Tuesday, March 31, 2009

When you walk the street, watch out for the light balls. It makes the dead walks again!

0 comments
Some of you perhaps have already forgotten with the ending of Clannad, since it doesn't took almost two month just to wait the special episode, unlike what happenned with the first season. Oh wait, I forgot that the ending isn't in the 24th episode, but in the 23rd. Apparently the 24th episode is just a recap that showed another extra ending where Ushio reunited with her father and her mom (though it's only her voice that's remain) . And instead of Ushio, Fuuko died in her place (what? that's not what's actually happenned either? gosh, this anime is harder to understand than Ergo Proxy).

"I sacrifice my Fuuko Card to revive Ushio and summon Ethereal Mother Nagisa!"

So, eventhough I said that I adore AIR with all my life (sadly, I only have one) but just like other noob that said that they love KEY but never play the game, I also stuck with a great feeling of wonder after watching episode 23 (note that when I say wonder it means I really wondering about what the hell does the episode mean) and that's when my friend linked me to the infamous sankaku blog and its post about the ending theory.

So Tomoya is a time traveller, huh? Just like Asahina Mikuru, and does that mean that he may get the Toki wo Kakeru Shounen title now? (oh wait, Tomoya isn't a shounen anymore, so it should be, like, Toki wo Kakeru.. Goshujin?)

TL;DR This picture explains my theory that I believe is the truth


anyone with me?

I think I don't have to say that its the nature of anime itself that makes Clannad goes down from my expectation. I thought that KyoAni will dare to break the norm when taking Clannad arc further into married life. For a bishoujo game adaptation, that's such a breaktru. Because anime is a show with egoist character who has non-existent parents, and ended with just a kissing scene with a girl that after at least 12 eps finally realized her feeling to him, or vice versa. Because when I watch Clannad, I took it in a completely different approachment. AIR was surreal, dreamy and full of childish belief that part of it maybe will never come off from my mind. But Clannad is bright, down to earth and offering possibility to see the world as it is. You may ask, why don't I just watch Disney's movie or western superhero if I want to learn about family and value. The answer is no, because I don't want to be taught by those box office. I grew up along with anime and its the quote of anime that I'll give my ear permission to listen (the only movie that I watch and can say that it's good perhaps is Wall-e; because it has a sekai-kei feel to it.. or maybe just because eve is such a tsundere)

So I guess once again KyoAni just had me like what they did with Haruhi-chan that no matter how much I despise it, I still tempted to see the newest episode of it on Kadokawa's youtube page.

Just for a little additional info, while in the I-forget-what language, they say that Clannad means family, if you make anagram out if it, Lacnnad (laknad), in Indonesian language means "curse" or you can say that its something like baaaawwwww

That's it. Now, enjoy the real Clannad!

superior than KyoAni's.. not in the field of moe, of course
Read more...

Thursday, March 26, 2009

Watashi wa... dare? *ucapkan dengan gaya tokoh utama anime2 filosofis*

10 comments
update: 3 Maret 2010

Well, blog ini sepertinya sudah berjalan cukup lama (liat tanggal post pertama.. ZOMG sudah setahun! *pingsan* lololol lebay~) jadi halaman ini perlu disesuaikan isinya hingga dirasa up to date.

So, anda membuka halaman ini karena ingin tau siapa saya? well, baiklah akan saya beritahu siapa saya. Aku adalah.. insan yang tak punyaaa... cuma rasa cinta membaraa~~~aaa.. Pujangga menyatakan.. oh cinta berhargaaa... dari emas dan SUSUUUUUUU LOLOLOLOLOLOL

Pada awalnya style ngeblog saya tidak seperti ini, benar, karena niche (genre favorit) saya dari dulu (hingga sekarang) adalah serial-serial yang butuh pemikiran mendalam, jadi dulu saya ngeblog dengan aura yang serius, gloomy dan darker than black, kadang dengan wall of text yang tinggi dan berbelit-belit sampe bikin orang bilang, niat banget sih bikin postingan panjang-panjang? well, dulu kadang saya sebel kalo denger orang bilang "niat banget sih lo (tulis kata kerja di sini)" tapi lalu saya sadar kalo cuma orang pesimis yang menganggap kalimat itu sebagai ejekan, karena orang optimis melihat kalimat tersebut sebagai pujian. Itu, dan mungkin juga karena memang mayoritas kita masih males kalo disuruh baca, pengennya nonton, ngobrol, kalo nggak ya dengerin lagu, pokoknya aktifitas yang nggak perlu double processing lah.

Seiring dengan berjalannya waktu, kecuali anda seorang novelist Jepang yang karyanya dianimasikan dalam Sastra Biroe (baca: orang depresi yang akhirnya bunuh diri) maka anda akan mulai melihat banyak hal lewat papan catur yang lebih tertata. Tidak bisa dihindari, hal-hal yang pahit dan menyakitkan akan tetap menimpa anda selama anda masih hidup, tapi tidak selalu, bukan? dan anda juga akan belajar bahwa semua hal bisa dipandang berbeda, tergantung dari angle papan catur mana anda melihatnya (mohon maaf buat yang nggak nonton/baca Umineko series, mungkin anda tidak begitu paham dengan referensi ini, tapi setidaknya anda pasti menangkap apa yang saya maksud). Bisa dibilang hal tersebut berpengaruh pada tulisan-tulisan yang mewarnai (tulisan memberi warna? ah konotasi! eits jangan salah, kan tulisannya merah dan biru) blog ini. Mana yang lebih enak? anda mengalami tragedi dan melihatnya sebagai sesuatu yang lucu, menertawakannya lalu membiarkannya berlalu, atau anda memilih memikirkannya terus-menerus, larut dalam keputusasaan dan akhirnya menjadi seperti Eyang Kinzo? well, tentu saja eyang Kinzo juga lucu, tapi.. ya, intinya anda paham yang saya maksud kan?

Tentang lebay (menyanyi: kelebay-an ini~~ janganlah cepat berlaluu~~). Sepertinya kalo soal yang satu ini, itu sudah bawaan sejak saya jadi otaku pengkonsumsi barang-barang non mainstream, dan sebenarnya saya sedikit terbantu dengan tren lebay ini. Anda tahu kan kalau penikmat anime-anime "food for thought" punya kecenderungan untuk lebay? (pernah baca artikel review Dragonball yang mengkaitkan dengan teori-teori reinkarnasi?) dan saya pikir lebay memang bumbu yang sangat pas jika dikombinasikan dengan atmosfer postingan saya sekarang.

Kenapa blog anda bisa sangat koplak sekali? apa resepnya? kadang saya dapat pertanyaan seperti itu. Sebenarnya simple saja. Pertama, anda harus punya pengalaman hidup di dua dunia. Selanjutnya anda tinggal melatih wit atau, kalo istilah gaul jaman doeloe, kemampuan ngocol (pake huruf L please!) anda untuk memandang sebuah fenomena di dunia otaku lewat referensi dunia sosial pada umumnya, dan sebaliknya. Gabungkan dengan sarkasme tentang memandang tragedi sebagai komedi seperti yang saya tulis di atas, serta beberapa joke pervert khas Ikemasen, ojou-sama! dan, BAM! sebuah postingan epic akan tercipta. Oh, tentu saja aslinya tidak akan ada suara bam nya.

Ah, ya. Ngomong-ngomong, postingan ini kurang gambar. Tidak pantas rasanya kalau sebuah post di anime blog tidak memiliki gambar. Anda tau SKJ? senam kesegaran jasmani adalah ritual yang cukup nyebahi di jaman-jaman sekolah dulu (oh ayolah, otaku mana sih yang suka o
lahraga?) nah, jika anda adalah angkatan tua, mungkin anda kenal dengan lagu ini. Ketika saya masih seorang shota yang sangat imut-imut, ada bagian yang sering di "fandub" oleh saya dan teman-teman esde saya. Tepatnya di sekitar 02:03. Bagian tersebut sering dinyanyikan dengan lirik seperti ini. "Lho.. kok ketok? lho.. kok ketok? kathok'e (nama orang yang ingin anda troll) mlotrok" (T/L note: lho, kok keliatan? lho, kok keliatan? celananya (nama) melorot).

Beato: Lho.. kok ketok? lho.. kok ketok? kathok'e Batler mlotrok.
Batora: kowe sing mlotrokke kathokku, BEYATORIIICCCHEEEEEEEEEEE!!!!

Read more...

Sekarang sumber bandwith sudekat, beta.. OH SHIIIIIIIIIIIIIIIII-------------- overquota? omgwtfbbq??

5 comments
Tepat seperti apa yang kalian duga pada saat membaca judul postingan ini, akhirnya ada internet juga di rumah kamar saya. Di sini saya akan menulis tentang apa-apa saja yang terjadi akhir-akhir ini, bagaimana blog ini hampir terlantar dan beberapa hal yang cukup stupid untuk dibaca namun cukup menghibur untuk tidak dilewatkan.

OK, lets do the bouken deshou deshou!

Sebenarnya semuanya disebabkan oleh alasan yang cukup simple saja, sejak ditemukannya sebuah warnet di jogja dengan speed download yang bisa mencapai 1mbps dan kadang lebih, semua unit downloader dari circle saya langsung beralih menjadi leecher-leecher sejati. Mindset setiap orang langsung berubah jadi download dan download. Semua benda di download. Yang penting, maupun yang nggak, meskipun setiap orang berdalih kalo yang di download (bagi dia) adalah barang penting. Benar, termasuk saya. Mungkin anda bertanya, bukankah mendownload adalah hal yang menjemukan secara teknis, karena tidak ada yang bisa dilakukan saat menunggu? Dengan bandwith yang sedemikian besar, bukankah bisa disisihkan sedikit untuk browsing, blogging, chatting dan sejenisnya? Secara torinya memang iya, tapi yang terjadi tidak seperti itu. Setiap orang, well minimal saya, menjadi terobsesi dengan yang namanya "target". Download yang ini, download yang itu, lengkapi yang ini, replace yang itu. Semakin cepet koneksinya, malah semakin panjang pula targetnya. Tidak ada waktu untuk ngenet di jam-jam rame, karena prioritas bergeser pada "kecepatan download". Menunggu downloadan selesai dengan mendownload benda yang lainnya. Benar-benar masa yang dinamis, cepat dan penuh vitalitas. Kami menyebut era ini dengan nama the age of invention.

Selama beberapa abad kemudian, para otaku di planet kami hidup dalam jaman yang berkecukupan, mendownload benda-benda yang pada akhirnya delete lagi, dan membuang benda-benda yang tidak terdelete kedalam sebuah lingkaran tipis yang sering disebut dengan nama DVD. Semua orang menikmati hasil panenan mereka dan hidup berbahagia, medetashi medetashi..

Namun sebagaimana halnya hidup yang (kata orang) berputar seperti roda (meskipun saya merasa ada orang-orang yang sepertinya tidak akan pernah berada di bawah), the sacred warnet yang ditemukan oleh Columbus-nya circle kami pun mengalami up and down. Atau mungkin lebih tepatnya down, lalu up lagi. Bahkan suatu saat, Waktu down yang terjadi sangatlah lama, mungkin sekitar dua dasawarsa. Kami menyebut era ini dengan nama the dark age (um, bukannya dark age harusnya sebelum invention age yah? eh whatever lah). Thanks God the dark age isn't last forever, karena akhirnya speed warnet tersebut membaik lagi (meskipun tidak perfectly recovered sampai seperti dulu) tapi yang penting masih bisa buat download sampai satu giga an lebih dalam waktu yang masih bisa ditolerir.

Sorry don't have good decent pict to fill this post but instead let me show you this
Actually this doujin quite covering one of my fetish LOLOLOL 
but of course cuma yang bisa baca yang tau apa yang saya maksud

Nah lagi-lagi fenomena yang sama terulang. Dan sekarang malah lebih parah, karena waktu efektif untuk mendownload yang tersedia bukan lagi 24/7 tapi hanya pada saat kage jikan. Benar, jam-jam di mana semua manusia kecuali mereka yang terpilih berada di dalam peti mati. Dan itu berarti tidak ada chat sama sekali saat ke warnet karena tidak ada manusia normal yang online pada jam 3 pagi, dan kalopun ada mungkin sedang stress-stressnya mengerjakan tugas karena harus dikumpulin paginya, dan sangatlah tidak mungkin untuk diajak mengobrol. Dengan kata lain, kesimpulannya, saya kembali menjalani jalan hidup seorang leecher. Sampai pada akhirnya... saya memutuskan untuk menggabungkan tabungan saya dengan gaji yang saya peroleh untuk membeli seperangkat modem beserta kartu perdananya, dibayar tunai. Sah? tentu saja sah, dan demikianlah akhirnya saya secara resmi menikah dengan internet.

Jika kalian adalah satu-satunya nerd di rumah kalian, mempunyai koneksi sendiri di rumah sangatlah menyenangkan. Tidak ada yang namanya rebutan bandwith atau monopoli komputer (bagi yang hanya punya satu komputer di rumah, tentu saja). Nah sekarang saya akan menulis sedikit tentang koneksi yang saya gunakan, beserta bouken deshou deshou dan zetsuboushitaa nya.

Saya pake IM2. Benar, bukan pilihan yang tepat untuk seorang downloader, memang, apalagi kalo duit kalian banyak. Tapi dengan mempertimbangkan beberapa faktor, akhirnya choice saya jatuh ke IM2. Then again, pertimbangan saya bisa jadi masih kurang afektif, so kalo ada yang punya rekomendasi yang lebih bagus, please do tell me. Speednya memang so-so, tapi masih visible lah buat mendownload anime, dengan catatan quotanya masih ada. Dan bicara soal quota, ternyata keyword ini sangat penting jika kita bicara dalam konteks internetan pra bayar. Dan inilah yang sempat membuat saya salah strategi, karena saat quota masih ada, speed masih cepet, saya memakainya untuk.. mendownload barang-barang yang sebetulnya bisa ditunda untuk didownload di warnet. Tapi wajarlah, kalo saya bilang, namanya juga barusan dapet power. So, jika diantara kalian ada yang senasib dengan saya, here's a tips that you can do with your mediocre connection; kecuali jika sangat terpaksa, pakailah untuk hal-hal yang tidak melibatkan aktivitas mendownload. Misalnya, berburu link, research dan mengumpulkan data, memperluas commu, mengefektifkan blog, dan sejenisnya. Bagaimana dengan mendownload? saat target list sudah terkumpul, barulah kalian pergi untuk mendownload.. OR even better, pakailah koneksi rumah untuk menghubungi downloader yang sedang berada di lapangan untuk titip didownloadkan. Just remember the rule of equivalent trade.

I think I've write long enough to make up my absence of posting m(_ _)m Nah, jadi pelajaran moral apa yang bisa kita ambil dari kasus ini? Bahwa speed 7kbps pun masih bisa membuat seseorang menjadi hikkikomori. Tidak percaya? liat saja update an blog ini, saya pasang internet sekitar awal Maret dan draft untuk postingan ini pun sebenarnya sudah mulai ditulis sejak hampir dua minggu yang lalu. Tapi karena kebanyakan browsing dan chatting akhirnya baru keposting sekarang.. orz

Waspadalah.. waspadalah..
Read more...
 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2017. Template by DheTemplate.com. Supported by Saudagar Waifu