Thursday, September 20, 2007

It's Hopeless!!! This blogging activities has left me in despair!

2 comments
Hm, looks like the time has come for me to write some stuff about a manga that has quite powerful impact in me.

Sayonara Zetsubou Sensei (zetsubou: despair, keputus-asaan; sensei: guru) adalah manga shounen dengan genre drama comedy karya Koji Kumeta yang baru-baru ini diangkat ke dalam versi anime. Subjectively speaking, di luar musiknya yang cukup bagus dan opening clipnya yang cukup membuat orang ber-what the hell? versi animenya tidak begitu kuat impactnya di mataku karena humor fanservicenya yang terkadang menutupi humor intelek khas manganya yang justru merupakan poin terpenting yang membuat manga ini layak mendapat Kondansha Manga Award untuk kategori shounen pada Kodansha Manga Award ke-31 tahun 2007 ini.

Seperti apakah kalian memandang hidup kalian? hal-hal yang terjadi di sekitar kalian? apakah kalian termasuk orang yang optimis? yang memandang hidup penuh dengan hal-hal yang menyenangkan? yang penuh dengan harapan-harapan dan impian-impian yang suatu saat akan menjadi nyata? jika jawabnya iya, coba pikirkan kembali. Lihat ke sekeliling kalian dan kalian akan menemukan bahwa keadilan itu hanya ada dalam teori saja. Kalian belajar mati-matian tapi pada saat ujian kalian tetap tidak bisa mengerjakan soalnya, sia-sia saja. Lulusan universitas tapi akhirnya jadi pengangguran? sia-sia saja. Pacaran bertahun-tahun tapi pada akhirnya putus? itu juga sia-sia. It's hopeless!! kalau istilah dalam manga ini: Zetsuboushitaa!
Semua yang kalian lakukan sebenarnya tidak ada gunanya. Bahkan jika kalian kaya, saat kalian mati, harta kalian tidak akan ikut dibawa. It's hopeless!! Pada akhirnya, semua yang ada di dunia ini hanyalah rangkaian dari kesia-siaaan dan ketidakberartian semata. Lalu, kenapa kita harus hidup?

Tokoh sentral dalam manga ini, Itoshiki Nozomu, adalah orang yang berpikiran seperti itu. Jika ditulis dalam kanji secara vertikal, ito dan shiki ditulis secara terpisah, dan nozomu berarti harapan. Namun jika ditulis secara mendatar, kanji ito dan shiki akan bergabung jadi satu huruf, ditambah kanji nozomu maka akan terbaca sebagai "zetsubou". Nah karena si Nozomu ini adalah seorang guru, akhirnya jadilah title "zetsubou sensei" yang memang cocok dengan karakternya dia yang paranoid, depresif, pesimis, super negatif dan selalu kepingin bunuh diri.


Tentunya bisa dibayangkan bagaimana jika seseorang seperti Itoshiki-sensei menjadi guru SMU. Bukannya memotivasi, aura gelapnya malah menginfeksi murid-muridnya. Saat murid-muridnya harus mengisi kuisioner untuk menentukan pilihan studi mereka, Itoshiki-sensei menentangnya karena tidak ada gunanya membuat rencana seperti itu karena saat kalian lulus dan berhadapan dengan realita, cita-cita kalian tidak mungkin bisa terwujud dengan mudah. Parahnya, atau malah untungnya, semua murid yang ada di kelasnya juga tidak ada yang normal. Salah satunya adalah cewek dengan karakter 180 derajat berbeda dengan Itoshiki-sensei, Kafuka Fuura. Kafuka adalah cewek yang memandang segala sesuatu dari sisi positif, juga dalam tingkatan ekstrim yang sama. Saat melihat ada orang berusaha bunuh diri dengan menggantung, dia berkata jika orang tersebut sedang meninggikan badan. Bagi Kafuka, tidak ada yang jahat dan tidak ada yang tidak mungkin (kecuali menjadi Tuhan, katanya). Murid lainnya juga tidak kalah anehnya, mulai dari hikikomori (orang yang tidak pernah keluar kamar), stalker tingkat tinggi sampai cewek dengan compulsive disorder.


Dibalut dengan humor sinisme kelas atas, manga ini benar-benar menghibur, sekaligus memberi sindiran tajam pada isu-isu sosial dan keadaan masyarakat saat ini yang bisa jadi di satu kasus kamu adalah korban sementara di kasus lainnya kamu adalah pelaku. Di manganya memang penyajian kasusnya ditampilkan secara ektrim dan mengundang tawa jika kalian mempunyai selera humor yang gelap, tapi jika diamati setiap fenomena yang dibahas mempunyai referensi yang detil dan memang seperti itulah yang sedang terjadi. Analogi yang hampir mirip mungkin sama dengan humor yang ada pada iklan salah satu merek rokok yang terkenal dengan slogan "tanya kenapa?" Bagaimana masyarakat kadang mencap sesuatu dengan mudahnya. Bagaimana sebuah society biasanya mengucilkan sesuatu yang dianggap berbeda. Apakah seorang kolektor bersalah karena dia mengumpulkan barang-barang yang tidak berguna (padahal di dunia ini masih ada orang yang kekurangan), atau saat Itoshiki-sensei langsung menjawab "iya" saat ditanya apa dia bersalah (karena jika dia menjawab tidak, proses pengusutannya akan lebih lama daripada lama dia dipenjara).




Isu-isu yang diangkatpun mempunyai range yang luas, mulai dari fenomena di dunia anime/manga/game sampai yang ada di dunia nyata, mulai dari permasalahan dan fenomena dari era yang sudah berlalu sampai isu yang up-to-date, semuanya ada dan kadang disampaikan dalam bentuk parodi. Bahkan sesuatu yang trivia seperti tradisi valentine day pun dalam manga ini diangkat menjadi persoalan yang cukup membikin kita tersenyum (soal tersenyum manis atau tersenyum pahit, itu tergantung kalian).

Daya tarik lain yang cukup mengesankan dari manga ini adalah referensi sastra yang tidak kalah gilanya. Setiap judul dari chapter manganya punya referensi dan kadang merupakan parodi dari karya sastra atau film. Permainan kanji dalam penamaan tiap karakter juga salah satu daya tarik yang lain. Selain Nozomu, semua karakter di keluarga Itoshiki jika ditulis horizontal akan menjadi kata-kata baru, misalnya: Itoshiki Mikoto -> zetsumei (death); kakak Nozomu yang seorang dokter. Itoshiki Rin -> zetsurin (horny), adik cewek Nozomu yang kawaii abis XD dan Itoshiki Kei -> zekkei (excellence view), kakak Nozomu, seorang pelukis surealist yang punya istri sebuah noda di dinding. Hal ini juga berlaku untuk nama semua murid Nozomu. Nama Fura Kafuka sendiri berasal dari Franz Kafka, novelist aliran eksistensialist terkenal asal chekoslovakia, benar-benar cocok jika dipasangkan dengan Itoshiki-sensei yang seorang nihilist sejati. Bahkan guru cewek mereka pun, Chie Arai, jika kanjinya dibaca kunyomi-nya maka akan terbaca "niichie" yang berasal dari filsuf jerman ternama, Nietzsche. Edan bukan?



Apakah dunia ini sedang bergerak ke arah yang lebih baik, ataukah ke arah lebih buruk? God knows. Satu hal yang pasti, mangaka serial ini mencoba mengajak kita lebih kritis dalam mengamati degradasi yang sedang terjadi di sekitar kita. Sukur-sukur pembacanya mau jadi lebih baik, kalaupun enggak ya minimal banyak yang meniru gaya ucapan karakter bikinannya dia, si Itoshiki-sensei;
"Its hopeless! This ..... (isi titik-titik ini dengan apapun yang kamu mau) has left me in despair!"

2 comments:

Hyu Zen said...

it's hopeless !!!
why I'm interest with this hopeless anime

(yey, have watch 6th episode ^^V)

kai said...

LOL, yea, bro
zetsuboshitaaa~

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime