Wednesday, November 5, 2008

Kesan pertama untuk beberapa anime season ini (part 2)

0 comments
oh so saaad, this blog has been left alone in the corner of my priority
she's so ronery and need an update, so let's breathe some life again

Yea, finally Tabikarasu back to business. Dan soal kenapa blog ini nyaris tidak terupdate selama almost sebulan, well, maybe some of you had already know, karena tanggal 18 bulan kemarin warung Nikkou Ramen akhirnya mulai beroperasi dan sebagai salah satu foundernya saya cukup disibukkan dengan the birth of a ramen shop itu. But enough about that, karena ini bukan post tentang Nikkou ramen (it will have it own blog soon) so lets get into the post.

Saya akan melanjutkan tulisan mengenai impresi anime-anime season ini yang, by now, semua judul sudah keluar dan sudah saya preview (kecuali zettai yareru greece something yang terus terang saya masih cukup penasaran). Overall, season ini ada cukup banyak show yang bagus untuk diikuti (saya sendiri sampai kaget ketika mengechek berapa jumlah judul yang saya ambil, karena biasanya dalam satu season yang saya ikuti biasanya hanya berkisar antara 5-7 judul saja, tapi untuk musim gugur kali ini hampir duabelas total title yang saya tonton. wow.

Oh dan sebelum saya menulis lebih lanjut, saya ingin mengucapkan selamat kepada Kagami atas kemenangannya meraih gelar miss saimoe 2008 goddammit, kenapa Nagisa bisa kalaah

Kita mulai dari show yang tidak lolos seleksi untuk saya ikuti terlebih dahulu. Btw harap dicatat kalo judul-judul di bwah ini tidak masuk seleksi semata-mata karena saya memang tidak suka, bukan karena kurangnya dukungan sms yang anda kirim.

title: Rosario to Vampire
why: not what a vampire show supposed to be

title: Casshern Shin
why: keren sih, tapi makin lama gak tahan juga liat artnya

title: Hyakko
why: er.. yaa.. gitu de..

title: Yozakura Quartet
why: gak minat

title: Akane Iro.. dst
why: too plain

title: Tales of the Abyss
why: judulnya lucu, haha, tales of the abis, LOL, er.. sudahlah, I think you won't get the joke (actually cos I'm not a tales fans)

title: Kurogane no Linebarrel
why: cuma karena satu alasan; desain karakternya gak nahan. lainnya sudah cukup bagus padahal, ay em teh hero of jastiss!!111oneoneone

title: To Aru.. dst
why: not quite interesting, it looks like just another bishoujo action to me

title: Kemeko DX
why: what the fuck?

title: Shikabane Hime AKA
why: kabarin saya kalo plotnya sudah bagusan dikit

title: Kyou no 5-2
why: humor implisitnya tidak semesum yang saya inginkan (dan sepertinya bukan saya sendiri yang merasa dikecewakan oleh TV seriesnya)

title: Ga-Rei Zero
why: goddammit saya telah ditipu, I've got my Kannazuki and that's all I need for my yuri angst

title: Skip Beat!
why: well,  I like shoujo, I love a girl who pursues her dream, BUT not when it comes to being a star/idol/etc

title: Kurozuka
why: too serious

title: Nodame Cantabile - Paris Hen
why: coz I'm a big fans of Juri Ueno (tau hubungannya kan?)

title: Chaos Head
why: kalo saja madhouse memakai karakter desain original mereka.. too moe, sayang sekali, konsepnya cukup asik benernya, sayang visualnya membuat saya seperti menonton eroanime

title: Tytania
why: seriously, kalo saya menonton Tytania itu berarti pola pikir saya sudah bergeser dan sebentar lagi beberapa diantara kalian akan menerima undangan pernikahan saya, and I'm not kidding

title: Junjou Romantica 2
why: ...yang benar saja


OK, sudah cukup sampai di sini yang tereliminasi, sekarang mari kita lanjutkan ke anime-anime yang saya ikutin. Dan karena beberapa beberapa diantaranya sudah mulai masuk ke eps 4 ke atas, ada beberapa impresi tambahan yang saya rasa cukup menarik untuk ditulis.

Dimulai dari yang paling saya sukai X3


Kuroshitsuji


whooops, maaf sepertinya saya salah pasang gambar buttler XD


ini gambar buttler nya yang bener, mengenai gambar yang di atas
anggap saja tidak pernah ada XDD

Alkisah, pada jaman dahulu, di sekitar abad pertengahan, hiduplah seorang anak bangsawan terkenal di Inggris. Sebenarnya anak bangsawan tersebut cukup cakep, tapi sayangnya dia mempunyai kebiasaan yang buruk, yaitu suka mengintip cowok yang sedang mandi.


kyaa, tidaak. di balik handuk ini saya tidak memakai apa-apa lagi XDD

Karena sering mengintip akhirnya Tuhan marah dan menghukum anak tersebut sehingga mata sebelah kanannya terkena bintitan XDDDD Oh tidaak, kata anak bangsawan tersebut, bagaimana ini? sekarang setiap gadis di London akan tahu kalo saya suka mengintip cowok pas lagi mandi.


Akhirnya si bocchama (panggilan untuk anak laki-laki orang kaya) tersebut minta bantuan kepada buttlernya yang namanya Sebastian Michael (what the hell? nggak ada nama lain, tuh?) yang masih saudara kandung sama Haji yang main di Blood Plus XDD Gimana nih? kata Ciel pada buttlernya, masa cowok keren kaya gw matanya bintitan sebelah?

Tapi bukan buttler keluarga Phantomhive namanya kalo masalah begitu aja sudah bingung. Jangan kuatir, young master, kata si butler, pakai saja penutup mata. Praktis, bikin tambah keren, lagi. Si bocchama pun setuju. Encer juga otak loe, Sebastian, katanya. Dan demikianlah sejak saat itu, the master of the House of Phantomhive memakai penutup mata. Lalu untuk kalian pembaca post ini yang sudah mengetahui soal rahasia kecil ini, mereka berpesan;

sstt.. jangan bilang-bilang, ya..

Tapi sayangnya masalah tidak selesai sampai di situ, karena selain mata sebelah kanannya bintitan, si anak bangsawan tersebut juga menderita osteoporosis karena kebanyakan membungkuk waktu mengintip. Dan untuk yang ini, tidak ada jalan lain kecuali memakai tongkat. Kasian yah, masih umur 12 tahun tapi sudah harus pake tongkat, makanya jangan suka mengintip kalo pas mengintip jangan sambil membungkuk (atau, jaga kadar kalsium dalam diri anda dengan banyak-banyak meminum sussuu XDD)


Demikianlah impresi awal saya terhadap Kuroshitsuji. Dibandingkan Vampire Knight Guilty yang sempat saya prediksi sebagai show paling gothic season ini, ternyata tidak ada apa-apanya dengan Kuroshitsuji. Saya benar-benar terpikat telak pesona anime ini, menempati rangking pertama dari jajaran list must watch priority saya, Kuroshitsuji tidak hanya menyajikan visual yang keren dan cast yang totally goth, namun juga cerita yang  cukup gelap diiringi humor yang konyol sangat, dan tidak masalah jika hints BL nya bertebaran di mana-mana karena anime ini punya cast character cewek yang juga tidak kalah kerennya, mulai dari madam red yang mirip dengan salah satu tokoh dari Pigeon Blood (don't try to google it!), Lady Elyzabeth-chama yang super mega ultimate moe sampai meido dengan nama yang mirip dengan salah satu tokoh Touhou (yang saya berani taruhan kalo dia seorang fujoshi), nilai plus juga untuk ending songnya yang suangat amat keren, 9/10 untuk Kuroshitsuji!

Lanjut ke nomer dua,

Mouryou no Hako


KUERENNN! Anime ini sangat keren banget. Kalo saya harus menjabarkan mananya yang membuat saya bilang kalo anime ini keren, mungkin saya akan bilang hampir semuanya. Yang pertama, plot. Diadaptasi dari best seller novel thriller supranatural karya Kyougoku Natsuhiko, jelas novel beliau bukan sebuah light novel. Dan itu berarti less or even no moe at all. Kedua, grafis. Kolaborasi MADHOUSE dan CLAMP jelas menjanjikan kualitas visual yang tidak mengecewakan.

Namun di atas semua itu, tema ceritanya lah yang membuat saya tertarik, sebuah plot misteri besar yang melibatkan kasus mutilasi dan bagian tubuh yang dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam kotak. Tapi bukan kebrutalan lah image yang ingin ditampilkan, melainkan sebagai sesuatu yang estetis, sebuah kegilaan yang indah. Sebuah contoh aplikasi konsep "kyouki bi" sebagaimana yang dulu pernah kita pelajari dalam Le Portrait de Petit Cossette. Juga the whole thing of reincarnation stuff yang akan langsung menarik perhatian para romantist.



Toradora


No, no, its not (just) Aisaka who's amazing, the whole plot progress in this anime deserves to have a big applause. Heh, this is awesome, wonderful. Keren, sangat amat keren, as expected dari sutradaranya Honey and Clover 2nd season, menonton anime ini bagi saya rasanya seperti menonton anime bishoujo tsundere yang dibawakan dengan style khas dorama. Dalem nya terasa, makan ati nya terasa, pahit manisnya juga terasa. Benar-benar emotional rollercoaster back to basic khas J.C yang sudah lama tidak saya rasakan sejak Hachikuro dan Asatte no Hokou. Everyone, please don't give me any spoiler, I'm currently enjoying this show and I am expecting a lot, yeah, A LOT. Bravo J.C staff, keep with the beat and I'll probably forgive you for ruining Kimikiss' ending.


ef ~ A Tale of Melodies

Ah, ini anime yang hanya bisa dinikmati jika ditonton dalam situasi dan kondisi yang tepat. Saya ada feeling kalo ef sebenarnya bukan anime yang susah dinikmati tapi anime yang memang sengaja dibuat supaya susah buat dinikmati. Artistik, tapi labil. Dramatis, tapi tidak semuanya. Njelimet lah istilahnya. Bukan tipikal njelimet yang ada di GITS, Lain atau texhnolyze tapi njelimet yang kinda like "iki opo sih maksude? ra jelas ngono kae.." Tergantung kapan kalian menontonnya, ef bisa berarti

Eloquently Fabulous

kalo kalian sedang bosan dengan keadaan sekeliling yang normal, orang-orang di sekitar kalian yang hidup secara normal, de es be, maka saat menonton anime ini kalian akan mendapat feel seperti "inilah yang namanya seni, this is art, this is something that normal people can not understand actually even I don't understand it either oh, I'm so leet.. I'm so.. different.."

Emotionally Fucked-up

kalo kalian juga sedang mengalami hal yang sama, maka saat kalian menonton anime ini akan tertawa "lol that guy's face is so funny like shit" dan setelah itu kalian mengaca dan melihat ekspresi wajah kalian lalu tanpa sadar berkata "oh shit, mine too"

Epic Fail

jika image yang kalian dapat adalah ini, berarti justru kalian sedang normal dan memang tidak disarankan menonton anime ini saat sedang normal, karena malah akan membuat kalian sadar bahwa anime ini memiliki banyak scene yang tidak logis, ngaco berat dan terkesan dibesar-besarkan, misalnya seperti memadamkan api yang tidak begitu besar dengan tangan padahal settingnya di pantai yang banyak terdapat pasir dan air.

Extremely Fantastic

do you know that it took four episodes for SHAFT to draws something that beautifully normal like this scene?

ini adalah image yang akan didapat jika kalian menonton anime ini dengan sudut pandang seorang penggemar drama yang "sakit" atau seorang penggemar "drama yang sakit", lepaskan semua attribut moe yang dipoles oleh SHAFT, tinggalkan semua slogan onii-chan dan sejenisnya, maka kalian akan menemukan jika ef adalah sebuah kisah cinta yang ganjil namun indah, yang dialami oleh orang-orang yang berbeda, diceritakan dengan cara yang berbeda pula, dan dipenuhi oleh kata-kata dan quote romantis yang bertebaran sepanjang episode. Dan sekarang saya paham kenapa Jasper-san membuat AMV dari anime ini dengan lagu milik Reign of Kondo


Do you realize;
That happiness makes you cry?
Do you realize;
That everyone you love one day will die?

But instead of saying all of your goodbyes
Let them know you realize that life goes fast
It's hard to make the good things last
You realize the sun never go down
It's just an illusion caused by the world spinning round


jadi, kesimpulannya: Miyuki is awesome and though she's a shortie but she's got big (censored)




Jigoku Shoujo 3; Mitsuganae

Oke, saya akan marah-marah terlebih dahulu. Kenapa Jigoku Shoujo yang saya cintai sekarang berubah menjadi yuri? kenapa lagu opening nya yang dulu bertebaran kata-kata craziness dan uncertainty dengan intonasi menyanyi penuh kebencian khas SNoW sekarang berubah menjadi lagu lembek seperti pop idol? kenapa sekarang opening clipnya menjadi ada nari-nari nggak jelas nya (not that I hate dancer or choreography but its JIGOKU shoujo, woiii) Kenapa? kenapppaaaaaaaa?????


Scene perubahannya yang baru memang keren, its so guro, dengan tato di punggung yang robek kemudian dari dalam punggung yang terbelah muncul kepompong yang semakin membesar dan akhirnya terkoyak, dan muncullah Enma Ai dari dalam kepompong bak kupu-kupu. So fresh memang, daripada adegan Enma Ai naik kereta, tapi kalo dipikir-pikir lagi saya lebih suka yang dulu. Nudity nya lebih frontal sekarang, jelas, tapi saya lebih suka melihat Ai mandi dengan tertutup kimono putihnya yang tipis, lalu memakai kimono hitamnya yang elegan tanpa ada efek stiker hologram seperti sekarang lalu memoleskan sedikit make-up sebelum menaiki keretanya sebagai seorang gadis neraka. Sangat sensual. Atau Ai yang menghabiskan hari-harinya dengan melankolis ketika sedang sepi orderan. Atau Ai yang memakan buah cherry dengan menjilatnya terlebih dahulu. Ah.. Jigoku Shoujo yang sekarang terlalu straight forward untuk ukuran saya..


Tapi dengan mengesampingkan jigoku shoujo yang sekarang terasa lebih moe (and that's bad!) anime ini tetap saja menjadi salah satu pilihan tontonan yang sangat direkomendasikan jika mood kalian sedang seperti lagunya Andra and The Backbone; sakit hatikuww.. musnah.. musssnaahhh.. XDDD juga setiap episodenya masih mengasyikkan untuk dibahas dan dianalisa di forum, jadi ketika ditanya, "anak-anak, apakah membalas dendam itu perbuatan terpuji?" kalian bisa menjawab, "tergantung episode yang mana dulu, bu guru?"


Hakushaku to Yousei


Adalah anime yang jika di-doujinshi-kan saya percaya akan tiga, bukan, empat kali lebih powerful daripada "the great escape" nya Miray Ozaki, I mean, just look at the ending clip, di mata fangirls mungkin clipnya akan berbunyi OMG kyaa *blush* tapi di mata saya clip tersebut berbunyi holy cow, its a fivesome! and they're all K.O'd by Lydia on the bed! awsoem Lydia you rocks, zetsurin girl! lololol

Now for the review, seperti yang banyak orang bilang, saya juga setuju kalo art nya cukup plain and bland (and you call yourself ARTland, Artland?) dan battle scene nya.. aduh, nggak banget deh, well, tidak semuanya memang, beberapa adegan battlenya ada yang bagus, tapi tidak sampai 10 detik. Tapi kelebihan anime ini memang bukan di actionnya jadi ya wajar saja sih, dan saya sejak awal sudah menyukai karakter Lydia dan chemistry nya dengan.. uh, siapa nama karakter cowoknya, John? serta beberapa source mengatakan kalo ntar plotnya cukup twistie, so I'm in for this one.. and for the doujin too (if any and NOT yaoi)



Clannad - After Story


oh shi-- I forgot to bring the screencap picture.. orz

Special khusus (untuk atau mulai dari?) episode 5, saya akan bilang kalo Clannad akhirnya mulai keren. Awalnya saya sudah cukup muak dengan plot second seasonnya yang terasa ditarik-tarik. Konsep relationship boy meets girl nya Key tidak akan masuk jika dipakai untuk sebuah hubungan di bawah bendera kata pacaran. Melihat hubungan Tomoya dan Nagisa yang tidak maju dan tidak mundur bagi saya malah lebih menyebalkan daripada melihat hubungan putus nyambung putus nyambung yang generic di manga-manga shoujo. I mean, ayolah, it's second season, you know? dan KyoAni tetap saja memasukkan humor-humor yang harus diakui kalo lucu tapi tidak membuat plot bergerak lebih maju, dan KyoAni  tetap saja memasukkan filler-filler yang membuat saya menomerduakan anime ini di season ini, TAPI khusus untuk episode lima saya harus mengakui jika, its is a filler alright, but it IS awesome. Maka ketika di episode 5 ini saya menarik selembar tissue dari kotaknya, saya sekali lagi harus memberi applaus untuk KyoAni yang telah mengembalikan anime ini back to its root, the essence of modern fairytale, the taste of bittersweetness, the taste of Key. Good job, KyoAni.


Michiko to Hatchin


Manglobe is back, dan seperti biasanya, mereka selalu membawa surprise di tiap karya terbaru mereka. Grafis, storyline, music, semuanya fresh dalam show terbaru mereka kali ini, Michiko to Hatchin. Meskipun plotnya sepertinya bakal tidak begitu dalam (karena sepertinya bakal episodical) tapi bukan pilihan buruk untuk diikuti, setidaknya melihat dari kombinasi staff dan nama besar manglobe, setiap episode bakal menjanjikan cukup fun untuk ditonton.


Kannagi


Yeah, iya, saya nonton Kannagi. Agak sedikit kecewa memang, karena setelah episode 4 plotnya terkesan jadi semi-harem, karena saya lebih suka anime dengan karakter cewek abnormal tanpa ditambahi dengan premis rebutan tokoh utama cowoknya.

hm, I see that Nagi-sama hate me

Well, sebenarnya saya juga tidak begitu into idol, melihat dari ke mana plot akan bergerak, tapi bagaimanapun juga, sepertinya saya memang telah terkena spell dari tokoh utama anime ini, I just hope that they won't drag and fill the show with all the girls fight to get the attiontion stuff, Kannagi punya potensi kesablengan yang bisa dikembangkan tanpa batas, sayang sekali jika semua itu bakal tertutup karena aturan main mainstream moe show.

Ok, that's all folks, I will try to update this blog again regularly since my part time job now has got its schedule fixed. See ya on the next post. Comment pls?

0 comments:

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime