Wednesday, July 1, 2009

Transformers dan Coraline

3 comments
Beberapa hari yang lalu saya diajak, ralat, lebih tepatnya temen saya ada yang punya rencana nonton film dan saya (adalah satu dari sekian orang yang) ditawari untuk ikut. Melihat judul post ini tentunya tanpa saya tulis lebih dulu anda pasti sudah bisa menebak film apa yang ditonton oleh temen saya. Kalau tidak salah memang hari dimana saya nonton itu adalah hari pertama premier dalam skala global, dan entah apa yang ada di pikiran temen saya itu, mungkin dia lagi pengen merasakan bagaimana rasanya jadi target pasar mainstream selama sehari sampai rela antri tiga jam buat dapet tiket (dan mengabadikan dalam bentuk foto bagaimana antrian yang padatnya mungkin sama dengan konsentrasi leecher banding seeder saat sub episode K-ON yang baru dirilis oleh CoalGuys). Bukan hal yang buruk sih, menurut saya, bisa jadi pengalaman sekali seumur hidup. 15k sendiri sebenarnya bukan jumlah yang sedikit dalam APBN saya jika hanya dipakai untuk nonton film, tapi mengingat saya cuma nonton cinema satu atau dua kali dalam setahun jadi tidak mengapa. Alibinya kali ini... yah, seperti biasanya, kalau untuk level cinema sebaiknya memang dipakai buat nonton action, karena gambarnya gedhe dan soundnya memang mantap. Alibi kedua, karena durasi filemnya dua setengah jam, lumayan lama dan saya pikir sebandinglah sama duit yang keluar (bayangkan kalo anda nonton Dragonball Devolution yang cuma sejam) jadi, ya.. begitulah.

Saya tidak akan menulis banyak soal filmnya sendiri. Adegan CG dan action yang luar biasa bertebaran di mana-mana, ditambah dengan adegan CG dan action yang luar biasa bertebaran di mana-mana dan adegan CG dan action yang luar biasa bertebaran di mana-mana. Mantaplah pokoknya. Grafis dan sound effect nya. Plot? wah jangan ditanya lagi. Parah deh. Banyak maksanya. Drama? waduh, jauh. Bahkan serial paling underdog nya J.C staff aja masih lebih dramatis. Ya itu tadi lah pokoknya, adegan CG dan action yang luar biasa bertebaran di mana-mana. Gambar berikut menjelaskan tentang film yang saya tonton dengan cukup akurat.

this picture sums it up

Lanjut ke review berikutnya, ini baru yang menurut saya movie yang fantastis. Coraline, diadaptasi dari novel karya sang maestro Neil Gaiman, masterpiece ini hampir lolos dari radar kalau saja saya tidak dikabari (dan dipinjemi cd rentalannya). Jadi plotwise, tentu tidak perlu dipertanyakan lagi.

Grafis, absolutely stunning. Bagi yang mencari horror mungkin akan sedikit kecewa dengan intensitas kengeriannya, tapi film ini fokusnya memang bukan ke arah situ. The strange, beautiful, morbid, elegant, phantasmagorical, dan ah entah istilah apa lagi yang harus saya pakai untuk menggambarkan dunia Coraline. Mulai dari setting, lightning sampai pada detail pernik ware dan utensil. Untuk penggemar arsitektur diluar nalar ala wonderland atau tartarus nya P3, bisa dibilang the entire realm of otherside is a big erotic fanservice.

Karakter Coraline sendiri menurut saya cukup moe (is now the era of 3D tsundere?) I know there's something wrong with me but everytime I see that unbalanced smirk its just awwww (maybe its the teeth, damn you chara designer don't add more fuel). Bicara soal detil (dan kembali ke fanservice), ini yang menurut saya bagaimana visual service yang seharusnya diaplikasikan. Transformers memang keren efek saat transformasinya, detil, tapi terlalu cepat, dalam beberapa detik mata penonton dijejali adegan yang berhamburan dan proses yang bertubi-tubi sampai tidak sempat fokus dan tahu-tahu, eh sudah jadi, tahu-tahu, eh sudah meledak, bagian mana menjadi apa, siapa kena serangan di mana dari siapa, semua terlalu cepat untuk diresapi dengan indera optis. Mungkin memang saya yang tidak cocok dengan tipe eye candy seperti itu, saya pengen menikmati detail saat transformasi Optimus Prime atau saat entah siapa itu namanya yang berasal dari gattai nya kendaraan bangunan, tapi, wait wait, what? eh? dan jreng jreng sudah selesai. Bandingkan dengan adegan pembuka Coraline dimana proses rebuild sebuah boneka ditampilkan dengan detail dan pace yang sangat comfortable untuk ditonton. Adegan mice circus nya? menawan. The other garden? orgasmic.

Nooo, not that smile again.. arghhh +_+

Lalu musiknya, ohmygod, musiknya. Dari scene pertama film ini mulai, aura background musicnya sudah langsung meresap. Fairytaletastic, dreamy, menghanyutkan. Overall, anime, eh, film ini, definitely recommended untuk dicoba, auranya masih sangat bersahabat dengan fans anime, dan anda juga tidak akan kehilangan harga diri karena harus memakan junk food seperti Transformers 2 (dan 3, karena saya yakin bakal ada yang ketiga).

3 comments:

Hyu Zen said...

Wew, ya hurt my prime.

Mungkin Anda hanya kenal transformers dari movie"nya aja,
Coba deh liat dari versi anim jadulnya tahun 80'an sampe skarang, gaya transformasi tak pernah lebih dari 2 detik (Cybertron Agreement ^^)
Memang klo liat dari anim / movie, kita ga bakalan tau detilitas dari bagian apa dipindahkan kemana, tp klo Anda punya mainannya,
<-- kolektornya semasa muda dulu ><
Anda akan tau prosedur yg baik & benar utk merubah Starscream menjadi jet tempur yg gagah,
Saya rasa klo tahap" transformasi diperlambat yg akan Anda lihat tak lebih dari Megazord yg sedang ganti onderdil ... ><

Klo soal ATK speed & pencahayaan saya setuju,
CG yg keren harus bertanggungjawab, artinya : Berilah pencahayaan yg memadai agar penonton dapat menikmati setaip detil metal yg membungkus tubuh para decepticon, bukan digelap"kan untuk menutupi cacat skill pembuat grafisnya.

Wah torrentnya dah kluar d pirate, donlot ahh
=b

Neohybrid_kai said...

LOL, saya cuma nulis opini saja bro, I see your view soal transformasion. Point taken.

>Klo soal ATK speed & pencahayaan saya setuju,
Yep, banyak adegan2 keren yang jadi suck di Persona anime hanya karena karakternya suka banget doing it in the dark, nyebahi, desain persona yang keren jadi terbuang sia-sia karena gak bisa diliat dengan jelas (hal yang sama juga berlaku untuk ero?)

Kencana said...

Coraline, ya? Saya sering salah nyebut namnaya jadi Caroline. Sejauh ini saya cuma baca novelnya aja, belum sempat nonton kartunnya.

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime