Friday, December 26, 2008

WHOAA! Tiba-tiba saja semua jadi keren O_O!

0 comments
Recapping the last episode watched some of the show I followed this season..

Kannagi

This is crazy! Ok, seeing how populer the show is, I think you already know that Nagi-sama has become emo in eps 11! they even start inserting those kind of
awesomelyphilosophicalscenewithohsoangstyvisualpresentation in this episode, oh waow (aya hirano, lucky star and now suzumiya haruhi?) No, I don't mean to judge Kannagi as a bad show, because they did present all of those things NICELY DONE. In fact, if this awesome seriousness continue well, Kannagi might taking toradora's place as the most doramachikku show for this season.



Personally, I like this scene A LOT! I mean, yea, I've heard thousand times that secret is what makes a woman, woman. But..

Yea yea, I know, Nagi-sama's lover/fiancee/whatever thing is showed up in the manga but I think its just cheesy. Oh come on, this isn't Byousoku 5cm, you know?

Jigoku Shoujo



Nah, ini, baru Jigoku Shoujo..


Eps 09 ROCKS, saudara-saudara. Begini lho harusnya Jigoku Shoujo itu. Tidak, saya tidak bilang eps ini keren karena tema plotnya yang looks stupid (for some people, I guess). Tapi karena episode ini kembali mempresentasikan konsep dasar jigoku shoujo yang sudah lama tidak terangkat DENGAN BENAR, yaitu bahwa setiap orang mempunyai skala kebencian masing-masing yang selanjutnya baru menuju ke konsep dasar ke dua, yaitu bahwa variable skala kebencian tadi akan berpengaruh terhadap probabilitas invidu yang bersangkutan untuk melakukan kontak dengan pihak ketiga yang mana salah satunya, namun tidak selalu berarti, jigoku shoujo. Bingung kan? XDDD


Intinya kembali ke salah satu postingan yang sempat saya baca dulu, bahwa ungkapan "orang bisa membunuh karena apa saja" sebenarnya tidak tepat, yang benar adalah "orang bisa membunuh karena (x) saja" dimana x adalah sebuah variable yang nilainya tidak sama antara individu yang satu dengan individu yang lain, jadi kesimpulannya ya.. gitu de, saya juga bingung apa sih yang saya tulis ini XDDD

postingannya ngaco nih..

Anyway, sehubungan dengan itu, saya akan menulis beberapa point yang sempat terlintas dalam pikiran tentang kenapa season ketiga dari filmnya Enma Ai yang manis baik hati dan tidak sombong ini tidak semempesona dua season pendahulunya. Kita mulai dari apa yang seharusnya dilakukan oleh team anime Jigoku Shoujo;

Jigoku Shoujo keren jika:
+ karakter yang mengalami drama mempunyai background yang jelas
+ tempo ceritanya tidak terpaksa dipercepat hanya karena butuh slot untuk adegan birokrasi
+ ada sesuatu yang beda dari your daily jigoku shoujo routine
+ suddenly, plot twist! zomg!
+ memaksa Ai melakukan adegan atau memberi outfit yang membuatnya tampak tidak keren
+ ada drama yang melibatkan straight shota XDD

Selanjutnya apa yang sebaiknya tidak perlu dilakukan;

Jigoku Shoujo tidak keren banget jika:
- banyak scene yang terbuang untuk "adegan birokrasi" (ai muncul, ai henshin, hukuman and the bla and the bla)
- emotion buildnya maksa, banyak adegan marah-marah tidak jelas
- stupid cosplay, termasuk di dalamnya elemen moemoe tidak jelas dan sejenisnya dan sebagainya
- stupid punishment scene (oh god, please no..)
- fanservice.. hm, kecuali fanservice yang elegant tentunya XD
- yuri-nya maksa

..dan mungkin masih ada lagi tapi saya lagi nggak kepikiran. Yang jelas jika kalian bertanya episode mana dari sekian banyak episode selama dua season yang paling keren, jawaban saya masih tetep sama; episode ke-6 nya Futakomori.

Yea yea, I know that mitsuganae is already subbed til the 11th eps tapi karena warnet langganan saya tiba-tiba menjadi sangat sucks koneksinya minggu-minggu terakhir ini, jadi saya belum sempat download (damn I even haven't watched shugo chara doki 62)


Toradora

Taiga: shut up when I'm talking to youuu
Yuji c-c-craaawling in my skiiin

Hahaha, when it gets serious, it IS serious, sasuga hachikuro no kantoku. Oh btw for those who didn't know, those two line aboves are from Linkin Park.

Clannad AS

mai flawless moment.. or so POND'S said


Episode 12 is PERFECT. I gave watched four times and still can't find any scene that I disapproved. While I can't applied the theory that Clannad is life for those who do not have life to myself, but I definitely agree that Clannad is hope for those who do not hope.

EF

It is now stands for ephemetherealitically frenetical (whatever it means), goddammit I'm actually crying when watching the eleventh episode.

edit: I have re-watched and nothice that there was a "beep" again after the ending song. Could it be that SHAFT planned to ruin the ending (again)??

0 comments:

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime