Thursday, March 26, 2009

Watashi wa... dare? *ucapkan dengan gaya tokoh utama anime2 filosofis*

10 comments
update: 3 Maret 2010

Well, blog ini sepertinya sudah berjalan cukup lama (liat tanggal post pertama.. ZOMG sudah setahun! *pingsan* lololol lebay~) jadi halaman ini perlu disesuaikan isinya hingga dirasa up to date.

So, anda membuka halaman ini karena ingin tau siapa saya? well, baiklah akan saya beritahu siapa saya. Aku adalah.. insan yang tak punyaaa... cuma rasa cinta membaraa~~~aaa.. Pujangga menyatakan.. oh cinta berhargaaa... dari emas dan SUSUUUUUUU LOLOLOLOLOLOL

Pada awalnya style ngeblog saya tidak seperti ini, benar, karena niche (genre favorit) saya dari dulu (hingga sekarang) adalah serial-serial yang butuh pemikiran mendalam, jadi dulu saya ngeblog dengan aura yang serius, gloomy dan darker than black, kadang dengan wall of text yang tinggi dan berbelit-belit sampe bikin orang bilang, niat banget sih bikin postingan panjang-panjang? well, dulu kadang saya sebel kalo denger orang bilang "niat banget sih lo (tulis kata kerja di sini)" tapi lalu saya sadar kalo cuma orang pesimis yang menganggap kalimat itu sebagai ejekan, karena orang optimis melihat kalimat tersebut sebagai pujian. Itu, dan mungkin juga karena memang mayoritas kita masih males kalo disuruh baca, pengennya nonton, ngobrol, kalo nggak ya dengerin lagu, pokoknya aktifitas yang nggak perlu double processing lah.

Seiring dengan berjalannya waktu, kecuali anda seorang novelist Jepang yang karyanya dianimasikan dalam Sastra Biroe (baca: orang depresi yang akhirnya bunuh diri) maka anda akan mulai melihat banyak hal lewat papan catur yang lebih tertata. Tidak bisa dihindari, hal-hal yang pahit dan menyakitkan akan tetap menimpa anda selama anda masih hidup, tapi tidak selalu, bukan? dan anda juga akan belajar bahwa semua hal bisa dipandang berbeda, tergantung dari angle papan catur mana anda melihatnya (mohon maaf buat yang nggak nonton/baca Umineko series, mungkin anda tidak begitu paham dengan referensi ini, tapi setidaknya anda pasti menangkap apa yang saya maksud). Bisa dibilang hal tersebut berpengaruh pada tulisan-tulisan yang mewarnai (tulisan memberi warna? ah konotasi! eits jangan salah, kan tulisannya merah dan biru) blog ini. Mana yang lebih enak? anda mengalami tragedi dan melihatnya sebagai sesuatu yang lucu, menertawakannya lalu membiarkannya berlalu, atau anda memilih memikirkannya terus-menerus, larut dalam keputusasaan dan akhirnya menjadi seperti Eyang Kinzo? well, tentu saja eyang Kinzo juga lucu, tapi.. ya, intinya anda paham yang saya maksud kan?

Tentang lebay (menyanyi: kelebay-an ini~~ janganlah cepat berlaluu~~). Sepertinya kalo soal yang satu ini, itu sudah bawaan sejak saya jadi otaku pengkonsumsi barang-barang non mainstream, dan sebenarnya saya sedikit terbantu dengan tren lebay ini. Anda tahu kan kalau penikmat anime-anime "food for thought" punya kecenderungan untuk lebay? (pernah baca artikel review Dragonball yang mengkaitkan dengan teori-teori reinkarnasi?) dan saya pikir lebay memang bumbu yang sangat pas jika dikombinasikan dengan atmosfer postingan saya sekarang.

Kenapa blog anda bisa sangat koplak sekali? apa resepnya? kadang saya dapat pertanyaan seperti itu. Sebenarnya simple saja. Pertama, anda harus punya pengalaman hidup di dua dunia. Selanjutnya anda tinggal melatih wit atau, kalo istilah gaul jaman doeloe, kemampuan ngocol (pake huruf L please!) anda untuk memandang sebuah fenomena di dunia otaku lewat referensi dunia sosial pada umumnya, dan sebaliknya. Gabungkan dengan sarkasme tentang memandang tragedi sebagai komedi seperti yang saya tulis di atas, serta beberapa joke pervert khas Ikemasen, ojou-sama! dan, BAM! sebuah postingan epic akan tercipta. Oh, tentu saja aslinya tidak akan ada suara bam nya.

Ah, ya. Ngomong-ngomong, postingan ini kurang gambar. Tidak pantas rasanya kalau sebuah post di anime blog tidak memiliki gambar. Anda tau SKJ? senam kesegaran jasmani adalah ritual yang cukup nyebahi di jaman-jaman sekolah dulu (oh ayolah, otaku mana sih yang suka o
lahraga?) nah, jika anda adalah angkatan tua, mungkin anda kenal dengan lagu ini. Ketika saya masih seorang shota yang sangat imut-imut, ada bagian yang sering di "fandub" oleh saya dan teman-teman esde saya. Tepatnya di sekitar 02:03. Bagian tersebut sering dinyanyikan dengan lirik seperti ini. "Lho.. kok ketok? lho.. kok ketok? kathok'e (nama orang yang ingin anda troll) mlotrok" (T/L note: lho, kok keliatan? lho, kok keliatan? celananya (nama) melorot).

Beato: Lho.. kok ketok? lho.. kok ketok? kathok'e Batler mlotrok.
Batora: kowe sing mlotrokke kathokku, BEYATORIIICCCHEEEEEEEEEEE!!!!

10 comments:

Rozzy N Empire said...

Sugoi...Sugoi... I REALLY know what u mean...

Entah mengapa kita interest dengan hal yang sama

Anonymous said...

Kai: hahaha, sepertinya begitu (habis dari blog anda). Introduction post ini juga sepertinya ada beberapa part yang harus disesuaikan, being otaku isn't that much exclusive again now, mainly because of IDWS.

Rozzy N Empire said...

betul tuh bagian being otaku isn't that much exclusive again. gara2 IDWS sama cyber12 gw jadi otaku sepenuhnya wkwkw

waduh udah liat blog kacangan saya?? hahaha

Neohybrid_kai said...

Hahaha, iya dong, menonton anime adalah hak asasi yang sudah dimiliki sejak lahir untuk tiap orang (emang ada UU nya?)

Fallendevil said...

hahaha udah lama banget. inget komen pertama ada dihalaman ini...

Neohybrid_kai said...

hahaha, begitulah

kuroiyuki88 said...

gambar nya lol !!!

btw mampir ke blog saiaH eui awkwakwakawk

*kaboer*

Neohybrid_kai said...

Ok, sudah berkunjung :3

furei kinoko said...

anu~ kok aku gak bisa nge-add blog oujosama yah~ hiung-hitung buat humor ^^

Neohybrid_kai said...

he? nggak bisa gimana? kalau pake blogspot kan tinggal masukin di list nya

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime