Sunday, March 18, 2007

Akhirnya ke wonderland juga; a review of Alice

0 comments
They told me you had been to her,
And mentioned me to him:
She gave me a good character,
But said I could not swim.

He sent them word I had not gone,
(We know it to be true):
If she should push the matter on,
What would become of you?

I gave her one, they gave him two,
You gave us three or more:
They all returned from him to you,
Tough they were mine before.

If I or she should chance to be
Involved in this affair,
He trusts to you to set them free,
Exactly as we were.

My notion was that you had been
(Before she had this fit)
An obstacle that came between
Him, and ourselves, and it.

Don't let him know she liked them best,
For this must ever be
A secret, kept from all the rest,
Between yourself and me.

Akhirnya aku membelinya xD
Nyahaha
dan bener kata orang, yang asli memang jauh lebih keren.

cover depan, difoto dengan kamera 2 dimensi punyaku (scanner maksudnya)

Alice's Adventures in Wonderland adalah hasil karya Lewis Carroll (nama pena dari Charles Lutwidge Dodgson) yang sangat fenomenal bahkan sampai sekarang. Dicetak pertama kali tahun 1865 oleh Oxford University Press, ceritanya mengisahkan tentang, pasti sudah pada tahu lah, petualangan Alice di Wonderland.

Aku membeli cetakan versi Everyman seharga 30k di toko, uh, lupa namanya. Pokoknya toko buku yang ada di lantai bawah Malioboro mall, dekat escalator yang menjual buku-buku import. Seorang teman mengenalkan toko ini padaku (walaupun aku sendiri sudah berulangkali melewatinya tapi tidak pernah masuk ^^;) dan memberitahuku bahwa beberapa buku yang dijual di situ mendapat discount jadi harganya sangat murah, dengan catatan untuk ukuran harga sebuah buku di mata orang yang suka membaca, soalnya pas aku ke sini bareng temenku yang maniak fashion, dia masih merasa kurang murah ^^;

Buku yang aku beli menurutku cukup worthy buat seseuatu seharga 30k. Dengan tebal sekitar 250 halaman dan cukup banyak ilustrasi di dalamnya (tapi jangan dibandingkan dengan ilustrasi sekarang, karena gambarnya masih level ilustrasi jaman victoria. Alice still looks quite moe tough, ahaha). Oh, dan di versi yang aku beli ini isinya sudah termasuk cerita sekuelnya "Alice in Wonderland", yaitu "Through The Looking Glass", yang mengisahkan tentang petualangan alice di dunia di balik cermin. Two-in-one jadinya ^_^ dan aku baru tahu ternyata cerita tentang Alice yang selama ini aku tahu adalah campuran dari kedua cerita tadi.

cover belakang, btw pembatas buku yg aku pakai gambarnya rinrin dari sispri, nyahaha ^^

Di awal buku ini terdapat preface, cukup bagus buat referensi tambahan. Dan riwayat singkat serta chronology Lewis Carroll. Beliau ternyata lulusan Oxford University, majoring both Classic and Mathematics. Setelah lulus beliau mengajar Matematika di universitas, tapi akhirnya menjadi seorang penulis. Aneh ya? masih ada lagi. Alice's Adventures in Wonderland, pertama kali diciptakan oleh beliau sebagai cerita untuk menghibur anak perempuan dekan universitasnya, saat mereka piknik bersama. Saat itu, ketiga puteri dekan tersebut, Lorina, Alice dan Edith pergi piknik bersama Charles Lutwidge Dodgson (Lewis Carroll) dan teman sekampusnya, Robinson Duckworth, dengan menaiki perahu menyusuri sungai Thames. Di sinilah beliau menceritakan sebuah cerita tentang petualangan seorang gadis di negeri yang ajaib, dengan mengambil image karakter utama berdasarkan Alice. Lewis Carroll sepertinya tidak memiliki ketertarikan seksual, beliau tidak pernah menikah sampai meninggal dan ketertarikannya kepada anak-anak (perempuan) sepertinya lebih kepada sisi purity and innocent mereka (mungkin kalo istilah otakunya "moe" kali ya? XD). Beliau berkata bahwa membuat cerita (dan menceritakannya) pada anak-anak lebih menyenangkan karena mereka lebih genki responsif, menurutku juga begitu. untung beliau tidak bercerita di depan silent loli seperti Primula

what are you looking at, imouto-san ^^

Alice di tengah2 mahluk2 aneh; coba kalo Haruhi masuk ke buku ini

Mengenai isinya, ada banyak hal yang membuatku tertarik dan tidak cepat bosan saat membacanya. Pertama, karena karakter Alice yang, seperti yang sudah kuduga, adalah seorang cewek tsundere Lewis Carroll menggunakan gaya bercerita yang unik, dengan memakai sudut pandang orang ketiga, namun sering terdapat tambahan di sana sini tentang apa yang ada dalam pikiran Alice. Dari dulu aku kira cerita ini memakai sudut pandang orang pertama, dengan Alice sebagai karakter utama, tapi ternyata tidak. Gaya penceritaannya hampir seperti buku dongeng, tetapi mengingat karakter utamanya adalah seseorang yang tidak berasal dari dunia dongeng itu sendiri menjadikan cerita ini unik, dan kombinasi dari semua itulah yang membuatku menikmati cerita ini.
Selain itu, gaya bahasa yang dipakai oleh Lewis Carroll juga tidak biasa. Ada banyak puisi dan permainan kata-kata serta permainan puzzle logika yang menjadikannya cerita yang tidak hanya bisa dinikmati oleh anak-anak. Mungkin karena beliau ahli matematika yang menyukai sastra makanya cerita ciptaannya jadi kaya gini ^_^;
Mengenai ceritanya sendiri, memang benar jika ada yang bilang kalo cerita ini full of nonsense. Setting dunia yang absurd yang dipenuhi karakter-karakter aneh dan benda-benda, aturan-aturan serta permainan yang tidak kalah anehnya. Tidak heran jika cerita ini populer karena elemen-elemennya yang diluar aturan, membandingkan Alice dan wonderlandnya dengan Dorothy dan teman-temannya (dari cerita The Wizard of Oz) mungkin sama seperti membandingkan AIR dengan Tokimemo, Suzumiya Haruhi dengan Bokura ga Ita atau Rule of Rose dengan Resident Evil (emang nyambung? XDXD)

Arisu says "jya nee"

0 comments:

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime