Tuesday, March 9, 2010

Recap anime yang ditonton minggu ini, dan sedikit tambahan melankolis

1 comments
Alrite, ladiesu ando gentlemen, meskipun episode-episode anime yang saya ikutin minggu ini benar-benar gila-gilaan kerennya tapi akan saya recap pendek saja.

Kalau tidak salah, meme ini pertama berasal dari Onegai Twins dimana ada adegan ceweknya menangis di pangkuan cowok tapi entah kenapa ekspresi cowoknya seperti... anyway, jika ada adegan serupa maka anda harus berkata: Dorama feel good, kimochi!!!

Seperti biasa, Bantorra tetap membuat anda melongo dengan overdosis plot twistnya. Dan sekarang ada orang yang bisa membunuh dengan menyatakan cinta (WE TE EFF????) karena dia selamanya cintanya tak akan terbalas (DOUBLE WTF??) dan ternyata PERPUSNYA ADA DUA (HAA?)!!!! edan tenan lololololol anime opo ikiiiiii).


Sedangkan DRRR!!! juga pas episode dengan sudut pandang si mbak-mbak ilmuwan yang ternyata lagunya ungu (cinta gila) juga sama adiknya sendiri. Akhirnya kita mulai paham tagline twisted love stories (not story but stories) anime ini karena di balik senyum para karakternya yang mengisi riuh rendah keramaian Ikebukuro, ternyata semuanya emang pada sakit. Oh tentu saja kecuali pasangan utama yang namanya seperti dolanan saya pas masih esde (do MIKADO MIKADO eska eskado..) dan ANNRIEEEEEE.

Vampire Bund juga mulai kembali ke plot yang seru, dengan pacing yang tidak bikin ngantuk lagi. Satu lagi, seiyuunya Tuan Putri Mina benar-benar salah satu selling point anime ini. Gila, tiap kali adegan dia pidato, aura confidentnya bisa sampe ke lubuk hati yang paling dalam(wkwk lebay+10), as expected dari pengisi suara Nona Kepiting sang ratu verbal abuse. Sepertinya orang-orang tim kreatif di industri otaku harus memikirkan tentang merilis motivator CD dengan seiyuu-seiyuu terkenal. Jadi bukan cuma cd berisi kumpulan track audio yang memalukan (meskipun saya masih nyimpen yang versi tsundere), tapi bayangkan Aya Hirano atau Saito Chiwa memakai suara joou-sama mereka, memberikan kata-kata penambah morale dan spirit (mungkin bakal jadi "Salam Haruhiisme!" ato "Your Queen has order you to stop being lazy ass hikkikomori!!" untuk dijawab "Yes, your haikkness!!" wakakaka, bakal keren kali ya?) Ups, tapi saya lupa ding kalo mayoritas otaku lebih suka memerintah dan punya maid daripada diperintah dan punya ojou-sama, jadi lupakan saja ide ini.

Seperti tagline iklan: Yang penting ENAK!!

Lalu, tentu saja, SUSU eps 7. And you know what? boriiinggg, tidak cukup kalsium di episode ini. Ditambah lagi profesor Sasha ahli SUSU tidak beraksi sama sekali minggu ini. Pantes aja semua fansub pada aras-arasen (hmm bahasa indonya apa yo? tidak punya cukup niat?) buat ngesub episode ini. Yah, untungnya si loli itu mengambil sumber SUSU yang baik dan benar dibanding yang biasanya.

Ok, all covered. Apa? Okamingapusi belum? hmm sebentar, sepertinya tidak ada anime dengan judul seperti itu. Yang ada.. lets see.. okaminyebahi, okamigakpernahblsmessage, Okamilagingambek, tapi tidak ada Okamingapusi. Lol, nggak ding, saya merasa anime ini plotnya benar-benar parah dan tidak tertolong lagi.

Kasai, you... you salah ngasih saos you.. you kata ini
saos tomat kenapa jadinya saos cabe?

Sumpah, saya merasa kalo Ryukishi-sensei bener-bener cuma titip absen di proyek ini. Penjelasan di balik semua misteri ini bener-bener bikin saya facepalm.

Setelah anda menyemprotkan minyak sinyongnyong

maka the acks effect pun beraksi!

Alrite, benernya saya berencana untuk mempost review film yang saya tonton minggu kemarin, tapi mati lampu sepanjang 7 jam sudah menghancurkan mood hingga saya buat ngetik postingan. Instead, sebagai gantinya saya akan menulis sedikit tentang apa yang terjadi saat mati lampu.

Karena tidak ada kerjaan (yang berhubungan dengan alat elektronik tentunya) yang bisa dilakukan maka secara umum kehidupan otaku bisa dikatakan seperti mobil tanpa bensin saat terjadi mati lampu. Ditambah hujan yang turun dengan sangat deras di luar, maka semua orang di rumah ini tidak mungkin ada yang keluar. Polisi juga baru akan datang setelah badai reda. Benar.. dengan kata lain...

INI ADALAH KASUS RUANGAN TERTUTUP!!!1

Er.. sepertinya pikiran saya baru saja mengalami sedikit gangguan. Maksud saya, karena tidak ada kerjaan akhirnya saya mencari-cari yang bisa dibaca. Termasuk masuk ke kamar imouto. Tidak usah berpikir dengan mode ikemasen, ojousama, ini sudah hal yang biasa. Seperti yang saya bilang, semakin sederhana keluarga anda, semakin kecil pula privasi di dalamnya. Karena adik saya notabene termasuk makhluk sosial jadi setiap minggu pasti ada bacaan dari berbagai sumber pinjaman yang keluar masuk kamarnya. Dan memang benar, saya melihat beberapa novel mulai dari yang ringan sampai yang sastra banget, buku tentang outbond dan.. shoujo manga. Tentunya anda bisa menebak yang mana yang saya ambil.

Sudah lamaaaaaaaaaaaaaa sekali sejak saya terakhir membaca shoujo. Shoujo terakhir yang saya ikuti juga bukan manga, tapi anime, dan Shugo Chara tidak bisa dibilang murni shoujo karena lebih ke mahou shoujo dengan action dan konsep yang cukup dalam dan.. alrite, alrite, saya nonton karena semua ceweknya tsundere dan desainer fashionnya anime itu punya selera yang sangat bagus. Kembali ke manga yang saya baca, ada tiga manga, tapi yang dua tidak menarik untuk dibahas, yang satu sangat gyaku harem fantasi banget, dan yang satu agak lebih mengarah ke jousei, meskipun tidak serius-serius amat.

Sebagai insan yang tiap minggunya dicekoki Bantorra dan DRRR! serta mengidap sindrom BEYATORIICHEEE akut, ketika saya membaca manga shoujo berjudul Lovely Ice Cream karangan Minase Itsuru, rasanya seperti orang yang ditraktir es krim seteah sekian lama tidak pernah mengkonsumsi dan memilih minum kopi atau sake (ini analogi btw). Mulai dari cerita-ceritanya yang simple (manganya tipikal manga shoujo dengan banyak cerita) tanpa dikisruhi elemen-elemen yang bikin shoujo jadi tidak bermutu (cowoknya sok yes, ceweknya terlalu standar) atau racun-racun hasil tren masa kini (yaoi, fanservis, sex), lalu karakternya yang benar-benar pure shoujo, dengan ekspresi-ekspresi seperti yang ada di halaman ini bertebaran di mana-mana, benar-benar menghasilkan efek yang nostalgic dan menyenangkan. WAFF, itu istilah lama jaman-jaman saya suka keluyuran di situs fanfiction, kepanjangannya adalah Warm And Fuzzy Feeling. Genre favorit sebelum saya pindah ke narkotik dengan dosis lebih tinggi yang bernama Bittersweet.

Saking terbiusnya saya sampai hal pertama yang saya lakukan saat lampu menyala adalah menggoogling info tentang manga tersebut. Dari baka update akhirnya saya menemukan kalau itu manga lama tahun 2006 (sebenarnya sudah tau dari info cetakannya), dan judul terakhir yang ada di list karya mangakanya. Dari situ saya dapet nama mangakanya dalam kanji dan akhirnya sampai ke halaman wiki jepangnya dan juga wiki manganya. Dan ternyata memang iya, itu karya terakhir beliau, entah apa yang terjadi yang jelas beliau sampai sekarang tidak mengeluarkan karya lagi. Saya coba cek ke blognya dan ternyata 404 not found. Ah, rasanya jadi sedikit sedih.

Padahal manganya benar-benar bagus *menghela nafas panjang* Meskipun ada bumbu fantasinya sedikit, tapi ceritanya tetap berjalan natural, benar-benar sebuah down to earth first love story. Shoujo murni to the very core, baik visual maupun plotnya. Mungkin memang sudah bukan eranya, ya? Yah, anggap saja ini kenang-kenangan dari jaman yang sudah berlalu...


1 comments:

gecd said...

yg saya ga puas tuh kenapa nemuru akhirnya bisa menahan diri padahal yg lain remnya blong:swt:
penyelesaian masalah kaya gini ga seperti R07 saja

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime