Wednesday, July 30, 2008

What doesn't kill you only makes you stranger..

2 comments
Iya, akhirnya saya nonton dark knight juga. Pada awalnya bukan kemarin rencana saya untuk menonton film ini, tapi salah satu dari dua premise berikut; jika salah satu dari "commu yang pantas diajak nonton film pada hari sabtu malam" bisa memenuhi invitation dari saya berarti saya nonton malam minggu, tapi jika tidak berarti saya akan nonton bersama temen-temen otaku saya mungkin di hari kamis atau jum'at (rencana awalnya sih hari senin, tapi karena twenty one sekarang sudah tidak ada nonton hematnya lagi jadi tidak perlu membuat jadwal untuk hari itu). Lalu kenapa saya pingin nonton Dark Knight padahal biasanya saya cuma sudah puas hanya dengan dvd dari rentalan? alasannya karena saya penasaran pengen cepet-cepet liat kualitas dari karakter joker nya. Kualitas di sini maksud saya baik akting dari aktornya maupun viewpoint karakternya sendiri. Dan memang sama sekali tidak mengecewakan menurut saya. Mengagumkan. Jika kalian ingin melihat konsep chaotic evil, joker is a good example. Kalau saja filmnya bisa dipause (LOL memangnya windows media player classic?) saya sudah mencatat banyak quote-quote yang cukup thought-provoking dari dialognya dia. Tapi saya tidak akan bercerita tentang betapa kerennya Dark Knight di sini, karena kalian tentu bisa menontonnya sendiri (atau berdua, tergantung situasi dan kondisi -dan duit juga tentunya- kalian). Yang akan saya tulis adalah kronologi saya seharian kemarin karena saya toh memang jarang nonton film box office jadi kalopun saya mereview ntar review an saya tidak akan punya banyak referensi (atau setidaknya jika kemarin terjadi kasus pembunuhan di jogja saya bisa memakai tulisan ini untuk alibi, lol).


Jadi kemarin sore saat saya selesai chat atau lebih tepatnya terpaksa selesai karena koneksi warnetnya down saya berencana pulang dan mungkin menonton beberapa episode anime yang saya ikutin yang belum sempat tertonton (terutama Ryoko! damn Ryoko-sama is hot) tapi tiba-tiba ada sms masuk dari temen saya yang isinya, dia, suddenly but not sound so sudden to me, ingin nonton Dark Knightnya hari ini karena besoknya libur. Kenapa saya pakai kata suddenly but not sound so sudden? karena saya sudah sangat terbiasa dengan acara-acara yang terjadi dengan tiba-tiba atau dibatalkan dengan tiba-tiba, atau kalo istilah translator di manga scanlation; unexpected turn of even. Jadi akhirnya saya pikir boleh juga. Semua opsi untuk menonton di hari sabtu tidak ada yang available dan temen-temen saya yang lain juga masih belum sinkron jadwalnya. Dan personally saya juga penasaran dengan scene apa yang saya liat pas jam 00:00 nanti (tau kan tanggal 30 July saya ada apa). Ok lah, saya setuju dan mengsms balik temen saya. Pas saya balik ke rumah, eh ternyata adik saya yang biasanya tidak pernah ada di rumah tiba-tiba sore itu ada. Sialan, memang kalo lagi nasibnya baik keberuntungan itu gak akan kemana-mana. Karena saya memang sedia budgetnya untuk beli dua tiket dan dia juga lagi gak ada kerjaan yang melibatkan gunung laut hutan dan basecamp mapagama akhirnya saya tawarin dan ternyata memang gen tidak pernah menolak untuk barang gratisan itu mengalir dalam darah keluarga saya jadi ya akhirnya dia ikut nonton. Apa? kinshinsoukan? sayang sekali, ini bukan bishoujo game. Lagipula kalaupun ini bishoujo game yang akan saya mainkan pasti arcnya onee-san chara. (bagi yang lupa atau tidak tahu, tidak usah repot-repot membuka kamus, di sini akan saya tulis bahwa kinshinsoukan adalah salah satu genre populer dalam doujin yang artinya sama dengan incest)


Jadi, berapa orang akhirnya yang pergi ke cinema? dengan saya dan adik saya semuanya 6 orang total karena temen saya bareng dengan ibunya dan adiknya juga. Benar-benar kombinasi yang jarang terjadi untuk sebuah acara nonton film (sepertinya memang tema hari kemarin adalah CLANNAD, lol). Saat saya akhirnya siap berangkat saya sms temen saya itu dan ternyata dia sama keluarganya sudah on the way to Amplas. Jadi mending ketemuan di sana langsung, tulisnya. Saya pun membalas sekalian titip dua tiket karena saya masih harus mengantar adik saya dulu ke mapa karena motor punya dia ada di sana (kenapa bisa ada di sana? ceritanya panjang dan cukup seru sebenarnya tapi saya males nulisnya). Jadilah party terpisah menjadi 3 units dengan satu condition; ketemuan di depan sinema. Setelah perjalanan yang tidak perlu ditulis di sini karena tidak ada yang spesial dari mengendarai motor dari bunderan ugm sampai plasa ambarukmo akhirnya saya sampai juga ke tempat yang heavily loaded with scent of capitalism itu, saya bukannya tidak suka ke mall cuma jarang saja karena saya tipe orang yang cuma ke toko kalo ada yang mau dibeli dan setelah saya menguasai skill vector art dan tau soal sablon kaos, praktis saya nggak pernah browsing buat beli kaos lagi. Lotsa oujo-sama and ouji-sama wandering around (yea, they are literally wandering for real, lol) spending lotsamount of cash for tertiary necessasries and huge sign "shop till you drop" yang dimata saya terbaca "drop till you can shop" and lotsa couples too (hope they're really shopping cause only stupid people who didn't realize that shopping centre is the worst optional place to date) dan baru saja saya naik escalator hape saya berbunyi karena sms yang bunyinya "tiketnya dah habis tinggal yang jam 9:45 tapi kita dapet tempat exclusive kok, di depan. right on the front line, bro. LOLWUT? saya melihat ke jam di hape saya, jam 7. Sesampainya depan sinema, temen saya ngomong kalo rencananya mereka bakal pulang dulu karena masih lama nunggunya, tapi karena udah nyampe sini ya mending muter-muter aja dari lantai ke lantai seperti yang kalian lakukan saat main game castlevania. zomgwtfbbqrotfl? ya sudahlah pikir saya, toh ada sisi baiknya juga, setidaknya kalo saya pulang saya bisa makan di rumah dulu karena sejak siang tadi saya belum makan. Akhirnya saya sms adik saya supaya tidak usah menyusul dan dibales dengan titip satu tiket lagi karena temen adik saya ada yang mau nonton juga. Akhirnya temen saya re-antri lagi dan untungnya masih ada seat yang kosong di depan. Jadilah kursi nomer 5-11 teroccupied oleh party saya. Oh dan bagi yang belum tau, front seat itu bukan exclusive seat tapi kursi yang paling terakhir keisi karena posisinya tidak enak, tapi ya mau apa lagi karena tidak ada shift lagi setelah 09:45 dan saya pikir no prob lah, might be just once in a life time juga karena saya emang jarang nonton film di sinema. Ok, sampai di sini sudah setengah post dan saatnya CM


Satu hal yang harus diperhatikan dalam situasi seperti ini adalah, jangan sampai kekenyangan saat makan malam. Secara dari siang saya keluyuran ke mana-mana, yang terjadi jika tiredness dicombine dengan full quantity meal sudah pasti bisa ditebak: ngantuk. Tapi kemungkinan meskipun saya ngantuk juga tidak akan bisa tertidur karena seat saya ada di line paling depan. Jam 9 akhirnya saya ke tempat temen saya untuk berangkat lagi sementara adik saya harus menjemput temennya yang mau ikut menonton . Fast forward akhirnya semua party member regroup lagi di depan twenty one dan sekarang for real akhirnya saya nonton juga Dark Knight.

Ada yang pernah nonton di kursi depan? not that bad, actually. Kursi saya letaknya benar-benar pas ditengah. Center front line. Temen saya malah bilang karena di depan sebenarnya mau tiduran atau lesehan di karpet sambil buka bekal dan minum teh juga tidak akan ada yang terganggu. Yah kalo sendirian sih saya tidak berani, lain halnya kalo saya nontonnya bareng seorang Suzumiya Haruhi. Back to watching experience, mungkin agak susah jika harus melihat gambar dan subtitle nya bersamaan tapi ada trick yang saya temukan saat itu, yaitu dengan tidak membaca subtitle nya. Toh listening english saya juga gak parah-parah amat jadi saya cuma melihat sub saat pas bagian yang penting-penting saja dan sepertinya malah ada beberapa translasi yang kayaknya masih kurang sreg di saya (dasar otak translator lol). Yang bikin agak uncomfortable kalo saya malah filmnya sendiri (lho?) maksudnya gini, karena saya keseringan nonton anime saya baru nyadar kalo line dan color composition anime sama live action itu beda. Di anime karena namanya juga gambar, ada line art yang jelas dan pembagian warnanya juga masih kebaca separasi nya, tapi kalo di life action karena itu basically seperti slideshow foto jadi perpindahan garisnya tidak se-clear di anime. Intinya tiap ada adegan dengan scene yang cepet mata saya masih harus menyesuaikan diri, apalagi karena dimensi gambar yang harus ditangkap cukup besar karena di baris pertama jadi tambah susah nontonnya. Tapi untungnya skill adaptasi tubuh manusia itu memang hebat, tidak sampai setengah jam saya sudah terbiasa dengan gambarnya. Dan kalo soal kualitas suara tidak perlu ditanyakan lagi. Setelah film selesai party saya kembali terpisah, temen saya dan keluarganya pulang, adik saya mengantarkan temennya dan saya pulang sendirian. Oh tapi sebelum itu semua orang memberikan b'day congratulation pada saya sesaat setelah keluar dari pintu exit sinema. Ada yang masih penasaran dengan adegan apa yang saya lihat pas 00:00 waktu hape saya? well, meskipun sebelum filmnya diputar ada warning not to use cellphone tapi saya sudah menset alarm dengan vibrate untuk jam dua belas pas. Adegannya? saat two-face melempar koinnya dan berkata "you're lucky" OH YEA XDD tapi saya tidak mungkin berteriak di depan "I'm lucky! Happy B'day, me!" lol, lagipula setelah itu two-face melempar koinnya lagi dan berkata "but your driver aren't" and BAnG! oh lol XDD

Keluar dari amplas, jam di hape saya menunjukkan pukul setengah satu. Jalanan super sepi, semua lampu merah sudah menjadi lampu kuning. Bahkan jalan Solo yang searahpun jadi dua arah (saya baru tahu kalo malem bisa seperti itu). Sebenarnya kalo saya mau cepet saya tinggal jalan lurus saja sampai tugu dan belok kanan, tapi tiba-tiba saya punya obsesi untuk membalas dendam pada lampu merah paling menjengkelkan yang sering sya lewati. Sebenarnya bukan karena lampu merahnya, tapi macetnya. Tahu traffic light mana yang saya maksud? benar, perempatan mirota. Tiap kali saya lewat situ dari arah timur tidak pernah yang namanya tidak kena macet, meskipun saya berusaha lewat situ tapi tetap saja ada beberapa ocassion yang harus lewat jalan situ. Jadi akhirnya saya ambil kanan setelah galeria, jalanan bener-bener sepi, sebenarnya saya lumayan takut kalo ada random encounter, bukan dengan ayakashi tapi dengan manusia yang punya niat kriminal. Kalo ayakashi mah saya tidak masalah, siapa tau bisa jadi partner in crime atau servant atau kalo ayakashi nya succubus atau vampire girl semacamnya jadi servant nya juga saya mau. Anyway sesampainya di perempatan mirota ternyata lampu merahnya masih berfungsi normal tidak menjadi lampu kuning. LOLWUT? terlebih lagi saat itu lampunya pas kena merah. OH SHI- tapi karena might be once in a life time saya lewat situ jam satu malem jadi ya saya terobos saja. Oh look I'm crossing the red light, I'm breaking the rule like joker lololol XDD Yah kapan lagi bisa lewat perempatan mirota dengan high speed tanpa kena macet serta melanggar lampu merah (dan tidak nabrak tentunya) Sampai di rumah jam menunjukkan sudah pukul satu, tapi saya sudah capek banget buat menulis blog bahkan terlalu capek untuk mem"preview" doujin yang sore tadi saya download jadi saya langsung tidur dan baru keesokan harinya menulis apa yang sekarang kalian baca. Terima kasih sudah membaca sampai sini, kalian benar-benar orang yang kurang kerjaan, hahaha, why so serious? anyway, just keep on "smiling". People love it.
making cake, why so serious?

2 comments:

hyu_zen said...

Fufufu ... nice review bro ^^

Sama Jiyuu's family kah ?

Kynya menarik tuw movie, masukin list donlotan ah ^^
(wew baru bln depan kali ke donlot)

"Tahu traffic light mana yang saya maksud? benar, perempatan mirota."
>> Begitulah perempatan mirota ... lampu merahnya tiada akhir

so ...

why so serious ?

lolololololololol XD XD

Neohybrid_kai said...

Yea, bro
why so serious? XDDDDD

saya sama si'e, bro
anda belum nonton kah? sayang coba kalo anda di yk tiketnya mungkin buat anda ^^;

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime