Sunday, March 18, 2007

Take out the champagne, let's celebrate the final eps!!

0 comments
Seorang pemuda duduk di sebuah counter bar, dia adalah seorang pemain theater yang dulunya penuh dengan harapan dan mimpi. Namun realita mengharuskan dia untuk bekerja di sebuah perusahaan kecil di desa terpencil bersama kedua orang tuanya. Sang bartender kemudian menyajikan minuman bernama "Red Eye", si pemuda itu melihat gelembung yang berada dalam minuman tersebut yang perlahan menghilang lalu muncul dan menghilang lagi. Dia pun teringat dengan semua impiannya saat mulai menjadi anggota theater dulu.


Jazzy, mature dan penuh dengan moral dan humanity. Itulah kesan yang aku tangkap mulai episode pertama dari anime ini. Sebenarnya aku paling tidak tahan nonton anime yang penuh dengan moral seperti ini ^^; mending nonton sesuatu yang penuh teriakan caci maki dan kehancuran dengan darah dimana-mana daripada sebuah cerita yang tenang dan memberi pencerahan (talk about guilty pleasure, man. ahahaha) Tapi seperti yang sudah kuduga, anime ini tidak pernah mengecewakan satu episode pun. Menjadi bartender, dalam anime ini, membutuhkan pengetahuan akan psikologi manusia. Ketika senang, orang masuk ke bar untuk merayakan kebahagiaan mereka. Apapun yang dia minum, tidak masalah. Semuanya pasti terasa enak. Tapi bagaimana dengan mereka yang sedang sedih? adalah tugas bartender untuk mengembalikan spirit mereka, lewat minuman yang dia berikan. Dengan kata lain bartender sebenarnya adalah tempat curhat semua orang ^^; meskipun begitu, ada kode-kode etik dimana seorang bartender tidak boleh mengurusi permasalahan pribadi seseorang terlalu jauh.


Salah satu daya tarik anime ini yang lain adalah vocabulary nya yang dimiliki seputar cocktail dan alcohol. Selama menonton anime ini, kita akan dimanjakan dengan omongan-omongan puitis seputar bagaimana minuman itu dibuat, darimana nama sebuah minuman itu berasal dan cerita-cerita unik di balik lahirnya minuman tersebut. Saking hebatnya provokasi anime ini, aku sampai sempat mencoba minum alcohol beneran (nihaha, mungkin ini yang dinamakan efek negatif anime kali ya :P meskipun yang aku minum kadar alkoholnya tidak begitu besar) Sebenarnya jika dilihat dari sisi ini bartender hampir sejenis dengan anime-anime masak yang lain macam "born to cook" tapi tetap saja, kalian pasti tertarik dengan bagaimana sebuah minuman dibuat dan disajikan.


Overall, bartender adalah sebuah "yet another extraordinary anime" untuk season kemarin. Sebuah tontonan yang memberikan rasa berbeda di antara anime-anime lain yang generic.

Opening dan ending song anime ini bisa kalian download di sini

Screen shot from the last eps
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

0 comments:

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime