Sunday, September 30, 2012

Special Impression and Thoughts: The Glorious Chouyaku Hyakunin Isshu ~ Uta Koi

10 comments
Alrite, seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, review untuk anime ini akan diposting secara terpisah. And here it is. Hyouka might be the show everyone was talking about. Even people who didn't watch that show knew about Chitandol and her antics. But the true gem of the last season, the magnum opus, lay in this anime. An anime about the famous one hundred poems collection from heian period (thats about one THOUSAND year ago) and its background story which make it still stands until today.



Jika anda menonton Chihayafuru aka Karuta Ninja Friendzone, anda pasti familiar dengan hyakunin isshu, anthology 100 puisi era Heian (794-1185 A.D) pilihan Fujiwara Teika, yang dipakai untuk menghias sliding door sebuah huniandi gunung Ogura (karena itulah antologi ini sering disebut juga dengan Ogura Hyakunin isshu. Puisi-puisi itu jugalah yang akhirnya menjadi material untuk kartu yang dipakai pada permainan karuta. Jika anda berminat untuk melihat satu persatu keseratus puisi tersebut, anda bisa mengunjungi situs ini  Atau jika anda ingin lebih hipster, silahkan cari buku di bawah ini (thank you internet) yang saya pakai untuk referensi selama menonton anime imba ini.


Kembali ke animenya, Utakoi yang dalam judul lengkapnya adalah adalah Chouyaku Hyakunin isshu: Uta Koi, yang berarti Utakoi: hyper translation of Hyakunin isshu, seperti yang ada bisa tebak, adalah versi "intepretasi lebay bebas" dari kisah-kisah yang melatarbelakangi puisi yang ada di dalam antologi Hyakunin isshu.

Pada awalnya, saya sama sekali tidak berminat dengan era Jepang klasik. Ya, anda mungkin tidak percaya, tapi untuk Jepang, saya suka era modernnya, meiji, taisho dan seterusnya ke atas. You know, Sakura Wars, Otome Youkai Zakuro ..Ningen Shikkaku, Haruki Murakami.. err kenapa jadi semakin suram listnya. Singkat kata samurai dan ninja tidak begitu menarik perhatian saya (karena itu anda tidak menemukan post tentang nobunaga atau shinsengumi padahal ini adalah blog otaku dan sering membahas PEDANG!). Untuk jaman-jaman yang lampau saya lebih suka Eropa. Medieval, Baroque, Tudor, Victorian, War of Roses, you know lah, yang gothic-gothic gitu de.. Tapi saat menonton Karuta Ninja Friendzone dan mendengar ceramah dari Kana-chan tentang bagaimana tiap puisi dalam tiap kartu memiliki kisah dan arti yang SO DEEEP, saya mulai tertarik. Dan setelah menonton episode satu Utakoi, yang menceritakan lebih detail daripada Chihayafuru tentang dewa yang tidak bisa melihat warna merah di sungai Tatsuta, kemudian browsing mencari info yang berkaitan, saya langsung menjadi proud heianfag :v Kenapa bisa begitu? akan saya bahas di paragraf bawah.

BGM gitaran akustick J.C staff kotoan akustik Heian pls


I'm going to say that I love Kana-chan because she has a high class artistic taste of poetry, not because of her boobs, but you probably wont believe it anyway.

Ada banyak yang bisa ditulis tentang anime ini, let me leisurely pin point one by one. Teguk teh dan nyamankan posisi membaca anda karena ini akan menjadi perjalanan yang cukup panjang. Ready? here we go.

First, the heian era
Untuk bisa mengapresiasi keindahan dan makna dalam puisi-puisi di anime ini, anda harus memahami setting jaman disaat puisi ini ditulis, tanpa itu anda akan menemui hal-hal yang tidak nyambung, terutama berkaitan dengan kultur dan norma yang berlaku pada  masyarakat saat itu. (note: source yang saya tulis di bawah ini adalah hasil dari browsing ke berbagai situs, saya bukan anak sasjep jadi mungkin bisa terjadi kesalahan)
Di tahun 784, untuk menghindar dari pengaruh penyebaran Buddhism, kaisar memindahkan ibukota dari Nara ke Nagaoka. 10 tahun kemudian, tahun 794, ibukota dipindah lagi ke Kyoto (Heian-kyo). Inilah jaman heian yang damai dengan kaisar yang berperan sebagai simbol dan pemimpin upacara dan ritual, sementara kekuatan politik yang sebenarnya berada di tangan para bangsawan klan Fujiwara. Apakah nama Fujiwara ring a bell di kepala anda? benar, gara-gara saya terjun ke literatur TIMUR klasik, mau tidak mau saya jadi ketemu dengan referensi-referensi yang ada di game Touhou. Fujiwara no Fuhito, pendiri klan fujiwara, konon adalah model dari salah satu pelamar dalam dongeng putri Kaguya, yang di dalam Touhou direpresentasikan oleh karakter favorit saya, Fujiwara no Mokou. Kaguya hime no monogatari sendiri adalah dongeng yang populer dari jaman heian, ada banyak teori sehubungan dengan cerita ini, mulai dari content yang anti kemapanan, sisi masochist tersembunyi (cikal bakal konsep witch?) sampai identitas misterius pengarang yang kemungkinan bangsawan dari luar klan fujiwara dan simbolisme politik tersembunyi dalam ceritanya. The list can go long, karena saya juga termasuk penggemar cerita ini dan pernah terlibat skandal dan diskusi panjang dengan seseorang yang mengaku reinkarnasi kaguya Tapi yang jelas pada era ini, kebanyakan sastra yang beredar memang hanya dalam bentuk dongeng dan memoir pendek. Puisi yang beredar kebanyakan juga masih berupa saduran dari Cina, dan gara-gara anime ini juga saya akhirnya tenggelam lebih jauh sampai ke puisi klasik Cina, terutama karya Bai Juyi, yang memang paling sering jadi bahan pembelajaran di masa itu (sering disebut-sebut juga di animenya). Beliau terkenal dengan karyanya "The Poem of Everlasting Regret" (UWOOOGHH SUNGGUH JUDUL YANG SANGAT GALAUU) yang mengisahkan tentang kematian Yang Guifei, wanita kesayangan kaisar yang membuat sang kaisar jadi lupa segalanya. 


Bahkan saya sampai baca buku ini. Satu hal yang jelas, menonton anime ini bisa membuat anda berdelusi sebagai reinkarnasi pujangga, mungkin panglima tian feng yang bereinkarnasi jadi siluman babi? ..yang akan mengembalikan topik ke kaguya hime lagi, karena memang ada kesamaan antara Chang'e sang dewi bulan yang legendanya juga melibatkan kaisar, elixir of life dan kelinci giok di bulan dengan Kaguya-hime. Well, urusan wanita memang bisa bikin orang jadi gila :V

..
...

Kembali ke heian era. Seperti yang saya tulis tadi, pada masa ini karya sastra original yang beredar kebanyakan memang berujud prosa pendek, namun hal ini nantinya akan berubah setelah adanya the pioneer, dua penulis wanita yang hebat, Sei Shonagon dengan Makura no Shoshi (the pillow book) nya dan Murasaki Shikibu dengan Genji no Monogatari (Tale of Genji) nya.



Kisah Murasaki di anime ini hanya diceritakan dalam 1 episode, cukup singkat namun tetap menyentuh hati dan lubuk jiwa sanubari etc, apalagi jika anda fans yuri. Sedangkan Shonagon memiliki jam tayang jauh lebih banyak, karena rentang kisahnya memang lebih panjang, dan karakter yang terlibat pernah menjadi tambatan hati juga lebih banyak dan silih berganti, tentunya jumlah ninja yang akan mengiris bawang di depan anda waktu kisahnya selesai juga lebih banyak, cukup banyak untuk membentuk sebuah kesebelasan ninja pengiris bawang *penulis mulai mabuk WJK*


Kemudian, bagaimana dengan kondisi masyarakatnya sendiri? *penulis mengambil sekaleng WJK baru dan membukanya* pada saat itu, perbedaan strata sosial atas dan bawah sangat jauh. Para aristokrat adalah sebuah group elit yang tidak tertarik dengan apapun kecuali menenggelamkan diri dalam gaya hidup dan kesenangan mereka, dengan kaisar pada pusatnya. Mereka tidak peduli dengan dunia di luar ibukota, mereka jarang bepergian keluar dan lebih terobsesi dengan status, ranking dan silsilah. Mereka adalah penikmat keindahan yang menghabiskan waktunya untuk musik, puisi, kaligrafi dan pakaian (kalau jaman sekarang mungkin fashion kali ya). Mereka bisa menikmati semua itu karena pekerjaan administrasi yang ada cukup sedikit sehingga para bangsawan punya banyak waktu luang. Sebegitu exclusive nya hingga oleh masyarakat awam, kaum aristokrat dipandang seperti bukan manusia. Sampai paragraf ini apakah anda bisa menemukan garis samar yang menghubungkan era Heian dengan era favorit saya, England in the 18th century? correct, the aristocrats. Para kaum elitist with too much free time on their hand dan tidak pernah pergi keluar dari teritori mereka juga akan mengingatkan anda dengan para penghuni internet. In fact, anda akan menemukan cukup banyak kesamaan antara Heian, Victorian dan Internet.


Perkumpulan Orang-Orang Galau Patah Hati yang Suka Memandang Bulan Sambil Berpuisi
(dari kiri ke kanan: korban friendzone level 40 juta, cewek yang terlalu cakep saking cakepnya sampai forever alone, playboy yang ditolak dengan sangat imba dan berakhir dengan mengenaskan namun melegenda)


Wanita di jaman Heian hanya boleh dilihat oleh dua orang seumur hidupnya, ayah dan suami mereka. Mereka menghabiskan hidupnya di ruangan tertutup, tersembunyi di balik tirai. Ketika mereka harus pergi keluar, mereka memakai kereta dengan tirai yang ditarik oleh kerbau. Dengan kehidupan seperti itu, tidak aneh jika tales of Genji yang penuh petualangan fantastis menjadi populer di kalangan wanita heian, sama seperti novel gothic yang populer di kalangan wanita Inggris abad 18. Anyway anda mungkin akan berkomentar semua itu sekarang terlihat nonsensikal, boring atau unfair dan tidak emansipatif atau apalah, but here's an interesting point. Pria jaman Heian tidak begitu tertarik dengan pesona dan kecantikan fisik wanita, mereka tertarik pada wanita yang bisa menghasilkan keturunan, alasan jadul tentu saja, tapi bukan cuma itu. Karena hanya sedikit kesempatan untuk bisa melihat wajah wanita jaman itu secara langsung, mereka lebih mementingkan menilai kualitas seorang wanita dari sisi kepandaiannya (ha! where is your god now, the ugly man theory?). Kecantikan dinilai dari keindahan puisi yang ditulis dan kemahiran dalam kaligrafi. Pakaian juga menentukan, kombinasi warna dan corak dari jubah berlapis-lapis yang di pakai oleh seorang wanita menunjukkan kesensitivitasannya dalam estetika. Ditambah dengan pemakaian nama samaran yang sering digunakan, semakin banyak kemiripan antara cewek heian dengan para witch di internet yang bersembunyi di balik avatar dan nick name mereka. 


Tetapi ada perbedaan antara manajemen otak dan hati, pikiran dan perasaan, emosi dan logika. Dan anda akan menemukan dalam anime ini, mereka yang diberkati dengan level pemikiran tingkat tinggi (kemampuan menciptakan puisi kompleks tingkat dewa), kisah asmaranya juga paling njelimet ruwet dan imba sugiru (salah satu alasan yang bikin saya hype berat sama serial ini), meskipun pada akhirnya, semua itu hanyalah kefanaan duniawi. Banyak aristokrat, bahkan kaisar sendiri, yang muak lalu menggila memilih menghabiskan masa akhir hidupnya jauh dari hiruk pikuk istana sebagai biksu. Jika anda mencermati puisi-puisi dalam hyakunin isshu yang dibuat oleh golongan yang sudah uzur pasti akan terasa sense bahwa kenikmatan dunia hanya melintas sekilas dan isi puisinya lebih pada ketenangan batin dan keindahan alam.

Ngomong-ngomong, meskipun tidak begitu peduli soal tampang, tapi ada satu physical charm yang diakui pada jaman ini, yaitu rambut. Semakin lebat dan panjang rambut wanita, semakin tinggi level pesonanya. Ini juga alasan kenapa wanita yang menjadi biksuni membutuhkan willpower extra, karena rambut yang sudah dipotong tidak akan bisa tumbuh lagi sampai ke panjang yang sama seperti semula.

iklan sampo paling imba sepanjang masa
Personally I agree with this because its my fetish, as an old japanese proveb said, hair is a woman's life. There is something more than meet the eye, long hair has somekind of sense of commitment and endurance ..or so I think, ntah bener atau gak teori saya, tidak usah terlalu diperdulikan, yang jelas anda bisa make ini buat bahan gombal kalo sedang pdkt sama cewek berambut panjang :v
Alright, sekarang kita masuk ke bagian tentang puisinya. Seperti yang bisa ditebak dari judulnya, Utakoi berfokus pada penceritaan ulang kisah cinta yang melatarbelakangi terciptanya puisi-puisi tersebut. Ini bukan hal yang aneh karena jumlah puisi cinta memang mendominasi di antologi dibanding puisi dengan tema yang lain (secara gitu loh :v). Namun demikian, beberapa puisi non-romance related juga ada yang diulas di anime ini. Puisi-puisi cinta yang dibahas juga tidak semuanya SUPER DUPER ULTRA GALAU JIKAN, beberapa ada yang oh so sweeeeeeeeeet dan ada pula yang isinya gombalan level 40 juta.
Gambar di atas adalah salah satu contoh puisi yang melegenda, bahkan hingga sekarang kegalauannya masih terasa di lubuk hati, padahal puisi ini usianya sudah lebih dari 1000 tahun (ya, seribu tahun yang lalu facebook sudah ada tapi sempat hilang karena perubahan jaman dan baru akhir-akhir ini mulai ngetrend kembali :v)

Bicara soal puisinya dari segi linguistic (sok pakai kata sulit padahal soal ini saya gak begitu paham juga :v), seperti yang sudah ditulis di atas, puisi adalah salah satu bentuk komunikasi yang dipakai untuk menilai kualitas lawan bicara atau gebetan anda. Karena itu di dalam puisi di sini sering ditemukan konotasi dan implicit meaning.


Bertukar puisi bagaikan saling kirim surat cinta berisi teka-teki yang jawabannya juga anda sampaikan dalam bentuk teka-teki. Cryptic game, clever wordplay. Di dalam seni puisi jepang sendiri ada istilah makurakotoba, yaitu semacam kumpulan kosakata metafora yang sering dipakai dalam puisi dan sudah mempunyai aturan berasosiasi/arti dengan kata tertentu.

For example, if I made an impromptu free style poem like this:
Here in earth rain is falling
My heart belong to the sky

Kedalaman makna yang anda tangkap bisa berbeda, antara pembaca reguler blog ini atau yang kebetulan mampir, dengan mereka yang cukup dekat dengan saya (atau minimal kenal dekat di fb, I bet some of you are giggling right now). Ini baru masih pada level kata, belum tulisan. Jangan lupa, karena tulisan jepang menggunakan kanji, maka semakin banyak kombinasi yang bisa dipakai untuk menciptakan puisi bermakna ganda. Coba perhatikan kutipan dari buku yang saya baca gara-gara anime ini. Puisi nomer 90.

90
THE CHIEF VICE-OFFICIAL IN ATTENDANCE ON THE DOWAGER EMPRESS IMPU
IMPU MON-IN NO OSUKE
  Misebayana
 Ojima no ama no
   Sode dani no
 Nure ni zo nureshi
 Iro wa kawaraji.

THE fisher's clothes, though cheap, withstand
   The drenching they receive;
 But see I my floods of tears have blurred
   The colours of my sleeve,
   As for thy love I grieve.

The writer is said to have been one of the Fujiwara family, and to have died in the year 1210. Ojima is an island in the Inland Sea.
In the last line the word iro can mean both 'colour' and 'love'; so that the meaning is, the writer's love will remain as constant as the colour of the fisher's clothes, even though drenched with salt water. In connexion with this word iro, it may be mentioned that a crimson maple leaf, When sent by a lady to her lover, is a gentle hint that she wishes to see him no more; the meaning being, that as the colour (iro) of the leaf has changed, so her love (iro) has changed also.

Overall, Utakoi adalah anime tentang kisah cinta orang-orang hebat, where losing those kind of people can really carved a deep mark somewhere on our heart (whether its from death, separation, ntr, or rejection), anime ini saya rekomendasikan terutama jika anda adalah fans anime drama atau tertarik dengan bagian dari kebudayaan jepang yang sepertinya jarang dibahas. Meskipun dari segi grafis anime ini tidak istimewa dan terkesan low budget (dan sepertinya memang iya), namun pesona nya yang unik membuat anime ini begitu special. Sebuah episode filler yang sangat out of time and out of place disisipkan di tengah-tengah, beberapa connoisseur elitist menganggapnya mengurangi kenikmatan menonton dan cukup mengganggu.



Tapi kalau menurut saya sih worth it, anda bisa melihat balapan kereta kerbau F1 style dan duel antar penyair dengan menggunakan gard came (sayang kartunya tidak dibikin beneran :v)

Untuk mengakhiri post ini, sebuah puisi dari seorang mantan kaisar yang cocok untuk akhir minggu yang sepi ini
68
THE RETIRED EMPEROR SANJO
SANJO IN
  Kokoro ni mo
 Arade uki yo ni
   Nagaraeba
 Koishikarubeki
 Yowa no tsuki kana.

IF in this troubled world of ours
   I still must linger on,
 My only friend shall be the moon,
   Which on my sadness shone,
   When other friends were gone.

The Emperor Sanjo, who reigned A.D. 1012-1015) was the son of the Emperor Reisei; he fell into ill health, his palace was burnt down twice, and he was forced to abdicate by Michinaga Fujiwara

Lagu yang sangat pas untuk mengiringi puisi di atas

See you again on the next post
Read more...

Friday, September 28, 2012

We're back! Final impression for summer anime and some prediction for the upcoming fall!

2 comments
Heyo! What's up everyone, and welcome back to this almost-deserted-but-never-happened-for-real-anyway blog. Once again, after quite a hiatus, we're back to bussiness. Well, enough for the intro, I think, lets move to the main course.

So, summer is finally over. Along with some good anime that will leave impression in our memories... (bgm gitaran akustik j.c staff pls). Overall, personally I think this summer leaves a satisfying aftertaste, enough to meet the expectation. Few but very strong drama anime (summer is the best setting for drama, right?) that doesnt have to end in a sweet ending, resulting in a bittersweet contrast, strong afterglow, you know, fireworks stuff, symbolism, etc.

Alright, lets start from the I-bet-nobody-watch-this-except-me show

Anaknya Family Gila

Entah bagaimana ceritanya sampai saya akhirnya mengikuti anime ini sampai tamat, saya juga tidak tahu. Mungkin karena Felicita bukan tipikal female lead reverse harem anime yang biasanya tidak punya kemampuan spesial (atau paling banter passive skill) dan parameternya pas-pasan ala tokoh utama shoujo manga. Being a high grade premium quality ojousama, the only daughter of the godfather here is not only blessed with striking charm and charisma, but also equipped with the moe-inducing twintails, and rather than wearing the typical dress-of-frills that every oujo always proud of, she wear a suit, complete with tie, and short skirt that not only emphasize her sexy legs but also made her easier to kick ass. Literally. And the service didn't stop there. For a fangirl-targeted anime, this show has so many BOOBS jokes in it. So many that it put the standard moemoe slice of life animu to shame.

Or maybe I watch this series because of so many p****s word appear once in every 5 minutes.

But, having said all that goodness, anaknya family gila ternyata tidak cukup gila untuk membuat saya ikut gila terhibur. Dimulai dari episode perdana yang menggebrak dengan premisnya yang menarik perhatian; sebuah turnamen dimana sekumpulan cowok-cowok dengan kekuatan yang imba bertarung satu sama lain untuk memperebutkan za buraido, aka putri tunggal tuan besar, dimana memperistri sang gadis tersebut berarti mewarisi harta dan tahta sebagai the godfather of family gila. Dan potensi dari premis tersebut tidak hanya sampai di situ, karena sang gadis sendiri juga mampu bertarung dan punya kesempatan yang sama untuk menang dan membebaskan diri dari posisi "hadiah lomba" (atau mungkin malah akan memakai hak juaranya untuk memilih sendiri pendampingnya?). Potensial plot lainnya adalah premis bahwa salah seorang dari kontestan justru bertarung dengan tujuan untuk membebaskan sang putri dari kewajiban menerima siapapun yang menang sebagai suami. Dengan karakter dan jumlah kontestan yang beragam, serta ability tiap pejuang cinta yang unik dan mempunyai referensi major tarot arcana, yang dilambangkan dengan tattoo dengan desain tribal yang sangat keren (siapapun yang mendesain tribal arcana di serial ini, saya mengakui keimbaan beliau yang bisa membuat icon yang sangat representing, symbolist dan tetap terlihat stylish), pastinya serial ini akan penuh dengan kejutan dan plot yang intense, bukan?

SALAH. Nampaknya saya berharap terlalu banyak dari family gila. Episode-episode berikutnya malah berisi filler yang biarpun tidak bisa dibilang buruk, namun tidak berpengaruh banyak pada cerita, kecuali memperjelas bagian yang sebenarnya juga sudah cukup jelas. Setelah filler, plot mulai bergerak mengungkap masa lalu tiap karakter, memberikan background yang diharapkan dapat membuat penonton bersimpati dan memahami motivasi mereka ikut dalam turnamen katakan cinta ini. Tapi misi inipun bisa dibilang tidak cukup berhasil karena backstory yang tidak special-special amat.


Meskipun demikian, bukan berarti sepanjang anime ini datar dan membosankan. Menjelang akhir-akhir, plot mulai bergerak dengan memperkenalkan element yang menarik. Homunculus project, arcana contract, the rules, arcana override, bisa dibilang minat nonton saya pulih kembali sejak mulai dari perkembangan cerita ini. Dengan dibukanya beberapa premis baru, family gila kembali menunjukkan banyak potensi untuk perkembangan cerita yang lebih menantang.
 
It turns out ojou-sama is a futa

Tapi toh pada akhirnya semua kembali lagi ke tipikal ending anime standar. Cinta segitiga antara sang gadis dengan tipikal archetype silau-man dan galau-man, last resort ala deus ex machina, dan kekuatan *cough* cinta *cough* universal yang tidak memberikan kepastian. A disappointing reset ending, atau dalam bahasa tvtrope nya, status quo is god. Not to mention adegan pertarungan yang imba di dalam final tournament banyak yang tidak dianimasikan.

Control you lover's p****s with your heart!

Jika ada yang harus digaris bawahi, yang paling berkesan dari episode terakhir anaknya family gila ini adalah bgm di hampir sepanjang episode yang mengesankan. Mungkin track-track yang imba dari ost di anime ini memang sengaja disimpan untuk episode terakhir. Selebihnya, jika anda tidak menonton anime ini untuk sang ojou (jika anda cowok) atau reverse harem (jika anda cewek) besar kemungkinan anda akan kecewa di akhir cerita.

This is what happen when Persona goes wrong

Di dunia paralel, anime ini berakhir dengan hardcore threesome ending Liberta X Felicita X Nova, it's so hardcore that it produce too much certain stuff that it made the entire screen covered in white. Sementara di dunia paralel yang lain lagi, Liberta berhasil meng NTR Nova dengan sukses, but finally Nova dont give a damn anymore and decide to bang Felicita's mom instead. Next please.

You've grown so BIG


Kafe Beruang Kutub

Tampil beda diantara anime lainnya, Shirokuma Cafe bisa dibilang anime hybrid yang mungkin tidak semua orang bisa nyambung baik dengan visual maupun selera humornya. Its kind like a hit-and-miss, jika anda sejak dari awal sudah tidak bisa menikmati anime ini, tidak perlu memaksakan untuk mencoba mengikuti, karena sampai akhirpun anime ini tetap berjalan dengan style dan pace yang sama.


Tidak butuh waktu lama, jika anda adalah penonton yang jeli, untuk menyadari bahwa di balik humor dan karakternya yang separo membumi separo absurd, anime ini lebih cocok untuk disebut dengan sitcom daripada sebuah show untuk otaku. Lelucon di anime ini lebih dekat pada kehidupan sehari-hari kita daripada humor khas tontonan otaku yang biasanya dihiasi dengan parody, cross references, fanservice, dan seiyuu jokes. Dan sebagaimana serial sitkom, meskipun anime ini terdiri dari sketsa-sketsa pendek, namun ada perkembangan cerita yang cukup signifikan, seperti bagaimana sang social awkward penguin akhirnya bisa pacaran dengan cewek yang ditaksir (note: turns out this is not completely a happy thing), bagaimana pak Handa yang tadinya forever alone sepertinya bakal mengalami kisah cinta yang bahagia (not: masih sepertinya), sampai karakter figuran the tree cangaroo sang master pembuat kopi dan para bussiness-penguin-man, semua masih muncul meskipun cuma sesekali. Hampir setiap karakter major juga mempunyai background cerita dan masa lalu yang sesekali dibahas (kecuali mungkin Sasako-san).



Overall, menonton anime ini memang sama seperti menikmati menu kafe, not quite a heavy meal, and it has just enough dosage to keep you entertained, once in every week. A second season would be very nice (hingga tulisan ini dibuat, masih belum ada tanda-tanda anime ini bakal tamat, di ANN sendiri jumlah prediksi episodenya malah sudah memasuki angka 39, which is not a bad thing, for me).
Anyway, jika anda belum menonton anime ini dan ingin mencoba sesuatu yang berbeda, jauh dari hiruk pikuk kegaduhan action dan moemoe, please consider yourself having a treat in the polar bear caffe.

ANATA NI DEAWANAAAKEEEEEEEEEEEREBAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA KONNA NI SETSUNAKUTEEEEEEEEEE MUNE WO SHIMETSUKERU KOTO MO NAKATTA SOREDEMOOOOOOOOOO ANATA NI DEAWANAAA--------

Ok, cukup dengan karaoke mode di kamar mandinya. A quote from one of the world's famous novelist, Franz Kafka (yes, the same kafka yang jadi referensi nama kafuka fuura nya zetsubou sensei):
I think we ought to read only the kind of books that wound and stab us. If the book we are reading doesn't wake us up with a blow on the head, what are we reading it for? We need the books that affect us like a disaster, that grieve us deeply, like the death of someone we loved more than ourselves, like being banished into forests far from everyone, like a suicide. A book must be the axe for the frozen sea inside us.
Natsuyuki Rendezvous is pretty much that, it begin with all out premise that seems like a direct warning to the viewer's face: Hey folks, this is an animu to accompany your galau jikan weekend, all alone drinking WJK while questioning whether it should be fair in love and war.

Satu hal yang sudah bisa ditebak sejak awal, anime ini akan berakhir dengan Rokka dan Hazuki (hey, what do you expect? occult stuff and Shimao come back as zombie?), I guessed the kid in the op song as their child (close enough, since he turns out to be their grandchild, dan perdebatan untuk urusan ini bisa jadi panjang di forum, mengingat Shimao pernah meminjam tubuh Hazuki sekali dan tidur dengan Rokka). Jika anda melihatnya dari sisi human versus ghost, the entire drama is pretty easy mode. Apalagi jika anda menggunakan sudut pandang Hazuki dalam melihat gameboard. I mean, hey man, the girl I like doesn't have anyone in mind, the only rival I have is pretty much dead, and I'm now working under the same roof with her almost everyday, this should be easier than getting an artificial 2D bishoujo heart in some cheap galge.

But oh, really? everything becomes twisted when the anime presents you with each character individual's thought. And once the story goes deeper with the flashback and stuff, everything turned into a brutal violent emotional roller coaster. It should be noted that, unlike those pseudo-moe drama anime (I'm talking about the softcore J.C staff made), the characters here are pretty realistic, they're not just your usual stereotypes with shallow background, you should remember that in real life:

Everyone is not one hundred percent pure
Everyone has their own past
Everyone has secret
Everyone has their selfish side
Everyone wants to be happy with the person they love


As the story continue spiralling intensely into borderline between reality and fiction, life and death, the oh-so-DEEP quotes and the oh-so-simbolic visuals keep pouring down mercilessly. It will make you begin to question about many things. And the questions are still there, even after the anime decide to settled down with a bittersweet yet satisfying ending, where it all boils down to one thing: you have to accept change, you have to leave your current state, you have to move on.



It is surprising, though, that the ending scene goes waaay in the future after Rokka and Hazuki died, with Shimao still present as the transcendental spirit, roaming restless in this ugly yet beautiful world. What's the meaning of that? Why did he wait not only until Rokka died, but also Hazuki? And did he really continue to roam? Perhaps the final scene is actually he is on the way to above? (notice that he starts to fly higher and higher). But, lets not dwell too much on the extremist theory. Between the guardian theory and the ever insatiable revengeful spirit, I'd prefer the earlier.

Being single makes you a wizard but being NTR'd makes you immortal

Anyway, Natsuyuki Rendevu is one the example of anime thats qualified for the summer menu, it's short but sharp, and it leaves a painful yet meaningful impression that will be carved in your memories even until years ahead. Its only 11 eps, so if you marathon it in one go, it will become a 3.5 hour movie, enough duration to squeeze out your lacrymal gland and put it into crystal glass.
Mmmm.. delicious tears..

Oh, and one more thing I should write about this anime. Karena anime ini saya jadi tau Aimer dan langsung jadi fans berat in an instant. Sebelumnya saya tidak begitu perhatian karena dua lagunya yang pernah menjadi soundtrack anime adalah untuk the infamous yoai anime made in BONES dan satunya lagi adalah anime shounen yang saya gak pernah give a damn about. But this one, since the first time I heard it, the song really hits home. Heck, the lyric even sounds like its tailor made for this anime. Speaking voice wise, suaranya aimer sedikit banyak mengingatkan saya dengan Aoi Teshima, tapi content dan image wise langsung mengingatkan saya dengan galau songstress favorit saya, Shibajun onee-san, meskipun tingkat kepahitan liriknya kalo boleh saya bilang lebih hardcore dari Shibata Jun, malah hampir selevel sang maestro of bittersweet, Suga Shikao. Anyway, saya gak tau apa yang terjadi dengan mbak Aimer sampai bisa bikin lagu dengan kegalauan yang literally creating sabishikute nemurenai yoru level dewa, but one thing for sure, she is now my new idol :v/ hail!!!1111

The everhyped story of a certain literature club

Well well what do we have here? Despite many people getting frenzy (or bashing) over SAO but personally the charm of the previous two season belong to this Kyonani child. Starting with the premise of casual mundane detective works with the usual kyonani premium grade visual quality, Hyouka slowly reveals that this anime's core is just about the same with the other light novel theme:
1. boy meet girl
2. boy got dragged into hectic circumstance one after another
3. girl gradually changes boy's life
4. ????
5. PUT IT IN
And just like any other boy meet girl story, the girl need to have something special in her character (not just in appearance) which, in this case, is the kininarimas mode. And Kyonani, being an old timer in the moehmoeh bussiness, know how to treat a girl's special trait into a super powerful otaku poison, just like what they've done to Misuzu's nihaha and gao~, Ayu's uguu~ and Mikuru's kinsoku jikou des.

Kyoani answer when they're asked why they made Hyouka

And so the plot moves without everyone realize that actually nothing much happen, except of course for Oreki and Chitandol. Oreki has gradually become less lazy ass and starts falling into chitandol the witch of curiosity's magic and become her slave. Chitandol, on the other hand, started become tsundere and twice as annoying as before (note: this entire paragraph is a compliment, ..maybe). Mayaka and Satoshi? forget it, they're the beta couple, as much as beta couple sometimes looks more interesting than alpha couple but in this kind of anime, their progress will be kept from progressing past the main couple's poin, something which is toooo bad since if Satoshi and Mayaka got a relationship upgrade, Oreki and Chitandol's will get a super boost.

The evolution

This is why, by the end of the series, its not surprising that.. pretty much nothing happened. People were raeging and cursing Kyonani just like in the good old days where kyonani played their endless eight card. By this point, I realized that for the entire time, what I watched is an anime about a slice of distant past memories. The repetitive, taken for granted, school life. The boredom between menial tasks and homework that you try to drive off by making whatever-thing with your schoolmate, your own literature club. If you watch Hyouka backward, it becomes a giant flashback scenes where a boy and girl, under the sakura tree, reminiscing about the events they both have encountered so far, and ended in a scene where they first met. And for a wrap up to all of this memories, the ending is very fit and proper. The toned down scene after the glorious festival, the nice but not over the top BGM, it suits nicely. Personally I hope there will be no second season.

Hyouka: described in one song.
An interesting note is that fans has created an interesting albeit hilariously forced theory, which connect Hyouka as the prologue of 5 cm/s. Though of course its entirely different series, but thinking that Oreki also has a possible chance to be winded up in the same scenario as Takaki is quite interesting (if not galau inducing). Now, I will also present you my version of alternate ending. I have two currently in mind. First, I got this in mind when I still watched the series in the middle part, and my mood is at the quite bright point. It goes like this:
A detective is stuck in a difficult case. Stressed from not being able to solve the case, he went to a vacation in a small village. In the last day of his vacation, he still can't figure out the culprit but he had to leave anyway. Unfortunately, he's late to catch the last train. An old woman came to him asking about the circumstance and finally asked him whether he want to stay at her place. The detective refused, but the old woman persist. In the end, the detective agreed to spend the night in her house, where he met with the husband of that woman, a grumpy old man who speak little yet has a distinguished aura. That night, something.. particular hapenned (I dont have idea for this but lets say its the usual casual mistery), and though its not something dangerous but the detective got curious. The next morning, he watched how the old man making a perfectly logical explanation using all the clue presented after being bombarded with the "Im curious" question from his wife. Impressed after witnessing such a deduction skill, the detective asked whether the old man want to help him solving his case. The old man said that he didn't want to solve a mystery if a real murder is involved, but after his wife beg him to do so (please do it for the victim's sake) the old man agreed. It doesnt take a long time after he heard all the clue for the old man to draw a conclution. Few days later, the wife watched on tv that the case has been solved, and the old man's guess was correct.
Well, thats for the good end version. What do you think? pretty sweet, eh? Now for the other version. This version is, well, lets say, a bit dark. It was inspired by a recent personal issues. It goes like this:
Oreki started tapping his fork on the glass and calling for a toast. Winnie rose, a bit shakily, and pulled the prepared speech from his inner pocket. He looked at it, long and hard, and finaly tore it in two and threw it in the champaign glass. He then lifted the glass and said: "Eru and I first met in a small, peculiar club room at our high school. We hit it off, opened up, shared secrets and talked about everything. Around me, everything else is pretty much bland, but I gradually enjoyed the company, solving petty case between my regular boredom. Do you remember the year when we had to make a detour for our village's Doll festival? The last cherry blossom that bloom at that year was a magnificent sight. That experience, connecting with a stranger, and falling recklessly in love, is one of life's greatest joys."
He then turned to Chitanda, failing to lock her eyes in his not quite steady gaze, and said: "And now that you are married, you'll never experience it again. It's the price you pay for everlasting love. It's a small one but I hope it stings a little." 
And then he finally managed to turn to Satoshi, who was frantically tugging at his sleeve during the last part of the speech, and mumbling, "Anyway, I wish you and Eru the best," before yanking his sleeve from Satoshi's hand, bawling, "Hey, man, you asked me to do the toast..."
(Shameless edit from one of the best strip in xkcd
Suffice to say Mayaka wasn't present at the party, and I'm not going to talk much about this ending here except that this one in my personal opinion felt stronger than the byousoku version. Too bad kyonani wouldn't animate this, I want to see how people would react, the board probably would be filled with flame. Next, please.

Everytime a poem of love is born, somewhere in this world a heart is being split into two

The dark horse yet noone seems to give a damn, Utakoi. Awalnya saya berencana untuk menulis review dan impresi akhirnya di post ini, namun karena bakal panjang dan kesannya bakal mendominasi jadi akan saya pisah jadi post tersendiri). Look forward for the special review soon.
Ok now we're moving to fall. Fall is usually full of surprise, with menu ranging from various genre and one or two dark horses that would make you go "oooohh, this anime is surprisingly good". After looking at the recent preview from the famous anime blog,  and various source (ok, actually only ANN) I decide to throw my pre-impression here. Not all of them, though, only the show I interested (not: this doesnt mean I'm going to watched the mentioned show below and vice versa).

Tonari no Kaibutsu-kun

Slot drama untuk season depan sepertinya akan diisi oleh anime ini. Premisnya kedengarannya tidak begitu spesial, seorang cewek yang terobsesi dengan nilai dan belajar akhirnya terjerumus ke dalam dunia percintaan yang penuh dengan mood swing dan logic error mengenal apa itu jatuh cinta. Cukup relatable sebenarnya, karena sebenarnya saya dulu tipikal murid yang hanya tau bagaimana cara mendapatkan nilai di atas rata-rata, sebelum akhirnya terkena syndrome salad days dan berakhir dengan NTR, tapi karena di sini protagonistnya adalah cewek, mungkin agak sedikit susah untuk sinkron dengan sudut pandang sang tokoh utama. Anyway, dengan premis seperti yang sudah ditulis tadi, sepertinya saya akan men treat anime ini dengan mode nostalgia sama seperti Hyouka, bukan mode face your current reality ala Natsuyuki.
Things I expect:
Brain Base memang bukan J.C Staff (jadi kalo saya ngomong soal gitaran akustik saat mereview anime ini bakal terdengar agak out of place) tapi anime drama pada dasarnya tidak menuntut banyak hal dari segi grafis, jadi saya lebih kuatir soal bgm, pacing dan pengambilan adegan. Also, melihat dari banyaknya cast, semoga anime ini tidak cuma berpusat pada main couple nya saja, seperti di Ano Hana, dimana case nya Tsuruko jauh lebih ngena ke saya daripada Menma.

BTOOOM!

What a title. Dilihat dari judulnya sepertinya serial ini akan meng emphasize the harsh and violent side and stuff got blown up. Di plot seperti Battle Royale, tidak banyak info yang saya dapat soal ceritanya kecuali memang sekelompok orang dari berbagai latar belakang (dimana salah satunya adalah tokoh utama) ditaruh di sebuah pulau tropis untuk saling membunuh.
Things I expect:
The concept of battle royale, survival of the fittest always interest me. Mirai Nikki, Eden of The East bahkan Rozen Maiden, semuanya memakai sistem yang mirip dan meskipun tidak realistis tapi dalam kadar yang lebih rendah bisa sangat relatable dengan kehidupan. Kadang kita tidak ada pilihan lain kecuali menendang orang lain ke bawah supaya bisa naik ke atas.
But the thing with this anime, adalah source materialnya yang so hardcore it contains mutilation and rape. Saya tidak masalah dengan violent level dalam anime, tapi kalau pemerkosaan tunggu dulu, its not something I can easily watch and enjoyed upon, biarpun fiksional. Dan jika Madhouse memasak anime ini dengan memakai resep yang sama dengan HSOTD (massive fanservice injection), I'll pass.

Zetsuen no Tempest

Awalnya saya tidak begitu tau ini anime apa, dan waktu melihat gambarnya yang featuring 2 tokoh utama cowok di list fall anime, I just went like ah palingan yoai, and passed by. Baru setelah ANN mengcover previewnya I instantly went to hysteria mode.
UUWOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!!!111111
It has everything I look forward from a dark, DEEEP anime. Witch Sorceress. Contract. Exile. Revenge. Conspiracy. Genesis. Apocalypse. Curse. Sanity and madness. Emotion and intelligence. Reasoning and convictions. Ditambah referensi Shakespeare (The Tempest) dan Beethoven (musik yang dipakai pada trailer adalah Piano Sonata no.17, The Tempest) the entire element screams for a high class tragic opera show. Dan dengan BONES sebagai master cheff, nothing can go wrong. THE MEAL IS GOING TO BE DELICIOUSSSSS
Things I expect:
Mengingat anime ini diadaptasi dari manga yang hingga sekarang masih belum tamat, saya berharap ending originalnya tidak setengah hati. I dont mind with an ending (or even continuing plot) thats completely different with the original material, selama eksekusinya memuaskan. Dan semoga The Tempest nya Beethoven juga masih tetep kepake di animenya (ingat waktu Hyouka memakai Bach untuk trailernya tapi setelah itu tidak pernah ada lagi piece musik classic di animenya?).

K

PEDANG PEDANG PEDANG PEDANG PEDANG PEDANG PEDANG PEDANG 
Nah kalo buat yang ini, biarpun image yang ingin disampaikan lewat trailernya adalah fabuloous and stylish urban fighting antara cowok-cowok cool dengan ability yang so hipster, but I can't help to treat this anime in the same way as I watched PEDANG! or Silau-Man. Yep, the over the top fighting scene, cowok-cowok yang kebanyakan gaya lebay dan kemunculan dua PEDANG RAKSASA di tengah-tengah kota, sejak pertama kali saya nonton screening episode perdananya di AFA ID kemarin, saya memutuskan anime inilah yang akan mengawali kembali kebangkitan serial parody mingguan di blog ini.
Things I expect:
Basically tidak banyak yang saya ketahui tentang plot anime ini kecuali ada 7 raja dan 2 group yang bertarung di tengah-tengah ramainya kehidupan kota. Well, not that I mind a lot about the plot, meskipun jika ternyata plotnya cukup kompleks it would be a great bonus. I expect more fabulousness and wtflolwut ability, juga semakin tinggi ignorance level dari karakter cowok ke karakter cewek, bakal semakin imba material yang ada buat di blog. Anda bisa bayangkan, di anime ini ada 3 karakter cewek hi-grade (4 kalo the normal female classmate girl ikut dihitung); 1 loli dandere moe, 1 onee-san with BOOBS and NICE ASS, dan 1 hottie moe nyan yang kayaknya kesurupan kucing dan tidak suka pakai baju, tapi semua karakter cowoknya malah pada seneng BERADU PEDANG. This premise alone is already a great start to make a story about Holy War between two group of the great wizards.

JoJo’s Bizarre Adventure

A new adaptation of the phenomenal classic cult hit! Kalau K adalah anime tentang cowok-cowok metroseksual yang bertarung dengan PEDANG, Jojo adalah bagaimana anime tentang pertarungan antar cowok yang seharusnya terjadi, manly and GARR and full of fist to fist contact. Well, meskipun sama-sama fabulous dan karakter di serial ini juga kalo berpose bikin cosplayer yang ingin meniru jadi kena sakit pinggang. Jojo juga terkenal dengan pertarungan yang tidak cuma memakai otot, tapi juga otak, dengan ability tiap character yang macem-macem dan kebanyakan bikin anda bereaksi wtf, saya jamin anda tidak akan kecewa mengikuti kisah petualangan Mas Jojo ini (harap dibaca dengan jo seperti pada kata ijo bukan jo pada kata bejo, karena kalo ketambahan huruf n bakal makin jauh artinya).
Things I expect:
It would be hard to cover the entire story in this adaptation, so rather than wondering and worrying about the ending, I'd rather enjoy the episode by episode. Here's hoping for more fabulous gar ness.

PSYCHO-PASS

Lagi-lagi anime dengan informasi yang minim, tapi satu hal yang pasti dan sudah cukup untuk mendapatkan label tontonan yang menjanjikan adalah nama Gen Urobochi di dalamnya. Cukup dengan statement itu, anime ini langsung masuk radar antisipasi level atas.
Things I expect:
Well its UROBUTCHER, what else you can expect than hoping Urobutcher being Urobutcher? Grimdark backstab nikmatnya NTR lies and manipulation dusta dan airmata despair zetsubou hopeless moral horizon etc, just throw the usual everything. Setelah Meguca dan Takdir Hampa, penonton sekarang sudah lebih siap siaga jadi tidak ada salahnya menaikkan dosisnya sedikit lebih tinggi.

yfw watching UROBUTCHER show

Robotic;Notes

Adaptasi ketiga dari VN karya 5pb setelah Chaos;Head dan Steins;Gate. Mari berharap semoga adaptasinya minimal bakal bisa on par dengan kesuksesan Gerbang;Ternoda. Dari segi cerita sendiri, masih dengan tema science tentunya, kali ini berfokus pada robotika dan augmented reality, tema yang tidak kalah menarik untuk ditelaah.
Things I expect:
Technobabble stuff goes without saying, dan tentu saja meskipun cerita ini pekat dengan bumbu sains, I expect some good drama, especially between fellow scientist, if there's any.

Honorary mention 1

LITCHY HIKARI CLUB
This picture is still not WTF enough to give you enough glimpse about the series
Sebenarnya saya bisa menulis banyak hal soal ini, tapi karena hingga saat ini masih belum pasti bakal seperti apa adaptasinya (informasi terakhir yang saya terima formatnya adalah short anime, sumber lain malah menyebutkan kalau artnya bakal jadi chibi) jadi daripada sudah hype level 40 juta tapi akhirnya tidak seperti harapan, untuk sementara saya no comment dulu.

Honorary mention 2

Kamen Rider Akik
Well obviously this one is not anime :v Been a long time since last time I watched Kamen Rider series (kamen rider terakhir yang saya tonton adalah RX :v sedangkan untuk sentai adalah akibaranger tapi itupun tidak bisa dihitung official, if you know what I mean). Sebenarnya, sejak dari awal mendengar info soal kamen rider ini, saya sudah cukup anticipating, two keywords; magic and fabulousness. Dan oleh karena itu, sorry to say but I treat Wizard as comedy show seperti halnya serial fabulous max lainnya (perkecualian untuk penguindrum). Ada banyak elemen yang cukup lolwut di sini, terutama jika anda menonton serial ini dengan mindset blog ini (atau konsep cerita versi Gecd), mulai dari quote sang hero, "I didnt ask to be a wizard", monster riajuu yang membuat galau jikan, sampai pengisian mana (suuure, mana) dan DONAT, snack populer yang ada LUBANGnya.
UWOOO! Teach us, master!!
Desain kostumnya kalo saya bilang not too special, cara henshinnya juga cukup lolwut, tapi melihat dari koleksi batu akik yang tiap episode makin bertambah, setidaknya skill dan magic yang dikeluarkan bisa variatif. Ada rumor yang menyebutkan kalau nantinya bakal ada mulitple kamen rider, well thats sounds pretty nice. Lets hope so. Another good thing from this series, sabuknya yang sangat minimalis membuat jadi mudah bagi anda yang ingin jadi wizard untuk menirunya. Here, I made this one for you guys. Tinggal di print ke kertas ukuran A4.
  
And thats all for the preview. Overall, dengan hanya satu slot untuk anime romance dan 1 slot anime comedy, season depan sepertinya bakal dipenuhi dengan anime yang suram (literally). Psycho Ass, I mean, pass, Zetsuen, Litchy Hikari, Jojo. Not that there's anything wrong with that, allrite then, see you again and have a nice day ..or probably night, or noon, who care anyway.
Read more...
 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2017. Template by DheTemplate.com. Supported by Saudagar Waifu