Sunday, February 14, 2010

Umineko no Naku Koro ni BREAKDOWN: End of The Golden Witch Review (Super Lebay Edition)

16 comments
Hwallooowww semuanya~~ XDD

Maaf beberapa hari belakangan ini nggak sempat update, saya lagi sibuk dengan beberapa plan. Alrite, selamat datang di blog yang tak jelas ini. Saking tak jelasnya bahkan sampe adsense google yang ditaroh di blog inipun ikut ngaco dan nggak pernah nyambung sama isi blog, atau setidaknya itu penjelasan seseorang waktu saya tanya kenapa iklannya nggak pernah nyambung. Ahaha.wav, ya sudahlah. Anyway, saya benernya bingung juga mau nulis apa, dengan semakin lemotnya pacing "Okamingapusi" (kebalikan dengan umineko yang kebanyakan bagiannya di skip, anime ini jadi seperti kebanyakan adegan yang ditambahi) dan semakin melempemnya "Menari di pekarangan vampir" maka anime yang saya bener-bener tonton dengan khidmat hanya tinggal Bantorra dan DUERRRR!. Nah apakah anda juga sedang bingung? di saat seperti ini, ketika anda bingung, minumlah obat sakit kepala, dan apalagi obat sakit kepala yang mujarab selain "mari tertawa bersama keluarga Ushiromiyaaaa!!!! AHAHAHAHHHHHHHHHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAAHHAHAHAHA

Karena English patch nya sudah beredar sejak setahun yang lalu, lebaaaay~ LOL, patchnya emang keluar tahun lalu, tapi tepatnya tanggal 27 desember, beberapa dari anda mungkin sudah selesai membacanya satu bulan yang lampau, atau malah sudah membaca tanpa terjemahan sejak comiket ke-76. Jika demikian, malah bagus XDD karena anda bisa menambahkan apa-apa yang terlewat, sebagai catatan, ringkasan ini hanya saya tulis seingat saya, tanpa screenshot yang mendukung dan tujuannya hanya untuk mengobati rasa penasaran bagi yang ingin tau bagaimana kelanjutan dari serial sableng ini tanpa jadi lumutan menunggu season keduanya keluar.

ps 1: buat yang udah baca VNnya, harap jangan spoiler soal ura tea-party nya. Sengaja saya nggak tulis itu dulu untuk sekarang, saya pengen liat respon pembaca yang esmosi jiwa sama Bern dan komplotannya.

ps 2: sebelum ada yang protes, saya keluarin statement ini dulu pake merah. Memang review-an ini lebay dan banyak adegan yang diparodikan (tidak ada di VN aslinya), TAPI anda harus ingat kalo udah dari sononya Umineko juga lebay. Adegan-adegan seperti Bernkastel maem popcorn, Ange jadi BigMAC, itu ada. Lamda juga kalo ngomong pake tanda-tanda dan emoticon gak penting, Dlanor juga kalo ngomong pake tuLISAN BEsar keCIL. Jadi bisa dibilang kalo Umineko emang dari sononya juga ALAY. Tapi jangan ngambek, karena justru sebaliknya, saya pikir itu semua dipakai oleh Ryukishi untuk menyindir dan lucu-lucuan semata.

ps 3: nggak ada ps 3, saya miskin kk, ngga kuat beli PS3 ma hdtv

Wokeh, langsung saja, mari kita sudahi kata-kata pengantarnya dan siapkan tiket, kapal, yacht, sampan, perahu, gethek, rakit, pelampung, ban, atau cukup celana kolor kalau anda pede dengan kemampuan renang anda, karena kita akan berangkat, menyeberang lautan menuju pulau tempat para penyihir mangkal. Tarik, mang!!

Seusai pertarungan edan nan fantastis dan legendaris di akhir episode 4 (atau episode terakhir anime season satu), maka skor terakhir sementara adalah Batora unggul satu poin karena berhasil membuat Beato menjadi sate. Nah, kembali ke laptop, eh maksud saya meta, Beato sekarang sudah seperti (lagi-lagi saya pake referensi) lagunya si Jenggot yang liriknya "Semwa kata birumu semakin membuatquw tak berdaiaa..." (uwogh, lawas tenan nek iki, ada yang masih inget sama lagu ini?). Beruntung karena ini adalah dunia Umineko maka rantai di kaki kedua belah pihak membuat baik pejuang maupun targetnya tidak bisa lari dari medan pertempuran. Soalnya kalo ini di IRL saya yakin pasti Beato pasti sudah ganti nomer hape. Virgilia lalu menggerai rambutnya dan inilah Beato dengan rambut panjang, berkilau, tanpa ketombe dan jatuhnya lembut selembut tante rosa waktu jatuh ke atas pagar, yang mungkin sudah sering anda lihat di fanart-fanart tapi tidak pernah keluar di animenya.

Batora sendiri jadi ikutan emo karena merasa bersalah gara-gara finishing strike nya yang telak namun tidak maksimal. Karena Batora masih belum mengetahui identitas Beato, maka Beato menjadi tidak hidup tapi juga tidak mati. Di sini ada adegan Batora meminumkan teh ke mulut Beato yang cukup dramatis dan lebay, pokoknya kalo dianimekan nanti saya harap DEEN bakal membuatnya dengan bener (terutama BGMnya, voiceless.ogg harus, wajib!!!).


Lalu, apa yang terjadi dengan the game antara dua sejoli ini? karena salah satu playernya sedang injury dan satunya lagi sedang d'massiv mode, maka tentu saja posisi pemain dan game board berpindah tangan ke dua orang yang nggak ada kerjaan dan hampir mati karena bosen; Lamdadelta dan Frederika Bernkatro (panggilan: katro, wkakak, kalo anda baca novelnya anda juga pasti bakal emosi kok sama setan satu ini).

lamda: eh katro, gw bocen niy
katro: ya sama del, gw jg lg g ada kerjaan
lamda: enaknya ngapain yaw.. gw bocen tp ga maw kerjaan yg syusyah
katro: ...hoaahmmm.. wah jadi ngantuk, emang kalo gak ada kerjaan bawaannya jadi pengen tidur. aah, tidor aja deh, moga2 bangun2 ngga jadi kebow
lamda: eh eh liat tu
katro: apaw?
lamda: itu ada papan caturna beato nganggur, kita pake maen yu
katro: males ah, q pengen bhubhuq ajah
lamda: lo kalo tidur ntar gak bisa bangun lagi lohh
katro: he? yg bener?
lamda: beneerrr
katro: humm... yawdala, ayo di, kita main bola lagi

beberapa saat berlalu...

katro: ini apa si? kuk bentuknya aneh g jelas giniy
lamda: itu kudaa, katro. lo itu emang katro yah?
katro: ihh jijay, gw ngga suka kuda, ntar kalo dia pup di kotak gw gimana? hiyyyy. nih tak kasih kamu aja semua kudanya
lamda: oalah dasar dodol, mala dibuank kuda na, beneran ya? nggak nyesel?
katro: nggaaakk
lamda: yawda, mana?
katro: tapiyy sebagai gantinya gw minta yg itu, yang melengkung-melengkung, habis lutu si, ada pentholannya di atasnya
lamda: heee? bucyet, lo mau menteri gw? sialan ni anak, beneran nggak bisa main catur nggak sih? jadi curiga gw. yawda noh ambil.
katro: he3x
lamda: lo maw jadi yg putih ato item?
katro: humm... yg putih aja de.. tapi aq g suka kalo piyonnya putih, tuker yaw?
lamda: eeh, jangan dong, yang putih kalo kotor susah nyucinya.
katro: tapi aq maw yang ITEEEEMMMMMMMM
lamda: hiih, dasar ni anak, yawda, tapi 3 aja ya.
katro: kok 3? 4 lah
lamda: wah ini udah pas lho bu, di tempat lain malah 2
katro: pokokna 4, biar pas separo-separo ntar bisa tak selang-seling pionnya
lamda: 3 setengah deh
katro: 4 ya 4, kalo nggak saya cari tempat lain aja
lamda: ya udah deh, 4, tapi gantinya aku mau pake raja yang putih
katro: yawda, ni ambil aja. aku sih gak masalah mau pake raja warna apa

(memang adegan di atas tidak terjadi di VN nya, tapi analoginya kurang lebih seperti itu. Game kelima benar-benar koplak di luar batas, seperti main catur dengan tukeran raja sejak awal. WTF checkmate prematur LOOOOOOOOLLLLL)

...

lamda: ok, gw udah ni, lo dah siap blom, katro?
katro: bentar, gw bingung natanya gimana ini
lamda: ah udah taroh aja sekenanya, yang penting di dalem kotakan
katro: bentaar.. ok, dah. trus sekarang gimana? sapa yang duluan?
lamda: ya aq la.. kan tadi yang punya ide aku, eh ni cara maennya gimana si?
katro: lha ya jangan tanya gw, lo kan yang sering liat beato maen
lamda: gw cuma liat, ngga ngamatin. yawda kita bikin aturan sendiri aja. lo mundur 20 langkah terus lempar pionnya, nah yang kena jadi milik yang ngelempar, setuju?
katro: woke, gw minggir dulu berarti, lo kadang kalo ngelempar gak pake itungan, ntar jidat gw yang putih dan mulus ini kegores lagi.

Batora yang akhirnya tersadar akan hal ini langsung menuju ke arena untuk mengambil alih permainan tapi terlambat, dua penyihir itu dengan serampangan telah mengacak-acak jalinan skenario dan aliran permainan menjadi lebih edan dan WTF, bahkan saat Batora tiba, permainan sudah hampir berakhir dan PELAKU pembunuhan sudah KETEMU. CHEEECK MEEITOO!! Benarkah pelakunya adalah Ushiromiya Natsuhi? beginikah seharusnya permainan menangkap penyihir berakhir? Selamat datang di game kelima.


Umineko no Naku Koro ni BREAKDOWN:
End of The Golden Witch


Trung tung tung tung tung.. lagu opening nya mulai (beneran lho lagu op nya ada tung tung tungnya gitu de, dan sekarang tidak begitu choir2 banget tapi lebih ke ngejazz, tetep mantap lah)

Waktu di game board direset ke awal permainan. Oh, ada scene yang bikin ngakak di bagian awal-awal. Ketika keempat sepupu berkumpul, Batora menjelaskan soal kenapa Ange tidak bisa acara keluarga ikut tahun ini. Karena dia sedang diare. Maria memarahi Batora Uuuu~ tidak sopan memakai kata seperti itu untuk seorang lady uuu~

Batora: Ehehehehhheh, sori kalo gitu. Gw lupa kalo yang keluar dari pantat cewek itu marshmallow. Ange nggak bisa ikut karena marshmallownya berubah jadi sirup.

Detik berikutnya Batora terkapar karena ditinju Jessica dan ditendang George secara bersamaan. Wakakakakakak, kira-kira DEEN bakal masukin ke animenya nggak ya? XDDDDD

Kali ini, rumah besar Ushiromiya kita tercinta kedatangan seorang tamu. Seorang cewek twintail berambut biru yang nyaris mati karena kelelep di laut. Dia adalah Furudo Erika, piece milik Bernkastel yang diterjunkan langsung ke papan permainan karena Bern yang tidak suka basa-basi dan pengen langsung menghajar lamda. Ingat kan, Beato dulu juga pernah menghadirkan piece-Beato ke dalam papan permainan? yang seragamnya blazer, pake rok pendek dan punya tato di paha yang waoow itu lho.

Halow, namaq Erika. Sebentar lagiy di rumah ini bakal terjadi pembunuhan yang sadis, brutal dan tidak masuk akal. Tapiy, apa urusankuw mencegahnya? aq kan detektif, detektif tidak mencegah tapi memecahkan kasus, ahahaha.wav

Dengan penampilan yang manis dan mengesankan, Erika dengan cepat mampu beradaptasi dan menjadi pusat perhatian keluarga Ushiromiya, apalagi dia bisa dibilang pihak luar sekaligus penetralisir susana yang perlahan tapi pasti kian memanas karena perebutan harta wanita dan tahta (sinetrooonnnn, dan nggak ada wanita kali ini karena semua anggota dari generasi muda terbunuh semua di first twilight). Namun sebagaimana yang kita sudah biasa hadapi di karya-karya Ryukishi *memutar lagunya The Changcutter* tentu saja di balik semua itu, dia menyimpan kepribadian yang bikin saya ueeeghh sampe mau banting2 keyboard.

Karena Erika didaulat untuk menjadi pemecah masalah, Erika di berikan hak khusus oleh Bernkatro yang tentunya juga disetujui oleh Lamda, yaitu detective privilege. Hak detektif yang dimiliki Erika membuatnya mampu melakukan interogasi, investigasi, sampai menggeledah kamar tanpa bisa dihalangi oleh siapapun, untuk mendapatkan "fakta" dan "petunjuk". Fakta dan petunjuk adalah dua hal yang diblow up di episode ini sebagai alat untuk mementahkan penyihir. Erika tidak memakai teks biru, putih, merah, de el el. Dia benar-benar bergerak dengan konsep detektif sebagaimana yang telah diperintahan oleh Bern, efektif dan efisien.

Dengan adanya Erika, progress permainan berlangsung dengan cepat. Belum apa-apa, tiba-tiba, suddenly, mak jegagik, ujug-ujug, sekonyong-konyong, emasnya sudah ketemu. Ya, wtf emang. Tapi atas petunjuk Erika, Batora akhirnya bisa menemukan tempat dimana 10 ton emas itu disimpan. Situasi jadi makin semrawut. Kenapa? ok, kita tahu sekarang jika Mbahe Kinzo sampun sedo alias sudah meninggal sebelum permainan dimulai. Tapi kapan tepatnya "sebelum permainan" itu? menurut game master permainan kelima ini (perhatian: game ke-5 ini game masternya Lamda, bukan Beato, jadi semua hal yang tidak sinkron dengan keempat game sebelumnya kemungkinan besar adalah tepu-tepu alias ngapusiii), mbahe sudah wafat sejak DUA TAHUN sebelum permainan dimulai. Yang tahu hal ini cuma anak pertama, Pakdhe Kraus dan istrinya, Budhe Natsuhi, pak dokter, serta para pembantu di rumah besar. Keluarga Natsuhi sendiri sedang mengalami krisis finansial karena Kraus ditipu oleh (kalo tidak salah) temannya yang mengaku mengajak kerjasama namun proyeknya tidak mulai-mulai jalan juga (tapi Krauss bersikeras jika dia tidak ditipu). Di sini kita bisa melihat betapa gigihnya Natsuhi mendampingi perjuangan suaminya serta melindungi kehormatan calon kepala keluarga setelah mbahe. Meskipun dia tidak mempunyai bordiran elang bersayap satu tapi (di cerita ini) dia benar-benar seorang wanita yang hebat. Entah apakah ini bagian dari tipu muslihat Lamda ataukah memang benar Natsuhi aslinya seperti itu, yang jelas saya sampai benar-benar simpati dengan tante Natsuhi ini. Hae sodara-sodara Ushiromiya yang cowok dan masih menjomblo, marilah kita mencari calon istri yang seperti Natsuhi, jangan yang seperti Rosa yang cantik, seksi, slim, kaya, masih muda, janda beranak satu, oh yeahh oh yeass Rosa oba-saa~~~n so HOTTT XDDD

Lalu bagaimana cara supaya keadaan tetap aman dan terkendali? Natsuhi mewanti-wanti semua orang untuk merahasiakan kematian mbahe. Rencana berjalan lancar di pertemuan keluarga tahun pertama. Para pelayan berhasil menciptakan suasana seakan-akan mbahe masih sehat wal afiat. Dengan bantuan Beato (ingat, beatorichu di game ini cuma piece milik Lamda, sebagai game master yang ada di pihak fantasi), mbahe di"hidupkan" sebagai arwah gentayangan di ruang baca (yak, sudah mulai seperti di sinetron-sinetron TPI, LOL). Tapi di tahun kedua tidak akan bisa selancar itu. Eva, Rudolf dan Rosa sudah mulai curiga akan hal ini. Dengan keadaan seperti itu, dan emas ditemukan oleh Batora, bisa dibayangkan sendiri betapa hebohnya situasi. Pihak Eva, Rudolf dan Rosa menginginkan supaya Batora dilantik menjadi kepala keluarga yang baru, namun Natsuhi dan Krauss tetap menentangnya. Para orang tua mendesak supaya langsung menemui mbahe saja untuk meminta keputusan, tapi Natsuhi bersikeras tidak mengijinkan dengan alasan mbahe lagi edan, uring-uringan dan tidak ada yang boleh masuk. Tapi para orang tua sudah tidak percaya, mereka menduga mbahe sudah sudah tidak ada lagi (dan memang iya, karena yang di ruang baca cuma arwah penasaran mbahe bikinan beatorichu) Dan Erika melenggang dengan tenang-tenangnya sambil berkata

Erika: lho? memangnya saia salah apa? saia cuma seorang pemerkosa intelektual yang mengambil kesenangan dari memecahkan kode-kode dan rahasia. masalah soal apa yang terjadi sesudahnya bukan urusan saia dumz.

Posisi Natsuhi semakin tersudut, masalah bertambah ketika dia mendapat telepon misterius dari seseorang yang memanggil dia "ibu". Orang itu mengaku jika dia adalah anaknya yang ditinggalkan 19 tahun yang lalu. Sebagai bukti, dia menyuruh Natsuhi mengambil kartu yang disiapkan, yang ternyata adalah kartu musim gugur. Musim kesukaan Natsuhi. Natsuhi kaget karena seumur-umur dia hanya pernah tidak sengaja ngomong soal ini ke satu orang, yaitu shannon. Bahkan suaminyapun tidak tahu soal ini.

Okay, recap posisi. Natsuhi dan suaminya beserta Genji ada di lantai atas (Genji yang mengantarkan telepon pada Natsuhi). Natsuhi memisahkan diri karena harus menerima telepon dari orang misterius tadi. Batora ada di bawah beserta para orang tua yang membentuk partai oposisi untuk mengangkat Batora menjadi kepala suku, eh, kepala keluarga. Para anak-anak selain Batora ada di rumah tamu beserta Erika, Gohda dan dokter Nanjo. Nenek kumasawa sudah tidur duluan. Tiba-tiba pintu di ruang bawah rumah induk diketuk, ternyata susu, eh, shannon dan kannon masuk mengantar minuman. Dan ketika orang-orang sedang menikmati sedikit rehat, tiba-tiba.. elho! opo kuwii????

Jreng jreng jreng, ya benar, entah siapa kapan dan bagaimana yang jelas amplop berstempel itu muncul lagi. Tentu saja isinya bukan surat cinta atau gaji bulan ini, ya, bisa ditebak benernya, apalagi kalo bukan cincin bermata jali, yang kuberikan pada putri paman petani, diana diana kekasiihhkuuww.. eits, bukan itu, tentu saja cincinnya mbahe yang barang siapa memegang cincin ini niscaya dialah yang memegang kendali atas harta dan tahta keluarga edan Ushiromiya. Tambah geger maning wong saomah (red: orang serumah menjadi bertambah ribut). Para orang tua berpendapat jika itu pastilah kerjaane mbahe yang naroh amplop berisi cincin terus ngabur lagi. Dengan begitu berarti mbahe telah mengakui jika nak Batora adalah pewaris sekaligus kepala suku yang baru. Meskipun tidak ada Natsuhi saat itu tapi bukan berarti tidak ada bentrokan, tiap orang berdebat atas klaimnya masing-masing (saya baru tau kalo Rosa juga punya masalah, perusahaannya diambang kejatuhan, anaknya sering epilepsi kerasukan setan gak jelas, bapake mbuh nang endi, lengkap sudah penderitaanmu tante). Ah, tapi Rosa meninggalkan ruangan lebih dulu, cuma saya lupa itu sebelum atau sesudah shannon kannon masuk dan surat berisi cincin itu muncul.

Perdebatan berlangsung hingga menjelang subuh dan berakhir masih tanpa penyelesaian. Batora yang puyeng karena ikut keseret-seret akhirnya balik ke rumah tamu dan sesampainya di kamar tidur (kamar nya jadi satu dengan keponakan yang lain, tapi tempat tidurnya masing-masing) Batora langsung teler karena cwape de..

Nah, jika ini adalah gamenya Beato, maka tidak akan pembunuhan bukan? kan epitaphnya sudah terpecahkan, emasnya juga sudah ketemu. TAPI, game masternya kali ini adalah Lambda, jadi... modarmodarmodaarrr lolololol wakakakakakakaak. Sayang sekali yang terjadi tidak seperti itu, di game kali ini semua korban ditemukan tepat bersamaan dengan Batora terbangun. Atau lebih tepatnya Batora terbangun dengan histeris karena semua orang di kamar sudah menjadi mayat dan darah bercipratan di mana-mana. Benar, dengan kata lain, sejak saat dia masuk kamar dan langsung menggelosor sampai tidak sempat ganti baju dan celana, semua yang ada di kamar itu sudah meninggal. Kali ini yang tak sobek-sobek, tak sobek-sobek adalah bagian lehernya. Rosa, Maria, George, dan Jessica. Karena Erika dimodali dengan hak detektif oleh berkatro, maka tidak ada yang bisa mencegah dia untuk menggeledah dan memeriksa ruangan dan korban, serta mengintoregasi orang-orang.

Asem, kenapa maria mati duluan?
Kita jadi tidak bisa mendengar UUUUUuuuUUUuuUUUU dan
KIHIHIHIHIHIHIHIHIHIHIHIHIHIHI lagi di sini ;__;

Erika: ya ampyun, sudah saia duga bakal ada bunu-bunuan kek gini. ya ya, wajar siy, soalna kan barusan kemarin malem kan ada kejadian besar jadi kalo ada yang mati ya biasa aja, secchara ghetoo. na, sekarang minggir semuanya, syu syu.. saya mau periksa duluw mayat-mayatna
Batora: kau ini benar-benar tidak punya hati!
Erika: hatiy? apa ituw?

Di rumah induk, para pelayan sedang hendak menyiapkan sarapan pagi, namun Genji masih belum kelihatan juga. Kanon lalu menuju kamarnya untuk membangunkan, dan.. tebak apa yang terjadi. Jreng jreng jreng, tepat sekali, Genji juga sudah tak sobek-sobek tak sobek-sobek sama seperti empat korban lainnya. Sementara itu Krauss juga tidak ditemukan di kamarnya, tapi di tempat tidurnya ditemukan darah sama seperti di kamar korban. Orang-orang jadi tambah kalang kabut karena seharusnyaa ini semua tak terjadi~~ (LOL kaya lirik lagu), karena epitaph sudah terpecahkan, harusnya Beatorichuu tidak jadi melakukan pesta bunuh-bunuh. Semantara itu, lagi-lagi Natsuhi menerima telepon dari orang yang mengaku anaknya. Orang tersebut telah menyandera Krauss dan mengancam akan membunuhnya jika Natsuhi tidak menuruti permintaannya. Yaitu masuk ke sebuah kamar dan bersembunyi di dalam klosetnya selama satu jam pada jam satu. Sebagai buktinya, dia membuat Krauss berbicara lewat telpon (ini kok jadi kaya adegan di filem-filem hollywood). Para orang tua memaksa untuk menemui mbahe karena situasi dirasa sudah tak tertolong lagi, tapi Natsuhi tentu saja tidak mau mengabulkan. Dia ingin melihat korban terutama Jessica sekali lagi. Akhirnya rombongan kembali ke rumah tamu dah.. apa yang terjadi sodara-sodara? yap, mayatnya ilank bo'. (Note: yang ini lumayan gampang kayaknya, soalnya kalo deduksi saya, si pelaku yang menyuruh krauss untuk memindahkan mayat tersebut.) Ketika rombongan kembali lagi ke rumah induk, jreng jreng jreng.. mayatnya Genji sekarang juga ikut ilank. Eva akhirnya berkata jika mbahe dan kk Krauss tidak ada, dialah yang posisinya paling tinggi, dan sekarang sudah tak ada alasan lagi, kita harus ketemu sama mbahe, dobrak kamarnya kalo perlu. Rudolf mengambil tangga dan naik ke jendela, sementara Eva berjaga-jaga di pintu. Dengan begini kalo mbahe masih ada di kamar dan mau ngabur, dia tidak bisa kabur tanpa ketahuan. Rombonganpun akhirnya mendesak masuk ke dalam ruangane mbahe dan tentu saja, mbahe tidak ditemukan di situ.

Ronde satu

Pertarungan pertama di game kelima dimulai di sini. Erika melawan Batora dan Beato yang berada di pihak Natsuhi. Obyektif: buktikan kalo mbahe benar-benar masih sugeng (jawa: hidup) dan ada di kamar ini, atau setidaknya kemarin malam (karena alibi Natsuhi adalah dia berbincang-bincang dengan mbahe tadi malam). Di sini Erika mencemooh Batora yang menurutnya lamban dan tidak efetif, karena Umineko adalah pertarungan antara fantasi melawan misteri. Sejauh ini yang dilakukan Batora cuma melawan fantasi dengan anti fantasi, yaitu mematahkan kemungkinan jika penyihir tidak ada, sedangkan jika ini adalah misteri maka dia juga harus bisa memecahkan kasusnya. Beato akhirnya bisa memukul mundur Erika dengan tulisan birunya (sekali lagi perhatian: piece-Beato di game ini adalah bikinan Lamda). Tapi Erika tetep tenang-tenang saja, kalo penyihir lawannya ya bukan detektif lah, lalu dia memanggil Dlanor A. Knox, Archbishop of the Witch Hunter, yang kalo diterjemahkan jadi.. uskup besar pemburu penyihir?


Jika anda kenal dengan 10 aturan Knox (Knox's 10 Decalogue) maka sebagian besar pertarungan di episode 5 sebenarnya kurang lebih berputar-putar pada aturan tersebut. Karena Erika adalah detektif yang menganut paham misteri, maka Dlanor sangat pas untuk menyerang, karena dengan gampang banyak yang bisa dipatahkan menggunakan aturan Knox. Misalnya karena sudah tertulis bahwa dilarang memakai pintu rahasia, jadi sejak awal dia tidak perlu memikirkan apakah ada pintu rahasia atau bukan.
(Yang jadi kepikiran adalah, apakah Ryukishi-sensei membuat Umineko dengan mematuhi aturan ini?)

Berikut adalah decalogue versi Umineko
versi aslinya bisa anda lihat di sini


Knox's 1st
It is forbidden for the culprit to be anyone not mentioned in the early part of the story.

Knox's 2nd
It is forbidden for supernatural agencies to be employed as a detective technique.

Knox's 3rd
It is forbidden for hidden passages to exist.

Knox's 4th
It is forbidden for unknown drugs or hard to understand scientific devices to be used.

Knox's 5th
(not included)

Knox's 6th
It is forbidden for accident or intuition to be employed as a detective technique.

Knox's 7th
It is forbidden for the detective to be the culprit.

Knox's 8th
It is forbidden for the case to be resolved with clues that are not presented.

Knox's 9th
It is permitted for observers to let their own conclusions and interpretations be heard.

Knox's 10th
It is forbidden for a character to disguise themselves as another without any clues.

Pertarungannya sendiri berlangsung dengan sangat fantastis dan duper duper amat sangat begitu lebay sekali banget. Setidaknya anda dijamin akan termangap-mangap kalo baca pas bagian ini. Atau minimal ber- es we te lah. Knox adalah karakter yang dingin dan bergerak bagaikan mesin eksekutor (meskipun nanti di meta akan terlihat jika karakter dia sedikit lebih kalem). Semua tulisan biru bisa dipatahkan dengan memakai formula decalogue anti sihir di atas. Tentu saja dengan adegan yang super lebay. Semua devil's proof bisa dibabat dengan mudah menjadi seperti ini,

Tidak ditemukan benda seperti itu. Keberadaannya tidak diperbolehkan.

Tidak ditemukan benda seperti itu. Keberadaannya tidak diperbolehkan.

Tidak ditemukan benda seperti itu. Keberadaannya tidak diperbolehkan.

Tidak ditemukan benda seperti itu. Keberadaannya tidak diperbolehkan.

Tidak ditemukan benda seperti itu. Keberadaannya tidak diperbolehkan.

Tidak ditemukan benda seperti itu. Keberadaannya tidak diperbolehkan.

Tidak ditemukan benda seperti itu. Keberadaannya tidak diperbolehkan.

Tidak ditemukan benda seperti itu. Keberadaannya tidak diperbolehkan.


SAYA ULANGI. BENDA SEPERTI ITU TIDAK DIKETEMUKAN. KEBERADAANNYA TIDAK DIPERBOLEHKAN. SEKARANG. DAN UNTUK SELAMA-LAMANYA.


HoaarghhhLOOOLLLL tapi Beato masih bisa menyerang balik. Sayangnya Erika dengan lihai juga berhasil mendapatkan pernyataan yang mematahkan kembali semua tulisan biru Beato. Hanya tinggal satu teks biru yang tersisa. Yaitu Argumen bahwa Kinzo masih ada di dalam kamar (ruang baca).

Pertarungan lebay ronde dua.

Di bagian ini pembantaian lebih ngakak dari sebelumnya, Beato mulai kehabisan argumen dan asal ngarang dengan mengabsen tempat-tempat yang bisa dipake ngumpet sama mbahe di dalam ruang baca. Tentu saja Dlanor dapat dengan mudah mencounternya.

mungkin mbahe ngumpet di dalam lemari?

Pencarian telah selesai dilakukan. Yang bersangkutan tidak diketemukan.

di bawah meja

Pencarian telah selesai dilakukan. Yang bersangkutan tidak diketemukan.

di balik gorden?

Pencarian telah selesai dilakukan. Yang bersangkutan tidak diketemukan.

di atas langit-langit, jadi ninja!

Pencarian telah selesai dilakukan. Yang bersangkutan tidak diketemukan.

di dalam toilet

Pencarian telah selesai dilakukan. Yang bersangkutan tidak diketemukan.

arghh, di dalam laci meja!

Pencarian telah selesai dilakukan. Yang bersangkutan tidak diketemukan.

di kolong kasur

Pencarian telah selesai dilakukan. Yang bersangkutan tidak diketemukan.

di tempat naruh cucian, nyamar jadi kolor ijo

Pencarian telah selesai dilakukan. Yang bersangkutan tidak diketemukan.

SAYA ULANGI. PENCARIAN TELAH SELESAI DILAKUKAN. TELAH SELESAI TELAH SELESAI TELAH SELESAI TELAH SELESAI TELAH SELESAI TELAH SELESAI TELAH SELESAI TELAH SELESAI TELAH SELESAI TELAH SELESAI TELAH SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI SELESAI DILAKUKAN DILAKUKAN DILAKUKAN DILAKUKAN DILAKUKAN DILAKUKAN DILAKUKAN DILAKUKAN DILAKUKAN DILAKUKAN DILAKUKAN DILAKUKAN DILAKUKAN DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN TELAH SELESAI DILAKUKAN MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI HUKUMAN MATI DIE THE DEATH! SENTENCE THE DEATH! GREAT EQUALIZER IS THE DEATH!

CHECKMATE!!!!!!!!!!1 KROMMMPYAAANGGGGGGGGGGGGG!!!!!!

...dan pembaca VN melongo dengan mulut seperti ikan mas koki di akuarium sambil bergumam pelan, iki opo tho yo....


Beatrice terpojok. Tidak ada tempat lagi untuk lari. Red text telah membuat konklusi bahwa mbahe tidak ada di kamar, dan mbahe tidak bisa keluar dari kamar. Dengan kata lain; MBAHE SEJAK SEMULA TIDAK ADA DI DALAM KAMAR. Di saat-saat kritis inilah, Batora akhirnya maju ke depan dengan teks birunya melawan Erika. Memang benar, tante Natsuhi telah menggali perangkap sendiri dengan mengatakan pada Erika jika dia bersama mbahe sampai selesai dan menutup pintu kamar. Tapi Batora mematahkan itu dengan mengatakan bahwa itu memang benar, tapi itu yang diperkiraan tante Natsuhi, mbahe tetap bisa keluar meloloskan diri dengan cara KUCING-KUCINGAN! Benar, karena meskipun disebut ruang baca tapi aslinya kamare mbahe sangatlah luas hampir seperti villa kecil, sehingga bukan tidak mungkin mbahe bisa lolos dari perhatian Natsuhi dan keluar dari kamar. Nah, tapi caranya?

Erika: mbahmu ra iso metu seko kene
Batora: maksud loh? mbahku iso yo
Erika: carane?
Batora: MLOMPAT!!
Erika: haaa? sing bener ae, iki lante telu

Giliran Batora yang memanfaatkan situasi, dia bertanya pada semua orang di ruangan itu. Erika memang menganggapnya mustahil, seorang kakek-kakek tua renta melompat dari lantai tiga di malam hujan deras dengan badai dan petir kilat yang menyambar, bagaimana mungkin? membaca saja aku sulit (lho). Namun bagaimana pendapat para anak-anaknya mbahe? tentu saja mereka percaya, mbahe gitu loh, biarpun sampun mboten komplit alias tidak waras, tapi kondisi fisik beliau masih segar bugar tanpa harus mengkonsumsi suplemen atau minuman yang mengandung elektrolit atau apalah whatever itu. Jadi kalo beliau terjun dari lantai tiga, dan masih tetap sehat wal afiat, bukan hil yang mustahal. Semua orang percaya dengan teori Batora. Erika hendak mengonter lagi, tapi Batora keburu lari menuju jendela, menyambar Beato dan meloncat, keluar dari kamarnya mbahe, waktu terhenti, dalam keheningan itu, diantara rintik air hujan yang membeku, Batora menebas Dlanor sambil melayang dengan Beato di sisinya, bagaikan seorang ksatria yang membantai naga dengan pegasus putihnya, Batora mendarat tanpa tergores dengan tuan putri yang tersipu di pelukannya...






...tapiiii bohoooongggg XDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDD ini semua adalah troll sodara-sodara. Ingat, sampai saat ini Batora yang asli masih emo di samping Beato di dunia meta. Semua piece di sini adalah milik Lamda dan Bernkatro. Dengan kata lain, karena semua ini cuma kerjaan orang-orang kurang gawean, jadi mungkin saja skenario ini adalah guyonan atau malah persekongkolan bikinan mereka berdua. Beda dengan Batora dan Beato yang benar-benar bertarung, Bern dan Lamda cuma girls that wanna have some fun. Lagipula kejadian di atas adalah ilustrasi versi meta, karena yang asli Batora keluar dari kamarnya mbahe dengan cara berpegangan pada saluran air hujan (ya iya laah, melompat dari lantai tiga mansion dan tetap selamat? don't try this at home, kecuali anda pengen cepet-cepet menuju golden land).

Tapi di sinilah inti dari episode 5 ini, dimana Batora membandingkan permainan antara dia dengan Beato dan antara Lamda dengan Bernkatro. Dengan mengamati game kelima ini, Batora perlahan paham apa yang diinginkan Beato, sifatnya dan akhirnya, kebenaran yang tersimpan di balik permainan Beato, tapi ini nanti penjelasannya.

Di meta, Lamda dan Bernkatro ngakak-ngakak melihat pertarungan Batora melawan Dlanor dan semua kelebay-an yang terjadi. sementara Erika mojok madesu karena argumennya terpatahkan.

(kemudian ada adegan panjang yang membahas tentang misteri surat berisi cincin yang muncul tiba-tiba, tapi karena detilnya begitu panjang dan saya nggak ahli kalo nerangin bagian deduksi dan analisa petunjuk, tak skip aja ya)

Kembali ke gameboard, waktu menunjukkan jam perjanjian antara Natsuhi dengan penelpon yang mengaku anaknya. Karena tidak ada pilihan lain, akhirnya Natsuhi menuju ke kamar yang dimaksud dan masuk ke dalam kloset, lalu menunggu selama satu jam. Tidak butuh skill deduksi tinggi untuk menebak apa yang akan terjadi. Benar, Natsuhi dipakai oleh sang pelaku untuk kambing hitam. Tentu saja, pembunuhan selanjutnya terjadi dan saat pembunuhan itu terjadi Natsuhi sedang di dalam kloset dan tidak ada yang tahu atau bisa menjadi saksi. Lebih parahnya lagi, pelakunya membunuh korban, yaitu Om Hideyoshi di kamar yang sama dengan tempat Natsuhi ngumpet. Sayang, Natsuhi tidak punya keberanian untuk melompat keluar dari tempat dia bersembunyi saat sang pelaku membunuh korban karena dia ingat sang pelaku menyekap suaminya. Apakah dia harus menyelamatkan Hideyoshi? ataukah Krauss? Nah karena Umineko adalah serial yang penuh cinta, jadi Natsuhi memilih untuk menyelamatkan suami yang dia cintai, tetap diam dan membiarkan pembunuhan berlangsung. Ruangan kembali tenang. Hideyoshi dibunuh dengan stake tertancap di belakang, membuat kemungkinan bahwa ini adalah kasus bunuh diri sama dengan nol. Setelah itu, entah bagaimana caranya, pelaku berhasil keluar dari kamar dan membuat kamar terkunci dari dalam. Natsuhi bagaikan tikus yang terperangkap dalam kurungan. Ruangan kembali tenang sampai orang-orang mulai mencari hideyoshi, dan akhirnya mendobrak pintu setelah memotong rantai pengaman. Eva yang menemukan suaminya bersimbah darah langsung histeris, sementara Natsuhi tetap di dalam kloset, menahan nafas berdoa supaya tidak ada yang menyadari dia. Orang-orang keluar dari kamar, Erika hendak bertahan lebih lama tapi ditarik oleh Batora. Sebelum keluar dari kamar, dia melayangkan pandangan menyapu ruangan.. dan menatap kloset dengan tatapan tajam. Setelah semuanya kembali tenang, Natsuhi keluar dari ruangan, berjingkat-jingkat, berharap dia bisa kembali lagi ke kamarnya lalu berpura-pura tidak tahu apa yang telah terjadi.

Tapi sayang, dia berpapasan dengan Erika.


CHEEEEEEEEEEEEECKKKKKKKKKKKMAAAAAAAAAATEEEEEEEEEEEEEE!!!!!



Dosakah seseorang ketika dia berharap? ini sebenarnya cuma pertanyaan retoris, tapi Virgilia mengatakan jika mempunyai harapan kadang terasa lebih menyakitkan daripada mereka yang sudah tidak mempunyai harapan. Dia yang berada di purgatorio, akankah suatu saat mampu menuju ke atas, ke paradiso? ataukah tenggelam, terjatuh ke dalam inferno? *muter lagunya melly; jangan kau gantung.. memberi harapaaan.. dst*


Hadirin dan hadirot dan saudara dan saudari sekalian, selamat datang di pengadilan negeri provinsi Rokkenjima. Karena ini untuk pertama kalinya sang "pelaku" (lebih tepatnya terdakwa) tertangkap, maka Lamdadelta selaku game master mengadakan persidangan.

Adegan sidang di game ini, biarpun VN dengan background statis tapi benar-benar amat sangat keren. Dengan mengambil tempat di katedral marmer berlapis emas, lalu diiringi musik yang kuereeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn, mantap sangat lah pokoknya. satu persatu karakter dipanggil oleh sang game master, lalu yang bersangkutan menyebutkan nama, posisi dan keadaan terakhir mereka di gameboard. Ya, SEMUANYA. Ada total tiga puluh delapan karakter yang hadir (ini masih belum termasuk karakter dari game sebelumnya), meliputi para penyihir, manusia, perabot, serta para mbeek mbeek yang tak terhitung jumlahnya yang berjaga di ruangan bagaikan polisi militer. Sesekali terdengar suara krompyaaanggg dan wush wush ketika para perwakilan dari dunia lain berdatangan. Lalu tentu saja, AHAHAHAHAHA.WAV ketika penyihir berkomentar. Pokoknya feelnya benar-benar megah, grand dan kueren, tapi juga sadis dan dingin, cruel and majestic, semoga DEEN bisa menganimasikan bagian sidang ini dengan BAIK DAN BENAR.

Yang bikin ketawa kalo saya waktu giliran Maria. Memang harus disayangkan di eps ini, dia keburu mati duluan di malam pertama (mati di malam pertama LOL) jadi tidak banyak dapat line, tapi di bagian sidang ini waktu dia ngomong, "Hadir yang mulyaaw, nama saia Maria, saia dah mati tapi masih bisa bicara, lucu yaw? lucu yaw?" saya ngakak lagi.

Natsuhi yang menjadi terdakwa duduk di tengah, dengan pembela Beatorichu. Beato berkata bahwa pelakunya kan bukan Natsuhi, tetapi penyihir :3 (untuk pertama kalinya saya merasa setuju, memang lebih pelakunya dituduhkan pada penyihir daripada orang yang tidak bersalah seperti Natsuhi menjadi terhukum, dan mungkin ini juga mempengaruhi pemikiran Batora)

Persidangan berlangsung dengan seru sekali, tapi saya tidak bisa menulis per detail di sini karena ada buanyaaaaak sekali perang merah-biru dan pertanyaan yang bersangkutan dengan alibi tiap individu. Jika ada salah satu dari anda yang ingin atau punya rencana kabaret umineko, saya sarankan untuk membeli dua atau tiga lusin piring, lalu satu galon aqua dan satu atau dua botol sirup warna merah. Pertama-tama, masukkan semua sirup tadi ke dalam galon aqua sehingga air satu galon berwarna merah, makin kental makin bagus. Lalu tuang ke dalam botol-botol yang lebih kecil dan berikan pada cosplayer yang bercosplay sebagai karakter yang akan dibantai, misalnya Beato atau Natsuhi atau Batora. Pada saat karakter selesai menyerang dengan tulisan biru, dia harus meminum air dari botol tadi, tapi jangan ditelan (LOL anda pasti bisa menebak maksudnya). Kemudian saat tulisan merah menghancurkan tulisan biru, orang yang di belakang panggung harus membanting satu piring ke lantai (jangan lupa menyediakan microphone biar suaranya terdengar jelas) dan karakter yang terbantai harus HOEEEKKKKKKKK *muntah darah* Disarankan untuk melakukan latihan dulu, karea anda mungkin dapat tersedak jika tidak latihan, terutama di bagian-bagian akhir ketika suasana memanas dan anda harus mampu melakukan setidaknya dua puluh kali HOEKKKK dalam waktu setengah menit (LOOOLLL).

Di sini sekali lagi Batora mengamati ternyata pertarungan yang sebenarnya jauh lebih kejam daripada saat dia melawan Beato. Jika Beato mau, dia bisa saja langsung meng-k.o Batora yang masih tidak tau bagaimana cara mainnya. Kenapa Beato tidak melakukannya? Lagipula, banyak hal yang kacau di persidangan ini. Pertama, Erika adalah piece milik Bern, jadi dia tidak bisa dibilang mewakili pihak manusia seutuhnya, dia bisa meminta Bernkatro untuk mengulang dengan tinta merah jika pernyataannya dirasa mempunyai bukti yang cukup kuat.

analoginya gini

Erika: master, liat ini, saya dapet kolornya Batora. Sekarang, ulangi pake merah, Batora nggak pake celana dalam!
Bernkatro: ahahaha.wav, boleh, Batora engga pake celana dalam XDD
Batora: setaaannn! gw pake celana dalam, woi! makan nih! celana dalam gw lebih dari satu!
Erika: tsk tsk tsk, Rokkenjima hujan deras dua hari ini, saia telah memakai detective privilige untuk 1) menggeledah koper anda, 2) menginterogasi para pelayan dan semua bukti menunjukkan bahwa celana anda tinggal yang ini dan saia telah mengambilnya sebelum masuk cucian. Master, ulangi pake merah, semua celana dalamnya Batora lagi dicuci kecuali yang saya bawa
Bernkatro: ahahahaha.wav, ok say, semua celana dalamnya Batora lagi dicuci kecuali yang dibawa oleh Erika
Batora: dasar maling kolor, cih, baiklah tidak ada cara lain, celana dalam saya emang lagi dicuci semua, tapi saya pinjem punya kakak George!!!!
Bernkatro: ahahahaha.wav gimana, Del?
Lamda: ahahahaha.wav juga, gimana ya, saia lebi suka kalo Batora ngga pake celana dalam, jadi ya..

VERDICT: Ushiromiya Batora saat ini tidak memakai celana dalam *mengetuk palu tiga kali*

Begitulah, Beato benar-benar terdesak, ditambah lagi semua fakta dan petunjuk memang menyudutkan Natsuhi (aduh kok saya jadi inget persidangan yang baru-baru kemarin terjadi), sebagai satu-satunya orang yang tidak punya alibi dan dia tidak bisa berbicara soal penelpon misterius, karena itu akan membuka rahasianya 19 tahun yang lalu. Akan tetapi Batora tetap percaya dengan bibinya yang satu itu. Virgilia yang terkesan akhirnya memberikan satu red text untuk dipakai sebagai kartu as pada batora, yaitu Ushiromiya Natsuhi bukan pelakunya. Keadaan makin kritis, Erika akhirnya menawarkan jalan tengah, jika Natsuhi tidak ingin didakwa menjadi pelaku, masih ada satu orang lagi yang bisa menjadi tersangka. Yaitu, mbahe. Benar, mbahe yang sekarang ngilang entah kemana bisa saja menjadi pelaku kasus pembunuhan ini. Erika menawarkan jika Natsuhi ingin melimpahkan semua tuduhan kepada simbah Ushiromiya Kinzo. Benar-benar siasat yang licik, bagi Natsuhi yang sangat mengagumi Kinzo, tidak mungkin dirinya bakal melakukan hal itu, rupanya ini pembalasan Erika karena dia merasa dipermalukan atas argumennya saat membuktikan bahwa mbahe sudah meninggal di kamar baca dipatahkan oleh Batora.

Kalo you gimana, Beto, apa you juga mau mengaku kalo pelakunya bukan penyihir, tapi mbahe? tanya Bern ke Beato sebagai pihak yang berseberangan di dunia lain. Beato menjawab jika lebih baik dia mati daripada tidak mampu menjelaskan jika pelakunya adalah penyihir, karena toh hasilnya sama saja (jika dia kalah, dia juga mati). Dikasih tawaran baik-baik kok pada ngga mau, ya sudah, kata Erika, master, repeat it. Ahahaha.wav, Bernkatro ngakak, ok say, Dengarkan ini, idiot, Ushiromiya Krauss telah mati, dia sudah dibunuh oleh pelaku tepat setelah dia dipaksa memperdengarkan suaranya padamu lewat telepon.

Tangis Natsuhi pecah, tapi Bernkatro masa bodo. Dengan kata lain, lanjut Erika, semua orang mempunyai alibi kecuali Natsuhi. Dengan demikian, pelakunya adalah Natsuhi, yang telah membunuh George, Maria, Rosa, Genji dan bahkan suami dan anaknya sendiri. Krauss dan Jessica. Seakan kurang puas, Bern masih mempunyai satu red text terakhir untuk menghajar Natsuhi. Beato mengiba, memohon supaya Bernkatro tidak mengeluarkan yang satu itu, tapi lalala~ kata Katro, salah lo tadi nolak penawaran gw Ushiromiya Kinzo tidak pernah berkata jika dia percaya lambang elang bersayap satu ada di hatimu meskipun kamu tidak memakainyadi baju. Semua itu hanya terjadi dalam ilusimu, Kinzo yang asli sama sekali TIDAK PERNAH mengakuimu sebagai wanita yang pantas memakai lambang ushiromiya. TIDAK PERNAH. TIDAK PERNAH. TIDAK PERNAH SAMA SEKALI!

Blaaaarrrrrrrr. Hancur sudah semua yang dimiliki Natsuhi. Suami dan anaknya, posisinya dalam keluarga Ushiromiya, harga dirinya sebagai orang yang paling dekat dengan mbahe, dan sekarang dia di sini, sendirian di ruang sidang, menerima vonis atas kejahatan yang tak pernah dia lakukan. Tangisnya menggema hingga ujung katedral marmer berlapis emas yang melingkupi dua dunia (busyeettt, sinetron kita emang nggak ada apa-apanya dibanding umineko yak?)

Beato juga musnah, karena sudah diputuskan bahwa pelaku kasus ini adalah manusia, berarti tidak ada keberadaan bagi penyihir. Dia dilempar ke para mbeek mbeek seperti nasib Batora dulu.


Di luar dugaan, Dlanor melesat ke depan dan berkata apakah Batora masih mempunyai sesuatu yang harus disampaikan. Batora akhirnya mengerti, Dlanor ingin melanjutkan pertarungan lagi, kali ini dengan intensitas yang benar-benar maksimal. Baiklah, ini dia

pertarungan lebay ronde tiga


Batora menyerang teori pemakaian slip kertas yang dibangga-banggakan Erika (Erika selalu memakainya untuk membuktikan bahwa kamar yang bersangkutan tetap terkunci dan tidak pernah dibuka). Erika cuma ngakak dan menunjukkan bahwa yang dia pakai bukanlah slip kertas tapi ini, katanya sambil menunjukkan plakban. Dan bukan cuma itu saja, tapi di setiap isolasi yang dia pakai selalu dibubuhkan tanda tangannya (WTF???) jadi tidak mungkin dipalsukan.

Bagaimana jika pelakunya adalah Batora? ini adalah serangan yang beresiko, tapi lebih baik begitu daripada Natsuhi yang menjadi korban sidang tak beradab ini. Ahahaha.wav sayang sekali itu juga tidak mungkin, kata Erika, karena dia SEPANJANG MALAM menempelkan telinganya ke dinding kamarnya yang bersebelahan dengan dinding kamar korban (double WTF LEBAYY) memastikan tidak mungkin Batora yang membunuh mereka. Benar, si detektif ini memang jadi orang yang paling menyebalkan sekaligus mencurigakan, karena dia berkeliling rumah, memeriksa, memberi tanda, membongkarbongkar, mengobrak-abrik isi kamar, bahkan sampai masuk ke dalam ruang alkemis mbahe untuk mengambil bahan-bahan kimia guna mendapatkan sidik jari. Tapi karena aturan Knox menyebutkan jika detektif tidak mungkin menjadi pelaku, jadi tidak ada yang bisa membantah.

Serangan demi serangan dapat dipatahkan oleh Dlanor. Tidak ada jalan lain, dalam situasi desperate itu akhirnya Batora nekat memakai red truth yang diberikan oleh Virgillia.

HEAAAAAAAAAAAAAAAA... TERIMALAH INIIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
USHIROMIYA NATSUKI BUKANLAH PELAKUNYA

Sungguh sebuah serangan yang sangat hebat nan powerful...



...tapi gagal (LOOOOOOOOOLLLLLL). Di tangan manusia, red text tidak berarti apa-apa jika tidak disertai bukti yang kuat seperti yang dilakukan Erika. Dlanor mengeluarkan hujan merah biru dengan teks yang memenuhi layar monitor pc/laptop anda dan semuanya terjadi begitu cepat sampai anda cuma bisa melongo, bahkan tanpa sempat berkata hah, apaan tuh (sumpah! saya sudah mau menscreencapnya tapi gila semuanya terjadi dengan begitu cepat dan tau-tau K.O!!! wtf??).


BLAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Sebuah pasak merah raksasa menghujam tubuh Batora yang sudah kliyengan (iki boso opo? LOL) karena dibantai habis-habisan. Nasib yang sama dengan Beato pun dialami Batora. Uhaghh.. siaall... kita lihat saja ohhoekk.. suatu hari nanti.. pasti kan bercahaya, pintu akan terbuka kita langkah bersamaa.. di situ kita lihat bersinarlah.. hakikat (Mabayui hikari afure, rakuen no tobira wa hirakareru, PAS BANGET KAN? XDDDDDDD) debu jadi per..mata, hina jadi mulia.. bukan sihir khayalan yang aku berikan, tapi keyakinan yang.. nyataaarrrghhhhhhhhh.........
(wakakakakaka, kalo ini purba banget referensinya, anggota keluarga Ushiromiya yang angkatan 90 mungkin nggak tau, wkwkwkwkwk.. nih, biar bisa nyambung sama yang saya parodikan, silahkan nikmati lagunya. Btw lagunya kok jadi mengingatkan saya dengan George dan Shannon ya?)

Erika membungkukkan badan, mengangkat ujung roknya bagaikan seorang artis yang baru saja melakukan performance terbaik di sepanjang masa karirnya. Tepuk tangan riuh terdengar dari seluruh penjuru katedral, para manusia dan para penyihir mengakui kehebatan sang detektif membongkar kasus yang membikin kisruh keluarga edan dengan lambang elang bersayap satu ini.

Dunia kembali ke gameboard. Erika dan anggota keluarga yang lain berdiri mengelilingi Natsuhi bagaikan rombongan harimau lapar yang mengepung seekor anak kelinci. Keputusan telah dijatuhkan, sekarang semua orang di papan permainan mengakui jika pelakunya adalah Natsuhi. Natsuhi sudah tak bisa lagi membela diri. Eva menghajar habis-habisan Natsuhi yang telah membunuh suami dan anak laki-lakinya. Bahkan melemparnya dengan tempat teh hingga pecah dan isinya berhamburan. Batora mencoba menengahi tapi Eva yang bisa bela diri langsung menendang perutnya hingga terjungkir ke lantai. Dengan santai Erika maju ke depan, memegang bahu Eva dan menyuruhnya menghentikan kekerasan (tck tck tck sinetron banget iki). Tenang semuanya, tenang, kata Erika, sekarang kita tahu SIAPA pelakunya dan BAGAIMANA dia melakukannya. Tapi sebagai detektif, gimana ya, rasanya kok saia belum plong gitu kalo saia belum memecahkan soal yang satu lagi, yaituw MENGAPA dia melakukannya. Nah, tante Natsuhi, apa tante mau memberikan pengakuan, kenapa kok tante melakukan semwa ini. Daripada saia yang membongkarnya, mau? tanya Erik sambil "tersenyum" dan logat seperti iklan salah satu sim card hape.

Natsuhi memprotes bahwa dia bukan pelakunya. Tapi tak ada gunanya. Akhirnya sambil terisak dia terpaksa menjelaskan bahwa selama ini dia diancam oleh seorang yang mengaku anaknya. Dan memang dulu, 19 tahun yang lalu, dia pernah membunuh "anak"nya.

Ceritanya begini.

Ini adalah cerita di tahun-tahun awal pernikahan Natsuhi. Ketika itu pasangan Natsuhi dan Pakde Krauss belum juga dikaruniai seorang anak. Mbahepun menjadi uring-uringan. Siapa yang akan menjadi penerus keluarga edan ini kalo begini caranya? Akhirnya mbahe membuat keputusan, yaitu mengadopsi seorang anak untuk diasuh oleh Natsuhi sebagai anak kandungnya. Natsuhi tidak terima dengan keputusan itu. Dia tidak diakui sebagai seorang istri, hanya sebagai orang yang membesarkan entah siapa yang kelak akan menjadi pemegang kekuasaan keluarga. Mbahe tidak menganggap Eva dan Rosa karena mereka adalah wanita dan mbahe juga tidak mau penerusnya adalah si Rudolf playboy koplak. Maka didatangkanlah seorang anak dari panti asuhan. Natsuhi benar-benar tidak tahan dengan keputusan itu. Maka dia berdoa pada penyihir supaya anak itu dibunuh. Belum genap satu hari bayi itu datang, sorenya, ketika bayi itu sedang digendong pelayannya, mereka tiba di dekat tebing (iya, ini tebing pembawa petaka di Umineko. Heran deh, kenapa sih orang-orang pada suka deket-deket tebing ini? nyari mati saja), si pelayan entah kenapa malah bersandar di pagar pembatasnya. Dan dia seperinya bagaikan tidak sadar melakukan hal itu. Natsuhi yang menyadari hal itu buru-buru mengulurkan tangan hendak menariknya, namun terlambat, pagar pembatas roboh dan kedua orang itu, bayi dan pengasuhnya, terjun bebas ke laut...

Natsuhi lalu kembali ke mansion dengan perasaan campur aduk. Dia lalu mengabarkan berita itu pada mbahe. Dan apa yang terjadi? mbahe ternyata malah ngakak-ngakak mendengar semua itu. HOAKAKAKAKAKAKAAKAKAKAK, ketawa mbahe, berarti ini semua memang sudah takdir, pertanda bahwa posisi penerus keluarga ini tidak bisa jatuh kepada orang luar. HOAKAKAKAKAKAKAKAKKA. Natsuhipun merasa lega, mbahe tidak akan mengungkit-ungkit lagi soal bayi itu. Diapun berjanji untuk tidak pernah membicarakan soal ini lagi. Hanya dia dan mbahe yang tahu soal datangnya bayi tadi, karena saat itu suaminya masih di luar kota. Satu tahun kemudian, Jessica lahir.

...atau setidaknya itu yang awalnya pembaca tahu, karena di bagian akhir ini Natsuhi mengaku jika yang terjadi sebenarnya bukan itu. Pada saat pelayan dan bayi dalam gendongannya hampir jatuh dari sandaran di pagar, Natsuhi yakin jika itulah saat penyihir menjawab doanya. Ingat, penyihir tidak pernah melakukan, hanya membantu, seperti kata iklan AXE, selanjutnya terserah anda. Dan Natsuhi yakin, jika itu adalah kesempatan yang dibuat oleh penyihir. Apakah dia akan memanfaatkannya?
tentu saja. Maka Natsuhipun mengulurkan tangannya... dan mendorong pelayan yang malang beserta bayinya jatuh ke bawah.

Semua itu terjadi 19 tahun yang lalu, kata Natsuhi di sela tangisnya, tapi ternyata bayi itu masih hidup. Ya, dia masih hidup, bahkan sampai sekarang, dan dialah yang membunuh semua orang, menyekap Krauss dan menimpakan semua kesalahan pada saya.

Haduw haduw, kata Erika, tante ini masi aja cerita soal diancam lah, diteror lah. Sudahlah tante, kita semwa uda ga ada lagi yang percaya sama semwa ituw. Sekarang, kata Erika, saia tanya lagi, Tante mau njelasin ke kita-kita nggak soal kenapa tante ngelakuin semua iniy?

Natsuhi berteriak, tapi saya benar-benar tidak bersalah!!!! SAYA TIDAK MEMBUNUH SIAPAPUN!! MANA MUNGKIN SAYA TEGA MEMBUNUH ANAK DAN SUAMI YANG SAYA CINTAI???!!! katanya sambil berlinang air mata.

Cintaw? apa ituw cintaw? dalam kamus saya, cinta adalah motif kejahatan, Erika mengibas-ngibaskan sesuatu di tangannya. Itu adalah buku harian milik Natsuhi. Baikla~h, karena tante tidak mengaku-ngaku, terpaksa saya sendiri yang membukanya. Semua orang terperanjat, Furudo Erika, orang asing yang baru dua hari yang lalu hampir mampus kelelep tenggelam di laut Rokkenjima dan akhirnya ditolong, dengan seenaknya bisa membongkar-bongar kamar bahkan membaca diary milik penghuni rumah ini. Jika dia adalah orang biasa, maka pasti perutnya sudah ditendang oleh Eva sampai menungging kesakitan seperti Batora. Tapi dia adalah detektif, dan berkat dia kasus ini terpecahkan. Jadi orang-orang memakluminya, bahkan Eva mencaci Natsuhi, kriminal sepertimu tidak pantas mempunyai rahasia.

Di dalam buku harian ini, lanjut Erika sambil membuka-buka diary Natsuhi seperti seorang ibu yang baru saja menemukan manga hentai di balik kasur anaknya, tertulis bahwa.. sejak aku datang ke rumah ini, aku merasa seperti dipenjara... lalu bagian ini... aku merasa suamiku tidak pernah memahami apa yang aku rasakan... ya ya.. *meneruskan membaca*

Jadiiyyyy~~~~ kata Erika setelah membaca kutipan beberapa lembar dari isi buku harian itu, sekarang kita tahu mengapa tante melakukan ini semua. Sudah jelas bahwa sejak dari awal Ushiromiya Natsuhi membenci keluarga ini. Tapi dia tidak dapat keluar dari keluarga ini, jadi apa yang selanjutnya dia lakukan? dia ingin menguasai keluarga ini. Dan sungguh betapa kejinya cara yang dia lakukan untuk mencapai tujuan itu.

Nenek Kumasawa membenarkan. Beliau bercerita.

Ini adalah cerita saat Kinzo masih berada dalam masa kejayaannya. Ketika itu, Kinzo mengalahkan saingan bisnisnya satu persatu. Diantara para saingannya yang telah dikalahkan, ada satu yang memiliki anak perempuan yang begitu menarik perhatian. Seorang gadis yang sama sekali masih belum tersentuh oleh kemunafikan dan edan setan nya dunia luar. Kinzo menginginkan gadis itu untuk menjadi istri dari anak pertamanya. Bagi keluarga Natsuhi itu adalah sebuah penghinaan yang sangat besar (sinetroooooooonnnnnnnnnn), karena Natsuhi adalah seorang miko (pendeta perempuan), namun apa hendak dikata, keluarga diambang kehancuran karena bangkrut, dan itulah satu-satunya jalan keluar.

Natsuhi menjerit. Itu semua bohong! Saya mencintai suami saya. Saat itu saya memang baru saja bergabung dengan keluarga ini, jadi kondisi saya masih tidak stabil, tapi seiring dengan berlalunya waktu, akhirnya saya benar-benar mencintai suami saya, bahkan Jessica pun akhirnya lahir. Percayalah, saya bukan pelakunya. Saya tidak membunuh siapapun kecuali seorang bayi dan seorang pelayan 19 tahun yang lalu.

Oouw? benarka? kata Erika, lalu kenapa saia tidak menemukan satu barispun yang menyatakan bahwa anda mencintai suami anda, tante Natsuhi~?

Itu.. tentu saja hal yang seperti itu tidak pernah saya tulis. Perasaan itu terlalu privat bahkan untuk ditulis di sebuah diary.

Ah, begituwkaah? Sayang sekali kalo begituw, tante. Karena saat ini kata-kata tante sama sekali tidak bisa dipercaya. Saia hanya percaya pada bukti, dan saia tidak menemukan bukti yang mendukung pernyataan tante tadi.

Natsuhi merasa air matanya saat ini mungkin sudah habis terkuras. Dia mengarahkan pandangan, menatap satu persatu orang-orang yang berdiri di sekelilingnya.

Aku tahu salah satu diantara kalian bersekongkol dengannya. Dan sekarang kamu, dan mungkin dia juga berada di ruangan ini, melihatku yang seperti ini, merasa puas karena semua rencanamu berhasil. Di depan yang lain, kamu berpura-pura tidak tahu, tapi saat ini kamu pasti sedang tertawa di dalam hatimu. Puas kan kamu sekarang ??!! PUAS?? PUAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaaasssss??????

Tapi sayang ini bukan acara em--- mata, jadi kata-kata terakhir Natsuhi tidak terdengar lucu sama sekali...

BLAM!! Papan permainan ditutup. Permainan telah berakhir, dolanane wis rampung. Lamda dan Bernkatro mengunyah cemilan mereka seperti dua orang yang baru saja selesai melawan boss terakhir dan sekarang menikmati FMV ending scene nya.

GAME END

Result:

Ushiromiya Natsuhi adalah pelaku dari kasus pembunuhan yang terjadi di Rokkenjima. Dengan berpura-pura berada di kamar tidur, pelaku membunuh George, Maria, Rosa, Jessica dan Genji yang berada di kamar rumah tamu. Selanjutnya pelaku juga membunuh Krauss. Untuk menutupi aksinya, pelaku bekerja sama dengan Kinzo yang bertugas mengangkut mayat-mayat dari tempat kejadian sehingga seakan-akan pelaku bukanlah pembunuhnya. Pelaku mendekati Kinzo dengan berulang-ulang menyamar sebagai Beatrice, kemudian tidur dengannya. Kinzo yang terganggu jiwanya melihat pelaku sebagai Beatrice dan mau bekerja sama dalam kasus ini.


Saat ini keberadaan Kinzo masih belum ditemukan, namun diduga masih berada di suatu tempat di Rokkenjima, bersama dengan mayat-mayat yang dia bawa, yang mungkin dia pergunakan untuk ritual membangkitkan Beatrice.

==================================================

Bern: adumak, gw ketawa ampe cakit peyut.
Lamda: lo mending, gw ketawa sampe popcorn nya keselek terus keluar lagi lewat idung.
Bern: wakakaka.wav tapi harus diakui kalo game bikinan lo emang seru abiezz. te o pe be ge te.
Lamda: ya iya laa.. lamda gitu loch. jadi lo ngakuin kan kalo game gw keren? ngakuin kan? ngakuin kan? ngakuin kan? ahahaha.wav
Bern: ahahaha.wav iya iya gw akuin
Lamda: ahahaha.wav tengkyu say, sini, toss dulu say
*toss*
Lamda: lagi, lagi
*toss*
Lamda: ngakngakngakngakngakngak
Bern: wakakakakakiakiakiakiak

Mereka berdua jalan sambil ketawa seperti dua anak yang baru saja sukses maling kakao di perkebunan milik negara. Sampai akhirnya mereka tiba di aula persidangan.

Lamda: *meliat-liat "sate" Batora* kok matinya bisa pose lebay kek gitu ya? lucu
Bern: itu bagus tu kalo dibikin patung, ahahaha.wav
Lamda: bener juga, ntar biar tak siram semen aja kalo gitu, terus dipajang di pintu masuk katedral
Bern: wakakaka, selera lo hardcore juga ya, pake siram-siram "semen" segala

Erika yang sedang ada di situ melihat kedua penyihir itu yang sedang ngakak-ngakak melihat patung sate Batora.

Erika: master Bern, kk Lamdadelta, udah selese beres-beresnya?
Lamda: wakakakak, siapa juga yang beres-beres, habis maen ya geletakin aja, kita kan masih anak-anak, ya nggak Bern?
Bern: ah lo aja yang dasarnya emang pemales, gimana Rik, gak ada apa-apa tho?
Erika: oh, aman-aman aja juragan, eh, boss, eh, master.
Bern: bagoes.. bagoes..
Lamda: oh, ini ya piece bikinan lo? keren juga, tadi gw gak begitu ngamatin, habis meja hakim tinggi banget, sampe menembus langit, gw aja sepanjang sidang pegangan meja takut jatoh.
Erika: ia kk Lamdadelta, perkenalkan nama saia Erika
Lamda: panggil gw lamda aja, gimana Bern, kita jadiin dia witch nya sekarang aja?
Bern: humm... gt juga bole
Erika: eh? jadi witch? maksud kk Lamda?
Lamda: gini say, jadi karena lo tadi udah maen dengan sangat keren dan berhasil bikin kita ngakak (ngakak menambah panjang umur seorang witch), apalagi deduksi terakhir lo yang sampe bikin popcorn keluar lewat idung gw, jadi kita berencana buat ngasih hadiah lo title sebagai bitch, eh salah, witch. Iya kan Bern?
Bern: yo'i, choi, lo bakalan gw lantik jadi penyihir. Furudo Erika, dengan ini gw, Frederica Bernkastell, The Witch of Miracle, mengangkat diri lo menjadi penyihir dengan gelar The Witch of Truth. Lightning dan sound effect, plis.
*JAAAAAAAAANGGGGGGGG* terdengar suara choir bergema dan sinar-sinar keren berkilauan.
Furudo Erika sekarang adalah seorang penyihir.
Erika: terima kasi kk kk sekalian, saia berjanji untuk lebih giat lagi dalam mengungkapkan kebenaran.
Lamda: tunggu dulu say, masih ada lagi hadiahnya
Lamda menjetikkan jarinya dan lukisan Beatrice yang tergantung dengan megahnya di ruang tengah jatuh berdebam. Sebagai gantinya, di tempat lukisan itu, lukisan Erika menghiasi dinding ruangan.

Liatlah foto saia yang sangat manies n imoetzz ini
yang membikin semwa orang jadi ngiler pengen nge-add saia di fesbuk
(padahal aslina... AHAHAHAHAHAHA.WAV)

Lamda: karena lo yang menangin pertandingan ini, jadi lo berhak majang foto diri lo yang segede gambreng di ruang inti mansion Ushiromiya ini. Nggak usah sungkan, kita semua tau kok kalo witch itu narsisnya gak ketulungan. So, mulai sekarang keluarga Ushiromiya udah gak percaya lagi sama yang namanya Betris, penyihir yang nggak jelas ada nggaknya, mereka bakal mengagumi lo sebagai detektif yang hebat, yang telah berhasil memecahkan kasus di pulau ini.
Erika: haduu... makasi.. makasi banyak kk Lamda.. kk Bern.. saya benar-benar terharuw *ngelap ingus* ngomong-ngomong terus lukisan yang lama ini gimana?
Lamda: buang aja, dah gak kepake itu, menuh-menuhin.
Bern: ato kalo lo mau, lo pake kanvasnya buat keset pintu depan, terus piguranya bisa buat kayu bakar di perapian.
Lamda: ahaha.wav, boljug boljug..
Erika: kalo gitu biar saya jadiin keset pintu, terus ntar malem saya mengundang kk kk sekalian untuk ikut acara makan-makan kambing guling. Kayu piguranya akan saya pake buat bakar kambing, tadi saya liat kambing-kambingnya udah jadi ndut ndut semua habis maem Beato.
Lamda: waahhh, itu ide yang jenius, gw emang jadi laper habis kebanyakan ketawa. Piece bikinan lo emang banyak akalnya, Bern.
Bern: ya iya laaa.. Bernkastel gitu loch
Lamda: wakakaka, toss lagi say
*toss*
Lamda: ngakngakngakngakngakngak
Bern: wakakakakakiakiakiakiak





Kebenaran akan tetap menjadi kebenaran. Namun kebenaran sejati yang tidak terakui akan tertimbun oleh kebenaran-kebenaran palsu yang diakui. Kemudian, kebenaran palsu itu akan tertimbun lagi oleh kebenaran palsu berikutnya. Dan seterusnya, dan seterusnya, hingga kebenaran sejati menghilang karena terlupakan.

Umineko no Naku Koro ni BREAKDOWN: End of The Golden Witch
~Selesai~


16 comments:

Anonymous said...

Wuakakakakakaakakkk!!! Ngakak gila... Bener-bener gila nih postingan. Lanjutkan gan!!! ^_~

Neohybrid_kai said...

thanks buat complimentnya
saya akan terus mengupdate blog ini dengan postingan2 kacaw, terutama berhubungan dengan Umineko XDD

Fallendevil said...

penuh iler tapi karena keren saya maafin bro :lol:

emang satu2nya anime yang kluar dari closed room buatan sendiri dengan berkata

rubuhkan saja temboknya

caranya.

ya nggak tau pokoknya rubuh

Anonymous said...

yang beato ngomong jadi ninja itu beneran ?

Neohybrid_kai said...

@kouhai:
LOL, lha ya jelas banyak spoiler, namanya juga review cerita. di umineko kalo ada yang lebay itu kayaknya malah bukan petunjuk bro, petunjuknya pasti yang di simple2 dan nggak pernah dibahas.. or so I thought

@anon:
nggak sih, dia cuma nyari alesan satu persatu tempat di mana Kinzo mungkin sembunyi, aslinya lebih panjang lagi listnya.

Rex said...

Furudo Erika -_-

wow reviewnya panjang, dan gw ga maen :P

Neohybrid_kai said...

wkwk, itu reviewnya emang dibikin mengupas tuntas episode 5 bro, buat yang nggak sabar pengen tau ceritanya.

dan kayaknya saya sedikit salah meramu, harusnya reaksi yang diinginkan pada misuh2 sama erika, bern dan lamda. dan simpati sama Natsuhi. tapi lebih banyak yang ketawa karena postingannya, lol

Anonymous said...

Tea party bahas donk...
Kan tuh event yang paling keren.....

gecd said...

sekalian bahas BGMnya!

Neohybrid_kai said...

Tea party mungkin bakal dibahas. Kalo BGM =__= gila banyak banget, saya masih nyari BGM pas flashbacknya Natsuhi apa judulnya

gecd said...

btw anda ngedong joke yg pas rudolf naek tangga?

Neohybrid_kai said...

yang mana? kayaknya nggak, soalnya scene nya nggak begitu nyangkut di ingatan

gecd said...

maksud saya nyanyiannya rudolf pas naek tangga mau mecahin kaca kamarnya kinzo

Neohybrid_kai said...

hmm dah nggak inget dia nyanyi apa, ahaha

Riolicious said...

wkwkwwkk. parah
penjelasannya bgs ditambah humor jadi lebih ngerti dunia umineko karang
kalo di jelasin pake bahasa indo
tetep update bos :top:

Anonymous said...

kacau banget akgirnya
jadi serem tapi penasaran banget ini masih end of the goden witch,ya?
tau gak radio of the golden witch?

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime