Sunday, September 30, 2012

Special Impression and Thoughts: The Glorious Chouyaku Hyakunin Isshu ~ Uta Koi

10 comments
Alrite, seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, review untuk anime ini akan diposting secara terpisah. And here it is. Hyouka might be the show everyone was talking about. Even people who didn't watch that show knew about Chitandol and her antics. But the true gem of the last season, the magnum opus, lay in this anime. An anime about the famous one hundred poems collection from heian period (thats about one THOUSAND year ago) and its background story which make it still stands until today.



Jika anda menonton Chihayafuru aka Karuta Ninja Friendzone, anda pasti familiar dengan hyakunin isshu, anthology 100 puisi era Heian (794-1185 A.D) pilihan Fujiwara Teika, yang dipakai untuk menghias sliding door sebuah huniandi gunung Ogura (karena itulah antologi ini sering disebut juga dengan Ogura Hyakunin isshu. Puisi-puisi itu jugalah yang akhirnya menjadi material untuk kartu yang dipakai pada permainan karuta. Jika anda berminat untuk melihat satu persatu keseratus puisi tersebut, anda bisa mengunjungi situs ini  Atau jika anda ingin lebih hipster, silahkan cari buku di bawah ini (thank you internet) yang saya pakai untuk referensi selama menonton anime imba ini.


Kembali ke animenya, Utakoi yang dalam judul lengkapnya adalah adalah Chouyaku Hyakunin isshu: Uta Koi, yang berarti Utakoi: hyper translation of Hyakunin isshu, seperti yang ada bisa tebak, adalah versi "intepretasi lebay bebas" dari kisah-kisah yang melatarbelakangi puisi yang ada di dalam antologi Hyakunin isshu.

Pada awalnya, saya sama sekali tidak berminat dengan era Jepang klasik. Ya, anda mungkin tidak percaya, tapi untuk Jepang, saya suka era modernnya, meiji, taisho dan seterusnya ke atas. You know, Sakura Wars, Otome Youkai Zakuro ..Ningen Shikkaku, Haruki Murakami.. err kenapa jadi semakin suram listnya. Singkat kata samurai dan ninja tidak begitu menarik perhatian saya (karena itu anda tidak menemukan post tentang nobunaga atau shinsengumi padahal ini adalah blog otaku dan sering membahas PEDANG!). Untuk jaman-jaman yang lampau saya lebih suka Eropa. Medieval, Baroque, Tudor, Victorian, War of Roses, you know lah, yang gothic-gothic gitu de.. Tapi saat menonton Karuta Ninja Friendzone dan mendengar ceramah dari Kana-chan tentang bagaimana tiap puisi dalam tiap kartu memiliki kisah dan arti yang SO DEEEP, saya mulai tertarik. Dan setelah menonton episode satu Utakoi, yang menceritakan lebih detail daripada Chihayafuru tentang dewa yang tidak bisa melihat warna merah di sungai Tatsuta, kemudian browsing mencari info yang berkaitan, saya langsung menjadi proud heianfag :v Kenapa bisa begitu? akan saya bahas di paragraf bawah.

BGM gitaran akustick J.C staff kotoan akustik Heian pls


I'm going to say that I love Kana-chan because she has a high class artistic taste of poetry, not because of her boobs, but you probably wont believe it anyway.

Ada banyak yang bisa ditulis tentang anime ini, let me leisurely pin point one by one. Teguk teh dan nyamankan posisi membaca anda karena ini akan menjadi perjalanan yang cukup panjang. Ready? here we go.

First, the heian era
Untuk bisa mengapresiasi keindahan dan makna dalam puisi-puisi di anime ini, anda harus memahami setting jaman disaat puisi ini ditulis, tanpa itu anda akan menemui hal-hal yang tidak nyambung, terutama berkaitan dengan kultur dan norma yang berlaku pada  masyarakat saat itu. (note: source yang saya tulis di bawah ini adalah hasil dari browsing ke berbagai situs, saya bukan anak sasjep jadi mungkin bisa terjadi kesalahan)
Di tahun 784, untuk menghindar dari pengaruh penyebaran Buddhism, kaisar memindahkan ibukota dari Nara ke Nagaoka. 10 tahun kemudian, tahun 794, ibukota dipindah lagi ke Kyoto (Heian-kyo). Inilah jaman heian yang damai dengan kaisar yang berperan sebagai simbol dan pemimpin upacara dan ritual, sementara kekuatan politik yang sebenarnya berada di tangan para bangsawan klan Fujiwara. Apakah nama Fujiwara ring a bell di kepala anda? benar, gara-gara saya terjun ke literatur TIMUR klasik, mau tidak mau saya jadi ketemu dengan referensi-referensi yang ada di game Touhou. Fujiwara no Fuhito, pendiri klan fujiwara, konon adalah model dari salah satu pelamar dalam dongeng putri Kaguya, yang di dalam Touhou direpresentasikan oleh karakter favorit saya, Fujiwara no Mokou. Kaguya hime no monogatari sendiri adalah dongeng yang populer dari jaman heian, ada banyak teori sehubungan dengan cerita ini, mulai dari content yang anti kemapanan, sisi masochist tersembunyi (cikal bakal konsep witch?) sampai identitas misterius pengarang yang kemungkinan bangsawan dari luar klan fujiwara dan simbolisme politik tersembunyi dalam ceritanya. The list can go long, karena saya juga termasuk penggemar cerita ini dan pernah terlibat skandal dan diskusi panjang dengan seseorang yang mengaku reinkarnasi kaguya Tapi yang jelas pada era ini, kebanyakan sastra yang beredar memang hanya dalam bentuk dongeng dan memoir pendek. Puisi yang beredar kebanyakan juga masih berupa saduran dari Cina, dan gara-gara anime ini juga saya akhirnya tenggelam lebih jauh sampai ke puisi klasik Cina, terutama karya Bai Juyi, yang memang paling sering jadi bahan pembelajaran di masa itu (sering disebut-sebut juga di animenya). Beliau terkenal dengan karyanya "The Poem of Everlasting Regret" (UWOOOGHH SUNGGUH JUDUL YANG SANGAT GALAUU) yang mengisahkan tentang kematian Yang Guifei, wanita kesayangan kaisar yang membuat sang kaisar jadi lupa segalanya. 


Bahkan saya sampai baca buku ini. Satu hal yang jelas, menonton anime ini bisa membuat anda berdelusi sebagai reinkarnasi pujangga, mungkin panglima tian feng yang bereinkarnasi jadi siluman babi? ..yang akan mengembalikan topik ke kaguya hime lagi, karena memang ada kesamaan antara Chang'e sang dewi bulan yang legendanya juga melibatkan kaisar, elixir of life dan kelinci giok di bulan dengan Kaguya-hime. Well, urusan wanita memang bisa bikin orang jadi gila :V

..
...

Kembali ke heian era. Seperti yang saya tulis tadi, pada masa ini karya sastra original yang beredar kebanyakan memang berujud prosa pendek, namun hal ini nantinya akan berubah setelah adanya the pioneer, dua penulis wanita yang hebat, Sei Shonagon dengan Makura no Shoshi (the pillow book) nya dan Murasaki Shikibu dengan Genji no Monogatari (Tale of Genji) nya.



Kisah Murasaki di anime ini hanya diceritakan dalam 1 episode, cukup singkat namun tetap menyentuh hati dan lubuk jiwa sanubari etc, apalagi jika anda fans yuri. Sedangkan Shonagon memiliki jam tayang jauh lebih banyak, karena rentang kisahnya memang lebih panjang, dan karakter yang terlibat pernah menjadi tambatan hati juga lebih banyak dan silih berganti, tentunya jumlah ninja yang akan mengiris bawang di depan anda waktu kisahnya selesai juga lebih banyak, cukup banyak untuk membentuk sebuah kesebelasan ninja pengiris bawang *penulis mulai mabuk WJK*


Kemudian, bagaimana dengan kondisi masyarakatnya sendiri? *penulis mengambil sekaleng WJK baru dan membukanya* pada saat itu, perbedaan strata sosial atas dan bawah sangat jauh. Para aristokrat adalah sebuah group elit yang tidak tertarik dengan apapun kecuali menenggelamkan diri dalam gaya hidup dan kesenangan mereka, dengan kaisar pada pusatnya. Mereka tidak peduli dengan dunia di luar ibukota, mereka jarang bepergian keluar dan lebih terobsesi dengan status, ranking dan silsilah. Mereka adalah penikmat keindahan yang menghabiskan waktunya untuk musik, puisi, kaligrafi dan pakaian (kalau jaman sekarang mungkin fashion kali ya). Mereka bisa menikmati semua itu karena pekerjaan administrasi yang ada cukup sedikit sehingga para bangsawan punya banyak waktu luang. Sebegitu exclusive nya hingga oleh masyarakat awam, kaum aristokrat dipandang seperti bukan manusia. Sampai paragraf ini apakah anda bisa menemukan garis samar yang menghubungkan era Heian dengan era favorit saya, England in the 18th century? correct, the aristocrats. Para kaum elitist with too much free time on their hand dan tidak pernah pergi keluar dari teritori mereka juga akan mengingatkan anda dengan para penghuni internet. In fact, anda akan menemukan cukup banyak kesamaan antara Heian, Victorian dan Internet.


Perkumpulan Orang-Orang Galau Patah Hati yang Suka Memandang Bulan Sambil Berpuisi
(dari kiri ke kanan: korban friendzone level 40 juta, cewek yang terlalu cakep saking cakepnya sampai forever alone, playboy yang ditolak dengan sangat imba dan berakhir dengan mengenaskan namun melegenda)


Wanita di jaman Heian hanya boleh dilihat oleh dua orang seumur hidupnya, ayah dan suami mereka. Mereka menghabiskan hidupnya di ruangan tertutup, tersembunyi di balik tirai. Ketika mereka harus pergi keluar, mereka memakai kereta dengan tirai yang ditarik oleh kerbau. Dengan kehidupan seperti itu, tidak aneh jika tales of Genji yang penuh petualangan fantastis menjadi populer di kalangan wanita heian, sama seperti novel gothic yang populer di kalangan wanita Inggris abad 18. Anyway anda mungkin akan berkomentar semua itu sekarang terlihat nonsensikal, boring atau unfair dan tidak emansipatif atau apalah, but here's an interesting point. Pria jaman Heian tidak begitu tertarik dengan pesona dan kecantikan fisik wanita, mereka tertarik pada wanita yang bisa menghasilkan keturunan, alasan jadul tentu saja, tapi bukan cuma itu. Karena hanya sedikit kesempatan untuk bisa melihat wajah wanita jaman itu secara langsung, mereka lebih mementingkan menilai kualitas seorang wanita dari sisi kepandaiannya (ha! where is your god now, the ugly man theory?). Kecantikan dinilai dari keindahan puisi yang ditulis dan kemahiran dalam kaligrafi. Pakaian juga menentukan, kombinasi warna dan corak dari jubah berlapis-lapis yang di pakai oleh seorang wanita menunjukkan kesensitivitasannya dalam estetika. Ditambah dengan pemakaian nama samaran yang sering digunakan, semakin banyak kemiripan antara cewek heian dengan para witch di internet yang bersembunyi di balik avatar dan nick name mereka. 


Tetapi ada perbedaan antara manajemen otak dan hati, pikiran dan perasaan, emosi dan logika. Dan anda akan menemukan dalam anime ini, mereka yang diberkati dengan level pemikiran tingkat tinggi (kemampuan menciptakan puisi kompleks tingkat dewa), kisah asmaranya juga paling njelimet ruwet dan imba sugiru (salah satu alasan yang bikin saya hype berat sama serial ini), meskipun pada akhirnya, semua itu hanyalah kefanaan duniawi. Banyak aristokrat, bahkan kaisar sendiri, yang muak lalu menggila memilih menghabiskan masa akhir hidupnya jauh dari hiruk pikuk istana sebagai biksu. Jika anda mencermati puisi-puisi dalam hyakunin isshu yang dibuat oleh golongan yang sudah uzur pasti akan terasa sense bahwa kenikmatan dunia hanya melintas sekilas dan isi puisinya lebih pada ketenangan batin dan keindahan alam.

Ngomong-ngomong, meskipun tidak begitu peduli soal tampang, tapi ada satu physical charm yang diakui pada jaman ini, yaitu rambut. Semakin lebat dan panjang rambut wanita, semakin tinggi level pesonanya. Ini juga alasan kenapa wanita yang menjadi biksuni membutuhkan willpower extra, karena rambut yang sudah dipotong tidak akan bisa tumbuh lagi sampai ke panjang yang sama seperti semula.

iklan sampo paling imba sepanjang masa
Personally I agree with this because its my fetish, as an old japanese proveb said, hair is a woman's life. There is something more than meet the eye, long hair has somekind of sense of commitment and endurance ..or so I think, ntah bener atau gak teori saya, tidak usah terlalu diperdulikan, yang jelas anda bisa make ini buat bahan gombal kalo sedang pdkt sama cewek berambut panjang :v
Alright, sekarang kita masuk ke bagian tentang puisinya. Seperti yang bisa ditebak dari judulnya, Utakoi berfokus pada penceritaan ulang kisah cinta yang melatarbelakangi terciptanya puisi-puisi tersebut. Ini bukan hal yang aneh karena jumlah puisi cinta memang mendominasi di antologi dibanding puisi dengan tema yang lain (secara gitu loh :v). Namun demikian, beberapa puisi non-romance related juga ada yang diulas di anime ini. Puisi-puisi cinta yang dibahas juga tidak semuanya SUPER DUPER ULTRA GALAU JIKAN, beberapa ada yang oh so sweeeeeeeeeet dan ada pula yang isinya gombalan level 40 juta.
Gambar di atas adalah salah satu contoh puisi yang melegenda, bahkan hingga sekarang kegalauannya masih terasa di lubuk hati, padahal puisi ini usianya sudah lebih dari 1000 tahun (ya, seribu tahun yang lalu facebook sudah ada tapi sempat hilang karena perubahan jaman dan baru akhir-akhir ini mulai ngetrend kembali :v)

Bicara soal puisinya dari segi linguistic (sok pakai kata sulit padahal soal ini saya gak begitu paham juga :v), seperti yang sudah ditulis di atas, puisi adalah salah satu bentuk komunikasi yang dipakai untuk menilai kualitas lawan bicara atau gebetan anda. Karena itu di dalam puisi di sini sering ditemukan konotasi dan implicit meaning.


Bertukar puisi bagaikan saling kirim surat cinta berisi teka-teki yang jawabannya juga anda sampaikan dalam bentuk teka-teki. Cryptic game, clever wordplay. Di dalam seni puisi jepang sendiri ada istilah makurakotoba, yaitu semacam kumpulan kosakata metafora yang sering dipakai dalam puisi dan sudah mempunyai aturan berasosiasi/arti dengan kata tertentu.

For example, if I made an impromptu free style poem like this:
Here in earth rain is falling
My heart belong to the sky

Kedalaman makna yang anda tangkap bisa berbeda, antara pembaca reguler blog ini atau yang kebetulan mampir, dengan mereka yang cukup dekat dengan saya (atau minimal kenal dekat di fb, I bet some of you are giggling right now). Ini baru masih pada level kata, belum tulisan. Jangan lupa, karena tulisan jepang menggunakan kanji, maka semakin banyak kombinasi yang bisa dipakai untuk menciptakan puisi bermakna ganda. Coba perhatikan kutipan dari buku yang saya baca gara-gara anime ini. Puisi nomer 90.

90
THE CHIEF VICE-OFFICIAL IN ATTENDANCE ON THE DOWAGER EMPRESS IMPU
IMPU MON-IN NO OSUKE
  Misebayana
 Ojima no ama no
   Sode dani no
 Nure ni zo nureshi
 Iro wa kawaraji.

THE fisher's clothes, though cheap, withstand
   The drenching they receive;
 But see I my floods of tears have blurred
   The colours of my sleeve,
   As for thy love I grieve.

The writer is said to have been one of the Fujiwara family, and to have died in the year 1210. Ojima is an island in the Inland Sea.
In the last line the word iro can mean both 'colour' and 'love'; so that the meaning is, the writer's love will remain as constant as the colour of the fisher's clothes, even though drenched with salt water. In connexion with this word iro, it may be mentioned that a crimson maple leaf, When sent by a lady to her lover, is a gentle hint that she wishes to see him no more; the meaning being, that as the colour (iro) of the leaf has changed, so her love (iro) has changed also.

Overall, Utakoi adalah anime tentang kisah cinta orang-orang hebat, where losing those kind of people can really carved a deep mark somewhere on our heart (whether its from death, separation, ntr, or rejection), anime ini saya rekomendasikan terutama jika anda adalah fans anime drama atau tertarik dengan bagian dari kebudayaan jepang yang sepertinya jarang dibahas. Meskipun dari segi grafis anime ini tidak istimewa dan terkesan low budget (dan sepertinya memang iya), namun pesona nya yang unik membuat anime ini begitu special. Sebuah episode filler yang sangat out of time and out of place disisipkan di tengah-tengah, beberapa connoisseur elitist menganggapnya mengurangi kenikmatan menonton dan cukup mengganggu.



Tapi kalau menurut saya sih worth it, anda bisa melihat balapan kereta kerbau F1 style dan duel antar penyair dengan menggunakan gard came (sayang kartunya tidak dibikin beneran :v)

Untuk mengakhiri post ini, sebuah puisi dari seorang mantan kaisar yang cocok untuk akhir minggu yang sepi ini
68
THE RETIRED EMPEROR SANJO
SANJO IN
  Kokoro ni mo
 Arade uki yo ni
   Nagaraeba
 Koishikarubeki
 Yowa no tsuki kana.

IF in this troubled world of ours
   I still must linger on,
 My only friend shall be the moon,
   Which on my sadness shone,
   When other friends were gone.

The Emperor Sanjo, who reigned A.D. 1012-1015) was the son of the Emperor Reisei; he fell into ill health, his palace was burnt down twice, and he was forced to abdicate by Michinaga Fujiwara

Lagu yang sangat pas untuk mengiringi puisi di atas

See you again on the next post

10 comments:

Anonymous said...

LOL!
Anuu ... fans Chihayafuru yang tertarik puisinya banyak juga, bukan cuma sekedar karutafudanya. Aku baca postingan sebelum ini, dan akhirnya keluar juga review Utakoinya, yeyeye (ceritanya aku nungguin #sksd).
Makasih Kakak impresinya, aku ketawa gitu. Apalagi iklan sampo asience, daku nggak nyangka kalau itu iklan sampo beneran. ._.v

Neohybrid_kai said...

hooh, ternyata ada penggemar hyakunin isshu juga *high five*
Sayang anda pakai account anonim, saya jadi penasaran dengan identitas anda :v

Riri Kazami said...

postingannya kece!! XD
ga sanggup baca lagi setelah itu facebook manusia manusia penggalauan XD dan ga nyangka itu beneran iklan sampo XD

btw aku minta izin ngambil beberapa kalimat buat referensi untuk makalahku ya-- aku pengen bikin makalah penelitian hyakunin isshu :9
boleh tuker2 kontak buat modus//bukan// buat tuker informasi ini? aku baru baru tertarik sama chihayafuru tapi baru nonton uta koi, fix ini jadi tema ku -- te-he >uO
yoroshiku ne~

Neohybrid_kai said...

LOL silakan, kontak bisa lewat PM FB page ini https://www.facebook.com/IkemasenOjouSama atau email hollow_kaede at yahoo.com, mau modusin juga boleh kok :v #plak

Sofia Vampz said...

ngaha :'v seneng akhirnya ada yang ngulas hyakunin isshu :v masih nyari yang ngebahas semua puisi dan di translate :v
makasih banget gegara baca ini jadi langsung cus ngesearch Utakoi sub indo dan. . . . . zonk. ganemu. sedih. asli :') wkwk, dan masih bersikeras ke sub indo daripada sub eng :')
makasih lagi~ arigato masnya~

Neohybrid_kai said...

lol, sama-sama
anime non mainstream kaya gini sih kecil kemungkinannya ada yang ngesub indo
ternyata postingan ini banyak diminati wanita :v

Aejongah said...

Sayangnya ane nyari link buat nntn otakoi susah amat yaa,pdhal ane udh tertarik sebelum nntn chihayafuru ...

Makin di bahas makin penasaran

Neohybrid_kai said...

Kalo di jogja sih ada warnet yang koleksi film/anime/dramanya komplit, sampai yang lama-lama, tinggal ngopy dari situ.
Kalo download mungkin hanya ada di torrent untuk judul-judul lama.

Erlina Zheng said...

wah jadi pengen banget nonton anime ini, tapi di mana ya download nya? udah nyari tapi gak ketemu juga

Neohybrid_kai said...

Kalau bisa torrent coba ke bakabt.me mungkin ada yang masih hidup seednya

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime