Tuesday, July 29, 2008

Blablabla.. Mnemosyne tamat, blablabla.. Trinity Soul tamat

2 comments
warning: saya lagi setengah "mabuk" pas ngetik post ini

"Sakjane ki nek dipikir-pikir endinge Mnemosyne ki yo mekso banget, tapi mergo dramatis dadine lagi nyadar telung jam bar nonton anime ne. Mosok Apos sing paling keren kalahe mung koyo ngono? Rak mutu tenan ik. Mungkin ono filosofi koyo simbologi-simbologi ngono opo yo? Wah tapi bar iki nganti taun ngarep ojo-ojo ra bakal ono anime guro romance meneh yo? Muateng!
-sms saya kepada temen saya yang juga suka dengan mnemosyne mo musume tachi (tapi kalo dia karena yuri nya)

 


Bukan hal yang tidak biasa kalo saya mengirim sms sama temen saya tentang impresi dari sebuah akhir dari judul yang saya ikuti, lagipula yang biasanya saya kirimin sms adalah temen yang mengikuti serial yang sama, tapi biasanya sms saya yang isinya impresi apisode terakhir bahasanya semacem "holy shit!" (kalo pesan moralnya memprovokasi kebencian yang membara), "holy zen!" (kalo pesan moralnya memprovokasi nila-nilai yang baik dan benar) ato "holy cow!" (kalo pesan moralnya melibatkan.... katakanlah, sapi) Nah, jadi kalo sekarang saya pake bahasa Jawa, artinya apa? Entahlah, mungkin karena setelah sadar dari blood fever setelah nonton episode terakhirnya (tidak bisa dipungkiri kalo saya juga nonton anime ini karena cipratan darah yang berselang-seling dengan adegan seks yang meskipun tidak seeksplisit ero anime dan tidak pernah lebih dari 20 detik tapi jelas tidak bisa dibilang safe for everyone) saya baru terpikir beberapa hal dalam anime yang penuh dengan twisted love and lust ini. Meskipun penuh dengan hiasan yuri tapi toh menurut saya pada intinya anime ini berkata bahwa pada kodratnya manusia itu tercipta laki-laki dan perempuan. Angels, white blood and blablabla kalo saya pikir seperti sebuah konsep dimana setiap pihak harus memberi dan juga harus menerima tapi bagaimana jika antara yang diberikan dengan yang diterima tidak sebanding? atau bagaimana kita mengetahui jika sesuatu itu telah sebanding? atau malah, apakah memang harus sebanding? Lalu bagaimana jika semuanya sudah sebanding tapi tidak ada persetujuan dari salah satu pihak? Apakah boleh dipaksa? Ataukah harus dipaksa? Jika tidak boleh, bagaimana jika dipaksa secara halus (baca:manipulasi)? Jika pihak yang dipaksa tidak merasa dipaksa, apakah itu masih bisa dinamakan pemaksaaan? Lalu tentang sistem, jika sistem mendukung, bolehkah kita menggunakan sistem sebagai alat untuk membantu pemaksaan itu? Atau lebih dari itu, mengatasnamakan sistem untuk mendukung pemaksaan tersebut? Bolehkah kita mengubah karakter seseorang supaya menjadi sesuai dengan yang kita inginkan? Apakah itu benar-benar "untuk kebaikan dia" ataukah "untuk keegoisan kita"? Semua pertanyaan tadi di kepala saya sampai saat saya nonton episode terakhirnya Persona Trinity Soul saya jadi nggak konsen dan cuma inget pas adegan di samping
dan ooh kereen pikir saya dan setelah itu Kanzato teriak-teriak dan adegan final battle yang keren dengan lagu rap ala Persona 3 dan semua persona-persona dengan desain yang keren-keren keluar tapi karena entah kenapa semua adegan tarung di anime ini selalu terjadi malem-malem dan kenapa juga personanya mesti digambar transparan seperti underwear-underwear yang dipakai heroine di doujin-doujin yang saya baca jadinya sampai sekarang saya tidak pernah melihat dengan jelas bagaimana rupa persona di anime ini dan yang terakhir saya lihat malahan informasi tiket untuk acara pertunjukan live persona trinity soul tapi saya tidak berminat karena tidak mungkin saya nonton pertunjukan anime yang seiyu nya lebih banyak cowoknya dan tidak mungkin juga seiyu nya Eiko-nee menyanyi dan yang lebih penting lagi karena Aya Hirano tidak jadi seiyu di Trinity Soul jadi mendingan saya beli tiket untuk dark knight saja meskipun sepertinya saya tidak akan bisa nonton dengan orang yang saya suka tapi toh saya kemarin barusan nonton Gotham Knight yang dibikin oleh 3 studio besar I.G, MadHouse dan 4C dan juga bee-train dengan Batman yang dibikin Madhouse yang jadi mirip banget dengan Kira zomg bishie batman lol

 tapi kembali ke Mnemosyne saya jadi ingat dengan sebuah quote dari sebuah visual novel yang pernah saya baca bahwa pada konsepnya apa yang dibutuhkan laki-laki dan perempuan dalam sebuah relationship adalah berbeda what a man need the most is companionship and sex and what a woman need is affection and emotional support dan tentang bagaimana konsep where people marry based on their heads instead of their hearts but then in the twentieth century a relatively new nation called America popularized the notion of romantic love and now look at how quickly the divorce rate skyrocketed when romantic love was barely an idea a hundred years old tapi kenapa saya jadi menulis tentang ini saya juga tidak tahu mungkin karena akal sehat saya sedang hilang seperti kata lagu yang sebenarnya sangat pas untuk diputar di bagian akhir episode ke enam diantara dialog-dialog di bagian epilog yang menggantikan "Cause Dissaray" nya Galneryus yang liriknya adalah.. " Wanita racun dunia, karna dia butakan semua. Wanita racun duniaaaa.. Apa daya itu adanyaaa.. Memang kau racuuuuuun.. "


2 comments:

marisako said...

makanya kalo mencintai orang, bertujuanlah untuk menciptakan keluarga sakinah mawaddah wal rohmah.
bagus itu untuk mengerem ego masing2 pihak, lol.
*ngacir*
berlaku juga untuk yuri relationship, lol.
*double ngacir*

Neohybrid_kai said...

O..kay
that is quite jero but considering you're the one who said it its not surprising

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime