Sunday, February 25, 2007

Byousoku 5cm part 1 - Oukashou

1 comments
Dore wa do no hayasate ikireba,
kimi ni mata aeru no ka?

(At what speed must I live...
to be able to see you again?)

Finally, after quite a long wait, akhirnya bisa juga nonton karya terbarunya Makoto Shinkai ini.
V(^o^)V (^____________^) V(^0^)V
"Byousoku 5cm" yang bisa diterjemahkan sebagai "5 centimeter per detik" adalah sebuah anime OVA trilogi yang terbagi menjadi 3 bagian, "Oukashou", "Cosmonaut" dan "Byousoku 5 centimetre". Bagian pertama dari trilogi ini sudah dirilis dan bisa ditonton via streaming lewat Yahoo! japan.

*warning* bagian di bawah ini berisi ringkasan cerita dari oukashou. Sopiler alert.

"Oukashou" atau yang artinya "extract of cherry blossom" atau bisa juga "the choosen cherry blossom" (ouka=cherry blossom; shou=extract, choosen) aku tidak tahu yang mana yang benar ^_^; adalah anime pendek dengan durasi 28 menit. Secara garis besar, bagian pertama ini bercerita tentang pertemuan Tohno Takaki dengan Shinohara Akari setelah setahun mereka berpisah. Takaki dan Akari adalah teman dekat semasa mereka masih sekolah dasar. Akari maupun Takaki sama-sama bukan berasal dari Tokyo dan mereka sering pindah-pindah sekolah (kemungkinan karena pekerjaan orang tua mereka masing-masing). Satu tahun setelah kedatangan Takaki ke Tokyo, Akari masuk ke sekolah yang sama. Karena sama-sama bertubuh kecil dan sering sakit, Takaki dan akari akhirnya lebih sering menghabiskan waktu bersama di perpustakaan. Hal ini membuat beberapa teman mereka yang usil sering menjodohkan mereka berdua dengan menulis nama mereka di papan tulis, Takaki hanya menarik tangan Akari dan mengajaknya keluar setelah sebelumnya menghapus tulisan di papan tulis jika itu terjadi.

Baik Akari maupun Takaki sama-sama berharap mereka berdua bakal masuk ke SMP yang sama (West junior-high) namun ternyata Akari harus pindah ke Tochigi. Akhirnya, saat kelulusan tiba, merekapun berpisah. Akari pergi ke Tochigi dan meneruskan sekolahnya di Tochigi public school, dan Takaki tetap di Tokyo. Musim panas, setengah tahun setelah mereka berpisah, Akari mengirim surat. Dalam suratnya, dia menulis tentang keadaan dia sekarang, keadaan di Tochigi yang hampir sama panasnya dengan Tokyo saat musim panas tiba, serta bagaimana dia rindu dengan Tokyo dengan gedung pencakar langit dan aspalnya yang panas. Takaki membalas surat tersebut dan surat-menyurat itupun berlanjut hingga salju pertama turun di Tochigi. Akari bercerita tentang pohon sakura yang ada di dekat tempat dia tinggal dimana saat musim semi tiba, kelopak bunga sakura dari pohon itu akan jatuh dengan kecepatan 5cm per detik. Takaki sendiri, satu minggu lagi, harus pindah ke Kagoshima. Akhirnya dia memutuskan untuk menemui Akari dan merekapun berjanji untuk bertemu di stasiun Tochigi tanggal 4 Maret jam 7 malam.

Perjalanan dari Tokyo ke Tochigi bukanlah perjalanan jarak dekat, Tochigi adalah daerah yang sangat jauh dan perjalanan ke sana memakan waktu yang sangat lama dan beberapa kali ganti kereta. Ditambah lagi, Takaki sama sekali belum pernah ke Tochigi. Untuk berjaga-jaga, Takaki membuat catatan dimana dia harus ganti kereta dan estimasi waktu yang dibutuhkan tiap perjalanan dari stasiun satu ke stasiun berikutnya. Tapi keadaan ternyata tidak semulus yang diharapkan, karena salju yang turun cukup lebat, kereta terpaksa menunda keberangkatan selama beberapa menit (nggak, gak sampai berjam-jam seperti di sini) serta di beberapa stasiun kereta terpaksa berhenti lebih lama dari yang dijadwalkan. Ketika perjalanan sudah mencapai separuh, jam di tangan Takaki sudah menunjukkan pukul sembilan kurang seperempat. Dengan cuaca yang cukup buruk, yang mengakibatkan kereta yang dia naiki terpaksa berhenti selama dua jam di tengah jalan, Takaki berharap semoga Akari berhenti menunggunya dan pulang ke rumah saja. Perjalanan akhirnya berakhir, dan Takaki sampai di stasiun Tochigi, di mana di tempat itu dia menemukan Akari yang masih menunggunya. Tidak ada adegan pertemuan yang glamour, semuanya berjalan mengalir begitu saja, bahkan musik yang dipakai pun tidak semegah saat Sayuri bertemu Hiroki di Kumo no Mukou Yakusoku no Bashou. Setelah menghabiskan malam dengan berbincang-bincang, keesokan paginya Takaki kembali ke Tokyo, dan bagian pertama dari 5cm/s berakhir di sini.

*spoiler selesai sampai di sini*

Tidak perlu dijelaskan bagaimana indahnya kualitas grafis anime ini, semua yang ernah menonton karya Makoto Shinkai pasti tahu betapa mengagumkan dan detil gambar background yang menghiasi sepanjang anime ini. Mulai dari jalan, toko, ruangan kelas, dan tentu saja tiga hal yang selalu ada di setiap karya Makoto Shinkai; langit, tiang listrik dan kereta api, semuanya digambar dengan rapi dan artistik. Untuk yang belum bisa menonton animenya, kalian bisa melihat screenshotsnya dari bagian gallery di official sitenya , walaupun resolusi screenshot yang sedemikian kecil tentu saja tidak bisa menggambarkan betapa indahnya grafis dalam anime ini.

Seperti biasanya, yang membuat aku tertarik dengan karya Makoto Shinkai adalah bagaimana beliau membuat sebuah cerita dengan chemistry antar karakter yang mengalir dan dihiasi dengan hal-hal trivial, namun tetap menjadi cerita yang menarik.
Mengenai cerita, mungkin karena anime ini adalah bagian pertama jadi aku tidak mendapatkan efek se-emotional Kumo no Mukou, atau Hoshi no Koe sekalipun. Meskipun demikian, setelah menonton tiga kali, akhirnya aku baru bisa menikmati anime ini dengan maksimal. Mungkin kalian harus mencobanya juga. Pertama kali menonton, konsentrasi tersedot ke arah grafis. Kedua kali, baru bisa mengamati dialog yang ada dan membandingkannya dengan translasi yang ada di teks fansub. Ketiga kali, barulah bisa menikmati anime ini dengan fokus pada audio dan visual, tanpa melihat ke teks.

Anime ini memiliki lagu tema berjudul "One more time, one more chance" yang dinyanyikan oleh Yamazaki Masayoshi. Single lagu ini, kalau tidak salah akan keluar tanggal 3 maret besok (tepat sehari sebelum pertemuan Takaki dengan Akari dalam cerita), saat singlenya keluar nanti, aku akan mengupload versi full-nya (diusahakan lengkap dengan translasinya ^_^)

Terakhir, jika kalian ingin mengcopy anime ini, selama kalian ada di yk, dengan senang hati aku akan membantu. Satu lagi, setelah menonton anime ini, tiba-tiba jadi ingin membuat ini. Nyahaha. Ada yang mau bantu ^_^?

1 comments:

Yukikaze said...

uoghhh... translasi bhs indo, mo donk. tp blom dpt filmnya g. lg nunggu yg versi HD.
yg ada msh versi DVD kan?
entar g cari dl deh animenya. dr dl emang kepengen bikin sub anime dlm bhs indonesia.
hahaha.... kyk blh jg neh jd proyek coba2.

Post a Comment

 
Ikemasen, Ojou-sama! © 2006-2014 DheTemplate.com. Supported by Toko Anime