Sunday, December 20, 2009

Review Filem dan Recap anime yang ditonton minggu ini

2 comments
Selamat ... (isilah titik-titik di samping dengan waktu saat anda membaca post ini) ladies and gentlemen, pemuda dan pemudi dan yang sudah tidak muda lagi. Kita bertemu lagi dalam acara recap anime yang mungkin sekarang harus diganti judulnya dengan postingan seminggu sekali. Kenapa update blognya jadi jarang begini? apakah karena saya (berdalih) terlalu sibuk sampai kekurangan waktu? sepertinya tidak. Lalu bagaimana dengan season mendatang? jika ramalan saya benar dan saya cuma mengambil 3 dari begitu banyak pilihan dalam list anime musim dingin, bayangkan betapa sedikitnya yang bisa saya bahas. Ditambah Umineko yang pastilah sudah tamat (season satunya), demikian juga dengan DTB dan Nyankoi. Satu-satunya anime yang masih saya ikutin dari season ini berarti tinggal OHTIDAKSUARAPIANOITULAGEE. Empat judul anime dalam seminggu! pantaskah blog ini disebut sebagai blog anime kalau begitu? pantaskaaah?? .. jawabannya ya pantas lah, orang gak ada yang peduli juga, hahaha... HAHAHAHA.. ketawa2 seperti mattalas, mallatas.. siapa itu orang yang pake pipa di bantorra? ah whatever. Well, to tell you the truth, my mood is currently in despair. A sad despair. Yea, so, why don't we start this post with bOObs? A big one. Douzo.

p.s: the owner of the boobs above can kill you faster than your blinking eyes

So, seperti yang bisa anda duga dari celotehan tidak jelas yang mengisi prolog postingan ini, tentunya anda bisa menduga apa yang sedang terjadi. Benar, yaitu satu) penulis sedang tidak ada ide mau ngeblog seperti apa tapi dua) penulis tidak tahu harus menghabiskan waktu luang liburan dengan apa selain ngeblog. Jadi, begitulah saudara dan saudari dan saudagar dan sau cabe dan sau tomat sekalian, anda terpaksa akan membaca tulisan tidak jelas tentang apa yang dialami penulis berkenaan dengan weekend nya yang malang.

Jadi, kemaren saya akhirnya menginjakkan kaki lagi di cinema untuk nonton pilem. Sungguh sebuah ritual yang langka, kalo boleh dibilang. Jika anda mengikuti tulisan-tulisan saya, tentunya anda akan tahu jika jumlah berapa kali saya pergi ke bioskop dalam setahun hampir sama dengan jumlah berapa judul anime yang tidak moe dan tanpa fanservice dalam satu musim. Benar, saya jarang ke bioskop karena genre favorit saya adalah drama simbolis yang itu, satu) jarang ditemukan dalam karya-karya selain anime dan dua) genre seperti itu jauh lebih enak dinikmati di dalam kamar, dengan lampu yang redup, memantengi layar monitor dari atas kasur sambil memeluk bantal erat-erat dan siap-siap menekan tombol spasi kalo ada translator note muncul.

Di bioskop anda tidak bisa mempause adegan, dan fasilitas sound sistem yang exclusive akan terkesan mubazir jika hanya dipakai untuk mendengarkan suara-suara sendu dan lagu-lagu mendayu. Sound sistem semegah itu lebih cocok untuk memutar suara-suara yang kerash! berdentum-dentum dan MENGGELEGAARRRRR. Misalnya seperti ini; THIS. IS. SPARTAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA atau ledakan-ledakan yang decibelnya sampe membuat kursi anda bergetarrrr. Dan horror, tentu saja. Tapi saya tidak akan pernah menonton film horror di bioskop, kecuali kalo orang yang menonton bareng saya cukup moe untuk bisa digrab ketika saya (berpura-pura) ketakutan. Perkara yang digrab apanya tau sendiri lah~

Yak, kembali ke film, kali ini, film yang saya tonton sangat direkomendasikan oleh beberapa kenalan, termasuk Brian, sang Answerman nya ANN yang menulis review film ini di facebooknya. Banyak orang tertarik karena nama besar sutradaranya dan penggunaan budgetnya yang waoo dsb tapi saya cuma nanya apakah visualnya keren? apakah banyak actionnya? apakah sound effectnya mantep? dan mereka bilang, YA! maka akhirnya sayapun menonton Avatar.

Plotwise, seperti yang sudah di"peringatkan" memang film ini cenderung dangkal. No sub-plot, plot twist, plot reverse atau plot modif lainnya yang bikin para fans brainfucking anime pada 'OMGWTFHOLYSHIEEETTT'. Alur film ini maju terus pantang mundur (literally! karena benar- benar maju tak gentar membela yang benar bersama azzz.. ini mah kampanye). Jadi penonton bisa dengan tenang dan enjoy menikmati servis visual yang gila-gilaan tanpa harus terganggu dengan 'lho lho lho lho.. kok jadi genee?' seperti yang biasa anda temukan pada anime- anime tidak waras.

Character juga kalo saya bilang serba standar. Tokoh utama yang jadi sumber masalah, yang dihujani problem bertubi-tubi dan setumpuk tanggung jawab untuk menyelesaikan plot utama, tentu saja sekaligus mendapatkan hati sang heroine yang, ehem, tsundere~~ dan tentu saja, harus ada rival cinta yang sejak awal sudah dekat dengan sang heroine tapi kita bisa membaca dengan jelas kalau toh sang heroine ntar juga bakalan sama karakter utamanya, dan finally, satu karakter villain yang bener-bener bad and evil dan susah tenan matine tanpa embel- embel motivasi irony, masa lalu, dan sebagainya, pokoke wonge jahat, titik. Lalu, setelah melewati masa-masa indah dan pahit, perjuangan, level up, dan adegan-adegan mengharukan, akhirnya perang besar yang kolosal dan super mantappun terjadi, sang jagoan akhirnya berduel satu lawan satu dengan the final boss dan akhirnya penjahatnya itu mati, dunia kembali aman dan jagoannya dapet cewek, HAPPI ENDO DESU YOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!

Nggak, paragraf di atas itu bukan sarkasme, karena toh memang bukan itu fokus saya nonton ini. Grafislah, yang menjadi andalan utama daya tarik film ini di mata saya. Dipadu dengan bgm yang mewah dan adegan-adegan action yang intense menjadikan film ini sebuah tontonan yang menyenangkan sekaligus epic. Saya tidak akan menulis kalau Avatar adalah film yang cukup stimulative bagi pikiran saya, tapi saya akan menulis kalau film ini SANGAT recommended untuk diNIKMATI. Oh ya, dan soal sekuel. Saya denger kalo film ini sukses bakal dibuat dua sekuelnya. Let's make a bet, then. Saya berani taruhan kalo di sekuel ntar akan keluar anaknya tokoh utama.

Actually... not. This movie still has its own depth. Saya sekarang kepikiran kalo internet adalah Na'vi dan Neohybrid_kai adalah avatar, dengan yahoo messenger sebagai connectornya. I'm always a sucker for interspecies romance.

Moving that rant aside, lets go to the other dish, you know, the usual stuff

Umineko
FINAL -1

I'll be blunt and said that I have no comment regarding this episode. But I'll promise to write the last episode review and end-of-year post regarding umineko.

Nyankoi
FINAL

Actually, I don't mind with this ending.
Its such a bliss to die in your beloved's boobs arms.
And look at all those winged kitteh! ther iz 5o kyoot!!!

Sigh, yang paling saya takutkan akhirnya terjadi. Anime drama komedi memang cenderung tidak memberikan konklusi yang pasti dalam endingnya. Meskipun ada embel-embel season dua, tapi saya merasa content sekuelnya juga tidak akan jauh berbeda. The curse is still working, Junpei masih pedekate tanpa akhir, paling nambah satu dua karakter baru and ..that's it. Saya tidak akan membantah pernyataan kalau anime ini memang menarik, menghibur sekaligus merebut emosi penonton hingga ke level anime drama serius. Tapi nature nya sebagai anime comedy dan kesuksesannya yang justru membuat pihak produsen ingin menarik lebih banyak peminat dan pemasukan lagi mengurangi antusiasme saya melihat season berikutnya.

Gelap sekalee
Final -1

Fuk yeah!!! Finally this loli gave me something than I can approve

Berbeda dengan Nyankoi, Bones sepertinya thigghhhhhhhhhs ingin mengakhiri serial ini dengan ending yang megah dan menutup. Kita dapat melihat bagaimana benang-benang plot akhirnya merapat dan membentuk helaian kain konklusi (oh yeas, skill lebay saya kembali). Hal ini juga I mean seriously man, look at that thigh on the short jeans didukung dengan suplemen serial (DVD special, manga) yang semuanya akan mengambil setting di tengah-tengah (era antara season satu dan dua). Saya percaya deliciousss thigghhhhhhs aarghhh must resist to fap minggu depan kita akan melihat episode penutup yang setidaknya lebih memuaskan daripada season satunya. Personally thigghhhhhhhhhs OMG so delicious saya berharap Hei akan tewas bersama Yin, semua kontraktor tewas, mungkin semua doll juga akan hancur, dan Shuoh akan diadopsi oleh Misaki onee-san yang menjomblo selamanya.

Oh tidak suara piano itu
separo jalan

Ya, separo jalan. Hai para Bantorra lovers semuanya, ada kabar baik buat kamu (gaya penyiar radio). Yep, anime edan nan sinting kedua setelah umineko ini ternyata baru akan berakhir di, bukan tiga belas, bukan juga dua puluh enam, tapi DUA PULUH TUJUH episode! Ini benar-benar menyenangkan, karena meskipun durarara terlihat begitu angsteh, vampire bund begitu gory dan okamikakushi adalah hasil kolaborasi ryukishi-07 dan peach pit, tapi saya pikir diantara semua itu tidak ada yang bisa menembus batas insanity sampai selevel anime tentang buku-buku dan orang mati ini.

Young Hamyuts, I was like OMGOMGWAWAWAWA XD~~~~~~~~~~
more or less the same reaction like those fangirls when watching that Edward Cullen dude

and..

..then

finally..

OMGWTF?

Regarding soal episode ini sendiri, sekali lagi saya dibuat O_______________________O setelah menonton. Masa lalu Hamyuts, affairnya dengan Mattalas (atau siapalah namanya itu), lalu karakter Hamyuts sendiri. Ah, wanita memang sebuah misteri.





2 comments:

Fallendevil said...

nyakakaka bantorra kali ini membuat saya yakin bahwa anime ini pengganti kegemblungan umineko. ya, akhirnya saya mengakuinya XDD

Neohybrid_kai said...

semoga bakal ada op dan ed baru X3
tapi Ali Project udah sangat pas buat OP nya dan kayaknya nggak ada artis lain yang lagu-lagunya cukup sableng untuk jadi opening song anime ini

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime