Friday, August 7, 2009

P-P-Padahal saya sudah menyiapkan sepuluh juta ribu milyar macam sumpah serapah untuk menyambut episode ini, tapi... tapi... TAPI..............

0 comments
PUNCHLINE NYA MAAAAN, PUNCHLINE DI ADEGAN TERAKHIR INI, DI ADEGAN TERAKHIR INIIIIIIIIIII

Warning: postingan ini terlalu lebay untuk dipajang full di halaman utama

LANGSUNG SPEECHLESS, BENAR-BENAR SPEECHLESS SAYA. ADEGAN INI TIDAK ADA DI NOVEL, KAN? DAN KYOANI.. KYOANI.. OHDAMN YOUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU. PENDERITAAN DELAPAN EPISODE TROLL INI.. ENTAH KENAPA.. ENTAH KENAPA TERASA LUNAS TUNTASS TAS TAS TAS. SEMUA TRACK-TRACK BGM KEREN DIOBRAL SERIBU TIGA, ADEGAN-ADEGAN FULLY SIMBOLIC DAN OHHHHHHHHH TERNYATA MEREKA MASIH BISA BIKIN KUALITAS SEGINI?!!! TAPI KENAPA?? KENAPA DENGAN DELAPAN EPISODE YANG BAGAI MENCABIK JIWA SUKMA DAN RAGA. BLAAAAAAAAAAAHHHHHH!!1111

"Tungguuu..." kata sang gadis. Awan putih musim panas bergerak dengan enggan. "Aku..." Langit biru luas membentang. Debur ombak. Pasir yang panas. Semuanya serba menyilaukan. Angin berhembus menyapu lembut pucuk rerumputan. Di sebuah kamar yang penuh dengan aroma musim panas, lonceng angin berkelinting, iramanya masih tidak berubah. Masih tetap sama dengan yang pernah ia dengarkan selama bertahun-tahun, meskipun, entah kenapa, setiap tahun, bunyi lonceng itu terasa semakin menyakitkan. Pria itu sekali lagi menghela nafas panjang, "Musim panas.. adalah musim yang paling menyedihkan..."

"...Tapi seharusnya kamu tahu, 'kan?" kata gadis itu. "Tapi kan...". "Jangan membantah! Memangnya siapa ketuanya, hah?" Semua orang yang ada di ruangan itu tertawa.

"Sruup.. sruupp" dengan gaya kasualnya yang tak pernah membuatku bosan, dia menghabiskan minumannya. Bunyi hentakan gelas yang menimpa meja membuyarkan lamunanku. "Terus?" tanyanya dengan wajah dan tatapannya yang sudah menjadi terlalu familiar. Aku meremas kepalan tanganku di bawah meja erat-erat.

Dan hujan. Entah kenapa tiba-tiba hujan turun dengan deras, mengguyur semua yang ada di kota ini. Kami yang masih berada di tengah perjalanan akhirnya memutuskan untuk berteduh di pinggiran sebuah toko kue. Dia masih terdiam. Dia tidak berbicara satu patah kata pun.

Dengan sedikit ragu aku memalingkan wajah. Tidak, ini bukan langkah yang tepat sebenarnya. Bagaimana kalau dia tahu jika aku saat ini meliriknya? bagaimana kalau kami saling bertatapan? Setelah itu semua? entah kenapa tiba-tiba hujan saat itu terasa sangat lama sekali.

Tapi dia tidak menatapku. Matanya yang bening menatap ke arah seberang jalan dengan pandangan yang sampai sekarang aku masih tidak mengerti. Mungkinkah dia kesal? Mungkinkah dia sedang memikirkan kejadian tadi? Mungkinkah dia... Apa yang saat itu ada di dalam benaknya? Lalu saat itu, entah kenapa, aku dengan sangat bodohnya berkata..

BASIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!! wakakakakakakak, udah ah diary fanfic nyaaa, sini bayar yang mau baca terusannya, bayaaarr XDDD

...lalu sang dewi memberi pemuda itu takoyaki. "Ambillah," kata dewi itu, "kalau cuma satu tidak apa-apa". Lalu pemuda itu memakan takoyaki itu, dan dari tangannya keluarlah cahaya yang semakin lama semakin terang, berpijar melingkupi mereka. Pemuda itu lalu melepaskan cahaya itu ke angkasa dan terbentuklah matahari. Sang dewi lalu melemparkan takoyaki dan terciptalah planet-planet yang mengitari matahari tadi. Saus takoyaki yang mengalir akhirnya menjadi bima sakti dan remah-remahnya bertaburan menjadi bintang-bintang. Kemudian mereka pun berciuman. Lalu dari pasangan itu, lahirlah manusia pertama yang hidup di Bumi.

ENDLESS EIGHT: TAMAT

(credit rolling diiringi lagunya Yiruma dan OST-OST drama korea yang saya dengerin selama nulis portingan ini, LOL, sekarang tau kan kenapa saya bisa menulis paragraf seperti di atas).

MORAL: Moral cerita ini sesungguhnya sangat sederhana. Jangan pernah menunda sesuatu yang harus, dan menjadi kewajiban, untuk dilakukan. KyonAni sebenarnya juga telah memberi petuah tentang ini lewat karya mereka sebelum ini, yaitu K-ON. Plz don't say u're lazy. Dengarkan baik-baik, wahai kawan, datte hontou wa crazy deshou? Ah, tapi otaku memang tidak akan pernah belajar. Mereka akan tetap saja males, ya nggak? iya dong, saya aja iya, apalagi anda? HAHAHA (disclaimer: ketawa ini ©Mbah Surip)

omake

Screencap ini sebenernya yang paling saya suka kalo menyangkut pakaian Haruhi, tapi sayang tidak kepake karena saya blank ide mau dikomentari apa (yang nyambung dengar paragraf di atas).

0 comments:

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime