Thursday, January 29, 2009

Yet another Tabikarasu anime recap

1 comments
Fweh, looks like I'm a little(?) too lazy to blog lately XDD Knapa yah? padahal ada banyak episode keren yang bisa dibahas. Whew, anyway here's the impression of what I've just watched recently. Ok, kita mulai dari yang paling marmos dulu

Clannad After Stories


Hm, sepertinya saya salah menaruh gambar. Ah whatever lah.

That said, kenapa juga saya masih tetep nonton anime ini? OHLOL I'M TSUNDERE FOR CLANNAD
So, *erhm* this too good to be true wedding scenario is finally moving onto the too good to be true birthing scenario. Now, the question is, if Haruhi-chan the animation come out at February, will it beat Sora wo Miageru Shoujo no Hitomi ni.. Munto or will it makes KyoAni realized that they better make the second bouken deshou deshou rather than a hallucinating bedtime story or an out of date er-pi-ji ish animu. Oh man, postingan ini tambah ngaco saja. Next,


Jigoku Shoujo Mitsuganae

aka anime tentang permainan cepet-cepetan menarik tali.


Begini, kepada semua yang masih belum menonton bagian ketiga dari anime yang dibintangi oleh Enma ai (ftw) ini, masih belum terlambat bagi kalian untuk mengikutinya mulai SEKARANG. Saya berani bilang bahwa se-generic apapun, se-episodical apapun Jigoku Shoujo, pada saat memasuki klimaks, Jigoku Shoujo dijamin akan memberikan kepuasan yang maksimal. Masalahnya di season ketiga ini, episode foreplay nya berlangsung JAUH lebih singkat daripada dua season sebelumnya. Episode 9 sudah mulai merangsang pikiran anda untuk snap dan mulai episode 11, pengalaman menonton Jigoku Shoujo anda tidak akan pernah sama lagi.



Fast paced dengan plot unfolding yang lebih cepat, itulah Jigoku Shoujo yang sekarang. Memasuki eps 14, anda sudah tidak akan melihat lagi adegan guro mahou shoujo dimana Ai keluar dari kepompong (yang bagaikan persahabatan, hal yang tak mudah berubah jadi susah) karena Ai sudah kembali, dan itu berarti kembalinya the oh-so-damn-hot scene dimana Ai memakai nagajubannya setelah mandi sebelum berangkat kerja.


Dan bukan itu saja, ada beberapa upgrade-an seputar mekanisme Jigokutsuushin yang cukup menarik, selain feature access friendly yang memungkinkan anda sekarang untuk mengakses the infamous hell correspondence site lewat handphone. Saya sendiri merekomendasikan episode 12 karena plotnya yang sangatcukup realistis.


Yaki ramen maksud loe?



Kemudian, kita tahu bahwa satu orang hanya bisa mengirim satu korban ke neraka. Lalu, bagaimana jika target yang ingin kita kirim lebih dari satu? nah di sinilah gunanya dari persahabatan (yang bagai kepompong) yang saya tulis tadi.


Ini baru yang namanya panen.


Sekali lagi kita belajar sebuah pesan moral dari anime ini. Kali ini pesan moralnya adalah, jangan pernah menunda melakukan sesuatu, termasuk dalam hal ini membalas dendam. Ingat, kejahatan bisa terjadi bukan cuma karena ada kesempatan, tapi juga karena ada fasilitas Waspadalaahhh XD

Toradora!


is.fucking.awesome.

Munafik rasanya jika ada yang menonton Toradora dan bilang tidak mempunyai impresi sama sekali dengan episode 16nya. Setelah sekian lama ditarik-ulur dengan adegan-adegan filler, akhirnya anime ini meledak di episode ke enam belas. Dengan battle scene yang tersaji apik, visual yang bagaikan coretan di sebuah buku harian dan emotional dramatic presentation, sekali lagi anime ini meyakinkan bahwa saya tidak salah pilih sebagai runner-up best drama untuk tahun lalu. Tontonlah episode 16 dengan diringi background music Linkin Park dan inilah grafik satisfaction yang akan anda dapat


....BENEATH MAI SKIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN XDDDDDDDDD

and thats all folks, saya ingin menulis tentang bagaimana mengesankannya marimite season 4 tapi rasanya tidak pantas jika saya harus menulis tentang anime tersebut jadi satu dengan postingan yang bergelimang emo dan sumpah serapah seperti ini, lol. Btw, yang nonton Genji sennenki angkat tangan, plis?

1 comments:

"The ANONYMOUS" said...

ikimasen...

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime