Sunday, July 5, 2009

Clannad Ekstra dan Tsundereisme

0 comments
WARNING: Post ini ditulis dalam keadaan setengah mabuk dan penulis mengalami sedikit gangguan mental setelah menonton episode ekstra Lacnad Kyou Hen. Meskipun kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan namun susunan dan tata bahasa dalam post ini tidak ditujukan untuk konsumsi sebagian besar manusia bumi. Harap dipertimbangkan sebelum anda mengakses lebih jauh.

Oh... when the day is blue
I'll sit here wondering about you
and how the pollen fell
all around your face in strange yellow patterns

...and when the morning came
the bees flew down and
wrapped themselves around me
and that's when I spoke the word
to have them trace your face for me in pollen

but I wasn't prepared for this...
no, I wasn't prepared for this

DAMMIT KYONANI geneyo kowe iso nggawe drama koyo ngene!!!??
Harusnya Clannad diplot Heaven or Hell ala Kimikiss aja animenya then you
can be The King of Troll and
The Queen of Drama!! AWSOEMM!11111ONEEOENELEEVN

Menurut salah seorang tetua di animesuki, tsundere adalah sebuah kombinasi artifisial baru yang tercipta karena tuntutan perkembangan archetype karakter modern, berikut terjemahan postingan beliau;

pembukaan
Tsundere pada dasarnya adalah perombakan ulang dari keklisean pribadi satu dimensi pada karakter anime. Penonton anime pada umumnya telah terbiasa dan dibiasakan untuk membagi karakter sebagaimana halnya sistem taksonomi berdasarkan kepribadian. Sebagian besar dari dasar pengkategorian ini lahir pada saat awal era simulasi kencan, dimana perbedaan pribadi antar tiap karakter masih sangat tajam dan kepribadian buatan juga masih sedemikian kaku. Karakter-karakter tersebut hanya memiliki satu sifat yang mendasar dan dominan, yang bahkan untuk mempertegas wacana tersebut dibuatlah rambu-rambu dan garis-garis besar tata cara untuk memperkuat imej dan karakteristik sebuah tokoh. Misalnya sehubungan dengan warna dan gaya potongan rambut, ukuran lingkar dada, ragam pakaian yang dikenakan, gaya bicara, dan sebagainya. Hal ini disebabkan karena target pemirsa dari acara-acara tersebut adalah mereka yang masih terlalu muda, dimana mereka masih tidak mampu memahami kompleksnya emosi, perasaan, dan karakter yang ada dalam hubungan antar manusia di dunia nyata, sehingga muncul kebutuhan untuk penyederhanaan akan karakterisasi ke dalam satu macam bentuk yang solid jelas dan tidak rancu untuk sebuah peran.

isi
Akan tetapi, setelah melewati masa-masa yang cukup lama, munculah kebosanan akan kesederhanaan sifat tunggal, dan inilah yang mendorong dan menginspirasi era terciptanya tsundere. Tsundere adalah pribadi satu dimensi dikali dengan dua. Tsundere adalah sebuah pribadi tunggal di satu waktu, dan pribadi tunggal yang lain di saat lainnya. Ini adalah sebuah cita rasa baru yang lahir dari penggabungan akan dua unsur, meskipun tetap tidak akan merubah fakta bahwa pribadi buatan ini adalah sebuah kekosongan yang tidak berjiwa. Karena terbentuk dari dua unsur pribadi dasar yang sifatnya tidak melarut, maka tetaplah tidak sukar bagi target pemirsa untuk mencerna karakter tersebut.

kesimpulan dan penutup
Saat ini kepopuleran tsundere adalah sebuah trend baru yang muncul karena inovasi. Masa kejayaan tsundere sebagai sifat turunan suatu saat bisa bergeser atau bahkan terganti apabila sebuah kombinasi atau penemuan baru dalam karakterisasi ditemukan. Anggapan yang menyatakan bahwa sebuah tsundere memiliki keunikan dan pribadi yang kompleks tidaklah tepat. Karena tsundere pada dasarnya hanya terlihat kompleks namun senyawanya masih dapat diuraikan dengan mudah kembali menjadi unsur-unsur pribadi dasar.

Bagi yang tidak paham kenapa saya menulis semua paragraf di atas, ya, itu sinisme. Apakah saya setuju dengan pendapat di atas? tentu saja... tidak. Teori di atas memang benar, namun hanya berlaku pada tokoh stereotype dimana karakter hanya dibuat dengan keterbatasan kepribadian atau lingkungan cerita lah yang membatasi kepribadian karakter. Bagaimana jika situasinya lebih rumit? jika masalah yang dihadapi karakter lebih dari sekedar "I like him but I don't want to admit it"?

Konsep tsundere lahir dari sebuah dunia dimana semua fenomena karakter adalah tunggal. Sedangkan pada kenyataannya, setiap pribadi adalah majemuk. Jika memang benar tsundere adalah karakter majemuk buatan, maka konsep ini bisa berlaku IRL atau dengan kata lain semua cewek adalah tsundere (dan memang iya). Let's just face it, semua cewek pada dasarnya adalah tsundere. Jika dia tidak terlihat demikian, berarti
satu) dia bukan type orang yang mempunyai kepribadian terbuka, atau
dua) level anda di matanya dianggap tidak mencukupi bagi dia untuk memperlihatkan persona yang sebenarnya.

Siapakah para tsundere yang telah teruji bahwa mereka termasuk dalam BTB (Bukan Tsundere Biasa, sorry for the very lame pun)? yang menembus batas stereo gabungan dua pribadi tunggal? Sejauh ini di mata saya (baru) ada tiga. Suzumiya Haruhi, Kenrou Horo, dan (setelah menonton episode ekstra ini) Fujibayashi Kyou.

Badmood nya Haruhi kadang disebabkan oleh Kyon. Namun salah besar jika Kyonlah satu-satunya yang menyebabkan bad mood nya Haruhi. Seperti premis ultimate dari serial ini, because Haruhi wishes so, ya, Haruhi bete karena dia menginginkannya. Demikian juga dengan dere-dere modenya. Kyon, meskipun dominan (perannya maksudnya, karena siapapun tahu kalo HaruXKyon, bukan KyonXHaru) namun Kyon hanya salah satu dari unsur yang mempengaruhi Haruhi. Semua berputar dengan Haruhi di pusatnya, namun Haruhi tidak berputar dengan Kyon di pusatnya. Kebanyakan orang menjadi delusi setelah episode terakhir season satu, padahal itu hanya mimpi dan sampai sekarang di novelnya antara Haruhi dengan Kyon tidak terjadi apa-apa kecuali pernah mimpi saling berciuman.

Horo. Sang Kenrou ini tidak menjadi tsun dan dere karena dia menyukai Lawrence. Horo menukar kelonggaran barrier psikologisnya dengan menerima rekan seperjalanan, sebagaimana Lawrence menukar guard dan security nya dengan "letting off his true face". Hanya itu, tidak lebih. At least that's what I feel with the show.

Dan Kyou? berbeda dengan dua kasus di atas, Kyou sejak dari awal memang sudah menyukai Tomoya. Tapi jika kita lihat dari sisi plot dan progressnya di episode ekstra ini, anda akan memahami jika fase tsun dan dere tidak sesederhana yang terlihat di anime tv seriesnya. Kompleksitas yang muncul akibat perasaannya dengan Tomoya, lalu dengan Ryou, believe it could drive you almost insane even IRL.

Maaf aku jika kau kecewa/Cintamu bukanlah untuk diriku
Jika memang semua kan jadi cerita/Kutahu kau s'makin terluka
aw aw awwwww
shipping fuel combined with altered scenery; genius, KyoAni, genius...
(translated ke dalam bahasa manusia normal: adegan saat tiba-tiba jadi mendung
ketika Kyou mau mencium Tomoya keren banget)

Tapi jika begini bukankah ganti Kyou yang sekarang merebut Tomoya? Oh no problem, bukankah pada dasarnya semua orang di dunia ini adalah penjahat bagi orang lainnya? Tapi saya merasa endingnya tidak sesederhana yang tampak seperti di atas (HAHA). Sama seperti Tomoyo After, ada aura ominous revelation yang akan terjadi di depan. Afterall, if Clannad is life then surely it won't be ended in happy ending.

Win Episode, almost perfect. Score 9.99999 karena saya berharap ada adegan dimana Kyou menampar Tomoya dengan armor piercing slap.

Bagaimana, dunia tsundere yang sebenarnya cukup menarik untuk ditelaah lebih jauh, bukan?
jawab: bukaaan

0 comments:

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime