Saturday, October 20, 2007

The boy is back, kickin' some ass n makin' some noise, yo!

0 comments
They're gonna clean up your looks
with all the LIES and the books
to make a citizen out of you
because they sleep with a gun
and keep an eye on you, son
so they can watch all the things you do

because the drugs never work
they're gonna give you a smirk
cause they got methods
of keeping you clean
they're gonna RIP OUT your heads
your aspirations to SHREDS
another cog in the murder machine

they say all teenagers scare the living sh!t out of me
they could care less as long as someone will bleed
so DARKEN your clothes
or strike a VIOLENT pose
maybe they'll leave you alone
but not me!

the boys and girls in the clique
the awful names that they stick
you're never gonna fit in much, kid
but if you're troubled and hurt
what you got under your shirt
we'll make them pay for the things that they did!

(Teenagers - My Chemical Romance)




"Keinginan dan harapan hanya untuk anak-anak dan para peri. Orang dewasa tidak membutuhkannya."

Akhirnya selesai juga aku membaca buku satu ini, sebenarnya 360 halaman bukan jumlah yang banyak sampai menghabiskan waktu 3 hari 2 malem, tapi karena ada ef, clannad (dan shugo chara), baru tadi malam akhirnya aku selesai membaca novel ini.

Pada awalnya, Peter Pan adalah sebuah pertunjukan drama yang dipentaskan pertama kali tahun 1904. Kemudian, kisah tersebut diangkat ke dalam sebuah buku. Di tahun 1929, James Matthew Barrie, sang penulis, menyerahkan hak paten atas kisah ini pada Great Ormond Street Hospital for Sick Children yang berarti setiap pementasan kisah ini dan pembelian atas versi cetakan bukunya semuanya akan disumbangkan untuk rumah sakit tersebut. Berkat niat mulia beliau, jutaan anak sampai sekarang terbantu pengobatannya karena cerita tentang anak yang tidak menjadi dewasa di sebuah dunia yang penuh petualangan ini.

Pada tahun 2004, tepat satu abad sejak pertama kali cerita ini lahir, Great Ormond Street Hospital for Sick Children untuk pertama kalinya memberikan ijin resmi penulisan sekuel kisah Peter Pan and Wendy dengan mengadakan sayembara yang terbuka bagi para pengarang di seluruh dunia. Dengan menyerahkan satu bab contoh dan garis besar alur cerita, Geraldine Mccaughrean berhasil memenangkan kontes tersebut dengan ceritanya yang berjudul Peter pan in Scarlet.

Agustus 2007, akhirnya Peter Pan in Scarlet dicetak ke dalam edisi bahasa Indonesia oleh penerbit Atria dan di suatu hari yang cerah (hoeek) di bulan Oktober, seorang cowok yang tergila-gila dengan Peter Pan karena versi adaptasi movienya yang juga keren, terutama loli yang meranin Wendy (dan Alice in Wonderland juga) melebihi demam Harry Potter dan Lord of The Ring di luar sana akhirnya memutuskan untuk membeli buku tersebut dengan uang tabungannya, setelah hampir 10 menit berdiri dengan kebingungan di dekat rak karena tadinya dia sudah bertekad uangnya mau buat mbeli sekuel resminya Sherlock Holmes (zetsuboshitaa! kenapa tiba-tiba bukunya yang keren jadi ada dua?)

"Apa lagi yang kau butuhkan jika kau sudah mempunyai teman-teman, kebebasan, petualangan dan keremajaan yang abadi?"

Tahun demi tahun berlalu sejak Wendy dan para Lost Boys meninggalkan Peter, kembali ke London dan menjalani hidup mereka sendiri-sendiri, sebagaimana orang-orang dewasa pada umumnya. Mereka menikah, mempunyai anak (kecuali satu orang) dan seperti orang dewasa lainnya, mengisi hidup mereka yang tenang namun terjamin dengan rutinitas yang membosankan. Semua berjalan seperti biasa, neverland bagaikan bagian kecil dari dongeng kanak-kanak mereka, sampai di malam-malam ketika mereka tertidur, mereka bermimpi kembali tentang hari-hari musim panas abadi di neverland dan saat mereka terbangun mereka menemukan barang-barang di neverland berserakan di kamar tidur mereka. Pistol, kulit kerang, bahkan kadang mereka terbangun dengan coretan cat perang di wajah mereka. Para lost boys berusaha untuk tidak menghiraukan hal ini, beberapa berusaha untuk menahan diri agar tidak tidur, namun saat mereka akhirnya malah ketiduran, yang mengakibatkan seekor buaya raksasa muncul di ruangan gentemen's club, akhirnya mereka semua sepakat bahwa sesuatu yang tidak beres telah terjadi di Neverland, dan mereka harus ke sana untuk mengetahui apakah yang tidak beres itu. Masalahnya adalah, tidak ada orang dewasa yang bisa masuk ke Neverland.

Setelah melalui perjuangan yang melibatkan pencarian peri di London akhirnya mereka berhasil mendapatkan bubuk peri dan terbang kembali ke Neverland, kembali dalam wujud kanak-kanak mereka. Dengan ditemani seorang peri laki-laki bernama Fireflyer, Wendy dan para Old Boys yang sekarang sudah kembali menjadi Lost Boys menjejakkan kaki ke Neverland, hanya untuk menemukan musim panas abadi sekarang berwarna merah bukannya hijau, laguna dengan cairan hitam tanpa air biru beningnya, para duyung yang hanya tinggal kerangka yang berserakan, rumah pohon yang menjulang tinggi hampir menembus awan karena tidak terawat, dan Peter Pan yang.. *sorry, bener-bener nggak bisa nahan buat nulis ini* EMOOOOOOOOOOO!!!!!! wakakakaka

"Kau tidak akan takut pada apapun jika kau memilih untuk tidak mencintai lagi"

Setelah James Hook tewas ditelan buaya dalam pertarungan besar, Wendy dan para Lost Boys pulang ke London, meninggalkan Peter yang bersikeras menolak menjadi dewasa ("aku tidak mau berkeliaran dengan orang dewasa karena mereka tidak bisa dipercaya") dan tetap tinggal di neverland. Sendirian. Sementara waktu berputar di luar sana, musim panas di Neverland tidak pernah menjadi musim gugur. Karena "waktu" akan memakan "mimpi" dan neverland tidak akan bisa eksis tanpa mimpi. Anak-anak mengira Peter tidak akan kesepian karena selalu ada Lost Boys baru yang bisa direkrut (lost boys adalah anak-anak yang terpisah dari orang tuanya, biasanya karena kesalahan orang tua atau pengasuhnya. Wendy tidak termasuk Lost Boys bukan karena dia perempuan, tapi karena dia terbang ke Neverland atas keinginannya sendiri setelah bertemu Peter Pan) tapi Peter berkata bahwa mereka sudah dia usir karena melanggar peraturan. Anak-anak mengira Peter tidak akan kesepian karena ada tinkerbell, tapi Peter berkata bahwa peri itu sudah "menghilang entah ke mana".

Tapi peter, sebagaimana anak-anak umumnya, cepat berubah menjadi senang secepat dia berubah menjadi pemarah saat bertemu dengan teman-teman lamanya. Setelah insiden yang mengakibatkan Neverland terbakar dan secara ajaib Jolly Roger dengan bendera tengkorak dan dua tulang bersilangnya muncul bagaikan kapal hantu, kapal itu merapat ke pantai tanpa seorangpun di dalamnya. Setelah menjelajahi kapal, Peter akhirnya menemukan peta harta karun milik kapten Hook yang terkubur di puncak Neverpeak. Akhirnya, dengan meninggalkan Neverland yang tenggelam dalam aroma merah dan hitam karena api dan asap, Peter memakai jubah scarlet kebanggaan Kapten Hook dan mengubah Wendy, para Lost Boys, dan Fireflyer menjadi awak kapal, serta dengan ditemani seorang pemilik sirkus misterius bernama Ravello, sebuah cerita baru tentang ekspedisi pencarian harta karunpun dimulai...

"Tidak semua orang bisa menjadi kaya, tidak semua orang bisa menjadi cantik, tidak semua orang bisa menjadi pintar. Tapi semua orang bisa menjadi berani"

Tidak bisa dibantah, untuk sebuah pemenang sayembara menulis sekuel dari sebuah karya yang sudah sangat terkenal dan berskala internasional, buku ini sangat apik. Aroma Peter Pan terasa sangat kental dan khas seperti karya aslinya. Tema "menjadi dewasa" melawan "tetap menjadi anak-anak", masalah perbedaan prinsip orangtua dengan anak-anak, persahabatan dan keberanian, semuanya diusung dengan luwes, dipadukan dengan aroma petualangan di dunia yang penuh ketidakmustahilan. Pokoknya do the impossible see the invisible, raw! raw! fight the power! gitulah XD (lho?)


Personally, aku sangat menikmati sekuel ini. Kesendirian yang dialami Peter membuatnya semakin egois dan emosional (entah kenapa selalu inget Kadaj-nya Advent children tiap kali liat Peter di versi ini), Wendy yang kembali ke Neverland masih terlihat manis dengan karakternya yang bagaikan obat penenang kestabilan jiwa si Peter, dan karena sebagian "dirinya yang dewasa" sedikit masih tertinggal, dia juga kadang bisa menghajar balik si Peter (psycho-moe versus psycho-emo ftw! XD) Semua elemen di mataku juga masih terasa "peter pan banget" bahkan untuk perkembangan plot dan setting dunia baru. Tokoh-tokoh lama ada yang muncul kembali, ditambah tokoh-tokoh baru yang muncul akibat konsekuensi perbuatan si Peter. Termasuk para Lost Boys yang sudah dibuang.
Konflik yang ada juga sangat terasa, bagaimana Peter yang dulunya melawan bajak laut perlahan-lahan menjadi seorang bajak laut juga. Kehilangan kemampuan terbang dan daya imaginasinya. Masa lalu kapten Hook yang akhirnya terbuka, serta tajamnya perang antara impian kanak-kanak yang ingin diwujudkan dengan tuntutan orangtua yang harus dilakukan ('duh!).
Peter sendiri tampak semakin selfish dan arogan. Dalam balutan jubah merah dan dasi putihnya, dia bagaikan monster yang liar sekaligus elegan. chemistrynya dengan wendy juga semakin keren, seperti ledakan reuni yang menggila (clbk gitu dee.. xD) Peter sendiri memang sering mengatakan jika Wendy berbeda dan memanggil teman-temannya ke dalam "kamu" (wendy) dan "mereka" (lost boys). Dan endingnya... oh, so bittersweet I'm almost crying xD bagaimana Wendy masih mencoba membantu Peter melawan masa lalunya, dan... kereen. Keren lah pokoknya. Ok, mungkin aku yang berpikir terlalu jauh, tapi tetap saja, novel ini kereeeeeen xD!!!

0 comments:

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime