Monday, July 20, 2009

Sedikit prologue sebelum rilis

0 comments
There are three titles this season that got me interest in translating. Ketiga-tiganya superb, sangat pas dengan selera dan punya kualitas yang bisa dibanggakan, ralat, diumbar lebih dari sekedar anime biasa di mata orang-orang mainstream yang peduli dan otaku-otaku yang bersahabat. Kenapa saya memakai istilah demikian? well, karena pada dasarnya saya memang membuat sub ini lebih untuk kesenangan pribadi. Dan mereka yang punya kegemaran yang sama. Either otaku yang bisa mentoleransi bahasa bangsa sendiri atau penghuni arus kuat yang menaruh minat dengan anime-anime di luar judul pasaran. Para elitist yang 90% ludahnya hanya untuk memprotes silahkan go away, my translation is very sucks, hanya akan membuang waktu saja menontonnya.

Kembali ke soal pilihan, saya aslinya memang hanya menargetkan satu judul, dan itupun sebenarnya sudah dibooking oleh Spice and Wolf II kalau animenya tidak mengecewakan (dan ternyata memang iya). Namun, siapa yang menyangka jika karya SHAFT musim ini sangat mempesona dan Umineko ternyata lebih "sarno" (istilah di desa asal saya untuk menyebut orang gila; sarno = SARape keNO) daripada Higurashi?

what I watch...

Oh, betapa ini adalah sebuah dilemaaa (pinjam gaya bahasa lebay nya Umineko). Bakemono punya gaya visual yang romantis dan "sakit" (kalo harus memakai analogi mungkin seperti gabungan mimpi buruk dan mimpi basah, wakakakak). Horo punya atmosfir percakapan yang bertata krama, dengan sentuhan klasik yang nostalgis dan padang rumput yang luas, aroma tanah yang basah dan langit biru cerah, dengan semilir angin yang berhembus tanpa panas karbondioksida (tempat paling nikmat untuk berbulan madu, or so I thought). Dan Umineko, ah saya sama sekali tidak mengira jika settingnya bergaya sinetron dengan wanita-wanita anggun dan tingkat ke-lebay-an yang luar biasa. Dan lagu ending yang sangat amat keren. Oh, pilihan yang susah, pilihan yang susah (halah).

what I expecting...

Akhirnya saya putuskan untuk mendrop Bakemono, karena lebih banyak percakapan yang berbasis pun (baca: plesetan) dan banyaknya teks dipadu gambar yang malang melintang sepanjang episode, membuat beban mental translator semakin berat. Horo tetap saya ambil karena, oh God, season dua ini benar-benar sangat hot, lebih keren daripada season satunya. Meski demikian, lagu op dan endingnya terdengar sama sekali tidak keren di telinga saya, jadi saya tidak ambil peduli untuk mensub bagian opening dan ending. Saya awalnya cukup ragu untuk mengambil Umineko juga, karena secara-gw-blom-maen-gamenya-gt-loh, tapi untunglah ada somebody yang sudah membaca sound novelnya, dan bisa dimintai tolong untuk memberi masukan dan pertimbangan sehingga translasi saya (sejauh yang saya yakin) bebas dari ketidaksinkronan. Ok, that said, kepada para pembaca yang budiman, jika ada yang berminat untuk membuat sub indo (yang berbahasa indo, karena kouhai saya yang koplak namun semangatnya saya akui, baru-baru ini mendirikan fansubnya sendiri) ini sedikit list resource yang saya pakai untuk membantu proses translasi.

...what I get

Kitsunekko
Situs di mana anda bisa memperoleh subtitle. Karena saya termasuk orang yang tidak sabaran, anime-anime prioritas atas seperti Haruhi, Horo dan Bakemono selalu mendownload raw nya terlebih dulu. Situs ini adalah opsi terbaik untuk menonton fansub tanpa harus mendownload ulang ketika anda sudah mempunyai mentahannya. Jika anda berbaik hati, anda juga bisa menyumbang subtitle yang belum ada dengan menguploadnya di sini.

Wakan
Program favorit saya so far untuk membantu translasi dari Jepang ke Inggris. Lengkap, user friendly dan memiliki fitur untuk mencari kanji dengan cukup mudah pula.

The Sage
The Sage adalah program kamus dan thesaurus untuk bahasa Inggris. Awalnya saya lebih sering memakai ini untuk melihat arti atau mencari sinonim kata-kata dalam bahasa inggris yang tidak familiar. Atau saat harus nulis in English (forum, board, blog). Sangat lengkap, karena selain istilah juga memuat nama orang (yang terkenal tentu saja), nama latin mahluk hidup, istilah-istilah dalam bidang khusus, singkatan-singkatan bahkan slang seperti blowjob dan cunnilingus. Oh dan kadang saya juga memakainya untuk bermain anagram saat iseng.

Kamus
Bukan kamus yang itu, meskipun saya juga memakai kamus "offline". Kamus adalah program kamus (ya iyalah, masa program untuk membuat jus duren) yang mensupport translasi indo ke english and vice versa. Cukup komplit dan hasil terjemahannya kadang disertai dengan contoh kalimat atau istilah sehingga kita tahu konteks mana yang harus dipakai.

Kateglo
Ini situs yang paling bagus untuk membantu translasi menurut saya, terutama jika anda harus berurusan dengan istilah-istilah yang tidak umum. Karena menyediakan thesaurus, anda bisa memperoleh sinonim dari kata yang ingin diartikan. Dan yang paling mengasikkan adalah setiap kali search hampir pasti result yang dihasilkan akan mengagetkan anda akan arus modernisasi yang telah meng-amnesia-kan kita akan kata-kata yang telah lama terpendam dalam ingatan. Misalnya untuk magic, yang saya artikan sihir, ada sinonim lain seperti, tenung, teluh, santet, wisaya dan ilmu hitam. And, meskipun in the end yang saya pakai tetap saja "sihir", demo kore wa chotto omoshiroi to imasu (bagus kan bahasa campurannya).

0 comments:

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime