Monday, December 30, 2013

Closing Curtain Fall Anime 2013: End of Year Post

7 comments
Sebenarnya saya tidak punya banyak waktu untuk menulis ini karena ada beberapa kerjaan yang harus diselesaikan sebelum tahun berganti, tapi melihat banyak anime yang saya ikuti baru saja berakhir dan hampir semuanya tamat dengan begitu indah, rasanya ada yang mengganjal jika perasaan ini tidak dicurahkan lewat kata-kata #halah

Ok, langsung saja. Di list berdasarkan urutan di post ini.

(1) Golden Time

Golden Time minggu ini tidak tayang dikarenakan Kaga Kouko harus syuting untuk iklan SOSIS.


Tinggal LHEB!

Maaf salah gambar. Maksud kami stick kentang.


 Kenapa kentang? Because all men are potatoes.

 FEEL THE SPLASH!

COMBO!

Meskipun sempat mendapat caci maki karena ekspektasi saya terhadap JC Staff cukup tinggi untuk anime ini, tapi tidak bisa dipungkiri jika semakin ke belakang kualitasnya makin membaik. Terutama di bagian pengambilan adegan yang di beberapa episode awal terlihat seperti panel komik bikinan komikus pemula. Anime ini juga sudah mampu memecah belah fans nya ke dalam dua kubu dan mengadu domba mereka, yang berarti dari segi drama, anime ini sudah sukses (y).


TAK SOBEK-SOBEK!! #BUKANEMPATMATA

GOOD JOB, JC STAFF

Mengutip salah satu post di newsfeed saya yang ditulis oleh seorang teman:

Kaga tidak tau cara menjadi pacar yang baik, tapi dia berusaha.
Linda tau cara menjadi pacar yang baik, tapi dia tidak berusaha.

Manakah yang kalian dukung? Saya sih Kaga. Ketik GT spasi KAGA kirim ke XOXO sekarang juga! 10 pemenang yang beruntung akan mendapat jimat anti NTR dari Kaiki.


(2) White Album 2

Secara visual dan atmosfer, White Album bisa dibilang anime yang paling kalem dan sendu dibanding 2 anime drama lainnya, Golden Time yang ceria dan gaoel, serta Nagi no Asukara yang pedih dan tajam. Tapi di balik kelembutan cahaya senja dan petikan gitar yang mendominasi scene di anime ini, WA 2 menyembunyikan intrik dan kegelapan yang tidak kalah intense. Dari segi cerita, formula yang dipakai cukup simple, cinta segitiga antara 3 orang teman. Tapi justru karena itulah jadi cukup relate-able. Sejak dari awal saya sudah menduga di balik kisah manis ini nanti ke belakangnya PASTI akan terjadi sesuatu yang imba. Dan sesuatu itu pasti akan melibatkan kehancuran. Karena harus ada harga yang harus dibayar. Pertanyaannya adalah, apa yang akan hancur? cinta kah? persahabatan kah? Menonton anime ini seperti menunggu bom waktu. Hanya saja bomnya disembunyikan dengan cukup apik sehingga tidak mengganggu kenikmatan anda memandangi grafis dan musik anime ini yang memukau. Hingga episode terakhir tayang. Dan.. BAM!



Aku ra popo

Jadi, apa yang akhirnya hancur? SEMUANYA. EVERYTHING. ZENBU.

DAN SAYA PUAS. Puas karena (di mata saya) inilah ke-ending-an yang adil dan beradab. And here's the result of the war of romance of the three friendom.

Haruki:
gained: 
-Kazusa's virginity 
losing: 
-love
-friendship

Setsuna
gained:
-friendship
losing:
-love

Kazusa
gained:
-love
losing:
-virginity
-friendship

JUSTICE HAS PREVAIL. NOW EVERYTHING IS IN RUIN.
























 THE REAL HAPPY TREE FRIENDS!


I like how this anime ended in open ending, so you can just made your own version of how things will turn out from there. But one thing I'm sure, everything will not be the same after the bomb #trustmeImanexpertonthis. They better go their own separate ways, before Kazusa return with Haruki's child. Or worse, Kazusa return with Haruki's child during Setsuna's marriage with Haruki. Or not. Too bad the anime didn't show us whether Haruki used condom or not.

BUT ANYWAY GREAT ENDING, GENTLEMEN! WOOHOOO! SUBARASHII!


(3) Nagi no Asukara

Nagi is stil halfway from over, but we can also see the latest eps as the ending of the half part. Which mean, if you still haven't watch this EXCELLENT show, ITS STILL NOT TOO LATE! Tontonlah sekarang juga!


Pesan layanan masyarakat ini dipersembahkan oleh Yayasan Peduli Korban Bencana NTR

Dan NTR bukan satu-satunya konflik di anime ini. Masih ada sengketa antar agama dan ras, kisah cinta berbeda keyakinan, dll. IT'S #GREGET! Satu-satunya hal yang bikin saya kuatir adalah kalau endingnya melempem seperti kerupuk yang lupa dimakan setelah dibuka bungkusnya. Lets hope it won't turn that way.


(4) Fuyukai Des: The Animation

Jika dari awal anda berharap banyak pada anime ini dan sekarang menyesal karena endingnya sucks, well, itu salah anda :v 

Sejak dari pertengahan series sudah mulai terasa jika anime milik kyonani season ini bakal tidak begitu menjual something special. Plot standar boy meets girl, dengan tokoh utama cowok yang special (I'm half demon! my existence bring miserable to everyone) bertemu dengan gadis yang special (my blood is cursed! my existence bring miserable to everyone too) is not enough to give a satisfying amount of twist (omg! we are the existence-that-bring-miserable-to-everyone couple!). 

Meskipun demikian, saya tidak bilang kalau Kyoukai no Kanata jelek (despite endingnya yang memang sucks! I mean, come on, whats the point of "ok, lets make a dramatic separation death scene FULL OF FEELSSS then raise the dead again in the epilogue because we want to be the next Disney!), karena overall dari segi flow animenya asik buat ditonton, tidak ada bagian yang boring (sasuga kyonani, tau cara bikin penonton seneng), actionnya bagus, porsi komedi dan seriusnya berimbang, dan personality serta interaksi antar tokoh-tokohnya cukup koplak untuk menghibur anda. Plus, jika anda maniaks cewek berkacamata, anda bisa mendengarkan kuliah umum dari prof Akihito pakar kacamata hampir di setiap episode. Lagipula, season depan Kyonani bakal memanjakan saya dengan season kedua CHUUNIIBYOOOU aka Romansa Pendekar Dunia Delusi.

(5) Gingitsune 


Gingitsune adalah anime yang adem ayem. Meskipun anime ini bercerita tentang mahluk gaib dan hubungannya dengan manusia, tapi anda tidak akan mendapatkan battle action flashy lebay melawan mahluk gaib ala Kyoukai no Kanata atau kisah mellow super dramatic story ala Natsume atau Mushishi. Everything is normal here, just a slice of life about people living in town with shrines and temples. Karakternya juga biasa, tidak ada super moe high school girl dsb. Ada yang urakan, ada yang serius, ada yang naif, down to earth lah. Gingitsune adalah tipe anime yang cocok kalau dijadikan dorama (selama tim pembuatnya tidak memaksakan diri membuat deity nya semirip mungkin dan berakhir dengan sesuatu yang terlihat seperti cosplay). Anime ini mungkin susah jika ditonton secara marathon, karena pace nya yang datar dan tidak ada sesuatu yang heboh. Tapi jika anda menontonnya secara teratur tiap tayang (hari senin), efeknya cukup terasa. Sayang sekali anime ini cuma tayang satu season, dan berakhir dengan biasa pula (meskipun untuk ukuran Gingitsune, endingnya sudah cukup rame). I need moar Hiwako. Now my weekly supply of the vice president who loves older men is gone. Mungkin karena anime seperti ini bakal susah mendapatkan angka penjualan tinggi, jadi studionya tidak mau ambil resiko(?). Anyway this anime is worth to watch kalo anda nyari tontonan yang bisa dinikmati sambil istirahat tanpa harus banyak mikir (tapi bukan comedy).


(6) Gadis-Gadis Galileo


Apakah anda suka loli di atas? 

Jika jawabannya ya, maka Galilei Donna saya rekomendasikan untuk anda tonton. Tapi jika anda menjawab tidak, sebaiknya urungkan saja niat anda.

Galilei Donna diawali dengan premis yang menjanjikan dan line up character yang berimbang. Sebuah anime petualangan 3 gadis muda mencari harta karun misterius, berlomba dengan organisasi jahat dan bajak angkasa, mereka adalah Hazuki, kakak pertama yang paling cakep, mahasiswi pemalas yang mengambil jurusan hukum, Kazuki, kakak kedua yang tomboy dan bisa bertarung, tapi sering galau karena #gagalMOVEON, dan Hozuki, si loli genius yang.. genius meskipun masih loli. Karakter lainnya pun menarik, mulai dari bajak laut playboy sok keren namun baik hati, mbak-mbak random misterius yang akhirnya bergabung dengan team, hingga bawahan final boss seorang assassin ikemen brutal dengan masa lalu yang oh so daark and edgy. Mix all of that ingredient and you get this anime. But does it turn out good? unfortunately, not. Galilei Donna seperti tidak sadar kalau mereka cuma punya 13, ralat 11 episode, dan kebanyakan terpakai untuk hal-hal yang tidak relevan dengan plot, hingga akhirnya masalah selesai dengan singkat, dan mulai dari situ, premis-premis yang menjanjikan anime ini satu-persatu selesai dengan tidak memuaskan. Skill pengacara Hazuki baru terpakai di eps terakhir, itupun tidak banyak membantu, dan skill martial arts Kazuki malah tidak pernah terpakai.

Pada akhirnya Galilei Donna adalah anime tentang petualangan gadis ketiga, Hocchibi, hingga akhirnya bertemu dengan nenek moyangnya Galileo, dan membuat Galileo jatuh cinta lalu lahirlah Galileo PEDORO, yang akhirnya menjadi harta karun yang dicari-cari.


(7) Samurai Flamenco


Samumenco mungkin terlihat aneh di list ini karena satu-satunya anime yang genrenya (lebih mendekati) komedi (daripada action). Or not. Susah sekali menebak apakah anime ini serius atau tidak, dengan banyaknya twist dan genre bending yang terjadi berkali-kali. Saat ini Samumenco memasuki babak baru dengan musuh yang berbeda, dan masih tidak jelas mau dibawa ke mana arahnya. Jika anda menyukai serial tokusatsu, bisa dipastikan anda akan menikmati anime ini, karena banyak parodi dan referensi yang bertebaran di dalamnya. Dan jika tidak, anda tetap masih bisa menikmati sebagai tontonan yang lucu. Selama anda tidak berharap banyak, samumenco akan menghibur anda dengan perkembangan-perkembangan yang membuat anda berkata 'dafuq did I watch?'.


(8) Lalvrave the Viberator

Karena paranoid kena spoiler, saya menonton episode terakhir anime sableng ini di himado, situs dimana anda bisa streaming raw episode terbaru dengan fitur komen yang muncul di layar ala niconico. Hasilnya? perut saya sakit karena kebanyakan ketawa. 


HOMO JA NAI HOMO JA NAI HOMO JAA NAAAIIII 

Sebagai tontonan serius, ending Valvrave tidak bisa saya bilang memuaskan. Konklusi yang terburu-buru, tidak jelas dan kurang punya IMPACT. Tapi valvrave memang terkenal karena kegajeannya, dan karena itu sebagai tontonan komedi, valvrave saya bilang TOP (y) Mulai dari awal hingga akhir, anime ini penuh dengan hal-hal koplak, plot error dsb tapi justru ini yang bikin saya tetap nonton. Kelebayan dan kedafuqan apa lagi yang akan terjadi di episode mendatang? Tentu saja ketika adegan dramatis, scene nya cukup CAUSE I FEEELSS, meskipun sebelum air mata anda kering, anda pasti sudah ngakak kembali. Overall Valvrave is satisfying, eventhough the CLIMAX is not very SATISFYING, but THE RIDE is VERY ENJOYABLE.

(9) Freezing Vibrat.. ion

Season kedua dari serial yang penuh dengan PLOT. Jika anda mengikuti manganya, anda tidak akan terkejut dengan yang terjadi di season keduanya. Tapi bagi saya yang cuma nonton anime season pertamanya, saya sama sekali tidak mengantisipasi kalau arah ceritanya berubah menjadi gelap dan depresif.

 LAST EPISODE: FINAL BATTLE AT THE LOVE DOLL FACTORY!




 I THOUGHT I'M WATCHING THIS ANIME FOR THE BOOBIES!


 AH BOOBIES, FINALLY. NOW I FEEL BETTER.






Crap, I can't see any boobies! I guess this is what you get for being the luckiest limiter of the pandora with the biggest boobs! ..uh, by the way, this is only temporary, right?

Many things happen during the second season, and most of them are not happy things. Tapi justru itulah yang membuat saya makin respect sama serial ini. Sama seperti Monogatari series, eps terakhir ditutup dengan pengorbanan salah satu tokoh yang sangat respectable (KAKKOI YOO, CHIFFON-NEECHAN!). In a sense, dengan perkembangan cerita sekarang, Freezing mengingatkan saya dengan Gunslinger Girls, but with BIGGER BOOBS and pantyshots.

(10) Miss Monochrome



Anime singkat yang dibuat berdasar karakter ciptaan salah satu seiyuu fave saya, Horie Yui. Its a fun to watch and its short, so basically its just like those other short anime that created to make you laugh, some humor are clever and some other aren't. Only with Yui Horie voice. Correction, Yui Horie vocaloid-ish voice. Ditambah jika anda menonton Miss Monochrome, anda bakal bisa nangkep cameonya waktu dia muncul di Golden Time, anime lain dengan bintang utama yang diisi oleh Horie juga. The ending is nice, but not very special, except the dancing part that you can see in (kinda scary) 3D model is being animated in 2D animation, quite lovely I said, tapi kalau anda sudah biasa nonton anime idol, mungkin yang seperti itu sudah biasa. 


(11) Monogatari series

NOW THIS!! THISSSSSSSSS!! THIS IS THE MOST IMPRESSIVE ENDING OF THE SEASON. Monogatari series has so many to talk about that I dont know where to begin. But let me start with this:

KAIKI IS AWESOME!!!!!!!!

Nishioshin benar-benar seorang novelis genius. Tidak hanya dia bisa membuat cerita dengan alur yang hebat, tapi juga karakter yang berubah-ubah seiring waktu. Seperti halnya manusia. 

- GOHOUBI DES
- ARIGATOU GOZAIMAS

 Cahaya cinta perlahan menyilaukan. Itulah mimpi kehidupan NTR.

SHAFT: 1
KYONANI: 0

Ketika pertamakali, atau lebih tepatnya bagian pertama, Monogatari keluar, saat itu musim panas tahun 2009, saya benar-benar hype to the max dengan serial ini. Bahkan ketika episode terakhirnya tayang, saya sempat membuat shortfic tentang OTP saya.

Lalu Nisemono keluar, dan satu demi satu volume dalam LN teradaptasi menjadi anime. Dengan style yang sama. Style otaku hipster itu. Style yang menjadi bahan trolling diantara teman-teman saya setiap kali ketemu dan ada yang mengungkit soal monogatari. Namun di balik all those over the top pretentious looking visuals, tidak bisa dibantah jika content dari serial ini penuh dengan INSIGHT dan THOUGHT PROVOKING materials. Dan di sinilah saya baru nyadar salah satu kelemahan anime yang diadaptasi dari light novel yang benar-benar novel, dalam artian sadar dan bisa memakai kekuatan media yang dipakai sebagai power sourcenya, dalam hal ini TULISAN. Begitu banyak quote dan kalimat-kalimat berharga yang ada di serial ini tapi akhirnya cuma terlewatkan atau terlupakan karena tidak sempat tercatat, tenggelam oleh frame dan saat ingin mengingatnya sudah keburu males buat nyari episode dan adegannya. Ternyata untuk urusan ini anime kalah dengan buku.

DEVELOPMENT? THIS! IS DEVELOPMENT.






Character development. Kembali ke paragraf sebelumnya, apakah sekarang saya masih menyukai pasangan fave saya dulu, gahara dan arararagi? tidak. Cerita di serial ini bergerak dengan dinamis. Karakter berubah seiring perkembangan alur. Latar belakang tokoh yang sebelumnya kita tidak kenal juga mulai diungkap. Setiap aksi yang dilakukan satu karakter menimbulkan reaksi pada karakter lain dan mempengaruhi kejadian selanjutnya. Terdengar obvious, tapi jarang ada yang benar-benar melakukan hal ini. Apalagi drama anime senang mengagung-agungkan status quo atau revert ending. Akhirnya semuanya kembali seperti semula, blabla bla, tamat. Ini kan bukan kisah superhero yang menyelamatkan bumi dan keadaan kembali aman seperti semula.

Plot. And by plot I'm talking about a well designed plot here. Awalnya Monogatari series terlihat seperti kisah-kisah potongan dimana dalam tiap cerita Arararagi menyelamatkan seorang gadis dari kesurupan. Ganti cerita, ganti kasus, ganti cewek. Rinse and repeat. Mungkin banyak yang mendrop anime ini setelah "sekilas seperti bisa melihat formulanya". Tapi di season kedua ini terjadi sesuatu yang mengagumkan. Potongan-potongan kisah tadi bukan cuma seperti cerita lepasan dalam satu tankoubon shoujo manga, melainkan kepingan-kepingan puzzle, yang semuanya saling berkaitan. Ada hukum sebab-akibat bergerak di belakangnya, yang ketika anda menyadarinya, you'll go "ooh, this is a pretty clever designed story". 

Hal lain yang membuat saya menyukai anime ini adalah bagaimana anime ini dengan tegas membuat batas "khusus konsumsi otaku" biarpun banyak content yang so deep and philosophical yang menarik untuk dicermati oleh kalangan mana saja. Jika anime ini disajikan dengan cara yang normal, tanpa  visual yang nyentrik and adegan sikat gigi yang kontroversial, monogatari bisa menjadi serial yang menarik perhatian orang awam. Itu yang saya pikir. Dulu. Karena sekarang saya sadar, justru itulah kekuatan lain dari monogatari. Exclusiveness. Sesuatu yang hanya bisa dipahami oleh selective audience. Untuk apa mencoba menarik riajuu kepada sesuatu seperti ini? Once in a while kadang saya mencoba membaca apa yang riajuu baca. Tapi akhirnya saya nyerah karena tidak nyambung. Terlalu sosial. Unrelate-able. Perbedaan life style, dsb. Kenapa tidak ada cerita dengan karakter yang lebih dekat. Antisosial underdog hikkikomori atau semacamnya. Tapi dengan pemikiran yang valuable, bukan another boy meets girl, atau delusi harem dan sejenisnya. Jadi ketika akhirnya saya menemukan yang mendekati definise tersebut, saya merasa kalau hal itu terlalu exclusive untuk diketahui khalayak umum. Kalaupun dicoba, mereka pasti juga tidak akan nyambung dengan jalan pikiran cerita ini. Jadi meskipun ini adalah show yang bagus untuk food for thought, tapi maaf ya, ini bukan tontonan untuk kalian! Seperti itu kesan yang saya dapat dari anime terbaik tahun ini, Monogatari the series.

OP of The Year



Anime of The Year


Last year was Zetsuen no Tempest btw
Next year is probably Nagi no Asukara

BONUS:

(12) Super Seishun Brothers





Super Seishun Brothers adalah anime pendek yang bercerita tentang dua kakak beradik yang berteman dengan dua kakak beradik lainnya. Ok, that doesn't sound so convincing, let me add more:
-  Anime ini memiliki style shoujo, which means, if youre more into fashionable chic gurls that change her dress once every episode rather than cherubic, loli looking moe that never change her identity-outfit, this show is a must watch .
- Plot twist: salah satu kakaknya ternyata hardcore fujoshi. So if you think this is just another shoujo story, think again.
- Surprisingly, di anime ini ada dramanya, and its quite sting, biarpun baru muncul di episode-episode menjelang akhir.
- Ending song yang super catchy. Dengan lirik yang SO DEEP dibalik iramanya yang moemoe.
Kalau 4 point di atas masih tidak bisa membuat anda ingin mencobanya, oh well, berarti memang bukan anime tipe anda.


(13) Hal

Saya menskip review film satu lagi yang juga baru-baru ini rilis: Gerbang;Ternoda: The Movie aka Steins;Gate Fuka Ryouiki no Deja vu dan memutuskan untuk membahas ini karena rasanya lebih butuh coverage daripada S;G yang kebanyakan orang pasti sudah pada tahu.

Ketika pertama kali tau tentang movie ini, sebagai dramafag jelas saya langsung hype banget. Dengan artwork shoujo dan premis yang kena di hati, film ini jelas worth untuk ditonton. Sampai-sampai waktu saya ke Jepang saya hendak menonton film ini tapi jadwal tayangnya di bioskop ternyata cuma sampai Juli (saya ke sana pertengahan Agustus). Untungnya penantian panjang bagi yang ingin nonton berakhir dengan dirilisnya DVD film ini di penghujung Desember. 

Dan tebakan saya tidak meleset. If you are a drama fans, Hal is a must watch. Apalagi kalau anda suka dengan gaya gambar shoujo. Visualnya juga stabil, dan BGMnya menyentuh #tsaah. Dari segi ceritanya sendiri, twistnya cukup bagus, saya sama sekali tidak menyangka (resulting in tear jerking durung the movie credit). Surprisingly one of my female friend can guess the plot twist even before watching the movie when I gave her the synopsis (entah dia cenayang atau saya melakukan blunder pas nyeritain soal plot film ini. Anyway, Hal is a good movie, biarpun durasinya cuma 1 jam. Do yourself a favor, or at least recommend this movie to one of your friend (protip: for the best impact, recommend this movie to one of your friend yang #gagalMOVEON)

And that's all folks! Jika ada yang bertanya kenapa saya tidak mereview Kill La Kill, itu karena saya tidak menonton :v (not quite my taste). Dan saya masih stuck di DATABASE DATABASE WOWOW WOW episode 5, maybe I'll catch up later. And since this also will be the last post in this year, let me say thank you for reading this blog, or even following it. 2013 is a pretty hectic year with shitty starts, as much as I hate this year's beginning, but some good things really happenned in between and I'm thankful of it. I'd like to end this year with a relatively serene parting, here's hoping the next year will be better. Cheers!


Read more...

Saturday, November 23, 2013

Kyoani no Kanata: Filosofi Dibalik Kacamata

6 comments
Sebenarnya saya ingin memposting ini di FB tapi karena hasil akhirnya cukup panjang dan delusional SO DEEP jadi akhirnya saya post di sini, siapa tau berguna bagi pembaca yang sealiran fetishnya :v

Baiklah karena sepertinya alasan saya nonton anime ini berubah jadi ingin mendengarkan ocehan si megane maniaks, sebagai sesama pengidap fetish kacamata, saya akan ikut memberikan opini.

thick frame 

or thin/rimless, 


which one is better? 

ini bukan masalah sepele, INI ADALAH MASALAH YANG MENYANGKUT MASA DEPAN UMAT MANUSIA :v!


Rimless/thin frame
Because of the lightweight effect, this kind of megane makes an impression that the wearer is sophisticated but fragile like a porcelain, it made you want to protect the wearer :v *delusi*
However due to the nature of this megane that is less sturdy and need more proper and careful maintenance, it makes the wearer image a diligent and hardworking person.
Karena lebih banyak bagian kaca yang terlihat daripada frame, megane tipe ini juga memboosting image yang dingin dan/atau tajam.
In conclusion, ini adalah tipe kacamata yang memboosting aura strict and formal outside but weak and need affection inside *delusi to the max*
btw saya lupa mencantumkan tokoh fenomenal yang memakai kacamata tipe ini: nagato yuki versi disappearance, karena picnya sudah terlajur jadi, mohon maaf  m_ _m

Thick framed
This is the kind of glasses that boosts the image of strength, but also distant, karena framenya yang tebal terlihat seperti "dinding pembatas" *uwoogh filosofi yang #SODEEP*
It also gives an aura of bold and independence.  if the frame color is dark, it boost the image even bolder. tapi jika warnanya cerah, efek yang terjadi adalah sebaliknya, it gives the wearer a sense of warmth and approachable *mulai delusi lagi*
In conclusion, ini adalah tipe kacamata yang memboosting aura strong outside but insecure inside *delusi to the max*

Jadi tipe mana yang lebih anda sukai? personally saya lebih suka yang rimless/thin karena image prim and sharp but fragile like glasses *delusi maxxximum* eh tapi yang thick juga bagus sih :vc jadi ya..


...
7 jam kemudian

dua-duanya deh \:v/

btw jika anda bukan termasuk penggemar megane tetapi pemakai, silahkan berpendapat juga, saya penasaran kalau dari sudut pandang pengguna :v

p.s: ya saya tau isi postingan ini tidak seDEEP judulnya :v



Read more...

Sunday, October 13, 2013

Glimpsin' tru Fall Anime 2013

10 comments
WELCOME! Seharusnya postingan seperti ini adalah sebuah ritual di blog ini, namun karena kesibukan dan lain hal, sepertinya sudah beberapa musim terlewatkan tanpa sebuah postingan impresi awal. Kali ini, mumpung lagi sempat dan tidak ada acara saat weekend, saya meluangkan waktu sejenak untuk menulis kesan-kesan dari anime musim gugur 2013 yang sudah saya tonton. Harap dimaklumi, belum semua (dan sepertinya tidak akan semua) anime musim ini sudah dicicipi dan di sini saya hanya akan menulis judul-judul yang sudah ditonton dan menarik perhatian saya untuk mengikuti lebih lanjut. ONWARD!

(1) Golden Time

Tidak ada hubungannya dengan Golden Playhouse.


Atau golden witch.


Short review from early episode:
Seorang maba fakultas hukum ketemu maba yang punya cewek super cakep populer etc yang (menurut dia) annoying karena kayak perangko. Karena sering jadi pihak ketiga penengah antara keduanya dan tempat curhat, si tokoh utama jadi simpati sama sang pacar (yang cewek ya, bukan yang cowok). DRAMA ENSUED


Impression:
Diadaptasi dari light novel karya pengarang yang menghasilkan Toradora, oleh studio yang terkenal dengan karya dramanya, J.C Staff, kecil kemungkinan bagi anime ini untuk messed up. Dan memang begitulah hasilnya. Episode pertamanya berhasil menghasilkan impresi yang bagus. Line up karakternya yang kuat memungkinkan untuk sebuah drama dengan kekuatan yang powerful. Setting kampus anime ini juga membuat atmosfer yang berbeda dengan anime drama sekolahan pada umumnya. Tentu saja it goes without saying kalau dilihat dari main pairing dan opening clipnya, anime ini akan melibatkan Nikmatnya NTR (y)

Pros:

  high grade premium heroine

club minum teh seishoujo (there's a powerful drug inside the tea!)

club #YOLO

Cons:
NTR levelnya masih belum terasa. Pacar yang tidak perhatian. Cewek yang terlalu mudah dekat dengan protagonist (to the point that I feel kind of unrealistic). Rute yang terlalu mudah. Simply saying, Nikmatnya NTR yang masih belum begitu nikmat. Butuh twist semacam cowoknya ternyata tsundere atau ceweknya begitu setia (don't spoiler me, novel's readers). Saya berharap drama hujan badai dan tsunami dari studio drama selevel J.C!


(2) White Album 2


Short review from early episode:
Seorang cowok yang galau suka main gitaran akustik JC Staff di ruang musik. Setiap dia gitaran, dari ruangan sebelahnya terdengar suara dentingan piano J.C Staff. Si guitar-man akhirnya sering main bareng tanpa tau siapa yang main piano. Karena ini bukan film horor jadi ternyata yang main piano di ruangan sebelah bukan setan, tapi seorang gadis (yang sepertinya juga) galau. GALAU ENSUED.

Impression:
Following the drama list, we have a sequel that turns out you don't have to watch the first series to following. Karena katanya tidak butuh nonton White Album yang pertama untuk menonton yang kedua ini, saya mencoba nonton episode perdananya, and turns out its pretty good. Plotwise, saya tidak bisa bilang kalau anime ini spesial, tapi anime ini membawakannya dengan cukup mellow sehingga menarik perhatian saya. Characterwise, karena memang bukan harem jadi masih terasa realistiknya, dan karater utamanya juga punya skill, not just some random loser who happen to get around a bunch of hot chicks.

Pros:
- THE MUSIC!!! 
Background music di anime ini bagus banget, ngelangutkan jiwa #halah. Ditambah settingnya yang sering menggunakan suasana senja di sekolah, diiringi petikan gitar dan dentingan piano, ini adalah anime yang cukup sendu. Lagu endingnya bahkan cukup untuk memanggil ninja pengiris bawang.

Jrenggg jrengg jreenggg

Hei sephiaa malam ini ku takkan dataaangg, mencob- *dilempar sandal sama fans VN nya


- The atmosphere
Atmosfer kalem dan sendu anime ini sangat nyambung dengan BGM yang didominasi oleh petikan gitar dan dentingan piano. Saya tidak tahu bakal seberapa tajam drama di anime ini, tapi suasana dan atmosfernya sudah sangat drama banget. Cocok ditonton malem-malem sambil nostalgila dan minum sekaleng WJK.

Sungguh aneh tapi nyataa, takkan terlupaa


Cons:
Pacingnya selama episode perdana cukup tidak stabil. Ada beberapa bagian yang menurut saya cukup boring dan bland, meskipun ini berhasil diimbangi dengan beberapa adegan yang cukup bikin CAUSE I FEEL. 


(3) Nagi no Asukara



Short review from early episode:
Ada dua ras, chine- eh, manusia darat dan manusia laut. Manusia darat hidup di darat, manusia laut hidup di laut (you dont seeeey). Karena gaji guru honorer di laut kecil, akhirnya di dalam laut gak ada sekolah dan anak-anak manusia laut harus sekolah di sekolah manusia darat. Di hari pertama masuk sekolah, secara tidak sengaja ada anak manusia laut yang kejaring kapal. LALU TERJADILAH


 ^o^¸.•*¨*•♫♪♫NIKMATNYANTR♫♪¸¸.•*¨*•♫☆^o^

Impression:
Golden Time memang bagus, White Album juga mengesankan, tapi kedua judul tersebut kalah GREGET! kalo dibanding anime ini. Awalnya saya cuma menonton ini karena rekomendasi teman dan cukup meh dengan desain karakternya yang loliloli, TAPI! ternyata benar, tidak butuh sampai 5 menit untuk melihat adegan Nikmatnya NTR (literally!), atau mungkin lebih tepatnya Nikmatnya NTR Pake Jaring. Ditambah line up character yang sudah ter-set sejak awal, tidak butuh fase pengenalan dan pertemuan satu persatu antar tokohnya. Tinggal lheb! Nikmaat!

Pros:


- Solid set of characters
Karakter di anime ini adalah teman se-geng, jadi tidak butuh fase dimana tokoh utama masuk sekolah/kuliah/datang ke lingkungan baru dan berkenalan dengan tokoh dan love interest lain satu persatu. Mereka sudah akrab dan saling ngerti sifat satu sama lainnya sejak awal, tentu saja kecuali satu orang, si pelaku Nikmatnya NTR. Selain itu, hubungan siapa-suka-siapa juga sudah ter-establish sejak awal, sehingga menonton anime ini seperti melihat bom kembang api yang mau meledak. Sangat GREGET!



- Scenery porn
Karena ini anime P.A works punya, of course the background is amazing. Ditambah setting dunianya sendiri sudah mengakomodasi untuk itu (meskipun saya agak heran, kalo ikan-ikan berseliweran dengan bebas gitu, berarti juga bakal :poop: di sembarang tempat, seperti di wajah anda ketika tidur). Background yang begitu indah di anime ini menambah efek SO DEEEEP saat terjadi adegan yang dramatis.


- Racism
Surprisingly, anime dengan tokoh loli dan shota ini malah mengangkat tema yang lebih dewasa dibanding anime drama lainnya yang besetting di SMA, atau bahkan kampus. Tema ini baru terangkat saat episode dua, dimana ada aturan manusia laut tidak boleh ningkah dengan manusia darat, atau bakal dikeluarkan dari society. Saya memang punya soft spot untuk cerita seperti ini. Natsume yuujincho punya drama antara manusia dan youkai, film-film jianghu punya romance antara manusia dengan siluman, dan cerita-cerita seperti itu biarpun mungkin klise tapi relate-able bagi sebagian orang. Now we shall see how far this concept will be integrated in this anime.

- Nikmatnya NTR
Should I say one more time?

- Linkin Park reference


Hikari: He's Guilty by association!
Manaka: You point the finger at me agaiin!
Manaka: I wanna run awaaaay
Hikari: Never say goodbyeeeeeeeee
I wanna know the truuuuth

..ok, you get the point, but there's still one more :v/!

- Lagu ending yang horror :v
kihihihihi.wav
Nikmatnya NTR memang mengerikan

Cons:
Tadinya saya mau nulis desain karakternya yang loli, tapi isu-isu di anime ini ternyata menyangkut hingga ke level orang dewasa dan society, jadi anime ini.. tidak punya kelemahan :v/!!


(4) Kyoukai no Kanata

"BELAHLAH DADA INIII KASSIEEEEEEEEEEHHHHH!!!"

". . . ."

Short review from early episode:
Di jianghu, para pemburu siluman hidup dari berburu siluman yang jasadnya kemudian ditukar dengan duit. Ini adalah kisah boy meets girl antara seorang cewek pemburu siluman yang tidak bisa membunuh siluman karena trauma, dengan cowok yang (katanya sih) gak bisa mati. 

Impression:
Kyonani balik lagi ke dunia chuunibyou setelah selesai dengan yoai fest di kolam renang! woohoo! Sejak dari dulu saya merasa jika kyoani adalah studio yang paling pas untuk menghandle kisah drama diambang batas fantasi dan realita. Lihat saja AIR dan Kanon, keduanya bagaikan campuran antara kisah nyata dan dongeng yang disajikan dengan harmonis dan terpadu. Hyouka pada akhirnya terasa bland, tapi Chuunibyou terasa mantap. Catch my drift? Kyoani adalah studio indahnya dunia delusi :v Dan Kyoukai punya feel yang sama dengan gaya fairytale-ish kyoani di karya sebelumnya. Jadi bisa dipastikan kombinasinya bakal tersaji dengan enak. 


In fact, adegan waktu makan gyudon (reality) pake uang dari berburu siluman (fantasy) yang cuma dibayar sangat murah (reality) dan Mirai bilang jangan minta traktiran tambahan, makan pake acar jahe saja yang gratisan, sukses bikin saya #gagalmoveON dari japan summer trip 2013 lagi.

Pros:



Heroine yang pake MEGANE!

Protagonist yang suka heroine yang pake MEGANE!

Porsi action yang badass and kewl! Dan masih berimbang dengan porsi drama yang heartwarming.

FVCK PHYSICS! GW SALTO LOMPAT MUTER-MUTER PAKE PEDANG
DAN KACAMATA GW TETAP DITEMPATNYA KARENA MEGANE = MOE

Nice ending song.

Cons::
hmm ..apa ya? Heroine nya terlalu pendek :v? 
Ibunya protagonis norak :v


(5) Gingitsune
Atau kata teman saya: Natsume Yuujinchou KW Super


 Short review from early episode:
Anime dengan konsep cerita yang ringan. Seorang miko newbie membantu teman-teman dan orang-orang di sekitarnya memecahkan masalah dengan bantuan guardian spirit kuilnya. 


Impression:
Dibanding Natsume yang lebih sering bercerita antara chemistry manusia dengan youkai, di gingitsune, makhluk gaib hanya berperan sebagai penolong dalam kasus-kasus yang manusiawi. Awalnya saya tidak begitu tertarik dengan anime ini karena kasus-kasusnya yang sepertinya casual, tapi ternyata episode perdana anime ini berhasil menarik perhatian saya.

Pros:

- Surprisingly SO DEEP contents
Gingitsune memang membahas kasus yang mundane, tapi justru dari kasus yang keseharian itulah bisa diangkat pesan yang SO DEEP. Saya terpesona dengan bagaimana anime ini bisa membuat sesuatu yang simple tapi mengena (setidaknya di episode 1 ini).



- Gintaro's past
Adegan flashback rubah perak ini sempat bikin air mata meleleh. Juga ketika dia melihat-lihat kota dan bagian-bagian yang sudah berubah seiring perkembangan jaman. SO MUCH FEELS. 



Jika masih kurang adegan yang bikin FEELS, alasan kenapa Gin tidak memiliki pasangan sebagaimana spirit lainnya, yang masih belum diceritakan, sepertinya juga bakal sangat SO DEEP dan CAUSE I FEEL.

Cons:
None so far. 

(6) Gadis-Gadis Galileo

SCREW SCHOOL! GW MAU JADI PEMBALAP!

SCREW SCHOOL! GW GALAU!

SCREW SCHOOL! GW.. zzzZZZz

Short review from early episode:
Tiga cewek tajir yang konon keturunan Galileo ber#YOLO memburu harta karun yang dijamin lebih keren, lebih pasti dan lebih cepat ditemukan daripada one piece, meninggalkan mama mereka yang ngamuk-ngamuk karena anak-anaknya cuma bisa bikin masalah di sekolah.

Impression:
Episode perdananya tidak memberikan banyak gambaran, tapi sepertinya anime ini akan bertema petualangan. Ada mecha, tapi tidak dominan (sepertinya), dan anime kedua yang punya tema ikan (sepertinya anime musim ini temanya adalah sakana dan siluman).

Pros:

BY DRINKING WJK!
- Ikemasen, Ojou-sama!
Judul anime ini lebih cocok kalau disebut dengan Ikemasen, Ojousama tachi! Biarpun yang paling kecil masih loli, tapi tidak rugi nonton anime ini untuk melihat perform kakak pertama dan keduanya.

- Orang keren yang koplak



Dengan kata lain, aku HOMO

Cons:
None so far. Tapi kemungkinan adanya episode filler bisa jadi cons anime ini.

(7) Samurai Flamenco

Perhatian: ini bukan anime yoai

Short review from early episode:
Seorang otaku tokusatsu chuunibyou mencoba menjadi pahlawan pembela kebenaran dan keadilan di dunia nyata dimana tidak ada monster dan penjahat yang ingin menguasai dunia. Akhirnya dia menurunkan standarnya dengan mencoba melawan pelaku kriminal rendahan (baca: orang yang merokok sembarangan) dan berakhir dengan sukses dibully-bully.

Impression:
Mixing a heartfelt tokusatsu parody, good taste cynical humor and a bit of services for the fujoshi, Manglobe brings us, Samurai Homo. Salah. Samurai Flamenco maksud saya. Bercerita tentang seorang model cowok yang chuunibyou tokusatsu, anime ini cocok ditonton jika anda butuh hiburan melihat orang gila mencoba bergaya jagoan di tengah-tengah kejamnya realita. Funny and dumb, yet smart and honest. Samurai flamenco bisa dimikmati sebagai hiburan komedi, parodi/tribute ke serial tokusatsu, atau satire terhadap masyarakat modern yang individualistis, terserah anda mau menonton untuk yang mana. Semoga ke depannya serial ini tetap pada konsepnya yang seperti ini.

Pros:
Guarantee to give a good laugh out of you.



Cons:
None so far.

(8) Lalvrave the Viberator

Short review from previous episodes:
Di tengah-tengah perang, ada cowok rambut coklat yang gigit cowok rambut putih, lalu muncul robot besar. Lalu orang-orang pada gigit-gigitan dan robot-robot pada berdatangan. Terus cowok yang rambutnya coklat memperkosa cewek yang rambutnya biru. Terus cerita pindah ke masa depan. Cewek yang rambutnya biru punya anak cowok, tapi kok rambutnya putih? nah loh! hayoloh!

Impression:
Samurai Flamenco mungkin bisa dikategorikan ke action comedy, tapi anime comedy solid gold season ini tentu saja adalah valvrave/valvrape/vulvarape/vailrape/larvrave the liberator/liberapist/viberator. Ini adalah anime dimana anda seperti nonton trainwreck. In space. Lebay nya gak ketulungan. Plot yang sengaja diperuwet dan ditambah ruwet biar kelihatan oh so complex tapi kebanyakan berakhir dengan penyelesaian yang FVCK LOGIC. Di anime ini semua hal bisa terjadi, mulai dari space vampire erfu erfuu u, shoko the immortal, character yang tiba-tiba mati di tengah jalan cerita, jeruk makan jeruk, OS powered incest, vibrator dalam kandang BURUNG dst dst dst.

MINUM BL! EH, BH!

Pros:
Pros:? You're asking what's so good from the most glorious sitcom of the year? ITS VALVRAVE GITU LOCH!

Cons:
Sakit pinggang dan kram perut akibat terlalu lama ngakak.
Terlalu lama melongo dapat membuat rahang pegal-pegal.

(9) Freezing Vibrat... ion

Short review from early episode:
Lupa. Yang jelas ada cewek cakep pake kacamata. Her boobs is big and she kick ass!

Impression:
A sequel of an anime I won't watch if not only for Satellizer-nee. This is purely a for fanboying show. So yeah. However, there are also some other pros.

Pros:



- Satellizer el Bridget
Well, she appears on this blog's front page slideshow banner and my formspring's background. How come I'm not following this show?



- Megane
Self explanatory.


- ( o Y o )
Self explanatory as well (oops should've labeled this post as NSFW :v)



- Ikemasen tier ojousama characters 
Name a chick from this anime that you dare to mess with. Semua karakter wanita di anime ini punya kharisma dan aura of authority. Terlebih lagi di season dua ini dimana karakter-karakter baru yang muncul adalah wanita-wanita dengan power level kelas atas. 



- Pairing duels
Ini juga faktor lain yang menurut saya membedakan Freezing dengan anime fanservice berkedok action lainnya. Gadis-gadis di Freezing mempunyai pasangan tag team cowok (yang lebih muda). Chemistry dalam tiap team yang berbeda-beda membuat tiap pasangan punya khas masing-masing. Dan meskipun tujuan utama mereka adalah mengalahkan nova monster or something, toh anda akan lebih banyak melihat mereka bertarung satu sama lain. So in a way, Freezing is anime untuk cowok masochist about respecting women (but you won't believe it anyway since panty shot and naked boobies appears once every 5 minutes or so).

Unexpected pros:
- AVENGE WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOORLD OOUWOOWOWOOOO
I rarely give praise to opening song with this kind of style, tapi OP Freezing S2 ini beda. Liriknya SO DEEEEP. Dan bagian chorusnya yang diiringi dengan choir bikin CAUSE I FEEEL. Bahkan lagu ini IMO jauh lebih cocok buat OP 2 Zetsubou no Tempe yang so nggak nyambung. Saking senengnya sama lagu ini sampai saya rip versi tv nya buat diputer berulang-ulang. KONO KANASHII SADAME GA SAKENDERU, WATASHI WO HIKISAKU ITOSHII MONO! TA!CHI! WO! KANASHII SADAME WO SAKENDEMO, HIKARI GA INORI GA URAGIRI E TO! KA!WA!RU! SABAKI WO UKETOME! AA HOHOEMI WA DOKO E, KOTAE WA MIENU YOAKEEEEEE

Cons:
You need to watch the first season to follow this series, obviously. Dan kalau anda tidak ngefans dengan minimal salah satu karakter di anime ini, niscaya anime ini cuma jadi sekedar anime pamer servis kipas yang cuma menjual ecchi.

Saya berharap semoga season duanya mampu membuat another Satellizer scale figure yang selevel dengan figure yang sekarang sudah langka ini, tapi dengan harga yang terjangkau (atau semoga tahun depan income saya sudah kuat buat beli figure selevel itu :v)


(10) Miss Monochrome

Short review from early episode:
Ada robot pengen jadi idol. Jual rumah buat modal. Bangkrut, jadi kere.


Impression:
Anime pendek yang diadaptasi dari karakter buatan Horie Yui. Bercerita tentang idol, yang tidak mainstream (anda akan tau kenapa saat melihatnya). Awalnya saya gak berminat, tapi episode perdananya sukses membuat saya ngakak karena plot twistnya yang imba, dan di episode kedua terjadi twist lagi dimana ada karakter yang mati (di anime komedi! meskipun ada kemungkinan di episode depan mungkin hidup lagi).

Pros:
LOLWUTPLOTWIST


Cons:
If the lolwutness can't keep up the quality, I might drop this.

(11) Yowamushi Pedal


Short review from early episode:
Ada otaku loser yang kena penyakit gilagashapon. Karena sudah kecanduan, dia milih buat naik sepeda ke Akiba demi menghemat duit kereta supaya bisa dipakai buat beli gashapon. Tidak disangka, kebiasaan naik sepeda jarak jauh itu menarik perhatian seorang atlit balap sepeda. 

Impression:
Awalnya saya cuma nyoba karena katanya despite ini anime soal sepeda, tapi tokoh utamanya seorang otaku. Dan ternyata episode perdananya cukup menarik buat ditonton, jadi saya putuskan untuk memasukkan serial ini ke dalam radar. Anime olahraga jelas bukan genre favorit saya tapi kalau dipikir-pikir lagi Chihayafuru juga termasuk anime sport kan? Let's see how this will turn out.

Pros:



- The main character and the other one, the pro bicycle athlete, are interesting.
- Criss cross reference between sport and otaku theme

Cons:
Kalau ke depannya porsi technical dan kompetisi sangat mendominasi dibanding drama, kemungkinan bakal di drop.

Specials

(12) Kamen Rider Gaim

The new kamen rider, menggantikan Wizard yang tamat dengan SO MUCH FEEEEEEEEEEEEELSSS KOYOMIEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE. Pertama kali lihat desainnya langsung ill feel to the max karena norax (must be for kiddos). Setting tema jaman sengokunya juga tidak cukup untuk menarik perhatian saya (sorry yah, saya maniak jaman heian :v). Tapi semua berubah ketika negara api, maksud saya, Urobutcher diberitakan bakal menghandle script serial ini. Kalau ada dia bisa dijamin ceritanya bakal GREGET. Dan setelah membaca artikel ini, sepertinya kamen rider gaimu worth untuk dicoba.

Pros:
- Urobutcher
Urobutcher adalah orang sakti yang bisa mengubah SUSU menjadi jamu pahitan dan permen lolipop menjadi pil kina. Sebagai contoh, coba lihat anak yang manis ini sebelum dan sesudah bertemu Urobutcher.

Sebelum 

Selamat sore kk

Sesudah


Contoh lain lagi

Sebelum bertemu Urobutcher

 Ayo kita minum teh bersama

Setelah bertemu Urobutcher

KEPALA GW!! KEPALA GW COPOT DIMAKAN MONSTER LEMPER! ARGHH! TOLOONGG! TOLOONG! ARGH ARGH!

- Twintail dancer

Dancer girl is hot. Twintail is hot.  Thus twintail dancer girl is hot^2. Plus, from the picture above there might be hint for Nikmatnya NTR :v

Cons:
I still think that the kamen rider's design is ridiculous. But oh well.

Carried over from the previous season

(13) Monogatari series

Kisah tentang Arararagi dan harem maremnya. Penuh dengan filosofi SO DEEEP dan adegan-adegan CAUSE I FEEL. 


Dan Nadeko yang sekarang tidak segan-segan untuk menendang bokong anda.

(14) RWBY

Short animation bikinan Monty Oum. Kebangetan kalau sampai anda belum tau.

Overall, list tonton anime fall memang cukup kontras bedanya dengan summer, saking banyaknya sampai saya harus bikin catetan. 

Lihat sisi baiknya: setidaknya sekarang saya ada tontonan tiap sarapan pagi setiap hari

Tapi dibanding summer, season kemarin memang yang diikuti cuma sedikit, tapi semuanya bener-bener bikin gak sabar nunggu lanjutannya (ServantXService, Gatchaman Crowds, Rozen), season ini banyak yang ditonton tapi yang bener-bener antusias cuma beberapa saja, Nagi dan Valvrave paling-paling. 
Read more...
 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2017. Template by DheTemplate.com. Supported by Saudagar Waifu