasilitasnya yang imba. Setelah mensinkronisasi plan dengan senpai saya (beliau akan menyusul setelah mendarat), teman saya, dan penjaga kost, saya me-recharge stamina dengan tidur-tiduran sambil memikirkan apakah event yang barusan saya lalui itu adalah harga yang harus dibayar untuk menghabiskan satu malam di bus dengan mbak-mbak random (yang, berdasarkan deduksi dari sms yang dia ketik selama di bus, sudah punya cowok).

(to be continued for real)


COMING UP NEXT: tanah impian para vveeaboo

6 comments:

minoru said...

duduk sampingan dengan cewek, dibayar dengan kehilangan travel purse (walaupun ketemu lagi)

sasuga ketua PPPK, wheel of fatenya berputar terlalu kencang :v

Neohybrid_kai said...

ahahah
O cursed spite :v

Anonymous said...

pinangranti mah daerah ane gan,, bole minta bantuan ittenary nya g ?

Neohybrid_kai said...

ahaha
minta bantuan gimana maksudnya? mau tanya2? bisa aja, PM aja page FB blog ini kalo punya FB
https://www.facebook.com/IkemasenOjouSama
kalo gak lewat email hollow_kaede at yahoo.com

Anonymous said...

anee coba add Ym ato email ke hollow kaede ya, dari pitoey lokikun nih
thx
soalnya maren sama april jalan moga moga aja dapet sakura di area soo deep 5cm

Neohybrid_kai said...

email aja, kalo Ym saya jarang online
lebih sering ol di FB
good luck pilgrimnya!

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime