Tuesday, March 2, 2010

Opening the LN segment with Beach Restoran LOL

13 comments
Baiklah, di luar rencana ternyata malah karya temen saya ini yang bakal dipasang di depan. Karena yang bersangkutan sudah setuju dan saya rasa tidak mengapalah memakai ini untuk dipost sebagai awalan, justru malah masuk karena yang bakal anda lihat dalam kategori light novel bikinan saya, kurang lebih kualitas klise dan cheesy nya seperti ini. Mungkin ke depannya saya akan update kategori ini setiap hari rabu.

Btw jika anda merasa ini masih kurang ngakak, itu wajar, karena selain waktu itu semua masih pada cupu kk, juga karena chapter yang dihancurleburkan baru akan saya post setelah ini.


Ikemasen, Ojousama! bekerja sama dengan BlackSaber-san, dengan bangga pede mempersembahkan...

BEACH RESTAURANT


Di suatu pulau, terdapat sebuah pantai di bagian Barat yang bernama Pantai Patristirang, di pantai itu terdapat bermacam-macam restaurant yang berada di pinggir2 pantai, salah satunya adalah restaurant yang bernama Beach Restaurant yang terletak di bagian timur dari pusat. Restaurant ini tidak begitu besar namun lumayan luas. Para karyawan memakai pakaian renang dengan tambahan baju sendiri2. Restaurant ini dikelola oleh pasangan suami istri baru yang bernama Tatsu (35) dan Tere (21). Mereka mempunyai beberapa karyawan

Yang pertama adalah 1 orang laki-laki mahasiswa bernama Shin (22) yang juga adalah adik dari Tatsu, lainnya 5 orang gadis SMA dan 1 orang gadis SMP. Mereka adalah Tomoki (17), gadis cantik berambut sebahu sekolah di SMA 12 yang juga berlatih kendo. Ella (17), adik Tere, gadis yang cantik dengan rambut sampai pinggul yang bersekolah di SMA 24. Ayuki (15), gadis berambut pendek kelas 3 SMP ini adalah karyawan yang paling kecil dan masih bertingkah seperti anak2. Maria (16) murid kelas 2 SMA 3 ini adalah gadis yang sangat pemalu dan menggunakan kacamata. Kecantikan wajahnya akan sangat terlihat bila kacamata-nya dilepas. Gadis ini berambut panjang namun diikat sebahu. Tsubame (17) adalah gadis cantik yang berambut panjang dan bersekolah di SMA elite khusus cewek ini agak angkuh dan sombong. Terakhir adalah Vina (17) gadis periang berambut sebahu ini bersekolah di SMA 3 juga. Dia adalah teman sekelas dari Maria. Selain bekerja disini, ia juga bekerja di kuil milik orang tuanya.

Tokoh utama cerita ini sekolah di SMA 3, seorang cowok bernama Keiichi (17) murid kelas 2 SMA yang juga sekelas dengan Maria dan Vina. Dia juga mempunyai teman cowok sekelas yang agak pervert bernama Toshi (18) berumur lebih dari teman-temannya karena tidak naik kelas dulu. Dia sering mengajak Keiichi ke Beach Restaurant untuk melihat2 cewek2 yang bekerja disana. Keiichi tinggal di bagian selatan dari Pulau berupa kos2-an. Orang tuanya tinggal di Pulau seberang. SMA 3 terletak di tenggara dari Pusat Kota/Tengah2 Pulau. Pulau ini berbentuk nyaris lingkaran besar dengan luas kira2 sebesar pulau Kalimantan (editor: HA?). Di ujung utara terdapat sebuah pelabuhan besar dan sebuah jembatan besar yang dalam masa pembangunan yang menghubungkan dengan pulau seberang. Mal-mal dan toko2 besar terletak menyebar di tengah2 pulau. Sedangkan tempat permainan terletak di barat daya dari pusat.

Di suatu hari, Keiichi melihat berita di TV bahwa tornado besar telah membuat orang tuanya meninggal yang juga menghancurkan pulau seberang. Berhari2 dia menutup dirinya di rumahnya sampai akhirnya Vina membuatnya semangat kembali. Setelah itu, dia mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri. Vina memperkanalkan pada Beach Restaurant tempatnya bekerja kepada Keiichi. Keiichi menerimanya dan oleh bantuan Vina, Keiichi diterima bekerja disana. Disinilah cerita ini dimulai. En garde!!!

KARAKTER

Genma Keiichi (17)
Seorang siswa kelas 2 SMA 3 yang merupakan cowoq biasa2 saja. Tidak ada keahlian apapun yang dapat dibanggakan kecuali bermain game. Orang tuanya termasuk kaya, dan di kos2-an nya terdapat 1 set peralatan game dari Komputer, Laptop, dan PS. Teman2-nya sering datang ke kos2-an nya untuk bersama memainkan game. Sebelumnya, cowoq ini mempunyai sifat aga sedikit playboy. Malang baginya, orang tuanya telah meninggal dikarenakan suatu badai besar yang menimpa pulau seberang. Sekarang dia bekerja di Beach Restaurant.

Vina von Erdlit (17) B 83 W 58 H 80
Teman sekelas dari Keiichi dan juga teman sejak kecil yang menaruh rasa cinta pd Keiichi namun tidak pernah diutarakannya. Dia lah yang pertama mengetahui berita kematian orang tua Keiichi. Vina jugalah yang memperkenalkan Keiichi untuk bekerja disana. Dia juga memiliki teman sekelas yang bernama Maria yang juga bekerja di Beach Restaurant. Pakaian kerjanya adalah one piece ditambah kemeja terbuka. Dia juga bekerja di kuil orang tuanya.

Suzukaze Tatsu (35)
Pemilik Beach Restaurant tempat Keiichi bekerja. Dia memiliki istri yang baru 1 tahun dinikahinya. Dia termasuk orang yang sangat baik kepada semua orang dan juga tampan, sehingga hampir setiap hari, banyak pelanggan ceweq datang untuk melihatnya dan mengajaknya kencan. Sehingga dia sering dihajar oleh Tere, istrinya.

Tere Padsben (21) B 85 W 54 H 83
Istri dari Tatsu ini sangat tidak suka bila suaminya digoda pelanggan2 ceweq di Beach Restaurant. Biasanya, dia menghajar Tatsu, namun bila sudah keterlaluan, biasanya dia menangis sambil lari menuju pantai. Setelah itu, Tatsu biasanya akan dihajar oleh Ella.

Suzukaze Shin (22)
Adik dari Tatsu ini adalah mahasiswa teladan yang berkuliah di Univ MG. Dia juga mendapat garis keturunan dari orang tuanya yaitu wajah yang tampan. Selain itu, dia juga berlatih Karate, dan termasuk juara nasional di Pulau tersebut. Selain itu, dia hampir bisa melakukan segala hal sehingga membuatnya dikagumi oleh banyak pelanggan ceweq. Jumlah pelanggan ceweqnya hampir sama dengan kakaknya. Dia selalu memakai celana pendek ditambah kemeja terbuka untuk pakaian kerjanya.

Odorokawa Tomoki (17) B 82 W 55 H 81
Karyawan Beach Restaurant yang bersekolah di SMA 12 dan juga juara nasional dalam pertandingan Kendo. Namun, dia tetap takut akan hantu dan mahluk2 gaib lainnya. Dia sering digosipkan pacaran dengan Shin. Walaupun begitu, dia tetap menyangkalnya dan tetap berteman baik dengannya. Dia sering memakai bikini ditambah kain untuk menutupi bagian bawah sebagai pakaian kerjanya. Dan dia juga selalu membawa kendonya dimana saja. Setelah suatu peristiwa yang melibatkan dirinya dengan Keiichi, dia menjadi jatuh cinta dengan Keiichi.

Maria E. Zaengim (17) B 84 W 56 H 82
Teman sekelas dr Keiichi dan Vina dan juga bekerja di BR. Cewek yang menggunakan kacamata ini akan tampak sangat cantik bila dilepas kacamatanya. Rambutnya yang juga panjang dan lurus ini menambah kecantikan wajahnya. Apalagi dia sering memakai bikini dengan kain yang melingkar dari badannya sampai bawahnya. Namun, dia sangat pemalu dan gugup. Sering dia memecahkan piring2 dan gelas2 karena gugup. Biarpun begitu, dia sangat baik. Diam2, dia juga mencintai Keiichi.

Ella Padsben (17) B 86 W 53 H 84
Adik dari Tere, istri pemilik BR. Dia sekolah di SMA 24 dan memiliki rambut panjang sepinggul seperti kakaknya. Dia sangat rajin dalam bekerja. Mulanya, dia mencintai Tatsu walaupun telah menjadi milik kakaknya, namun, seiring berjalannya waktu dan berbagai peristiwa, dia mulai mencintai Keiichi.

Kagiko Ayuki (15) B 72 W 58 H 79
Karyawan paling kecil dan terbilang masih kanak2 ini secara terang2-an menyatakan cintanya pada Keiichi semenjak Keiichi bekerja di BR. (Love at first sight eh?) Dia selalu mengikuti kemanapun Keiichi pergi seperti anjing mengikuti tuannya.

Getsuren Tsubame (17) B 81 W 52 H 85
Siswi SMA elite khusus ceweq yang aga angkuh ini juga karyawan di BR. Dia bekerja dengan alasan untuk mempelajari teknik2 bekerja. Sebenarnya, dia mengincar Tatsu, walaupun dia tahu Tatsu telah menikah. Dia sering sekali bentrok dengan Tere. Setelah suatu peristiwa dengan Keiichi, dia secara spontan menyukai Keiichi dan juga menyatakan cintanya terang2an. Di restaurant, dia biasa dipanggil Getchu, namun dia tidak suka dengan panggilan ini.

Anono Toshiaki (18)
Teman sekelas Keiichi, Vina dan Maria ini adalah seorang pervert. Dia berumur lebih tua karena pernah tidak naik kelas 1 kali. Dia sering mengajak Keiichi ke rumahnya untuk menonton AV koleksinya yang banyak sekali. Dia sangat marah ketika Keiichi memberitahukan bahwa dia diterima jadi karyawan di BR, yang sebelumnya Toshi selalu ditolak mentah2 oleh Tatsu. Lalu, dia setiap hari datang ke Br dengan alasan menjenguk Keiichi untuk mencari ‘pemandangan’2. Te..he..he..., sering sekali Toshi mengeluarkan suara tertawa ini, biasanya diselingi oleh senyum licik.

STORY

CHAPTER 1

Dateline 3 - 10

Mimpi.

Aku bermimpi tentang sebuah badai. Badai ini akan menyerang kota. Badai yang sangat keras dan ganas. Beberapa saat setelahnya, aku bangun dari mimpi.

“Bwahhh! Mimpikah?”

Aku bertanya pada diriku sendiri. Sebuah mimpi buruk yang sangat menyeramkan apabila benar-benar terjadi. Tapi, sebisa aku mencoba, aku sama sekali tidak bisa mengingatnya lagi. Mimpi apa tadi aku. Kenapa aku begitu takut, hingga berkeringat deras seperti ini. Bahkan bulu kudukku berdiri semua.

Aku bangun dari tempat tidur. Dan meminum segelas air yang telah kusiapkan tadi malam.

Dilantai, terlihat majalah2 game berserakan tak karuan. Dan terdapat satu majalah khusus yang selalu tiap malam kubaca dan selalu kusembunyikan dari orang lain selain diriku. Judulnya adalah... lebih baik tidak kukatakan. Bukankah aku baru saja mengatakan tidak akan memberitahu orang lain?

Setelah mulai connect dengan dunia nyata, aku melihat jam kamarku.

“Ah, jam setengah 7...”

.....setengah 7... setengah 7...setengah 7... ada acara apa pd jam setengah 7 ya....

“Shit, sekolah!”

Ternyata, setelah minum air 1 gelas dan merenung selama 15 menit, aku masih belum connect... eh tunggu, 15 menit? Selama itu? Sial.. ga ada waktu buat makan. Lebih baik langsung pergi, biar entar makan disekolah.

Aku mengambil 2 buah roti Perancis...(serius bawa makanan kayak gini ke sekolah?) ga jadi. Aku meletakkan roti perancis itu dan mengambil 2 roti cokelat dan sebuah air Quau. Setelah itu, aku mengambil tas sekolahku dan berlari menuju ke pintu keluar dan menguncinya.

“Damn! Kurang 15 menit lagi masuk! Mana sempat neh!”

Sambil berlari, aku berpikir apa lebih baik aku bolos sekolah aja? Lagian males kalo sekolah telat gini. Niatnya kan berangkat pelan-pelan sambil menikmati udara pagi, kicauan burung dan indahnya rupa-rupa wanita yang berlalu-lalang...

Semakin cepat berlari, semakin lelah badanku..(ya iyalah, namanya juga manusia..) Dengan lemah lunglai, aku berhenti dan menengok ke belakang sambil terengah-engah.

“Lah, baru 10 meter... Hah...Hah... Lemah amat aku...”

Akhirnya kuteruskan sambil berjalan kaki. Biarpun aku tahu, ketika sampai disekolah, sudah tidak pagi lagi....T_T.. biarlah.. yang penting seperti kata pepatah tua dari Sidoarum... “Lebih baik terlambat daripada tidak sekolah...”

2 jam kemudian aku sampai di sekolah... sebentar2... 2 jam? Emang jarak sekolah ke rumah berapa seh? Perasaan lari 15 menit ato jalan kaki 20 menit sampe loh.. emang aku tadi ngapain ya?

________Kemudian, flashback ke 2 jam sebelumnya...

Aku sedang berjalan menuju ke sekolah. Di perjalanan aku bertemu dengan seorang nenek yang memberiku sebuah kantong plastik berisi bakpao daging 3 biji. Dan aku disuruh memusnahkan seekor iblis di gunung. Untuk mengalahkannya, aku diharuskan mencari 3 teman perjalanan yang akan membantuku dengan bayaran 1 buah bakpao daging. Setelah berpamitan dengan nenek itu.........

PALSUUU!!!! Bukan ini!!! Dasar! Gara2 kebanyakan main game ‘The Adventure of Momotaro’ (emang ada?) jadi kayak gini de... ok... yang sebenarnya terjadi adalah...

Aku bertemu dengan seorang gadis... (beneran ini! Bukan ngawur lagi!!) Dia berambut... (emang ada yang ngga?) ...panjang dan cantik. Dari seragamnya, terlihat dia adalah murid SMA 24. Kulihat dari ujung kepala sampai ujung kaki, untunglah ternyata dia punya kaki, berarti aku tidak sedang bertemu mahluk halus atau semcamnya. Sambil berhenti di tengah2.. tak lupa aku diam2 menguntit, eh, mengikutinya...

Aku mengikuti dari belakang. Seketika angin datang dan mengibarkan rambutnya (emang bendera?) yang hitam panjang dan lembut itu.. (maklum.. saya mengidap penyakit fetish long hair...). Rok selutut itu pun berkibar2..

“Sial!! Kenapa tidak kelihatan!!”

Wew.. sejak kapan karakteristikku jadi pervert gini? Perasaan pengarangnya nulis yang baik2 de ke sifatku... Jangan2 bakal jadi harem beneran ne.. soalnya semua rambutnya panjang dan aku punya fetish terhadap long hair! Huahuahuah kebetulan yang indah!! Ahem.. sebelum makin gila, sebaiknya aku melanjutkan ceritaku.

Ketika tersadar dari memandang dan menguntit gadis itu, aku melihat jam tanganku.

“Jam 7 lewat 30 menit.. siang masih lama..

Aku meneruskan perjalananku mengikuti gadis itu. Di tengah jalan aku bertemu dengan Random Battle melawan kucing liar. Dengan sabetan pedang Excaliburku, kucing liar itu mati. Setelah itu, aku mendapat exp sehingga level up menjadi level 2 dan mendapat gold sebanyak 150. Cukup untuk beli potion health 5 biji... (NGAWURR!!! SERIUS OI!!!). Wew.. ga bakal selesai2 neh cerita di hari pertama...

Setelah gadis itu sampai ke SMA 24, aku berbalik dan menuju ke sekolahku. (lah, gitu aja?) Ternyata, SMA 24 dan SMA 3 terletak pada gunung yang berbeda. SMA 24 terletak di pegunungan timur, sementara SMA 3 terletak di barat. Dan aku kembali berjalan kaki menuju sekolahku. Dan perjalanan itu memakan waktu sampai jam 9!.

Sekian dari Flashback________

“Dan begitulah alasanku sampai di sekolah jam 9. Terlihat seperti boongan, padahal itu 120% nyata!"

Sesampainya dikelas, aku membuka pintu. Untung, sudah jamnya pergantian pelajaran sehingga aku bebas masuk. Setelah duduk dikursiku, teman baikku datang menghampiriku.

“Hoi, Keiichi, ngapain aja kamu ampe jam segini baru masuk? Ketiduran ha?”

Nama mahluk berkaki 2 ini adalah Toshi, teman ku yang juga aga pervert.. dia memiliki majalah2 porno dan koleksi AV sampai ribuan judul.

“Ah, halo Toshi! Iya neh, aq ketiduran.. ada tugas tadi?”

“Kagak, nyantai aja, neh catetan tadi.”

“Tq2, u emang my best priend!”

Lalu, tiba2...

“Eh, Keiichi, kapan dateng?”

I hear a voice of Angel... Nama gadis itu adalah Vina... dia adalah teman masa kecilku.

“Barusan aja kok Vin, bangunnya kesiangan soalnya. Ada tugas ga tadi? Pinjem donk.”

“Ga ada ko, Cuma catetan doank, neh kl mau..”

“Thank You!!”

Aku menerima buku catetan itu sambil membuang buku catetan dari seseorang entah siapa ke luar jendela...(Ahhhhh) Aku mendengar suara aneh yang berteriak setelah kulakukan itu. Ah, ngapain dipikir.

Setelah selesai menyalin, aku mengembalikan buku itu ke Vina.

“Thank You Vin! Kau penyelamatku!”

“Ah... sama-sama..”

Gadis itu tersipu malu. Sungguh manis senyumnya... Ah... rasanya aku terbangg.... (Woi nyadar oi!)

Di depan, terlihat seorang gadis berkacamata yang melirik ke arah kami berdua. Aku mengabaikannya dan kembali ngobrol dengan Vina. Beberapa saat setelah itu, Jam kedua dimulai.

Jam keempat selesai, dan saatnya untuk makan siang. Btw.. rasanya aku belum makan pagi tadi.. hebat juga bisa survive ampe jam segini. Aku mengambil makan siangku. 2 roti coklat dan sebotol Quau. Saat akan menyantapnya, Toshi datang sambil membawa makan siangnya. Sebongkah roti isi ...eh hamburger dari kantin. Nyam.. keliatannya nikmat sekali.... Eit, aku sudah punya roti cokelat, sebaiknya aku makan. Jam istirahat Cuma sebentar soalnya.

Kutengguk minumanku sambil memperhatikan kelasku. Hanya sedikit yang makan siang di kelas. Kebanyakan murid wanita yang makan disini. Kulihat Vina dan gadis berkacamata tersebut sedang makan bersama 2 orang gadis lain. Mereka bercanda ria sambil memakan lunchbox mereka.

Bagi yang belum tahu, lunchbox adalah :
Lunch : makan siang
Box : kotak
Jadi lunchbox : makan siangnya, kotak... bisa tahu, tempe, atau es batu.. dan lain lain...

Sekilas, gadis berkacamata itu menoleh kearahku.. Kukira tidak sengaja...namun, dia menoleh lagi kearahku.. dan lagi (3)... dan lagi (4)... dan lagi (5).. dan...zzZZzz.....

Lalu, aku membalasnya dengan melambaikan tanganku. Tiba2...

Gadis itu malah terkejut dan mukanya menjadimerah. Seketika, dia jatuh bersama kursinya kebelakang. Vina dkk menolongnya bangun. Kali ini giliran aku yang terkejut. Shock ampe segitunya? Akhirnya bel berbunyi dan jam ke 5 dimulai.

Belakangan aku tahu nama gadis itu setelah bertanya pada Vina. Dia bernama Maria. Gadis lugu dan pemalu tapi manis. Dan akhirnya selesai jam ke 8. Waktunya pulang. Kulihat jam, sudah jam 15.00. Hebat, bisa selamat seharian ini hanya makan 2 roti cokelat dan sebotol Quau.

Aku melangkah keluar sekolah bersama Toshi dan Vina. Maria kulihat mengikuti dibelakang kami bertiga. Lalu, aku mencoba mengajaknya berjalan bersama-sama.

“Maria, kenapa jalan sendirian di belakang?”

Rayuan maut ku keluar.

“Ah... ano... sonno... etto... ti-tidak kok-k...”

Dengan gugup, dia membalas perkataanku. Toshi lalu membisiki sesuatu.

“Hey, Keiichi, Maria itu orangnya gugup dan pemalu, susah sekali supaya bisa ngobrol dengan normal dengannya. Apalagi sama cowoq kayak kita.”

Aku tahu itu. Baru beberapa saat tadi aku sudah diberitahu oleh Vina. Dasar, ngasih ide kek, gimana caranya supaya bisa ngobrol normal.....

Akhirnya kami bertemu dengan perempatan. Secara kebetulan, arah rumah kami berbeda semua. Aku ke selatan, Vina ke barat, Toshi ke timur dan Maria ke utara. Setelah berpamitan, kami semua melanjutkan ke rumah masing2. Secara tak sengaja, kulihat langit dekat pantai lumayan hitam. Kelihatannya bakal ada hujan lebat neh.

Aku sampai dirumah. Hujan rintik2 sudah mulai. Langsung kuambil pakaianku yang sedang dijemur dan memasukkanya. Kututup semua jendela rumahku agar tidak kemasukkan air. Setelah itu, aku mulai mandi.

“Puah... segarr!!”

Selesai mandi, tak lupa pakai baju. Setelah itu, aku mulai membuat makan malam. Karena aku tidak bisa masak yang mewah2, aku memasak nasi goreng.

“(TING!) suara oven menandakan masakan ku telah matang..”

Eh, masak nasi goreng pake oven? Dimananya? Hehehe... mau kuberitau? Ini nih! menunjukkan plastik berisi nasi goreng dingin tinggal dioven, jadi hangat lagi. Enak dan cepat! Cocok buat anak kos! Murah lage..(editor: wtf emang ada?)

Setelah itu, kuambil sebotol minuman dingin, dan membawanya bersama nasi gorengku ke depan TV. Sambil makan, aku menyalakan TV. Saat itu jam menunjukkan jam 18.00.

Acara di TV tidak ada yang menarik. Hanya politik, korupsi, pembunuhan, demo, dkk. Sungguh kejadian yang selalu terjadi dimana pun. Sampai pada tidak sengaja aku melihat berita.

Berita itu mengabarkan tentang badai besar dengan kekuatan F4. Aku pernah baca, tornado sebesar F4 itu begitu dahsyat dan menyeramkan. Sedikit lagi nyaris mencapai F5, yang bissa disebut God’s Finger. Bayangkan saja sebesar apa itu. Lalu, aku melihat lebih seksama pada layar TV itu, dibelakang reporter adalah pantai kami, Patristirang.

Sesaat aku berpikir. ‘Sedang apa reporter ini ada disitu’.

Lalu, si reporter itu mulai menunjukkan kameraman untuk menyorot sebelah utara. Sebuah tornado besar tengah melintasi laut. Setelah kulihat, tornado itu sedang mengarah ke pulau sebelah. Tempat orang tuaku berada.

Panik!

Panik!

Aku Panik setengah mati!

Langsung, aku mencoba menelpon rumah orang tuaku. Tapi, berulang kali kucoba, telpon tetap tidak bisa masuk ke pulau seberang.

Dengan lemas, aku mencoba melihat TV lagi. Terlihat neraka dilayar itu. Pulau seberang yang indah itu, rata dengan tanah. Bahkan, puing2 kota itu, terlempar kesegala penjuru. Seketika aku mundur dan menjatuhkan piringku yang aku letakkan dimeja. PYARR!!

Aku tergulai lemas.

Aku menangis.

Aku berteriak sekencang2nya.

Aku membanting barang2 di rumahku.

Tetap tidak berguna.

Orang tuaku telah tiada! Aku berlari keluar tidak peduli dengan hujan angin dan menuju ke arah pulau itu. Disana, para polisi memblokir jalan itu. Aku berusaha keras menembus blokiran itu. Tapi tidak berguna.

“Biarkan aku lewat! Orang tuaku disana!!! Biarkan aku lewat!!!!!!!!!!!!!!”

Tetap tidak berguna.

Polisi itu tetap memblokir jalan itu.

Aku hanya bisa berteriak sekencang2nya.

Namun tetap tidak berguna. Orang tuaku tidak akan kembali.

Setelah melamun ditengah hujan selama beberapa saat, aku kembali ke rumahku. Aku kunci rumahku dan kembali masuk ke kamar mandi. Aku kembali melamun. Seketika aku teringat dengan pengalaman masa kecilku bersama orang tuaku.

Aku menangis.

Aku menangis.

Aku terus menangis.

Akhirnya, aku keluar dari kamar mandi. Lalu, aku memakai baju dan langsung tidur di kamarku.

Dateline 3 – 11

Mimpi.

Aku bermimpi kembali tentang badai itu. Badai yang akan menyerang kota. Badai yang sangat keras dan ganas. Beberapa saat setelahnya, aku bangun dari mimpi.

“Itu bukan mimpi... ini kenyataan....”

Aku kembali menangis.

’Aku sudah tak peduli dengan sekolah. Aku hanya ingin dirumah ini saja.’ Berkali2, aku mengulangi kata2ku. Sampai pada akhirnya, aku benar2 tidak masuk sekolah.

Dirumah, aku terus merenung dan melamun. Terkadang aku menangis. Sampai pada akhirnya, sore hari telah tiba. Aku kembali tidur.

Dateline 3 – 12

Tidak ada perubahan. Aku tetap berada dirumah. Beberapa kali, aku dengar pintu rumahku diketuk. Aku sudah tidak peduli pada apapun. Sampai pada akhirnya, 5 hari telah terlewati.

Dateline 3 – 16

Tubuhku semakin kurus. Aku sudah tidak pernah makan lagi selama beberapa hari ini. Aku masih saja merenung dan melamun. Sampai pada akhirnya..

“Keiichi, kamu ada disini kan?”

Suara wanita kudengar samar2. Aku ingat suara itu.

Itu adalah suara.... Dengan lemahnya, aku menuju pintu dan membukanya...

Choices :
1. “V..i...n...a” ---à If you want to enjoy the arc Vina
2. “Suara siapa itu??” --à another arc girl.. except Vina.

Choice 1 : “V..i...n...a”

“V..i...n...a”

Aku sudah tidak kuat lagi. Seketika aku pingsan.

“Keiichi? Kenapa kamu!? Keiichi?! Keiichi?!”

Choice 2 : “Suara siapa itu??”

”Si...a..pa..??

... Dalam setengah sadar itu, aku merasa pintu yang terus diketuk itu berhenti selama beberapa saat.. Setelah aku mendekati pintu, aku mencoba membukanya.. dan kulihat sosok..

“V..i...n...a”

Aku sudah tidak kuat lagi. Seketika aku pingsan.

“Keiichi? Kenapa kamu!? Keiichi?! Keiichi?!”

---------------------------------------------------------------------
[kedua jawaban akan berlanjut disini..]

Aku merasakan kehangatan yang sudah lama tidak pernah kualami.

Kucium wangi masakan yang sudah lama tidak pernah kumakan.

Dan aku bangun..

“Vi...na?”

Samar2 kulihat wajah teman masa kecilku. Vina.

“Ah... Keiichi.. sudah sadar kamu? Fiuh.. aku takut sekali bakal terjadi apa2.”

“Apa... yang... terjadi...?”

Aku berusaha mengingat apa yang terjadi, namun tidak bisa mengingatnya.

“Sudah, sekarang makan dulu. Dilihat dari wajahmu, kamu belum makan seharian ini ya?”

“5.... hari..”

“Apa? Kalau begitu, ini dimakan dulu. Ini kesukaanmu, nasi goreng.”
“Te...rima... kasih...”

Dengan gemetar, aku mencoba mengambil nasi goreng itu. Vina melihatku dan akhirnya menyuapi aku.

“Enak?”

“Enak.... sekali”

Aku memakannya sambil meneteskan air mata. Belum pernah kurasakan makanan seenak ini.

“Ah.. pelan2... nanti tumpah..”

Vina tersenyum. Senyuman itu membuat hatiku tenang. Setelah beberapa saat, aku selesai menghabiskan masakan Vina.

----------------------

“Bagus, dengan begini, kamu akan sehat lagi.”

Tetap saja, aku masih merasa sedih. Bagaimana lagi? Orang tuaku telah meninggal. Sudah tidak ada siapa2 lagi bagiku. Lantas, Vina mengatakan sesuatu yang membuatku terkejut.

“Aku.. turut menyesal.. atas kejadian yang menimpa orang tuamu. Semoga kamu tabah ya Keiichi?”

Seketika air mataku kembali keluar.

Aku menangis.

Aku menangis sambil memeluk Vina.

Aku berteriak sambil memeluk Vina.

Setelah itu, aku pun tertidur. Vina menaruh selimut di tubuhku.

Dateline 3 – 17

Mimpi.

Aku melihat sebuah mimpi. Aku bermimpi kembali tentang badai itu. Badai yang akan menyerang kota. Badai yang sangat keras dan ganas. Tapi kali ini, aku berada didekat orang tuaku. Melihat mereka tertangkap tornado itu seperti debu diterbangkan angin. Setelah itu, aku bangun dari mimpiku.

“Uwaaaaaaaaaaa”

Aku berteriak. Aku berkeringat hingga membasahi bajuku. Air mataku kembali keluar.

“Oh, sudah bangun? Keiichi? Kenapa kamu? Mimpi buruk ya?”

Terdengar suara wanita yang sudah sangat aku kenal. Dia adalah Vina.

“Vina? Kenapa kamu ada disini?”

“Loh, tidak ingat? Kemarin aku disini kan?”

Menurut ingatanku, memang sepertinya, Vina ada disini sejak kemarin. Sekarang kulihat dia sedang memasak sesuatu.

“Eh, jadi kamu tidak pulang semalam?”

Aku beranjak ingat.

“Tidak. Aku sudah menelpon orang tuaku tadi malam. Maaf sudah memakai teleponmu tanpa ijin. Habis... kamu langsung tidur gitu sih...”

“Ah... tidak apa2...”

“Aku lagi memasak sarapan pagi nih, kita mau sekolah kan? Ayo kamu siap2!”

“Eh.. ya...”

Aku bangun dan mencoba berdiri. Seketika aku jatuh lagi. Ternyata, tubuhku masih lemas. Gara2 5 hari tidak makan.

“Keiichi?”

Vina langsung menolongku dan memapahku kembali menuju ke sofa.

“Kalau begini, lebih baik jangan sekolah dulu kamu. Biar aku yang nemenin kamu.”

“Tidak usah, kamu sekolah aja.. aku bisa jaga diri sendiri”

“Tapi...”

“Ga papa... sana sekolah aja... aku masih... ugh....”

“Tuh kan, kamu masih lemas gitu. Sudahlah, biar aku yang merawat kamu.”

“.....terserah lah....”

Aku mengalah. Aku tidak bisa menang lawan dia. Saat ini, Vina tersenyum gembira. Siapa yang bisa menolak permintaan gadis secantik ini?

Akhirnya, masakan Vina selesai dan kami makan bersama. Setekah itu, Vina membersihkan rumah dan mencuci pakaian2ku. Sedangkan aku masih terbaring tak berdaya di sofa. Aku ingin sekali membantunya, namun aku tidak bisa apa2.

Kulihat jam menunjukkan pukul 11.00. Vina baru saja selesai membersihkan rumahku. Sekarang saatnya dia membuatkan makan siang. Tiba2, Vina terkejut saat membuka kulkas.

“Ah... bahan masakan habis.. Aku beli dulu ya?”

“Ya... hati2..”

Aku ingat. Semua kekayaan orang tuaku juga terbawa oleh tornado itu. Bagaimana aku bisa mendapat duit? Kerja part-timer kah? Dimana ya?

Beberapa saat setelahnya, Vina kembali dari belanja.

“Aku pulang!”

Dia membeli bahan2 untuk 2 kali makan. Setelah itu, Vina kembali ke dapur untuk memasak.

Saat makan bersama, aku bertanya pada Vina.

“Vina, karena kejadian yang dialami orang tuaku, aku tidak punya uang sepeserpun. Aku berpikir bagaimana kalau aku kerja part-timer. Tapi dimana?”

“Hmm... kalau begitu, bagaimana kalau ditempatku bekerja?”

Eh, bekerja? Vina juga part-timer kah? Aku terkejut.

“Kenapa? Kaget?”

“Iya.. lalu, dimana kamu bekerja?”

“Di Beach Restaurant, restoran di tepi pantai Patristirang. Tau kan?”

Iya, rasanya emang ada restaurant di dekat situ. Tiba2 aku ingat sesuatu.

“Bukannya yang kerja disana memakai baju renang semua?”

“Iya. Itu dia. Restaurant itu terkenal dengan baju renangnya.”

“Apa mungkin aku diterima? Aku tidak pernah menjadi waiter sebelumnya.”

Aku belum pernah bekerja soalnya. Mana kutahu soal waiter?

“Aku jamin! Aku kenal dengan pemilik restaurant itu soalnya. Besok kita kesana gimana?”

“Baiklah! Besok kita kesana.”

“Tapi, setelah kita pulang sekolah. Setuju?”

“....Yah baiklah...”

Seperti kubilang, siapa yang bisa menolak senyuman manis dari Vina? Senyumannya sanggup menghilangkan segala beban dihatiku. Tak terasa malam pun datang.

Vina kembali menelpon rumahnya. Mungkin dia akan pulang kembali besok pagi. Setelah menelpon, Vina beranjak duduk didekatku sambil menonton TV. Acara malam yang membosankan itu menjadi bahagia dan menyenangkan dengan adanya Vina. Aku merasa tidak kesepian lagi.

Sampai akhirnya, jam menunjukkan jam 21.00.

“Ah, sudah jam 9, aku tidur dulu ya Keiichi? Selamat tidur!”

“Ah, selamat tidur!”

Oh ya, kalian tidak tahu Vina tidur dimana? Aku tidur di sofa depan TV dengan selimut, sementara Vina tidur dikamarku.

Setelah menonton beberapa saat, aku tertidur.

-----------------------------------------------------------------------------------

Seperti yang saya bilang, the best is yet to come, stay on this channel.

13 comments:

kuroiyuki88 said...

Too much words...

Need pictures...

XDDDD~~

*digeplak*

gecd said...

lol
belum sempet baca semua karena dah ngantuk
blacksaber masuk circle anda juga?
mang di circle anda ga ada ilustratornya?
coba dulu ini dipresentasikan ke f81

blacksaber said...

kami teman sejak kecil (cuih) XD

lanjutin yuk kai, mendadak saya semangat lanjutin lagi >.>

Neohybrid_kai said...

@kuroiyuki
swt namanya juga novel

@gecd
itu nggak nyampe selesai kok bro, cuma 2 chapter kalo nggak salah, lol

@bs
ya kau lanjutin bikin cerita aja, terus di post di blog. kalo aku sih cuma mau masang draft-draft aja

fallendevilzx said...

saya membaca cerita ini sambil bereaksi macam-macam.


Ok, let's start storming!




/Seorang siswa kelas 2 SMA 3 yang merupakan cowoq biasa2 saja./

Kenapa harus biasa aja, ya. Nggak di anime, di manga, apalagi Visual Novel. Well, anyway what's with alay =>cowoq :swt:


/Tidak ada keahlian apapun yang dapat dibanggakan kecuali bermain game. Orang tuanya termasuk kaya, dan di kos2-an nya terdapat 1 set peralatan game dari Komputer, Laptop, dan PS./

Is the hero this hopeless? Aturan Milch Holstein ke 138

Sebagian besar penulis Novel (LN ato VN) adalah cowoq uke, kemungkinan dia adalah seorang seme hampir sama dengan probabilitas munculnya straigt flush dalam poker.

/Sebelumnya, cowoq ini mempunyai sifat aga sedikit playboy/

Sejak kapan otaku mempunyai ekstensi playboy? Harusnya

otaku.introvert
otaku.loyalsloth
otaku.dameningen
otaku.hikkikomori

Belum pernah liat
otaku.playboy (hati-hati jika menemukan file ekstensi ini mungkin saja virus)

/Vina von Erdlit (17) B 83 W 58 H 80/

Shit, you put on the 3 sizes too. Sayang sekali saya nggak bisa membayangkan tubuh seorang wanita dengan angka-angka abstrak seperti itu.

Too tired to comment all the girls. Is this harem? Let's start! (what?)

/�gShit, sekolah!�h/

Holy Shi- Ship, kenapa ada kata-kata ini? Kenapa nggak pake 'asu' opo kanca-kancane LOL.

/�gSial!! Kenapa tidak kelihatan!!�h/

Betul, kamu aja nggak keliatan apalagi saya yang cuma membaca deskripsimu.


/Nama mahluk berkaki 2 ini adalah Toshi, teman ku yang juga aga pervert.. dia memiliki majalah2 porno dan koleksi AV sampai ribuan judul./

Boleh minta? TUkeran sama AV modelnya amoeba dan protozoa. Atau saya punya film kawin antar molekul. Ada juga , Nude wrestling antar proton sehingga salah satunya mengandung anak yang mereka beri nama 'anti-materi', karena mereka tidak menginginkannya mereka membuangnya ke komunitas materi sehingga terjadilah 'total annihilation'. Benar-benar AV yang penuh tragedi.

/�gTq2, u emang my best priend!�h/

Curse alay until it dead of its death.



/Seperti yang saya bilang, the best is yet to come, stay on this channel./

ou yeah.
================

Ok yang di atas itu saya lakukan karena saya banyak kerjaan.


Apa hubungannya?
Biasanya orang banyak krejaan ngga melakukan ini.

Khuhuhuhu sayang sekali. Karena saya banyak kerjaan -> Stress -> Doing anything stupid.

Sama dengan kelakuan saya belakangan yang selalu nginep di warnet doing nothing memeras mas-mas server biar ngasih gratisan. Padahal sebentar lagi UN.

Anyway, balik ke topik.

this first chapter belum ber-impact. I mean, feel depresinya gak sampe ke saya sehingga saya menge-scroll dengan biasa saja.

mungkin bisa pake :

Sebelum ayah ibunya mati, kita kasih pembicaraan singkat melalui telepon menunjukkan betapa baiknya mereka atau bertengkar ato gimana sehingga saat mati pembaca bersimpati pada si Hero-kun kehilangan great parent atau regret arguing with them. Ok its drama style sih. Tidak perlu di ikuti kalau nggak suka atau punya alasan lain.


Storynya not-my-style, sih. Tapi cukup ngakak buat di ikutin. Will it end up like higurashi?

eh? Kenapa saya terlihat bossy (bukan doujinka)! Tidak, saya tidak bosshi!

Ada pepatah mengatakan :

Semut di seberang sungai terlihat, Gajah di pelupuk mata tidak.

Sambil mengkritik orang sambil belajar, ternyata karya saya juga masih 11 12 alias podho wae.


Mohon maaf kalau panjang dan mumbling nggak genah, sindrom-putus-asa-anak-STM-yang-berusaha-masuk-universitas-dan-berharap-pada-stat-LUK-nya.

Waiting for another WTF draft.

Neohybrid_kai said...

justru sebaliknya bro, komen anda sangat "meaningful" WAKAKAKAK.WAV
sou ka.. jadi alay sudah exist sejak beberapa tahun yang lalu rupanya

chapter selanjutnya adalah yang diobrak-abrik sama saya, you'll be pleased, dijamin XD

gecd said...

@fallendevil
aku wong jowo neng ra tahu misuh2 nganggo a*u dsb loh
@kai&blacksaber
impact waktu ortunya modar sangat kurang
gaya penulisan macam ini membuat saya teringat postingannya iqra
btw tokoh utamanya ga cocok disebut pervert
stalking itu kriminal!!!!!

Black_Saber said...

@fallendevil
like kai's said, this was made when we're still ucup2nya..

setelah itu, kami pisah jalan, si kai yg berkembang semakin gila dengan gaya pos yg semakin kacau, saya berkembang ke arah yang 'lain' yang lebih menuju ke arah artestis.

anyway, nice kritik. Dulu itu kurasa udah bagus, tapi dengan komentar anda, rasanya akan saya perbaiki. (kata wikipedia, kata "Rasanya" akan menjadi kenyataan dalam probabilitas dibawah 0.5%). I should use red text for this, really.

@genced
ok, kritik diterima. Trimakasih.

Rule Van Holten No. 23

"Stalking is an art. Nuff said"

deras_bgt said...

uwahhhh

wall of text....

*bengong

Neohybrid_kai said...

saking kerennya sampai terkesima ya bro? :p

fallendevil said...

@gecd
sumpah?! moso ora tau ngomong asu, ojo-ojo mamase sekang clan keraton :panda:

@B_S
iyo aku ngerti ^^ eh? rasanya ada di wikipedia :kaget:

gecd said...

saya kalau misuh lebih suka pakai bahasa inggris atau bahasa jepang LOL

Neohybrid_kai said...

kalo saya malah lebih parah lagi, cuma bisa misuh kalo pake english, dan kalo sampai keluar biasanya sudah di luar kendali, cewek cowok di mata sama saja kalo pas rage mode :p

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime