Thursday, April 5, 2007

Hey, I'm reviewing a teenlit! And nope, I'm still insane as ever.

6 comments
Have you ever read a teenlit novel?
No?
Why?

If your answer is because its so boo~ring, paling ceritanya cuma gitu-gitu aja, or, lebih parah lagi, no angst, no blood, no excitement like what you get from reading something twisted,then you, my friend, gotta read this book.

Don't get fooled by its smiling teruteru bozu
everything that dark is cool and black is the color of darkness!


Novel ini sebenarnya udah lamaa (pake banget nggak yah?) mulai ditulisnya. Yang menulis buku ini kalo boleh dibilang adalah one of few important people in my life that I can be proud of. Tapi karena sekarang ceritanya adalah review buku, jadi aku tidak akan membahas soal bagaimana prototype cerita ini dibuat, atau behind-behind the scene yang lain, let's just jump into the article.


Hampir saja ku menyerah
Sebab segala tapak yang basah,
kini tak lagi menunjukkan arah

Kubopong dengan desah
Tubuhmu yang tersungkur lelah
:Mengapa di antara kita masih tersisa celah?

Diambil dari bab #11: Le Jour ou Les Lucioles Meurent...


Meet Leostrada, your not-so-typical main character for a teenage story. Wild and rebel is his soul, broken is both of his home and heart.
Cynism is his play, dark is his past and trust is his trash.
Sick with betrayal after betrayal, he search for freedom. Freedom in the form spitting out people near him behind his smiling mask, freedom in the form of living in his loneliest yet sweet dream, freedom in the form of hating ee~veryone; you, I, we, us, but most of all, Leo himself.
This freedom, however, is being distracted a little when he find a girl in the near-death circumstance during her trying to suicide.

To live or to die, is a matter of choice,
is always what Leo think.
"So", Leo says, "do you want me to save you or not?"
..
and what Leo did that time will change most of his antire life from then.

Lol, sori kalo jadi bahasa inggris. You know, I can't write something angst without using English ^^

The story covers a great deal of teenager's life, correction, "extraordinary" teenager's life. Love and live, family and friendship. Cukup kompleks, karena semua problem yang ada di cerita ini dinaikkan tingkat dificullity-nya ke level maksimum, membuat luapan emosi dan clash antar karakter dapat tersaji se"brutal" mungkin. Bukan level yang bisa disejajarkan dengan masterpiece yang lain, sih, tapi untuk sebuah debut I think this book is quite great.

There is a small problem when you read this book tough, but maybe its not a problem AT ALL if you are the KIND of people that FIT TO READ this book. Alurnya yang cukup intens dengan sarkasme yang ditulis via huruf kapital yang bertebaran dimana-mana, yang langsung dimulai dari halaman-halaman awal, membuat pembaca yang tidak mengambil nafas alam-dalam saat mulai membaca buku ini akan tenggelam kekurangan udara di tengah-tengah cerita. There's some light humor, sedikit jayus-jayusan di sana-sini yang bisa membuat sedikit tersenyum sebentar, atau jika selera humor kalian sama sepertiku, semua sinisme Leo di buku ini cukup untuk membuat kalian tertawa... ala Oyashiro mode-nya Rena.

"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA" says Rena-chan

Terakhir, aku sudah melihat cukup banyak film atau membaca cukup banyak manga yang menyajikan tingkat kengerian yang cukup lumayan, bukan dalam artian kekerasan atau kesadisannya, namun lebih pada konflik psikologis karakternya, I know I can't compare anime/manga with novel, atau level insanity buku ini dengan karya-karya besar yang lain, Higurashi misalnya. Tapi bagaimanapun juga, ada hal-hal yang menjadikan buku ini spesial dan dalam beberapa poin memiliki keunggulan tersendiri.
Pertama, karena ini karya dalam negeri, originally wrtitten in bahasa Indonesia xD dengan setting Indonesia dan, di luar level vilonce nya yang mungkin masih bisa diterima nalar jika nalar kita di-upgrade sedikit, garis realismenya lumayan kuat. Setidaknya jauh lebih down to earth daripada sinetron-sinetron yang bertebaran di TV sekarang.
Kedua, agak susah ngomongnya, tapi ini soal nilai moral. Sangat gampang sekali membuat sesuatu hanya untuk memuaskan emosi. Cerita yang penuh dengan angst, tragedy dan melancholia, yang bisa mengakibatkan tingkat depresi naik drastis dan dipenuhi dengan adegan kehancuran kemusnahan yang sehancurhancurhancurhancurhancurnya, tapi hanya beberapa dari karya yang aku bilang "emotionally powerful" itu menyisakan beberapa tetes of wisdom.
There's something sweet, something that you can grasp after reading this book. Not just an "I'm not alright and all the rest of the world should just shut up or f**king die!" sentence, but something positive, sesuatu yang jarang didapatkan dari sebuah cerita dengan atmosfir segelap ini. As for me, it is something that says "Even with DARKNESS in you HEART, you can still be HAPPY and LOVING."

6 comments:

choro ajah said...

hey ini bukan karena pengarangnya kan?
huwhahahahaa,,, ada bukunya? pnjeeeeeeeeeem XD

Neohybrid_kai said...

pinjem? beli dunk XD
lol, lagi dibaca adikku skarang
btw harus ada equivalent trade-nya lho XD

Anonymous said...

postingan ini menyadarkan saya betapa seniornya anda ==, account friendster ftw!

Neohybrid_kai said...

:v.... lagi-lagi ada anon yang ngebump thread lama
omae wa dare da :v

zee said...

ikut nge-junk ah..mumpung ada yg ngebump

Neohybrid_kai said...

another one, sepertinya yang ini saya tau but I could be wrong :vc

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime