Saturday, April 13, 2013

A treat for the ladies: Otona Joshi no Anime Time review

5 comments
Sebenarnya post ini sudah akan di publish minggu kemarin tapi sistem photobucket yang baru, tempat saya biasa menaruh file2 gambar untuk bahan blog ini, membuat cara posting yang biasanya saya pake jadi IMPOSSIBRUUU. Anda mau tahu kenapa? karena asapnya mengendap ke dalam bantal dan masuk ke paru-paru. Eh maksud saya karena photobucket sekarang menggenerate random file name tambahan sehingga tidak bisa pakai cara "replace word with link to jpg" di draft postingan. Karena feeling annoyed dan saat itu banyak kerjaan lain, jadi saya menunda postingnya sambil mencari cara. Setelah randomly searching for SPIRIT INSPIRATION NO I CANT LOOOSEE akhirnya saya (baru) tahu kalo pic untuk blogspot bisa mengambil file langsung dari album picasa. Dan setelah bereksperiment sebentar akhirnya saya menemukan cara baru untuk membuat postingan dengan banyak gambar DAN tidak bikin males banget dengan memakai picasa album. Yay, I guess.

Ok, so, yet another anime yang noone seems to care about. Seperti yang sudah bisa anda tebak dari judulnya, ini adalah anime untuk para wanita dewasa, jadi jika anda masih belum dewasa mungkin anda tidak bakal tertarik, silahkan bersenang-senang menghabiskan waktu luang anda sebelum kesibukan memakan free time anda dan beban hidup semakin bertambah (kecuali anda bisa mencapai level ultimate witch with endless flow of gold dan bisa menghindar dari tuntutan dan pertanyaan kapan nikah yang datangnya seperti Itano circus saat kondangan atau pertemuan keluarga.

Oh shit, not those questions again!

or if you can simply married to a handsome bishie rich princess like Cinderella.

keep dreaamiiing~~

..oh wait, lalu kenapa saya sendiri menonton anime ini :vc? Apakah ini berarti saya sekarang sudah menjadi wanita? let me check first.

nope, still there

Joke aside, intinya ini adalah anime drama yang beda dengan anime pada umumnya. Baik dari segi tema, karakter, cerita maupun visual. Type anime seperti ini (apalagi jika di sub kedalam bahasa indonesia) adalah jenis yang saya rekomendasikan jika anda ingin memberikan contoh ke orang yang menganggap anime = tontonan anak, daripada anda ngasih anime ecchi atau ero karena itu malah tampak menggelikan (kecuali Qwaser :v tapi anda harus bisa berceramah filosofi tingkat dewa dulu tentang SUSU). Anyway bagi saya anime drama seperti ini lebih masuk selera daripada drama live action karena basically anime is painting that moves. Ada feel di dalam setiap goresan pada frame nya, rasanya seperti ada percakapan antara creator/artist dengan viewer, and a picture can speaks more than words. So, yeah, for me, anime feels more melancholic than live action. Atau lebih mudahnya lihat saja contoh langsung dari yang expert untuk urusan ini, sang dewa kegalauan, Makoto Shinkai.


Apakah anda bisa merasakannya? jika ini adalah scene dari dorama, maka impactnya tidak akan begitu terasa ke saya, karena itu cuma buku dengan bolpoin dan karet penghapus. Saya tidak bilang tidak ada impact karena dengan teknik kamera yang lihai mungkin bisa menghasilkan adegan yang feel nya hampir sama, tapi bagi saya feel nya tetep tidak akan bisa menyamai anime dimana buku dan alat tulis tersebut digambar ulang dengan sangat detail dan anda bisa merasakan kegalauan Takaki dan niatnya untuk berjuang menemui Akari. CAN YOU FEEL IT? CAUSE I FEEEEEEEEEEEELLL ..dan saya malah jadi makin ngelantur arah postingannya. Tapi tidak mengapa karena post ini ditulis saat galau jikan :v

Dramafag pasti setuju dengan ini

Anyway, silahkan diminum dulu WJK nya, karena seperti yang bisa anda tebak, anime ini mengandung kadar kepahitan hidup yang cukup tinggi.

target penonton anime ini

And here's for BGM, Otona no Nomimono
aka minuman wanita dewasa


Let's go


Otona Joshi no Anime Time. Anime ini pertama kali tayang pada tahun 2011 di stasiun tv NHK sebanyak 1 episode. Pada saat anime ini keluar, saya sama sekali tidak tahu kalau ada anime imba sugiru ini. Baru di 2013, saya melihat "sekuel" nya diantara list anime yang tayang. Mungkin karena versi 2011 sukses (ini cuma tebakan saya sih, saya tidak tau seberapa sukses animenya) jadi di versi 2013, jumlah episode yang dirilis adalah 3 buah. Untuk menjaga intensitas postingan, maka saya akan menulis sinopsis dari keempat-empatnya dulu baru kemudia menulis review and thought setelahnya. Anda bisa menskip bagian impresi jika merasa jadi pengen nonton animenya dan tidak ingin kena spoiler.

(1) Kawamo o Suberu Kaze/ Angin yang berhembus di permukaan sungai/ Noriko's case
(Airing time: January 7, 2011)

SINOPSIS: 


5 tahun setelah hidup di luar negeri bersama suami dan anaknya, Noriko pulang mengunjungi kampung halamannya. Atmosfer tanah kelahirannya yang nostalgic membuat dia terkenang kembali akan kisahnya dulu. Kecewa karena idolanya, sang kakak yang baginya cantik dan spesial, berubah menjadi ibu-ibu rumah tangga mainstream setelah menikah, Noriko memutuskan pergi ke Tokyo, kuliah sambil bekerja dan akhirnya menikah dengan pengusaha kelas atas. Happy end? Tentu saja..
..kalau ini shoujo manga. Living the luxury life has its own pluses and minuses, sesuatu yang melahirkan sebuah sisi abnormal dalam diri Noriko yang bahkan saya pun merasa kinda "eww, thats gross" sama kelainan tersebut (bayangkan, neohybrid kai from Ikemasen, Ojou-sama fame, yang bacaannya Menggeliat Dalam Kegelapan (terjemahkan ke dalam bahasa jepang) dan Pencakar Langit (terjemahkan ke dalam bahasa Jerman) merasa kalau itu adalah somekind of sick behaviour).


Dan itu belum semua, karena masih ada satu lagi rahasia yang disimpan oleh Noriko, dan yang ini berhubungan dengan kisah cinta pertamanya di kampung halaman, yang akan dia temui kali ini. Apakah itu sesuatu yang berhubungan dengan Nikmatnya NTR? silahkan tonton dan temukan sendiri jawabannya.

IMPRESI: 

Obviously, ini judul yang pertama saya tonton dan as expected, atmosfer otona ppoi nya langsung terasa, terutama karena sebagian besar percakapan di judul ini (dan juga yang lain) adalah monolog karakter utama. Dengan kualitas background dan visual character design yang so classy, ditambah BGM yang mantaaap (semua anime Otona Joshi punya kualitas BGM yang so sleek and smmmoooooth), this anime easily grabs all of my attention.


Plot-wise, anime ini dimulai dengan gaya nostalgia dramatic yang melankolis, namun tidak sampai berlebihan. But actually, it's a trick to let your guard down, karena saat anda tidak menduganya, tiba-tiba arah cerita berbalik dan langsung jadi horror yang suram yang membuat saya WTF?! and then things went a bit normal for a while tapi waktu sampai di bagian akhir, terjadi twist yang imba lagi and I was, like, OH FUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUCK!! what kind of twist was thaaat? bahkan twist di anime fiksi non drama saja masih tidak sekejam itu ohgodwhy Well, the good thing is the marriage is already almost in ruin anyway so its probably won't be a big deal.


Anyway, di luar twist yang what is that I dont even.. itu, hal lain yang saya dapat adalah saya semakin yakin kalo sense of nostalgia is scaaarrieeeee, reliving the past is scaaarieeeeeeeee dan itulah sebabnya kenapa saya selalu cutting off the contact dengan setiap individu yang pernah terlibat di masa lalu saya, karena akan susah to maintain the commitment when person from your past are still around. 






There are no relationship without problem and when things are getting too much to handle, we tend to see only the best part of the past relationship and make it as an escape to runaway from the current problems. It's used to be easy back then to just get out from someone's life and never hear about that person again, I've done that to.. hmm lets see four, five person?  but technology nowadays made it hard to do so. DAMN YOU FACEBOOOOOOOOOOOOK!!!!!!!!! But back to this anime, episode pertama ini membuat saya merasa telah totally underestimated this anime for grown up women, and now I become even more paranoid than ever thanks to this anime I wonder if there's a woman who can be totally free from her past love and commited to the present and future. 


This is your past. So pretty. Sweet and unchanging.


 And this is your future. OUT OF JOINT because O CURSED SPITE

Which way will you walk on?

(2) Yuuge/ Makan malam/ Mimi's case
(Airing time: March 10, 2013)

SINOPSIS: 


Tidak, anda sedang menonton anime, percayalah, ini bukan acara masak-masak minggu pagi bersama boing queen.


Cerita kedua berkisah tentang Mimi, seorang istri yang senang memasak. Hidup sendirian tanpa suaminya, suatu hari Mimi bertemu Kou, seorang pekerja pengangkut sampah, ketika hendak membuang sampah dan hampir mencelakakan dirinya. Setelah pertemuan yang cukup dramatis itu, Mimi mulai dekat dengan Kou dan membuatkan makan malam untuknya. Merekapun akhirnya hidup bersama.


Ini adalah kisah yang OH SO SWEEEEEET, bahkan lebih berpotensi membuat diabetes daripada moe moe cartoon bikinannya Kyonani, kalau saja tidak ada satu masalah yang cukup signifikan: Mimi belum bercerai dengan suaminya.



 KROOOMPYAAAAAAAAAAANGGGGG


Sinetron des


IMPRESI: 

Sebagai judul pembuka untuk anime 2013, episode ini tidak se mindfuck episode 2011. But its not totally a good news either, karena anime ini sangat oh sooo sweeeeeeeet sampai bikin jelly to the max. 



jelly train passing by~~ jejeg jejeg jejeg jejeg tut tuuutt


this line alone is far better than the majority of shitty eroge sex scene dialogues

and here you go, more jelly train



Right now the writer's reaction is close to something like this


AAAAAAAAUGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHRRRRRRRRRRRRRRRRHHHHHHHHHHHHHHHH


again? hell yea!


LOOK AT ALL THOSE JELLYFISH!!

Sebenarnya anime ini tidak cocok buat para forever alone because it will taste like a sucker punch in ya face. But some much jelly aside, lagi-lagi saya dapat another food for thought dari anime ini, which is soal masak-memasak. Awalnya saya kira cooking skill tidak begitu relevan lagi dengan life style modern jaman sekarang, I mean, daripada naikin skill masak mending naikin skill cari duit, soal makan bisa cari pembantu yang bisa masak, and its not like eating is my first priority, I eat just to keep alive not I live just to keep eating, pokoknya asal bisa kenyang dan energy balik lagi habis perkara, I'm no connoisseur. 


oi pedobears, bet your loli can't make a SUBARASHII UTSUKUSHII view like this

Tapi anime ini berhasil membuat saya berpikir dua kali. Its not about whether cooking skill is a must have skill for housewives or not but its about the nutrition, that's what the core is. That's what the power came from. You are what you eat after all. A quality meal means you can stay fit and healthy, more vigor to do more activity,  more money will be produced and less money will be spent (for medicine etc since you BOTH will be rarely sick). Yes, cooking skill suddenly becomes just as important as healing spell in MMORPG.


bring back memory, huh?

Oh tapi jangan sampai salah pakai skill, a good cook doesn't mean someone who eat a lot, karena nantinya bakal jadi seperti ini


OH NOOOOOOOOOO /:v\

Dan jangan lupa dengan hukum causalnya


so move those lazy ass and start working, lad!


(3) Jinsei Best 10/ 10 Momen Terbaik Dalam Hidup/ Hatoko's case
(Airing time: March 17, 2013)

SINOPSIS: 


Meet Hatoko, 39 years old with no boyfriend. Bland life, bland carrier (but at least she's got carrier, and a senior position on that, biarpun tidak direspect sama anak buahnya, karena dia merasa sudah out of joint dengan generasi muda, oh cursed spite). Anyway, selama hampir 40 tahun dalam hidupnya, hampir tidak ada satupun momen yang berkesan dalam hidupnya, kecuali satu, ciuman pertamanya dengan pacar pertamanya saat masih SMP (meskipun kemudian di NTR dengan sangat sukses).


Things seems won't go any change at all, sampai ada kabar tentang reuni SMP, dimana dia punya kesempatan untuk bertemu kembali dengan cinta pertamanya, karena dia melihat nama si cowok ada dalam daftar panitia penyelenggara. Dengan modal pede dan SPIRIT INSPIRATION NO I CANT LOSE ala Mahiro, Hatoko pun datang ke reuni dan sesuai perkiraan, diapun bertemu kembali dengan sang cowok dari masa lalu. 


What will happen next?

IMPRESI: 

Sebagai sesama anti-riajuu, tentu saja saya sangat bisa ber-empati dengan karakter utama episode ini.






GALAU JIKAAAAAAAAAAAAAAAN


Lihatlah wajah yang sudah terbiasa menghadapi GALAU JIKAN tiap hari
SOO PROOOOOOOOOOOO, hanya orang-orang yang sudah mencapai pencerahan seperti Mahiro di episode terakhir yang bisa membuat ekspresi seperti itu *beri hormat pada shifu*


OH CRAP! THAT'S WHAT I ALWAYS SAID EVERY FUCKING YEAR!



I guess some dreams just won't came true
pretty sad, isn't it?


they remind me to my otaku friends, except they got BOOBS :v



Nikmatnya NTR dapat menyerang siapa saja, tunjukkan kepedulian anda dengan menyumbang ke Yayasan Peduli Korban Bencana NTR. Bantuan anda sangat mereka butuhkan untuk menyongsong hari esok yang lebih baik (DAN DI NTR LAGI :v)





Yet another DAMN IT MY PAST LIFE, I CAN NOT MOVE ON story. Saya sudah menulis soal ini di impresi untuk cerita pertama, so I have nothing more to say, dan walaupun di episode ini kasusnya berbeda karena kedua pihak masih sama-sama single, saya masih tidak tertarik dengan konsep back to the past dan pas nonton ending episode ini jadi ikut ngakak seperti tokoh utamanya.


aku lupa belum minum STMWJK (susu telur madu wedang jahe kalengan)


penonton kecewa.jpg

Tapi episode ini bukan tentang itu saja.





Berdasarkan data di lapangan justru yang seperti ini yang hidupnya aman tenteram dan sejahtera. Mungkin equivalent trade memang ada di dunia yang out of joint ini. Baiklah kalau begitu saya doakan semoga semua cewek yang menyakiti hati saya dan sekarang akan menikah, hidup dengan damai dan bahagia bersama suaminya, dan jadi gendut \:v/

AMEN

But when you thought I was insulting with fat people joke twice in this post (sorry, galau jikan des), suddenly, something DEEEP.




So hipster! but I know what you mean, sis. I can relate to that. Told ya, this anime is SO DEEEEEEEP, TOLD YAAA. Maybe because this show is for women. Get it? ..okay thats a pretty dirty joke there.



sewa kamar di love hotel untuk satu malam: 5,000 Yen


beli satu set alat masak karena rayuan cinta pertama: 300,000 Yen



ekspresi ketika tahu bahwa semua itu cuma tipuan: PRICELESS

Tapi hebatnya, setelah semua yang terjadi, tokoh utama kita masih tetap bisa balik ke mode semula, everything back to the way it was, and even though finally she gets the number of the real person, she decided not to call him.

IMBA. SUNGGUH IMBA SUGIRU.

Saya memberi hormat kepada ultimate witch m(_ _)m *beri hormat
Saat menonton bagian ini saya sampai speechless seperti saat kepala Mami putus di episode 3 madoka. Beda dengan cerita pertama yang twistnya cukup kelam, cerita ketiga ini memang tragis tapi juga koplak dan tidak terduga, sama seperti nasibnya Mami. 


HAHAHAHHAHA OH MY GOD THIS EPISODE IS SO FUNNYYYYYYY HAHAHAHAHA

...

;___;

Anyway cerita ketiga ini reviewnya memang lebih panjang dibanding yang lain karena yang paling ngena. Dan sepertinya memang benar kata seseorang kalau point of no return itu sudah terlewati, anda bisa melewati apapun dan tidak akan ada plot twist yang bisa memukul jatuh anda, so basically you'll become nearly immortal.


Seperti orang yang cinta nya ada di dengkul ini. Cinta di dengkul. That must be some kind of DEEP SYMBOLISM.

And I have to say I like that quote. But there's also price to pay. Seperti kata pepatah, alah bisa karena biasa. Manusia kalau sudah terbiasa, resistensinya akan meningkat jika mengalami yang sama berulang-ulang dan akhirnya tidak akan ngefek. Tokoh utama episode ini sudah terbiasa menjalani hidup yang hampa, jadi ketika terkena twist yang imba dan hidupnya kembali hampa, she have no problem with that. But she can no longer differ whether it is something that should be frowned upon, mourning to, or laugh about. The definition itself becomes distorted, the value of something precious becomes twisted. Nothing is right. Nothing is wrong. And nothing is valuable since everything will eventually be taken away. Then what is the point of living anyway? This power of conditioning is scary because sometimes it works without you realize.
....aaand WTF did I just write? Let's move to the next episode.


(4) Dokoka Dewanai Koko/ Dimanapun Asal Bukan Di Sini/ Maho's case
(Airing time: March 24, 2013)

SINOPSIS: 


Maho. 43 years old. A wife. 


One son (in rebellious phase). 


One daughter (also in rebellious phase). 


One husband (has just got fired from his job, so practically IS USELESS). 


One mother (that has transformed into an annoying old woman).

Situasi rumah tangga saat ini:

Can she survive while maintain her sanity?


IMPRESI: 

Konon ada pepatah yang bunyinya seperti ini: there are only two types of wife; crying wife and demon wife. Saya dengar soal quote itu saat menonton Saikou no Rikon (dorama IMBA yang jadi banner blog ini saat ini, mungkin saya akan mereviewnya kapan-kapan). Soal demon wife, saya sudah melihat contoh yang cukup banyak IRL, jadi saya penasaran dengan yang satu lagi, dan anime inilah jawabannya.







Mulai dari rumah tangga (kids and husband), keluarga (mother), sampai tempat kerja, semuanya berpotensi meningkatkan psycho-pass hingga 300 persen. I'm amazed how did she manage to endure all of that without mindbreak AND posting status on facebook (srsly guys, dont do that, personal problem is not for public eyes to see -kecuali anda selebritis, karena akan memboost popularitas anda, atau anda mempostingnya di tempat yang memang untuk sharing problem, seperti group The Otaku Network :v).


But back to this anime, at the same time I'm also annoyed because she has the right to angry and CRASH BOOM BANG! yet she didn't do anything but just holding it inside.


I'm wrong. She's finally snapped :v


ORAORAORAORAORAORAORAORAORAORAORA!!



again, only those who has achieve enlightenment can smile like this.


moral of this story: kekerasan dalam rumah tangga adalah solusi terbaik untuk memecahkan masalah.
p.s: hanya berlaku jika anda adalah istri yang tertukar, eh, tertindas.

But overall, episode ini meskipun dimulai dengan sangat suram tapi endingnya memang yang paling pantas sebagai penutup dari serial otona joshi 2013.


OVERALL THOUGHTS:

Meskipun auranya feminim, tapi anime ini benar-benar tontonan yang worth dan memuaskan bagi saya dibanding serial lain season ini yang banyak yang gak masuk selera. Too bad this anime is only 3 episodes long.

Secara khusus, saya sudah membahas tiap episodenya satu persatu. Secara general, ada dua poin yang saya temukan yang cukup menarik. Pertama, atmosfirnya yang down to earth dan realistis membuat elemen mindscrewnya jadi lebih bizarre dan menyayat. Noriko's case, IMO, is pretty fucked up. Kalo saya jadi suaminya mungkin sudah milih cerai saja. Btw di Game of Thrones season 3 yang baru-baru ini tayang ternyata ada juga kisah yang mirip Noriko ini, dan ngomong-ngomong soal Game of Thrones, that show also has a lot of SO DEEEEP material that can provoke your thought to contemplate.


Jinsei Best 10 cukup tertolong dengan penceritaannya yang ringan dan BGM yang cheerful, tapi sebenarnya kalau dilihat lepas dari elemen tadi, kisahnya cukup heart wrenching *minum WJK* dan meskipun hampir semua kasus dalam cerita ini sudah cukup biasa ditemui di doujin-doujin ero casual yang melibatkan tag tsuma atau hitozuma (type doujin yang tidak membuat pembacanya jadi gila) tapi begitu ada backstorynya seperti di anime ini, saat menonton jadi terasa feel so wrong.


Hanya di blog ini anda bisa menemukan postingan melankolis CAUSE I FEEL dengan pembahasan SO DEEP dan beberapa paragraf berikutnya muncul potongan dari eromanga.

Poin kedua, this one is related to thing that I still cant understand even now, maternal love. The state of worrying over someone else even more than yourself. Ini paling kelihatan di Yuuge, waktu Mimi kuatir to the max saat Kou belum pulang dan tidak bisa dihubungi lewat telepon. Di Dokoka Dewanai Koko, yang membuat Maho tersadar waktu hendak diajak masuk hotel adalah karena dia teringat dan kuatir dengan anak perempuannya (padahal saat itu situasi dia lebih kacau). Karena saya tidak pernah merasakan mutual affection, things like that are incomprehensible. I can empathize more with finding your own happiness di cerita pertama dan ketiga daripada worrying over someone you love di cerita kedua dan keempat.

Well that was pretty long, bahkan sayapun tidak menyangka bakal sepanjang ini. Sasuga review yang ditulis pas galau jikan. Dan untuk anda pembaca wanita, jika tidak tahan nonton anime ini, saya rekomendasikan Kuro to Kin no Hirakanai Kagi untuk bersembunyi sejenak dari realita, salah satu anime reverse harem yang diakui kevalidannya oleh blog ini karena salah satu karakter cowok yang jadi targetnya cukup realistis.






Kudos buat studio yang mau menganimasikan adegan ini yang akhirnya memicu diskusi tentang "what if you were become an object to imagine by other person when fapping?" diantara para fangirls (jangan tanya bagaimana saya bisa tahu dan nonton anime ini).

5 comments:

Mide said...

uoooo kapan saya mau nonton yang pertama (nasib keiboard laptop rusak dan efek dominonya)

Anyway, entertaining as always. Dan saya baru tahu klo cerita di eromanga kayak gitu :v :v :v *nods*

Untuk yang eps 3, mungkin sampeyan kurang ngerti tentang "mementingkan orang lain" karena bukan "ibu" dan belum punya anak? Aku malah lebih simpati dengan eps 3 karena ingat ibu saya sendiri yang juga ibu RT yang kerja dan ya..... (._. )"

Neohybrid_kai said...

seperti dugaan, anda yang respon
ya begitulah ero manga, namanya juga fantasy :v

mungkin juga, ppl often said things like that too
entahlah, time will tell, I guess

kyonqchie said...

wowow ada mas2 yang tahu Kuro to Kin =)))) *amazed di point yg salah LOL*

Zetsudou Sougi said...

kecuali yang paling atas
anda memancing minta saya buat nonton
ketiga2nya rilis 2013 kan?

Neohybrid_kai said...

kyonqchie: pfft anda ini

gecd: ahaha, saa~
ya, ketiganya rilis tahun ini

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime