Monday, July 6, 2009

Review Musim Panas '09 (bagian satu, mungkin)

0 comments
Welcome dan selamat datang di acara mari mereview anime season musim panas 2009 bersama saya, pembawa acara yang kalian cintai, Neohybrid_kai. Silahkan mengambil tempat duduk, atau tempat tidur, tergantung di mana anda sedang mengakses blog ini, dan mencari posisi (bukan posisi yang itu) yang nyaman, karena postingan ini akan cukup panjang. Jika perlu, ambilah snack serta minuman karena tidak ada yang lebih menyenangkan di dunia ini daripada ero membaca sambil ngemil.

Sebelum kita mulai, kita singkirkan dulu yang dirasa tidak layak review

Needless
opening: GAR, isi: ...ya gitu deh, ending: WHAT THE??
Ini beneran MADHOUSE punya?

Canaan



Satu-satunya scene yang saya inget dari duapuluh menit episode pertamanya. Efek BeeTrain yang ikut bantu-bantu langsung terasa jika anda menghitung berapa banyak peluru dan orang pegang senjata di anime ini. Selebihnya, biasa. Slot dar der dor season ini sudah cukup terisi oleh Phantom.

Ok, apakah anda sudah siap? mari kita mulai.


Kita awali dengan series yang baru saja saya tonton episode terakhirnya,

Ristotante Para Om-om

ReviewSummer09
Claudio: "Lah? Gw salah apa coba?"

Ah, anime ini, akhirnya berakhir sudah. Seperti dugaan saya, Ristorante selesai di episode 11, jumlah yang sama persis dengan Bartender. Seperti dugaan saya pula, endingnya hanya akan seputar rahasia Nicoletta sebagai anak sang madam yang punya restoran, dan hubungannya dengan Clau jii-chan yang, paling juga, cuma bakal maju dikit. And yep, ternyata memang begitu.



But that doesn't mean that the ending sucks, beberapa dramatic sparkling scene di episode ini cukup impactful (yes, I'm talking about the ring). Anime ini, sebagaimana Bartender, adalah anime yang mempunyai auto reflect anti trolling di blog ini (anda ingin memancing keributan dengan penulis? try saying Bartender SUCKS, and there shall be bloodshed).


Om-om yang di belakang: Udah, Kek, sikat aja.

Rispara adalah anime yang akan jarang ditemui dalam beberapa season mendatang (kecuali selera fans cewek mengalami evolusi mendadak), auranya yang kalem namun tidak bikin ngantuk, deretan karakter yang mature (baik fisik ataupun mental, tapi terutama fisik) dan, not to mention, food porn. Kombinasi ini memang jarang hadir namun sekali hadir jarang sekali ada yang gagal meraih perhatian fans niche nya. Oh, hampir lupa, di postingan akhir tahun Tabikarasu, saya menyebutkan soal wish list 2009 yang isinya anime yang ingin saya lihat di tahun ini;

satu) anime yang seperti geass, full koplak dan bikin ngakak
dua) battle royale yang emo+angsteh ala noein ato red garden
tiga) philosophical urban slice of life
empat) drama yang sangat drama

Rispara definitely telah memenuhi harapan saya untuk nomer tiga. Sedangkan Eden cukup memenuhi harapan pertama. Kalau Clannad Kyou arc bukan sebuah OVA mungkin nomer 4 saya bilang sudah terpenuhi juga. But we're still in the middle of the year, masih ada dua, atau bahkan tiga musim yang mungkin menyimpan banyak judul-judul yang akan menjadi epic.


Congratulations, You get GOOD END.
Waktunya NEW GAME dan mencoba buat
dapetin ending karakter ojii-chan yang lain, right?


Heei, waittaminute, saya tau font itu. Yang dipakai buat tulisan Ristorante Casetta Dell' Orso. OHLOL. Coba search font Eras kalo tidak percaya.

Sekarang kita beralih ke anime yang juga masih berasal dari season semi yang sekarang sudah memasuki setengah dari total episodenya, yang masih saja tetap dipenuhi oleh wajah-wajah nan emo dan separo waras. Ya, benar sekali, Pandora Hearts

Pandora Hell


HOOOOOAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRR
RRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGRRRRRRRRRRRR
RRGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHH
HHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH


Alice saayaaang, lama banget sih dandanny---


OHHHHHHHHHH SSSSSSSSSSSHHHHHHHHHHHHHHIII---------------------


WHAT THE FUUUUUUUUUUUUU??


OH NOEZ MY GIRLFRIEND IZ DEADD


WITH A SCISSORR OHWOW SO HARDCORR


AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA


UHUHUHUHUHUHU


WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI... WATASHI...


HAHAHAOHWOW


Hello, mai name isu maddo hatter. I'm is chain BIG.
AI WILL PENETRATE YU


NEXT EPISODE: InsaneBatShit Jakkku Bazariuso bondage mai Alice. Oh dam you, Jakku. Daaamn you.

Btw lagu endingnya sekarang sudah ganti. Tapi jelek. Sumpah. Jelek. Banget.

Mari kita tinggalkan Pandora Hell untuk sedikit mengembalikan level sanity dan beralih ke deretan judul-judul baru yang sudah mulai tayang. Kita mulai dari yang OVA dulu, Saint Seiya Lost Canvas

SAINT SEIYA ILANG KANVASE

Sebenarnya, saya sendiri agak merasa aneh dengan judulnya. I mean, kalo kanvas hilang kan tinggal beli lagi. Beda urusannya kalo yang ilang kanvas yang udah dilukis. Bete kan kalo udah melukis susah-susah terus hilang dan harus bikin lagi dari awal. Tapi kalo begitu nanti judulnya jadi Saint Seiya Lost Painting atau Saint Seiya Ilang Lukisane.


Hi. My name is Hades. I have awesome hair.

Tapi akhirnya saya dong kenapa judulnya begitu. Apparently karena sang Hades di sini adalah seorang shota, dan dia suka sekali melukis. Dan semua model yang dia lukis akan mati (untung dia tidak melukis gadis tanpa baju).


Saya suka anime ini karena ada Pandora. Untunglah di versi ini Pandora-nee tetap tidak kecipratan efek moe. Masih dengan rambut panjang dan warna gaun yang seperti iklan shampoo dan conditioner (membuat rambut panjang berkilau tanpa ketombe). Pada intinya, anime ini memang iklan shampoo, karena bahkan karakter cowok pun lebih banyak yang berambut panjang (yang lembut dan mudah diatur enak jatuhnya ..dst).


Dan straight shota tentu saja. Chuuu~~
Btw jarak umur mereka lebih dari 100 tahun.. mungkin.


Athena, di sini bukan Saori, tapi Shasha. Namanya mengingatkan saya pada... seorang... karakter dari eroge yang grafisnya luar biasa, Ichikawa Saasya (ups, now you know siapa tokoh yang mendapat kehormatan untuk menjadi banner blog ini). Btw saya tidak suka Athena yang ini karena loli, tapi sepertinya di episode depan sudah tidak loli lagi.


Pak, boleh minta ganti, nggak? saya pengin yang Phoenix, soalnya bisa ngeluarin api. Sama terbang-terbang gitu deh.


Ada yang memperhatikan Seiya, eh, Tenma yang awalnya memakai baju putih tapi saat ber-henshin tiba-tiba bajunya jadi merah? sepertinya selain sebagai armor, pakaian saint juga mengandung zat pewarna pakaian.

verdict: ambil, tentu saja. Straight shota, overemotional rival antagonist, overeactional shounen protagonist. Dan tentu saja, Saint Seiya gitu lohhh.


Dari shounen yang membara kita beralih sejenak ke anime dengan aura kalem (tapi tanpa ojii-san).

Aoi Hana (Bunga Biru)
maaf saya tidak berani memplesetkan judul di atas, bukan karena saya berada di bawah ancaman, tapi karena anime ini memang tidak pantas untuk ternoda (halah, opo seeh).

Kenichi Kasai, sang sutradara dari studio J.C staff yang bertanggung jawab atas sumpah serapah dan kemana perginya tissue-tissue di kamar saya sehubungan dengan Honey and Clover dan Kimikiss Pure Rouge (beliau juga mensutradari Nodame Cantabile anime tapi saya nggak nonton versi animenya) kembali menyutradarai anime drama (yang berarti bisa dipastikan akan kualitas esmosionalnya). Kali ini, diadaptasi dari manga, sebuah cerita slice of life yang beraroma yuri, Aoi Hana.


Yang paling membekas bagi saya saat pertama mem previewnya, adalah opening klipnya yang sangat, ralat, amat sangat keren sekali. Lembut, naif, sensitif. Namun ceria, positive dan menentramkan. Ada kekuatan yang tidak bisa dijelaskan saat saya menonton opening anime ini , suatu potensial power yang sangat kuat untuk membangkitkan kembali sensasi "first love and then" yang, yah tahu sendirilah kalo sudah pernah ngalami. Sekali lagi, saya tidak bisa menjelaskan dengan tulisan, jika anda tidak berminat dengan anime ini, saya sarankan untuk tetap mencoba menonton openingnya. Aoi Hana, kalo saya prediksi mungkin akan kurang lebih setara dengan karya-karya Akemi Hayashi (Bokura ga Ita, Fruit Basket) hanya kali ini tersaji dengan flavour yuri.

Sekali lagi, man, openingnya.

verdict: ini pilihan yang cukup sulit, dengan mindset sekarang saya tidak begitu into yuri. FYI saya nonton Marimite untuk atmosfir elegant nya, bukan Yuri. Lagipula tidak seperti Marimite, komposisi yuri di Aoi Hana akan di atas sekedar undertone. Saya sekarang lebih suka drama dimana saya bisa me-relate dengan kondisi protagonistnya. Sementara di dalam yuri hal tersebut tidak mungkin tereksekusi karena tokoh utamanya cewek (you know I can't never understand a girl's thought pattern). Lagipula Makoto Shinkai telah membuktikan bahwa eksistensi karakter protagonist cowok yang romantis dan feminim bukan hal yang mustahil. On hold untuk sementara. Kemungkinan tidak akan di drop karena temen saya yang yuri enthusiast berhasil meyakinkan saya bahwa akan ada pasangan hetero yang cukup tercover di animenya nanti.

Taisho Yakyu Musume

picture unavailable

mohon maaf saya lupa mengcapture gambarnya sementara
animenya sendiri udah keburu di delete, google sendiri yah

Saingan terberat untuk Ristorante Paradiso dalam hal anime yang sesuai dengan sila ke-dua Kemanusian Yang Adil dan Beradab. Jepang, era Taisho, sebelum perang dunia II. Dimana semua gadis masih mengerti apa itu tata krama. Dimana mengenakan seragam sailor adalah sebuah trend baru yang cukup radikal. Dimana mini skirt masih belum ditemukan (oh noez). Ini adalah cerita tentang sekelompok murid perempuan yang ingin bermain baseball. Oh andai saja Itoshiki Nozomu menjadi guru di jaman ini niscaya beliau tidak akan stress dan zetsuboushita melihat degradasi moral dan perkembangan jaman yang semakin edan. Sebagai tambahan, episode satu anime ini mempunyai adegan dengan insert song yang lucu ^__________________________^ dengan lirik yang mendidik berisi pengetahuan sejarah.

verdict: uegh saya paling tidak tahan dengan cewek manis yang berkelakuan baik berbudi pekerti, terpuji, dan pakaian yang sopan selalu riang gembira. IMPOSSIBLE TO EXIST. DROP! SEDROPDROPNYAAA


Alrite, sekarang kita masuk ke salah satu judul yang cukup ditunggu-tunggu (karena diprovoke terus oleh salah satu fans nya).

Umai Neko no Naka Koko ni

Judul anime ini sekilas mengingatkan saya dengan salah satu anime paling fenomenal musim panas beberapa tahun yang lalu. Umai artinya enak, Neko=kucing, Naka= di dalam, Koko= di sini. Jadi secara literal judul anime ini berarti Here is Inside a Delicious Pussy.


and what a delicious meal it is :3

Umineko. Ok, saya tidak tahu apa-apa soal ini, tapi jika sang kreator adalah Ryukishi-07 dan 07th expansion nya, tidak mungkin things will go bad (maksud saya dalam hal kualitas, soalnya kalo dari plot bisa dipastikan things will go bad, reeeeeally baaaad).


Diawali dengan lagu openingnya yang ooooh sooo dramaaaatic, dari detik awal anime ini dimulai saya sudah menduga kalo tante-tante yang ada di dalem lukisan itu pasti ntar bikin masalah, terus bakal ada pertumpahan darah, people died ...dst.


Belum apa-apa, para newbie (seperti saya) akan langsung disetori setumpuk wajah dan nama untuk dihafal. Dan saat saya bilang setumpuk, itu berarti masih akan ada dua, tiga tumpuk lagi nantinya. Untunglah di antara tumpukan tersebut ada cukup banyak karakter onee-san (or, should I say, obaa-san? naah, whichever is fine).

Selain tokoh utamanya yang cukup saya akui seleranya, karakter cowok lain yang menarik perhatian saya adalah ini.


Plz tell me that he's going into a drama with one of the nee-san X3

Bicara soal grafis,


Apakah ekspresi ini...


...mengingatkan anda...


...dengan sesuatu?

Dan ini satu-satunya loli (untuk sekarang) yang muncul.


Saya senang sekali dengan tokoh ini, karena akhirnya ada yang bisa ditroll XDDD terutama karena suara uuuUUUUuuUuuUuuuuUUUUUUuuuuUUUUuuUuuUuUuuuuU nya yang berisik dan membuat ill feel. Spoiled attention-seeking childish brat tidak moe jika diattach pada loli.


Ah tenane?


Ojou-chan, witches don't exist. Bitches, instead, is everywhere.

Episode ini diakhiri dengan petir yang menggelegar lalu zoom-in ke lukisan tante-tante yang awesome tadi, dan, udah. Saya nggak tau lagi apa yang akan terjadi di episode depannya. Lagu enka yang ngerock habis (atau lagu rock yang enka habis?) super kuereen dengan vokal seorang bad ass ojii-san pun mengalun.

verdict: ambil, tentu saja. Tapi karena Umineko bakal panjang, sangat panjang malah (ada yang sampai bilang tiga season, haeee?) saya pikir tidak perlulah terlalu bernafsu untuk menempatkannya pada top list must watch soon as the sub out priority.

Baiklah, sekian dulu yang bisa saya cover. Masih ada Bakemonogatari sebenarnya, tapi akan saya review nanti sekalian dengan Zan Zetsubou yang malam nanti akan saya tonton.

0 comments:

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime